
Mobil yang antar jemput Viona telah memasuki lahan parkir kampus ternama khusus orang kaya.
Viona keluar dari mobil dan membaca bismillah, melangkah kakinya menuju gedung kampus.
Semua mata tertuju kepada wanita cantik dengan pakaian harga jutaan di tubuhnya.
Bukan harga pakaian yang membuat ia menjadi pusat perhatian tetapi kain berwarna biru langit yang cocok di wajah Viona.
Gadis berwajah Eropa gabungan itu sangat langka dan lebih langka lagi ketika ia menggunakan jilbab.
Tidak ada yang berani berkomentar, mereka hanya bisik - bisik.
Viona tersenyum cantik, membuat para pria yang melihatnya tumbang dari duduk.
Senyuman adalah ibadah, dengan senyuman kamu dapat menaklukkan dunia.
Langkah kaki tanpa dilebih-lebihkan, ia tetap dengan gayanya yang cuek.
Ada banyak pria yang menyukai Viona tetapi tidak ada yang berani mendekat, semua takut kepada Stevent.
Viona adalah salah satu Mahasiswi tercerdas di kampusnya.
Tidak ada yang bisa membeli kecerdasan, kampus selalu ujian online dan terbuka, nilai akan selalu muncul di layar yang terpasang di setiap sudut kampus.
Semua orang bisa langsung melihat hasil ujian terbuka dan di rangking berdasarkan hasil. Viona selalu berada di peringkat pertama.
Viona duduk di kursi miliknya paling depan. Kelas akan segera di mulai, Seorang Dosen muda dan sangat tampan telah berdiri di depan kelas.
Dosen baru, menggantikan dosen wanita yang cuti melahirkan.
Kelas menjadi senyap, para gadis muda telah terhipnotis dengan ketampanan Dosen yang menggunakan kemeja biru navy pas di tubuhnya, dan celana katun berwarna hitam.
Dosen memperkenalkan dirinya.
"Selamat Siang, semuanya" suara lembut penuh wibawa terdengar begitu menggoda mahasiswi yang terpaku pada wajah Dosen.
"Selamat Siang Prof" Jawab Mahasiswa serempak.
"Saya adalah Dosen pengganti, nama Saya Azhar Zayn" senyuman manis dari sang profesor melelehkan hati para wanita.
Viona hanya fokus dengan buku di tangannya, tanpa melihat ke arah Dosen tetapi ia tetap menjadi pendengar yang baik.
Professor Zayn, melirik Viona, satu - satunya mahasiswi yang menggunakan jilbab di kelasnya dan terlihat cuek.
Kelas telah dimulai, pembelajaran berlangsung dengan khidmat. Viona sudah selesai mempelajari materi yang diberikan Dosen.
Pembelajaran selesai, Viona berjalan menuju perpustakaan kampus.
Dosen tampan dan keren berjalan menuju ruang kantor.
"Hey Zayn, Apa yang kamu lakukan di kampus?" seorang pria menepuk pundak Zayn.
"Hai Ron, Apa kabar?" tanya Zayn.
"Aku baik, Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Ron lagi.
"Aku sedang mencari calon istri" jawab Zayn tersenyum.
"What? Ada banyak wanita yang mengantri mau menjadi istrimu" tegas Ron.
"Apa kamu sudah bosan berada di perusahaan?" tanya Ron.
"Aku sedang berlibur dan mencari calon istri" tegas Zayn.
"Aku akan mencarikan wanita untuk dirimu, kamu mau yang bagaimana, pasti mereka akan menerima dirimu" tegas Ron.
"Ron, pria itu suka perjuangan bukan diperjuangkan, hahaha" jawab Zayn santai.
"Semua pria lebih suka mengejar daripada dikejar" lanjut Zayn.
__ADS_1
"Kamu Aneh, kamu bisa bermain dengan banyak wanita" Ron tersenyum.
"Ada seorang yang telah menarik perhatian ku" Zayn tersenyum dan melihat Viona yang sedang berjalan menuju perpustakaan.
"Benarkah Dosen atau Mahasiswi?" tanya Ron penasaran.
"Mahasiswi di kelas pertamaku" ucap Zayn.
"Ah, kamu mau gadis muda dan masih imut" Ron tertawa.
"Di hari pertama aku sudah bertemu dengan jodohku, Lihatlah warna baju kami yang sama" Zayn menunjukkan tangannya ke arah Viona.
"Seingat ku, Tidak ada Mahasiswi berjilbab di kampus ini" Ron memperhatikan gadis berjilbab Biru.
"Ia ada di kelas pertamaku duduk paling depan" jelas Zayn tersenyum.
Ron memperhatikan Viona.
"Siapa gadis itu?" tanya Ron pemasaran, ia tidak mengenali Viona yang telah menggunakan jilbab.
"Viona Alexander" Jawab Zayn tersenyum.
"Oh No, jangan dekati Viona, ia adik Stevent Lu Alexander, tunggu dulu, apakah ia berjilbab?" Ron menatap Zayn tidak percaya.
"Yah, Aku pertama kalinya melihatnya ia sangat cantik" Zayn tersenyum.
"Semakin sulit mendapatkan cinta semakin menantang untuk ditaklukkan" Zayn menepuk pundak Ron.
