Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Malam Pertama


__ADS_3

Ayesha dan Kenzo menyelesaikan sholat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an bersama tanpa melihat karena mereka berdua telah menghapalnya.


Kenzo memandang wajah cantik Ayesha yang sedang melepaskan mukenah, ia belum pernah melihat tubuh indah istrinya.


"Apa aku bisa mendapatkan hak ku malam ini?" Kenzo menyentuh wajah Ayesha.


Ayesha terdiam, ia merasa berdosa telah menghalangi Kenzo mendapatkan haknya, walaupun itu tidak dilakukan Ayesha dengan sengaja.


"Tentu saja." Ayesha menyentuh tangan Kenzo untuk pertama kalinya.


Kenzo tersenyum, mereka melakukan ritual membersihkan diri dan sholat sunat dua rakaat sebelum bercinta.


Ayesha duduk di tepi ranjang dengan menundukkan wajahnya, menunggu Kenzo melepaskan pakaiannya.


Kenzo berjalan mendekati dan menatap Ayesha yang masih menggunakan gamis panjang menutupi seluruh tubuhnya.


"Apa kamu sudah siap?" Kenzo menyentuh kepala Ayesha meniupkan seuntai doa dan mencium dahi.


"Ya." Ayesha tersenyum memandang wajah tampan Kenz dan memberikan segelas susu.


"Terimakasih." Kenzo duduk di samping Ayesha dan meneguk habis susu dari gelas.


Ayesha mengambil gelas kosong dari tangan Kenzo dan meletakkan di atas meja.


Kenzo memperhatikan bibir merah merona dan basah milik istrinya yang sangat menggoda, ia memegang telinga kiri dan kanan, melahap bibir ranum dan manis.


Mereka memejamkan mata menikmati lembutnya ciuman halal, Kenzo merebahkan tubuh Ayesha di atas tempat tidur.


Jari cantik dan lembut menyentuh dada Kenzo dengan gemetar. Ciuman tanpa jeda benar-benar dinikmati oleh Kenzo dan Ayesha.


Mereka menghentikan ciuman karena kesulitan bernapas. Mata mereka saling bertatapan dengan napas yang tersengal.


"Apa aku boleh membukanya?" Tangan Kenzo menyentuh Zipper bagian depan gamis Ayesha.


"Mm." Ayesha mengangguk.


Perlahan jari Kenzo, menurunkan Zipper hingga gamis terbuka lebar, memperlihatkan tubuh putih bersih dan sangat halus ketika di sentuh.


Kenzo menelan ludahnya, tubuh Ayesha sangat seksi berisi, begitu menggoda dan membuat gila, ia benar-benar tidak bisa menahan lagi, jika malam ini masih gagal.


Ayesha menutup mata dengan kedua tangannya, ia sangat malu karena Kenzo melihat seluruh tubuhnya.


Kenzo membuka tangan Ayesha perlahan, ia tersenyum dan mencium leher putih yang memanggil untuk di gigit.


Ayesha menutup mulutnya, ia ingin berteriak menahan setiap sentuhan dan ciuman Kenzo.


Seluruh rambut halus di tubuh Ayesha yang bergetar berdiri tanpa perintah.


Kenzo tidak memperdulikan reaksi Ayesha, ia tidak bisa menghentikan nafsu yang telah membakar tubuhnya untuk menikmati malam pertama yang telah tertahan cukup lama.


Jari Ayesha pindah ke kepala Kenzo, ia menjambak rambut Kenzo, menahan geli dan hasrat yang telah Kenzo ciptakan.


Kenzo kembali mencium bibir Ayesha dengan lembut, tangannya meraba-raba seluruh lekuk tubuh indah istrinya begitu halus dan lembut.


Gamis telah terlepas, tubuh cantik Ayesha hanya ditutupi pakaian dalam berenda indah.


Ayesha berusaha menarik selimut untuk menutupi tubuhnya tetapi Kenzo telah lebih dulu membuangnya ke lantai.


Kenzo terus menuruni tubuh Ayesha dengan bibir dan lidahnya, menikmati setiap lekukan yang tercipta begitu indah dan nikmat.


