Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
PutriKu


__ADS_3

Veronika duduk di samping kursi pengemudi Mark, yang siap menginjak pedal gas mobil miliknya menuju rumah mewah Mark.


Veronika benar-benar bernostalgia dengan masa lalunya ketika bersama Mark, ia terus memandang wajah tampan yang kini mungkin adalah besannya.


" Kamu masih seperti dulu" Mark membuyarkan lamunan Veronika dengan tetap fokus mengemudi.


Veronika segera memalingkan wajahnya.


" Bagaimana dengan kehidupan dirimu?, siapa suamimu dan berapa anakmu?" tanya Mark.


" Aku menikah dengan Alexander, memiliki 1 putra dan 1 putri" jawab Veronika.


Mendengar nama Alexander membuat Mark menginjak Rem secara mendadak hampir membuat kepala Veronika terbentur.


" Mark, hati - hati" Veronika terkejut.


" Wait, Kamu menikah dengan Alexander?" tanya Mark, ia segera memarkirkan mobilnya di tepi jalan.


" Kenapa kamu terkejut?" tanya Veronika menatap heran kepada Mark.


" Vero, kamu benar-benar hilang ingatan tentang masa lalu setelah kecelakaan" Mark menatap kesal dan kembali melaju kendaraan dengan kecepatan tinggi.


Veronika bingung dengan Mark,


" Bukankah ingatannya telah kembali dan orang pertama yang ia ingat adalah Mark" pikiran Veronika kacau.


" Kenapa Mark terlihat tidak senang?" ada banyak pertanyaan yang membingungkan di pikiran Veronika.


Mobil Mewah segera memasuki perkarangan minimalis milik Mark dan menuju garasi.


Mark keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Veronika.


" Selamat datang dirumah ku" Mark membuka pintu utama rumahnya.


Rumah ya tidak terlalu besar namun mewah dan elegan.


Sebuah Robot seorang pelayan berwajah anak - anak setinggi Veronika segera menyambut Mark di depan pintu.


" Selamat datang Tuan Mark" Robot memberi salam


" Terimakasih, Love, rekam data tentang Veronika, dia adalah sahabat saya!" jelas Mark.


" Baik Tuan " Robot Love segera memancarkan cahaya putih ia menscan tubuh Veronika.


" Veronika, suami Alexander, putra Stevent Lu Alexander, putri Viona Alexander dan menantu Annisa Salsabila selesai" ucap Robot dan memberi hormat.


"Sediakan minuman hangat untuk sahabat ku!" perintah Mark.


"Siap Tuan" Robot segera berjalan dengan rodanya Menuju dapur.


Veronika sangat kagum dengan Mark, sejak kecil ia sangat senang mengkoleksi Robot mainan, membongkar dan merubahnya, kadang ia membuat robot sederhana dari bahan yang tidak disangka - sangka.


Ternyata pria cerdas Bernama Mark menjadikan hobbynya sebagai peluang bisnis dan mengantarkan ia kepada pengusaha sukses melepaskan perusahaan warisan orang tuanya.


Wajar jika Nisa terlahir begitu sempurna karena memiliki bibit dan bobot jelas dan berkelas.


Veronika memperhatikan isi rumah Mark yang sangat berbeda dengan rumah uang dulu.

__ADS_1


Sebuah robot penghisap debu terus bergerak kesana-kemari dan kadang memanjat untuk membersihkan setiap sudut ruangan.


" Apakah kamu tinggal sendirian?" tanya Veronika yang duduk di sofa ruang tamu.


" Tidak, aku tinggal bersama robot - robot hasil ciptaan ku" Mark tersenyum puas.


"Robot Maria akan menemani dirimu jika sudah selesai?" tanya Veronika.


" Ya, tapi pembuatan untuk benar-benar mirip dengan Maria membutuhkan waktu yang sangat lama dan biaya yang besar" jelas Mark dan duduk berhadapan dengan Veronika


Robot Love, telah kembali meletakkan dua gelas kopi panas dan cemilan di atas meja.


" Terimakasih, Love" ucap Mark.


"Sama - sama Tuan" Robot Love meninggalkan Mark dan Veronika.


" Bagaimana kamu bisa menikah dengan Alexander?" tanya Mark menatap Veronika.


" Aku tidak tahu, Setelah kecelakaan entah berapa lama aku tidak sadarkan diri dan ketika bangun dari koma wajah Alexander yang pertama aku lihat" jelas Veronika.


"Apa kamu tidak ingat siapa Alexander?" tanya Mark kesal.


" Seorang pria kaya dan berkuasa melebihi Mark" Veronika tersenyum


" Kamu benar dan dia adalah Pengusaha bertangan kotor, menghancurkan lawan - lawannya dengan segala cara " Mark menatap Veronika.


" Aku tidak tahu itu semua, yang aku tahu dia memberikan cinta dalam kemewahan untuk diriku" tegas Veronika.