"Zayn, lebih baik kamu tidak melakukan hal bodoh" Ron memperhatikan Zayn.
"Kenapa, aku sudah tertarik pada pandangan pertama" tegas Zayn.
"Apa kamu tidak mengenal Stevent Lu Alexander?" tanya Ron.
"Tidak ada yang tidak mengenal Stevent" Jawab Zayn santai.
"Lihatlah, Viona sangat sempurna, Cantik dan cerdas tapi tidak satupun pria di universitas ini berani mendekatinya, semua takut kepada Stevent, jika kamu menyentuh tangannya maka kamu akan kehilangan tanganmu" jelas Ron.
"Ayolah kita masuk dan melihat ruanganmu" Ron menarik tangan Zayn dan masuk ke dalam ruangan Dosen.
Dosen wanita terpesona akan ketampanan Zayn, pengusaha muda dan sukses.
Menjadi Dosen pengganti untuk tiga bulan kedepan menggantikan Dosen wanita yang sedang cuti melahirkan.
Zayn tidak memiliki jadwal di kelas, ia merasa bosan berada di ruangan Dosen, berbicara sesuatu yang tidak penting.
Zayn memandang perpustakaan dari tempat duduknya, Ruangan berdinding kaca tembus pandang dapat melihat sekeliling.
"Aku akan mencoba mengenal gadis cantik itu" gumam Zayn, ia merasa tidak nyaman berada di dalam ruangan dengan pandangan manja kaum hawa.
Beberapa Mahasiswi mengintip Zayn dari luar ruangan.
Zayn hanya bisa tersenyum manis dan ramah
"Membosankan" pikirnya yang berjalan keluar Ruangan.
"Haloo Pak, Bolehkah aku jadi pacar bapak?" teriak seorang gadis dari jauh.
"Pak Dosen, Bapak mengalikan duniaku" teriak yang lainnya.
Zayn berjalan menuju Perpustakaan, ia mengisi buku kunjungan, mencari Viona di setiap sudut ruangan, dan melihat seorang wanita berjilbab sedang fokus membaca sendirian.
Viona duduk di sudut ruangan dekat dengan jendela. Ia membaca buku tentang Agama Islam, ia harus belajar dari awal, karena tidak pernah mendapatkan ilmu Agama Islam di rumah dan sekolah.
Zayn memperhatikan wajah cantik Viona, dan tersenyum, ia berjalan mendekati dan duduk di depan Viona.
Viona mengangkat kepalanya dan melihat wajah tampan di depannya.
"Prof Zayn" Viona terkejut.
__ADS_1
"Halo, Apa yang kamu lakukan sendirian di perpustakaan?" tanya Zayn.
"Aku sedang belajar" Jawab Viona kembali fokus pada bacaannya.
Zayn melihat buku bacaan Viona yang berjudul " Wanita Muslimah" dan tersenyum.
Viona merasa risih dengan keberadaan Zayn di depannya, ia bisa mendengarkan bisikan - bisikan para Mahasiswi yang memuji ketampanan Zayn.
"Permisi Prof" Viona beranjak dari hadapan Zayn dan berpindah.
"Kamu mau kemana?" Zayn menahan buku Viona.
"Saya mau kembali ke kelas" Viona terkejut.
Pakaian Zayn dan Viona benar-benar serasi dengan warna navy.
"Kamu sudah tidak punya kelas" tegas Zayn yang telah mengetahui dan mempelajari jadwal kelas Viona.
Viona hanya terdiam dengan tangan masih memegang buku yang ditekan Zayn.
"Maaf Prof, saya mau mengembalikan buku ini ke tempat semula" Ucap Viona.
Dengan perlahan Zayn memindahkan tangannya dari atas buku.
"Aku akan sering masuk di kelas kamu" tegas Zayn memperhatikan Viona.
"Iya, saya tahu, permisi" Viona menunduk sopan dan meninggalkan perpustakaan.
"Cantik dan menarik" Zayn tersenyum.
Viona berjalan menuju kamar mandi, seseorang menarik tangannya.
"Aw" seorang pria menekan tubuh Viona ke Diding.
Hanya di kamar mandi bodyguard Viona tidak akan ikut.
"Vion, kamu sangat cantik" Ucap pria teman sekelas Viona.
"Jade, apa yang kamu lakukan?" Viona berusaha melepaskan diri.
"Sampai kapan kamu akan menolak diriku" Jade cowok terkenal di kampus.
"Aku tidak boleh berhubungan dengan semua pria, Kakak ku melarang diriku" jawab Viona.
"Aku mencintaimu Viona, dari pertama aku melihat dirimu" Jade terlihat sedih, cukup lama ia menyimpan rasa cinta kepada Viona.
Siapa yang tidak jatuh cinta pada Viona, gadis cantik, cerdas dan cuek, adalah daya tarik luar biasa dari seorang wanita.
Tidak ada yang berani mendekati Viona Secara terang - terangan.
Semua takut kepada Stevent dan pengawal yang selalu menjaga Viona.
***
**
*
Terimakasih telah membaca Karya Author
*
**
***
**Selalu Dukung Author dengan tinggalkan Like, Komentar, Bintang 5 dan Vote. Terimakasih.
Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
__ADS_1
Love You Readers 💓 Thanks for Reading ♥️**