Rugi terlewatkan walaupun hanya satu inci saja. Kenzo sangat bersemangat, ia tidak pernah melihat dan menyentuh tubuh seorang wanita seumur hidupnya.


Malam ini tubuh indah dan sempurna berada di depan matanya, surga dunia yang diciptakan oleh Tuhan untuk pasangan halal dalam kenikmatan ibadah.


Kenzo memperhatikan Ayesha yang berusaha menahan diri tanpa mengeluarkan suara. Ia melepaskan semua benang yang melekat di tubuhnya siap menitipkan Nutfah pada rahim Ayesha.


Tidak lupa mereka membaca doa yang telah di sunah kan.

__ADS_1


Kenzo mengambil selimut menutupi tubuh mereka.


"Aku akan menitipkan Nutfah dan rahimmu," bisik Kenzo di telinga Ayesha.


Ayesha mengangguk, mereka membaca doa bersama dan melepaskan kenikmatan bersama.


Kenzo berhasil merobek dan masuk ke dalam ruangan terindah penuh dengan kenikmatan yang tidak terkira milik berdua.


Ia mencium bibir Ayesha dengan lembut dan mengusap air mata yang mengalir membasahi wajah merah dan panas istrinya.


Ada tiga doa yang tidak lupa mereka bacakan dalam kenikmatan dunia yang bernilai ibadah.


Kenzo memeluk erat tubuh Ayesha yang melingkarkan tangannya di leher Kenzo, ia menyembunyikan wajahnya di lekuk leher suaminya.


"Terimakasih." Bisik Kenzo mencium telinga Ayesha.


Kenzo melepaskan pelukannya, menatap wajah cantik Ayesha yang masih merah.


"Lihat wajah Humairah ku." Kenzo mencium dahi dan bibir Ayesha.


"Apa kamu mencapai puncak bersama dengan diriku?" tanya Kenzo kepada Ayesha.


"Ya." Ayesha mengangguk dan tersenyum manis.


"Alhamdulilah, aku mau kita merasakan kebahagiaan bersama." Kenzo memeluk tubuh Ayesha.


Ayesha telah menyiapkan handuk di samping tempat tidur, ia segera mengambil dan menutupi seluruh tubuhnya.


"Apa kamu mau mandi?" Kenzo mengambil handuk yang diberikan Ayesha kepada dirinya.


"Tubuhku sangat lengket." Ayesha terus menunduk.


"Bolehkah kita mandi bersama?" Kenzo menyentuh dagu dan mengangkat wajah Ayesha agar melihat dirinya.


"Ya." Ayesha tersenyum dan memandang mata sendu Kenzo.


"Aku akan berusaha." Ayesha melihat bola mata Kenzo.


"Terimakasih." Kenzo mencium bibir Ayesha cukup lama dan tidak ingin ia lepaskan.


Kenzo mengendong Ayesha menuju kamar mandi, handuk yang ia pakai menjadi basahan ketika mandi.


Mereka membersihkan diri dan mengambil wudhu, barulah mandi.


"Dia sangat cantik dan seksi." Kenzo berjalan mendekati Ayesha yang berdiri di bawah pancuran air.


Kenzo memeluk tubuh basah Ayesha dari belakang, mencium pundak dan lekukan leher istrinya di bawah guyuran air.


Tangan Kenzo bermain pada tubuh Ayesha yang berusaha menahan handuknya agar tidak terlepas.


Kenzo memutar tubuh Ayesha menghadap dirinya dan mencium bibir yang basah begitu nikmat dengan air yang terus mengalir membasahi tubuh mereka berdua.


Ayesha hanya pasrah atas perlakuan lembut Kenzo yang sedang berhasrat, sebagai wanita dewasa yang cerdas ia dapat memahami perasaan suaminya yang tertahan dan baru tercurahkan malam ini.


Sebagai istri Sholehah, Ayesha tentu saja berusaha membahagiakan suaminya.


Ayesha memberikan reaksi untuk Kenzo, ia membalas ciuman hangat pada bibir suaminya.


