
Stevent sangat kelelahan, setelah berkelahi dengan para preman ia harus menghadapi Nathan,, hingga ia lebih banyak terluka di bandingkan dengan Nathan. Tanpa sadar Stevent tertidur, sebenarnya itu pengaruh obat yang di suntikan Nisa untuk mempercepat penyembuhan, dan mengurangi rasa sakit pada memar.
Melihat Stevent telah tertidur, Nisa segera membereskan peralatan miliknya, meninggalkan Stevent berjalan menuruni tangga.
Nisa pamit kepada Viona.
" Kamu harus pulang Nathan, istirahatlah di rumah, jangan kemana-mana!" perintah Nisa
" Siap Bu Dokter " Nathan memberi hormat tersenyum dan berjalan mengikuti Nisa menuju mobil mereka masing-masing.
Nisa telah berada di dalam mobilnya, terdengar dering pesan dari ponsel Nisa. Sebuah pesan muncul di layar ponsel.
" Assalamualaikum Nisa, apa kabar ? Kakak akan selalu menunggumu, kakak telah berjanji akan selalu menjagamu "
Nisa tersenyum membaca pesan dari Kenzo.
" waalaikumsalam, Nisa selalu percaya kepada kak Kenzo"
Nisa tersenyum setelah membalas pesan dari Kenzo, ia selalu merasa nyaman dan aman ketika bersama dengan Kenzo.
Ia terbiasa mendapatkan perhatian dan perlindungan dari Kenzo, walaupun sebenarnya Nisa adalah wanita yang mandiri, namun perlakuan Kenzo yang selalu menghawatirkan keadaan Nisa.
Nisa menyimpan ponsel di laci mobil, segera memacu mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah.
Nisa memarkirkan mobilnya ke garasi. Ia melihat ada mobil Abi.
" Assalamualaikum" Nisa melepaskan sepatu dan meletakkan di rak sepatu di samping pintu.
" Waalaikumsalam " Abi dan Umi menjawab salam Nisa bersamaan dari ruang tengah.
Nisa berjalan menuju ruang tengah, mencium punggung tangan kedua orang tuanya, duduk di samping Umi, Nisa melihat banyak berkas di atas meja, ia mengambil salah satu berkas membuka dan membaca.
Perjanjian antara Fathur dan Stevent, Nisa melihat dan membuka berkas lainnya. Ia melirik Abi dan Umi bergantian.
" Ini adalah masalah yang dibuatkan oleh Om Fathur " jelas Abi
" Bagaimana keadaan Om Fathur dan keluarganya ?" Nisa meletakkan berkas di atas meja.
" Hutang bank telah di lunasi Perusahaan Stevent, sekarang Fathur bersama anak buah Stevent, anak dan istrinya berada di luar negeri !" jelas Abi
" Apakah Abi sudah menghitung total hutang?" tanya Nisa tenang
" Sudah, jika kita menjual semua aset di puncak masih kurang !" Abi memberikan kertas perhitungan hutang dan harga aset di puncak
" Abi hitung kekurangan, Nisa akan berusaha melunasi semua Hutang dengan Stevent " ucap Nisa tersenyum kepada Abi dan Umi,
Nisa menggenggam tangan Umi, ia tahu Umi pasti khawatir, Om Fathur adalah adik Umi satu - satunya.
" Abi dan Umi tenang saja masalah ini pasti dapat di selesaikan " Nisa menenangkan Umi dan Abi
" Ia sayang, Tuhan pasti memberikan jalan " Umi mengusap rambut Nisa yang tertutup hijab
" Abi Umi, Nisa Istirahat ke kamar , assalamualaikum " Nisa beranjak dari duduk mencium tangan Abi dan Umi dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Nisa membersihkan diri, dan mengganti pakaiannya. Melaksanakan sholat Zuhur dan membaca Alquran.
Itu adalah cara yang paling tepat untuk menenangkan hati dan diri.
Setelah membaca satu surah panjang, Nisa menyimpan Al-Qur'an dan merebahkan diri di atas tempat tidur dan memejamkan matanya.
Ia harus segera melunasi semua Hutang Om Fathur kepada Stevent.
Jika harus memilih pasangan hidup tentu saja Kenzo adalah pilihan terbaik.
__ADS_1
Kenzo adalah pria sempurna yang Sholeh dambaan semua wanita dan Calon mertua, pria yang tidak pernah menyentuh wanita, pria yang tidak pernah melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat. Ia adalah pasangan Hidup terbaik.
Kesuksesan yang ia capai Tidak membuat ia lupa dari mana ia berasal. Ia selalu membantu orang kesusahan.
" Jika aset dan uang tabungan ku tidak cukup, aku akan meminta bantuan kak Kenzo " pikir Nisa yang kini terlelap dalam tidurnya.
***
Stevent terbangun, menyesuaikan mata kantuk dengan cahaya dan melihat seisi ruangan, Ia mencari Nisa, namun tidak ia temukan.
Dengan tergesa-gesa, Stevent menuruni anak tangga,
"Aw " Stevent merasakan tubuhnya sakit setia kali ia melakukan gerakan.
