
Perusahaan L & L Entertainment
Tiket Konser habis terjual, Hasil penjualan akan di pakai untuk biaya Operasi Bedah bagi orang yang tidak mampu di sebuah rumah sakit swasta yang berada tidak jauh dari kantor pusat perusahaan L& L Entertainment.
Leo dan Leon tersenyum puas melihat antusias para pengemar di layar komputer.
" Kamu tetap menjadi Bintang di hati para penggemar" Leon mengacak rambut Leo.
" Tapi aku tidak menjadi Bintang di hati seorang Dokter" Wajah sedih Leo.
" Itulah keanehan seorang pria, mereka tidak tertarik dengan barang yang mudah di dapat" tegas Leon.
" Bagaimana dengan dirimu?" tanya Leo
" Sama, aku juga akan tertarik dengan wanita yang tidak tertarik dengan diriku, karena kita para pria merasa tertantang untuk menaklukkan hati para wanita" Leo dan Leon tertawa bersama.
" Baiklah, ini adalah laporan penonton, bagaimana dengan laporan para Dokter Bedah?" tanya Leo yang memperhatikan layar komputer milik Leon.
Leon segera membuka laporan Dokter Bedah yang telah masuk daftar Konser Amal. Ada banyak Dokter beserta asisten yang telah mendaftar.
Nama Dokter dan assisten terurut berdasarkan tanggal Pendaftaran. Tampilan Nama, data Diri dan foto Dokter. Leon terus scroll ke bawah dan jari lincahnya terhenti pada sebuah nama " Annisa Salsabila" .
" Dapat " Leo dan Leon kompak
Leon segera membuka file berisi data diri Nisa. Bekerja di sebuah rumah sakit pemerintahan, status belum menikah, Dini lupa mengedit data Nisa.
" Ia bekerja di rumah Sakit tetapi kenapa kita tidak bisa menemukan dirinya " Leo memandang Leo yang terlihat bahagia.
" Sepertinya seseorang telah melindungi dirinya sehingga menghapus data tentang Dokter Cantik ku" Leo tersenyum puas, ia semakin bersemangat untuk tampil terbaik.
Leon mengecek email pendaftar atas nama Dini asisten Dokter Nisa.
" Lihat, bukan dia yang mendaftar melainkan assisten dia" Leon menunjukkan kepada Leo.
" Aku tidak perduli, aku telah mendapatkan yang aku inginkan" Leo pindah dari kursi Leon ke Sofa, ia merebahkan tubuhnya di sofa panjang tersenyum bahagia.
" Ingat dengan Janjimu" Leon tersenyum puas melihat kebahagiaan Leo yang mengacungkan jempolnya kepada Leon.
****
Hari Konser
Konser di adakan di dalam Gedung, Kursi penonton telah di padati oleh para penggemar. Dari remaja hingga dewasa, Leo benar-benar digilai banyak orang terutama para wanita remaja dan dewasa.
Persiapan telah selesai dengan Sempurna, Sorotan lampu dan kamera.
Konser perdana Leo setelah lama Vakum sangat dinantikan, Leo akan ditemani beberapa aktris, aktor , penyanyi dan penari dari L & L entertainment.
Sebuah Ruangan Khusus telah di siapkan untuk para Dokter dan assisten bertemu dengan Leo sebelum ia tampil.
Seorang pria tampan dengan tubuh seksi telah bersiap tampil untuk menghibur para penggemar, sebelum memasuki panggung Leo akan bertemu para tamu spesial yang akan menjadi tokoh utama terlaksananya Konser Amal adalah para Dokter dan assisten Dokter.
Leo dan Leon berjalan bersama memasuki ruangan. Ia telah melihat daftar hadir tamu undangan dan kolom atas nama Anna Salsabila terisi.
Leon menyapa para Dokter dan assisten, sedangkan Leo memperhatikan setiap wajah Dokter namun ia tidak menemukan Nisa.
Dini sudah tidak tenang melihat Leo dari dekat, ingin rasanya ia berlari, memeluk dan mencium Leo.
Setelah Leon memberi sambutan dan ucapan terima kasih, ia memberikan kesempatan kepada para tamu undangan untuk berfoto dan bercengkrama dengan leo sebentar.
Mereka memiliki waktu yang banyak bisa bersama Leo Setelah kegiatan Operasi Benda selesai.
Leo mendekati Dini.
" Hai, siapa nama kamu? Apakah kamu seorang Dokter?" Leo mengulurkan tangannya.
