Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Aisyah


__ADS_3

Jhonny gelisah, Aisyah sudah sangat lama meninggalkan dirinya di kamar sendirian.


Semua pekerjaan telah Jhonny selesaikan dengan cepat, tetapi Aisyah belum juga kembali.


Jhonny melihat ponselnya yang tergeletak di atas meja, ingin rasanya ia menghubungi Aisyah tetapi ada rasa ragu di dalam hatinya


"Dia pasti kembali." gumam Jhonny melepaskan ponselnya dan kembali mengambilnya.


Jhonny memutar-mutar ponsel di tangannya.


"Kemana dia pergi? Aku sangat lapar." ucap Jhonny kesal.


Seorang perawat mengetuk dan membuka pintu, secepat kilat Jhonny melihat kearah pintu, berharap Aisyah yang datang.


Kekecewaan terlihat jelas di wajah Jhonny.


"Selamat siang Tuan Jhonny, ini adalah makan siang Anda." perawat wanita tersenyum manis kepada Jhonny.


Jhonny hanya melirik perawat tanpa ekspresi, ia hanya diam dan melihat makan siangnya.


"Pria ini sangat tampan dengan wajah yang cueknya." gumam perawat dalam hati.


"Tuan, apakah Anda mau saya bantu untuk makan siang?" tanya perawat.


"Pergilah!" usir Jhonny kesal.


"Ah, baiklah Tuan." perawat segera meninggalkan Jhonny dengan kesal.


"Sombong sekali." gerutu perawat di depan pintu.


Jhonny memandang makanan yang berada di meja.


"Aku sangat lapar, kenapa dia belum kembali." ucap Jhonny kesal.


Ingin rasanya ia membuang makanan ke tempat sampah.


Dokter Nada dan Aisyah berpisah di depan kamar Jhonny.


Mereka terlihat sangat akrab dan bisa menjadi teman dengan mudah.


Aisyah mengucapkan salam dan membuka pintu, ia melihat Jhonny menatap tajam ke arahnya.


"Ada apa dengannya, kenapa ia melihat diriku seperti itu?" Aisyah merasakan hawa dingin dari tatapan Jhonny.


Jhonny terus memandang Aisyah sehingga membuat Aisyah merasa risih.


Aisyah melihat makanan yang tidak tersentuh dalam sekali.


"Kenapa kamu belum makan siang, kamu harus minum obat." ucap Aisyah meletakkan tasnya di atas Sofa.


"Aku menunggu dirimu, Apakah kamu sudah makan siang?" tanya Jhonny dan Aisyah mengangguk.


"Kemana kamu pergi?" Tanya Jhonny kesal, Aisyah sudah makan dan melupakan dirinya yang kelaparan.


"Aku bertemu dengan Dokter Nada dan kami mendiskusikan sesuai yang sangat penting, nanti aku akan mengatakan kepada dirimu." Dokter Aisyah tersenyum.


Jhonny terus menatap Aisyah, tidak pernah memindahkan pandangannya.


Aisyah duduk di Sofa, membuka ponselnya, ia melihat nomor ponsel Valentino dan melirik Jhonny yang masih menatap dirinya.


"Ada apa dengan dirimu?" Aisyah mulai kesal sehingga meninggikan suaranya.

__ADS_1


"Aku lapar." jawab Jhonny menunduk.


"Ya Tuhan, apa kamu tidak bisa makan sendiri, aku melihat jari dan tangan kamu sangat lincah menari di atas keyboard." Aisyah beranjak dari sofa dan berjalan mendekati Jhonny.


Jhonny kembali menatap Aisyah.


"Aku mau makan siang bersama dengan dirimu." ucap Jhonny.


"Makanlah, setelah itu kamu minum obat." ucap Aisyah dan segera menyuapi Jhonny.


"Apa yang kalian diskusikan?" tanya Jhonny penasaran.


"Habiskan makananmu dan minum obat, aku akan menceritakan kepada dirimu." ucap Aisyah.


Jhonny sangat senang, makan denga disuapi Aisyah.


Makanan telah habis tidak bersisa, Aisyah membantu Jhonny minum obatnya.


Aisyah berjalan ke pintu untuk menutup dan mengunci pintu.


Jhonny menatap Aisyah dan bingung, apa yang ingin Aisyah lakukan dengan mengunci pintu.


"Ah, apa dia mau mencium ku, tidak itu dosa." Jhonny berbicara sendiri di dalam hatinya.


"Jhonny, Nisa sedang sakit." ucap Aisyah membuka percakapan.


Jhonny hanya diam, ia hanya menunggu Aisyah menyelesaikan pembicaraannya.


Aisyah menceritakan semua yang ia ketahui, dan mengatakan bahwa ia harus bekerjasama dengan Nathan untuk menemukan obat untuk Nisa.


Melakukan penelitian tentang penyakit Nisa, Aisyah menebak itu disebabkan masa muda Nisa yang terlalu keras.


Nisa melakukan latihan bagaikan seorang pria, untuk memperkuat diri dan daya tahan tubuh.