Tangan Ayesha mulai berani menyentuh dada berotot Kenzo, meraba lekukan seksi seorang pria yang terjaga dan terawat.


Kenzo tersenyum, ia sangat senang dengan istri pemalu yang sedang berusaha membuat dirinya bahagia.


"Aku mencintaimu Humairah ku." Kenzo berbisik di telinga Ayesha dan memakannya.


Tubuh Ayesha menegang, ia memeluk erat tubuh Kenzo untuk menahan rasa geli yang bergelora efek dari gigitan dan jilatan dari lidah Kenzo yang bermain di telinganya.


Air yang dingin tidak menghalang rasa panas pada tubuh mereka berdua untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


Dengan tubuh yang basah, Kenzo menatap wajah cantik Ayesha.


"Aku tidak mau menyakiti dirimu." Kenzo tersenyum, ia melepaskan pelukannya.


"Besok kita bisa bercinta lagi setelah tahajud sebelum subuh." Kenzo mengambil shampoo untuk rambut Ayesha.


Ayesha tersenyum, ia menatap wajah tampan Kenzo yang terus tersenyum kepada dirinya.


"Aku baru tahu ternyata suamiku sangat tampan." Ayesha tersenyum.


"Benarkah." Kenzo mendekatkan wajahnya dan kembali mencium bibir Ayesha dengan lembut.


"Pejamkan matamu Humairah ku!" Kenzo membilas rambut panjang Ayesha dan menggosok tubuh istrinya dengan spon lembut.


"Harusnya aku yang membantu dirimu mandi." Ayesha membuka matanya.


"Kamu akan memandikan diriku setelah ini." Kenzo menempel hidungnya pada hidung Ayesha.


Mereka melakukan mandi bersama di malam hari untuk pertama kalinya setelah bercinta.


Kenzo menggendong Ayesha dari kamar mandi menuju ruangan ganti.


"Apakah kamu selalu menggunakan gamis ketika tidur?" Kenzo membuka lemari dan melihat pakaian Ayesha.


"Ya." Ayesha tersenyum, ia tidak memiliki pakaian seksi seperti Lingerie.


Ayesha mengambil piyama tidur untuk Kenzo dan untuk dirinya.


"Ini hadiah dari Ratu." Ayesha menyerahkan kepada Kenzo.


"Baju pasangan." Kenzo tersenyum dan mengambilnya dari tangan Ayesha.


"Ya." Ayesha membuka piyama miliknya.


Ia terkejut dress pendek sebatas paha tanpa lengan.


"Aku akan kedinginan." Ayesha tersenyum, ia melihat Kenzo hanya menggunakan celana tidur.


"Pakailah, aku akan menghangatkan dirimu." Kenzo memakaikan baju tidur pada tubuh Ayesha.


"Kamu sangat cantik dan terlihat sangat imut seperti anak remaja." Kenzo mencium bibir Ayesha lagi dan lagi.


"Aku merasa tidak nyaman dengan pakaian ini." Ayesha menarik dress yang memperlihatkan paha putih dan seksinya.


"Selimut akan menutupi tubuhmu." Kenzo tersenyum dan menggenggam tangan Ayesha keluar dari kamar.


"Aku harus mengantikan bed cover dan selimut." Ayesha kembali ke kamar ganti dan mengambil bed cover dan selimut baru.


Kenzo tersenyum, ia menarik selimut dan melihat bercak keperawanan Ayesha di atas bed cover berwarna putih.


Meletakkan bed cover dan selimut dalam keranjang baju kotor.


Kenzo melihat Ayesha sedang menggantikan dengan yang baru berwarna biru langit. Ia segera membantu istrinya.


Mematikan lampu utama, dan tidur dengan berpelukan dalam kepuasan lahir dan batin.


"Aku mencintaimu," bisik Kenzo di telinga Ayesha.


"Aku mencintaimu." Ayesha menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kenzo.


****


Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote. Terimakasih.


Baca juga Novel Author berjudul “Arsitek Cantik” dan "Unforgettable Lady"


Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu). Terimakasih.

__ADS_1


Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.


__ADS_2