Wajah tampan dan rupawan itu begitu dekat dengan Dini, ia benar-benar beruntung, hati Dini sudah berteriak dan lompat-lompat.
" Hallo, Leo, Aku Dini, bolehkah aku berfoto dengan dirimu?" tanya Dini tanpa menjawab pertanyaan Leo.
" Tentu saja" jawab Leo Ramah dengan senyuman yang meluruhkan hati banyak wanita.
" Aku benar-benar beruntung, aku akan segera pamer di sosmed milikku" ucap Dini dalam hati.
" Ohya aku hanya seorang assisten" Dini memegang tangan Leo.
" Lalu siapa Dokter kamu dan dimana dia?" tanya Leo penasaran.
__ADS_1
" Dokter ku yang cantik itu tidak suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan dunia entertainment" jelas Dini yang terus menatap wajah tampan Leo.
" Benarkah, dia adalah wanita yang langka" ucap Leo tersenyum dan semakin penasaran.
" Tentu saja, ia adalah Bidadari berhati Malaikat" Dini seakan tidak sadar terus memuji Nisa.
" Siapa nama Dokter kamu?" tanya Leo tidak sabar, ia seakan bisa menebak wanita Cantik berhati malaikat.
" Dokter Annisa Salsabila" jawab Dini puas,, jantungnya berdetak kencang, ia tidak percaya bisa bercengkrama dan bertatap langsung dengan Leo begitu lama.
Seorang pria mendekati Leo.
" Maaf Tuan muda, waktunya telah tiba" pria berpakaian hitam berbisik di telinga Leo.
" Bisakah kamu, menunggu diriku hingga konser selesai " Leo memandang Dini penuh harap.
" Apa, ia ingin aku menunggunya?" batin Dini berteriak bahagia.
" Tentu saja" ucap Dini dengan air mata yang hampir menetes.
" Berikan tempat terbaik untuk Nona Dini" Leo pergi menuju panggung Konser.
Setelah Leo tidak terlihat Dini benar-benar berteriak.
" Pak, Apakah Aku sedang bermimpi" Dini mencengkram tangan seorang bodyguard yang diperintahkan Leo untuk mengantarkan Dini Menuju kursi terbaik untuk penonton.
" Anda sedang tidak bermimpi Nona tapi Sedang beruntung" Bodyguard melepaskan tangan Dini.
" Oh Tuhan,, Aku harus berterima kasih kepada Dokter Nisa" Dini mengikuti langkah kaki bodyguard.
Tentu saja Dini sangat beruntung, Leo adalah pria yang dingin dan sombong, ia Selalu menjaga nama baiknya.
Tidak pernah terdengar kabar ia melakukan skandal, Leo juga terkenal dengan hidup sehat, no smoking, no druck, no alkohol.
Tidak ada kabar tentang ia berpacaran, Leo tidak memberikan kesempatan kepada wanita untuk mendekati dirinya.
***
Tepuk tangan dan teriakan penonton menyambut kehadiran sang Bintang, Leo begitu sempurna dengan kemampuan bernyanyi dan menari luar biasa.
Leo membuka jaketnya, sehingga menampilkan tubuh seksi berotot dengan gerakan energik.
Mereka menangis, tertawa, dan berteriak Bahagia. Mengerikan, perasaan yang tidak bisa di ungkapkan, rasa cinta dan kagum yang berlebihan kepada manusia.
Leo hanyalah manusia biasa, kenapa mereka begitu memujanya? Karena Tuhan menganugerahkan kelebihan yang luar biasa Kepada dirinya.
Konser telah selesai, Dini masih Setia menunggu Sang Idola.
Leo telah mengeringkan tubuhnya dari keringat dan mengganti pakaian. Ia berjalan mendekati Dini dengan kaos putih tanpa lengan.
Dini hanya bisa melongo mengagumi sosok Indah yang ada di depannya.
" Hey " Leo menjentikkan jarinya di depan mata Dini.
" Oh My God, dia sangat tampan dan seksi " Dini segera menyadarkan diri.
" Silahkan duduk" ucap Leo lembut.
" Terimakasih" Dini memegang dadanya takut isi di dalam sana meloncat keluar.
Leo berbicara banyak dengan Dini membuat Dini merasa nyaman dan semakin kagum dengan Leo, yang selama ini orang pikir Leo adalah orang yang dingin, Namun bagi Dini Leo adalah pria yang hangat.
Dini tidak sadar jika leo sedang mencari informasi tentang Nisa.