" Jhonny " Stevent berteriak, Jhonny segera berlari entah datang dari mana
" Iya Tuan " Jhonny berdiri tepat di samping Stevent
" Dimana Nisa ?" Stevent menatap tajam ke Jhonny
" Nona Nisa telah pulang Tuan " jawab Jhonny tetap tenang
" Apakah dia bersama Nathan ?" Stevent mengepalkan tangannya.
" Tidak Tuan, Nona Nisa pulang sendirian , dan sampai rumah dengan selamat " Jelas Jhonny
Stevent menghempaskan tubuhnya di atas sofa empuk.
" Bagaimana perkembangan Fathur ?" Karena sedang kesal membuat Stevent ingat dengan masalah Fathur.
" Kita telah mengetahui keberadaan istrinya dan anaknya, Nyonya lara dan putrinya kembali ke rumah lama mereka " jelas Jhonny.
" Tahan mereka semua !" perintah Stevent
" Bagaimana jawaban mereka?" tanya Stevent penasaran
" Seperti mereka akan berusaha membayar semua hutang " jelas Jhonny khawatir
Stevent mengepalkan tangannya, Kesal,
" Saya telah menyelidiki Nona Nisa memiliki lumayan banyak saldo di Bank " jelas Jhonny berusaha memuaskan bos yang ada di depannya.
" Kenapa aku harus kesulitan mendapatkan Nisa, terlalu banyak penghalang !"
" Anda benar Tuan, bahkan sepertinya mereka telah memiliki calon pasangan terbaik untuk Nona Nisa " Jhonny menunduk
" Katakan Siapa pria terbaik yang kamu sebutkan tadi,, tidak ada pria yang lebih baik dari diriku dan tidak ada pria lain yang pantas untuk Nisa selain diriku !" Stevent berdiri dan menarik kerah baju Jhonny yang tak berani menatap mata merah penuh emosi Stevent.
" Kenzo, Tuan " Jhonny menjawab pelan, Stevent melepaskan tangannya dari Jhonny
" Kenzo, kakak Nisa ?" Stevent bertanya
" Dia bukan kakak kandung tapi kakak bertemu di pesantren, Dia selalu menjaga Nisa dari kecil dan mereka selalu bersama " jelas Jhonny yang terus menunduk dan berdiri di samping Stevent
"Selidiki tentang Kenzo !" perintah Stevent yang duduk kembali di Sofa.
" Baik Tuan "
Viona terdiam di balik dinding, ia mendengarkan apa yang dibicarakan Stevent dan Jhonny, ia ingat Kenzo adalah kakak Nisa yang pernah berkenalan dengannya di rumah Sakit.
"Pria terbaik, tentu saja" pikir Viona sejak bertemu dengannya aku bisa menebak Kenzo adalah Pria terbaik.
Viona menyandar tubuhnya di dinding
__ADS_1
" Aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama padanya " Viona berbicara sendiri
Ia tidak tahu Stevent telah berada di samping
" Jatuh cinta ?" Stevent menatap tajam ke arah Viona
" Kakak " Viona gugup
" Katakan padaku siapa?" tanya Stevent
" Maafkan aku kak, aku akan melupakannya, ia sudah punya Calon" Viona memelas
" katakan saja !" perintah Stevent
" Kakak jangan marah " Viona khawatir
" Tidak,, aku tidak akan marah " Stevent serius
" Kenzo " Suara Viona melemah dan menunduk takut, Stevent tersenyum
" Apakah Kenzo kakak Nisa ?" tanya Stevent lagi, dan mendapatkan anggukan kepala dari Nisa
" Apakah dia lebih baik dari kakak?" Stevent mengangkat dagu Viona yang hanya terdiam memejamkan mata.
" Istirahatlah!" Stevent berjalan menuju ruang kerjanya dan diikuti Jhonny.
Ia masuk bersama dengan Jhonny.
" Kunci Pintunya !" perintah Stevent ia tidak mau pembicaraan mereka di dengar orang lain.
" Bagaimana, apa masih belum dapat ?" tanya Stevent
" Sudah Tuan " Jhonny menyerahkan berkas tentang Kenzo
Stevent penasaran, pria seperti apa Kenzo.
Kenzo di besarkan bersama Nisa di pesantren bahkan tidak tahu dari mana asal usulnya, Ia adalah siswa yang aktif dan cerdas, Lelaki yang selalu ada untuk Nisa.
Sekolah dengan beasiswa, sukses di luar negeri, selalu memberikan bantuan kepada pesantren, selalu berhubungan dengan Nisa melalui alat komunikasi.
Pria yang tidak pernah mendekati wanita lain selain Nisa. Tidak pernah mendekati dunia hitam.
" Baiklah, ini adalah data Pria terbaik untuk wanita terbaik " Stevent menarik sudut bibirnya, memberikan senyuman mengerikan yang hanya dia dan Jhonny dapat mengerti arti dari senyuman itu.
" Jhonny, aku selalu mendapatkan yang terbaik !"
" Benar Tuan "
Wanita terbaik di mata Stevent saat ini adalah Nisa dan pria terbaik adalah dirinya.
***
😊 Thanks for Reading 😊
mohon dukungannya dengan :
komentar
like
Vote
terimakasih
__ADS_1
♥️ Love you Readers 💓