" Aku Yakin Alexander mendapatkan Veronika dengan menghancurkan usaha Keluarga Veronika sehingga mereka butuh bantuan Alexander" Mark berbicara dalam hatinya.


" Alexander memang mencintai kamu tapi kamu sangat membencinya" Mark tersenyum dan pernyataan Mark membuat Veronika terkejut.


" Karena sejak awal Alexander telah menekan keluarga kamu" Mark meneguk kopi yang mulai dingin.


Veronika merasakan sakit di kepalanya, ia berusaha mengingat tentang Alexander.


" Sudahlah, lupakan masa lalu, yang penting sekarang kamu sudah bahagia dan punya anak" Mark menepuk pundak Veronika, ia tahu Veronika kebingungan.


" Katakan kepada ku apa yang ingin kamu sampaikan, sehingga dapat mengembalikan ingatan yang telah hilang?" tanya Mark menyenderkan tubuhnya ke dinding kursi.


Veronika mengambil ponsel dari dalam tas miliknya, mengaktifkan layar ponsel menampilkan foto cantik Nisa.


" Lihatlah" Veronika menyerahkan ponselnya kepada Mark.


" Maria, ini Maria tapi kenapa ia berpakaian seperti ini?"tanya Mark.


" Dimana kamu mendapatkan foto Maria, senyuman begitu tulus dan sangat cantik" Mark menatap lekat pada foto Nisa.


" Dia Anisa Salsabila, menantuku , " tegas Veronika menatap Mark.


" Kamu berbohong, ini Maria, dimana dia?" mata Mark berkaca - kaca.


" Mark, Dia membantuku berusia 25 tahun" tegas Veronika lagi.


" 25 tahun " Mark terkejut, selama 25 tahun ia mencari Maria dan sekarang di tangannya ada foto seorang wanita berusia 25 tahun dengan wajah 90% kemiripan dengan Maria.


" Katakan padaku,, dia Putriku" Mark mencengkram pundak Veronika.

__ADS_1


" Mungkin kamu bisa melakukan tes DNA, dan ..... " kalimat Veronika terputus.


" Dan apa?" Mark masih mencengkram pundak Veronika.


" Dia memiliki Liontin Biru " Mata Air Cinta " tegas Veronika.


" Dia pasti Putriku " Mark terlihat bahagia.


" Vero, aku memiliki seorang putri yang cantik, Aku ingin bertemu dengan Putriku" Mark terus memandang foto Nisa dari layar ponsel Veronika.


" Vero, terimakasih" Mark memeluk Veronika.


" Kita pulang besok pagi " Mark menyimpan nomor ponselnya di ponsel Veronika.


" Kirim semua foto Putriku" Mark tersenyum bahagia air matanya mengalir membasahi pipinya yang ia biarkan begitu saja.


Veronika mengambil ponsel dari tangan Mark, ia ikut senang melihat kebahagiaan yang kembali terpancar di wajahnya dimana ketika ia bercerita tentang Maria kepada Veronika.


Cinta kepada putri dapat menggantikan rasa cinta kepada istrinya.


" Vero , Putriku tinggal bersama siapa, apakah Maria bersamanya?" tanya Mark penasaran.


" Nisa di temukan di depan Pintu Gerbang sebuah pesantren" jelas Veronika sedih.


" Apa Maria membuang Putri kami?" Mata Mark memerah.


" Sepertinya, ia hanya menitipkan Nisa, namun entah mengapa Maria tidak pernah kembali " Veronika menatap wajah sedih Mark.


" Aku sangat bahagia,, aku memiliki pengganti Maria" Mark kembali memeluk Veronika.


" Vero, kita adalah keluarga,aku benar-benar, bahagia, apakah putra mu mencintai Putriku" Tanya Mark penasaran dengan kehidupan Nisa


" Putra ku tergila-gila pada putrimu seperti kamu tergila-gila pada Maria" Veronika tertawa


" Benarkah" Mark tersenyum.


" Putrimu seorang Dokter bedah, seperti Maria dan Cerdas seperti dirimu" puji Veronika.


" Oh,, dia memberikan diriku putri yang sempurna" Mark benar-benar bahagia tidak sabar ingin bertemu dengan putrinya.


" Hari sudah petang, aku akan mengantarmu kembali ke hotel" Mark bergegas beranjak dari kursi dan berjalan bersama Veronika menuju mobil.


Mobil Mark melaju membelah ramainya jalanan kota Menuju Hotel tempat Veronika menginap.


Mobil terparkir di depan lobby hotel.


" Aku akan memesan tiket untuk kita bertiga, berkemas lah, " Mark mencium dahi Veronika dan membuka pintu mobil.


Veronika melambaikan tangannya kepada Mark yang hilang dalam keramaian.


********************************************


**Thanks for Reading 🤗


Terimakasih like dan komentar pada setiap episode 😘


Terimakasih Banyak atas Vote yang telah diberikan,, Semoga dilipatgandakan rezekinya, Aamiin 😇

__ADS_1


😍Love You Readers 💓**


__ADS_2