Dini menceritakan bahwa Nisa telah menggunakan semua gaji Dokternya untuk membantu orang yang membutuhkan.
Namun Nisa tidak pernah kekurangan uang, bahkan saldo rekeningnya terus terisi.
Dini membuat Leo semakin ingin memiliki Nisa.
***
Laboratorium
Nisa, Aisyah dan Valentino sedang berkebun di dekat ruang laboratorium.
Mereka sangat bersemangat tertawa dan bercanda bersama.
__ADS_1
Valentino tidak bisa menghilangkan rasa kagumnya kepada Nisa, walaupun ia hanya bisa menyimpan dalam hatinya.
Nisa belajar bersama dengan Valentino untuk mengenali nama tumbuhan obat dan kegunaannya.
Nisa mencatat semua yang telah di ajarkan Valentino dan Dokter Aisyah.
Untuk wanita secerdas Nisa itu bukanlah hal yang sulit.
Valentino senang bisa bersama dengan Nisa lagi.
***
Perusahaan Stevent Lu Alexander
Jhonny terlihat sedang melamun di balik meja kerjanya, Ia meletakkan dagu di atas tangan kokoh miliknya.
Stevent dengan fokus memeriksa laporan dari beberapa cabang perusahaan miliknya. Ia bisa tenang karena Nisa berada di rumah Jhonny bersama Aisyah.
Stevent belum tahu jika Valentino telah datang dan menginap di rumah Jhonny.
" Jhonny, laporan dari perusahaan Papa belum masuk" Stevent bertanya kepada Jhonny.
Namun tidak ada jawaban, dan Stevent masih menunggu Jhonny datang menghadap Stevent.
" Jhonny" Stevent Kembali memanggil Jhonny Namun asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Stevent tidak hadir di depan dirinya.
Stevent mulai emosi, ia meletakan semua dokumen dan melihat ke arah kursi Jhonny.
Stevent kaget,
" Kenapa Jhonny menjadi orang Bodoh, menghabiskan waktu dengan melamun tidak berguna" Stevent menatap tajam dan berjalan ke arah Jhonny.
Stevent menjentikkan jarinya tepat di depan mata Jhonny.
" Hey sadarlah" tegas Stevent.
" Tuan " Jhonny terkejut dan langsung berdiri.
"Apa yang kamu lamunkan?" Stevent duduk di atas meja Jhonny yang kehilangan konsentrasi bekerja.
" Tidak ada" Jhonny berusaha bersikap seperti biasanya.
" Jika tidak ada kenapa kamu terlihat bodoh" ucap Stevent kesal membuat mata Jhonny melotot dan tertuduk.
" Tuan di rumah ku ada seorang pria bernama Valentino" ucap Jhonny lemah.
" Apa " Stevent berteriak mengejutkan Jhonny.
" Kenapa kamu tidak bilang dari tadi?" Stevent menggoyangkan tubuh Jhonny Seperti boneka.
" Apa kamu lupa dengan Valentino?" Stevent menatap curiga kepada Jhonny yang hanya terdiam dan terlihat bingung.
" Ya Tuhan kenapa Jhonny menjadi Ling-Ling" Stevent memegang kepalanya.
" Jangan katakan kamu khawatir dengan Dokter Aisyah?" Tanya Stevent menatap tajam dan Jhonny mengangguk.
" Aku lah yang harus khawatir " Mata Stevent memerah.
Jhonny kebingungan kenapa Stevent mengoceh penuh Emosi.
" Ayo kita kembali ke rumah kamu, Aku harus membawa istriku bersama ku " Stevent mengambil jas dan kunci mobil.
Secepat kilat Jhonny mengikuti Stevent.
" Ada apa Tuan?" tanya Jhonny penasaran.
" Sejak bertemu Valentino sudah terpesona dengan Istriku" ucap Stevent melangkah cepat.
" Untunglah" ucap Jhonny refleks.
" Apa Untunglah?" Stevent menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menghadap Jhonny.
" Apa kamu mau aku bunuh di tengah ruangan ini" Stevent mencengkram leher baju Jhonny, membuat para karyawan yang melihat ketakutan, Aura dingin menyelimuti ruangan.
Jhonny terdiam dan tertuduk, ia seakan telah menggali lubang kubur untuk dirinya.
Tatapan membunuh terlihat jelas di mata Stevent.
__ADS_1
Stevent kembali berjalan cepat menuju mobil sport hitam miliknya. menginjak habis pedal gas mobil, dalam dihitungan detik mobil Stevent telah menghilang.