Jhonny menatap Aisyah dengan tatapan takut kehilangan, tetapi ia tidak mungkin melarang Aisyah untuk menyelamatkan Nisa.


Menyelamatkan Nisa sama saja dengan menyelamatkan Stevent.


Nisa adalah hidup dan matinya Stevent. Cinta dan kasih sayang Nisa adalah kehidupan baru yang indah bagi Stevent.


"Jhonny, segeralah sembuh, aku tidak bisa bersama dengan dirimu selama tiga bulan ini, waktu Nisa tinggal sedikit lagi." jelas Aisyah.


Jhonny hanya menatap Aisyah tanpa ekspresi dan tanpa jawaban.


"Besok aku akan pergi ke laboratorium milik Nathan dan menginap di sana, karena lokasi yang sangat jauh dari rumah sakit ini." Aisyah melihat wajah tampan Jhonny.


"Bagaimana aku bertemu dengan dirimu?" tanya Jhonny menatap Aisyah.


"Malam hari kamu bisa menghubungi diriku dengan melakukan panggilan video." Aisyah tersenyum.


Sepertinya mereka berdua akan melakukan hubungan jarak jauh.


"Melihatnya dari layar ponsel, aku tidak bisa melihat berada di dekat ku." gumam Jhonny.


"Aku mau kamu selalu berada di sisiku setiap waktu." Jhonny hanya berani berbicara di dalam hati.


"Hey, aku sedang berbicara dengan dirimu, robot saja masih mengangguk." Aisyah tertawa.


Jhonny tetap diam tanpa ekspresi dan tidak ingin mengalihkan pandangannya dari Aisyah.


Ia merasakan Aisyah akan meninggalkan dirinya untuk selamanya.

__ADS_1


"Bagaimana pekerjaan dirimu, apakah sudah selesai?" Aisyah mengalikan pembicaraan dan berjalan untuk membuka pintu.


"Mmm." Jawab Jhonny.


"Apa kamu mau tidur, aku akan panggilkan perawat untuk membantumu." Aisyah melihat Jhonny yang menunduk seperti anak kecil yang sedang merajuk.


"Ya." jawab Jhonny.


Aisyah segera memanggil perawat pria untuk membantu Jhonny pindah ke tempat tidur.


Jhonny sudah sangat lelah dan mengantuk, tetapi ia menahan semua rasa yang ada untuk menunggu Aisyah agar bisa makan siang bersama.


Jhonny memejamkan matanya, efek obat mulai bereaksi mempercepat Jhonny untuk tidur.


Aisyah berjalan keluar dari ruangan Jhonny menuju taman belakang yang terletak di samping kamar Jhonny.


Duduk di bawah pohon yang rindang dengan kursi yang terbuat dari semen dan marmer.


Membaca sebuah tulisan yang indah pada bagian bawah meja.


"Annisa Salsabila." gumam Aisyah.


"Kenapa nama Nisa ada di sini dan terukir sangat indah." Aisyah berbicara pelan dengan dirinya sendiri.


"Nisa, sebagai manusia kami hanya bisa berusaha menolong dirimu tetapi hanya Allah yang berhak atas dirimu." Aisyah duduk memandang taman yang indah.


"Kenapa aku merasa rindu kepada dirimu?" air mata Aisyah mengalir.


"Kamu adalah orang pertama yang menjadi teman yang sempurna, kelembutan hati dan senyuman mu yang tulus." Aisyah mengusap air matanya.


Aisyah menoleh ke arah Jhonny, dan teringat akan Jordan, rasa bersalah di dalam hati Aisyah masih menyesakkan dada.


Tidak akan mudah melupakan kejadian yang begitu tragis dan menyakitkan.


Aisyah merebahkan kepalanya di atas meja dan beralasan lengannya.


"Jordan, maafkan aku, apa kamu marah padaku?" air mata Aisyah mengalir.


"Kita tumbuh bersama tetapi keegoisan kita membuat kita menjauh." Aisyah berbicara di dalam hatinya.


"Apa kabar Papa dan Mama? Aku sangat egois." air mata Aisyah jatuh ke rumput.


"Baiklah, yang pertama harus aku lakukan adalah menolong Nisa." Aisyah mengusap wajahnya dan berusaha tersenyum.


"Aku harus melupakan masalahku, dan berharap orang yang aku sayangi tetap berada di sisiku." Aisyah tersenyum cantik.


Seorang pria tampan tersenyum melihat tingkah Aisyah.


"Apa yang ia lakukan, kadang menangis, kadang tertawa dan sekarang dia tersenyum." pria menahan tawa.


"Wanita labil yang sedang dilema." ucap pria dari balik jendela kaca.


Aisyah segera menghubungi Valentino, yang sedang berada di rumahnya.


Sejak Jhonny sakit, Valentino belum kembali ke desa terpencil, karena ia kasihan kepada Aisyah yang sendirian.


********************************


Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇

__ADS_1


Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊


Baca juga "Arsitek Cantik dan "Mafia's in Love" Terima kasih


__ADS_2