Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Mama


__ADS_3

Nisa, Umi dan Nisa berdiskusi untuk menyelesaikan masalah utang Fathur, Abi telah menghitung kekurangan uang setengah, menghitung harga aset puncak. Nisa mengeluarkan Bu tabungan miliknya.


" Bagaimana Abi, cukup ?" tanya Nisa


" Alhamdulilah, cukup" Mereka tersenyum bahagia.


" Sayang, tabungan kamu habis " Umi menatap sedih kepada Nisa


" Rezeki masih bisa dicari " Nisa memeluk Umi.


" Abi Umi, Nisa akan liburan ke Kairo selama satu Minggu, mengunjungi kak Kenzo" Nisa tersenyum


" Baiklah, kamu hati - hati " ucap Abi


" Iya Abi Umi, Nisa sudah merencanakan liburan ini beberapa bulan yang lalu "


" Abi akan selesai semua masalah hutang"


Nisa pamit beranjak menuju kamarnya. Ia telah siap untuk pergi liburan.


***


Ruang kerja Stevent


Jhonny dan Stevent sedang berdiskusi tentang pekerjaan.


Terdengar nada dering pesan dari ponsel Jhonny, Stevent menatap tajam ke arah Jhonny yang sedang membaca pesan di ponselnya.


" Tuan, Nona Nisa telah menarik semua saldo rekening yang ada di bank miliknya " Jhonny memberikan informasi dari pesan yang ia terima.


Terdengar lagi nada dering pesan.


" Tuan Ramadhan telah mengundang saya kerumah mereka untuk melunasi hutang Fathur " Jhonny menyampaikan pesan yang ia terima dari Abi, Stevent mengepalkan tangannya matanya memerah.


Ada banyak pesan yang Jhonny terima dalam waktu bersamaan. Ponselnya sangat berisik.


"Jhonny matikan ponselmu !" perintah Stevent emosi


" Baik Tuan " Jhonny mengubah ponselnya dengan mode Vibra.


" Tuan, Nona Nisa menjual mobilnya dan mengambil cuti kerja "


" Apa ?" Stevent memukul tangannya ke atas meja


" Dia mau menghindari ku " Stevent beranjak dari kursinya


" Kita kerumah Nisa sekarang !" perintah Stevent diikuti Jhonny.


Dengan menggunakan mobil sport berwarna hitam, Stevent mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Jhonny mengendarai mobil putih mengikuti Stevent di belakang.


Stevent memarkirkan mobilnya di perkarangan rumah Nisa, Ia coba menenangkan diri, Jhonny mendahului Stevent, ia mengetuk daun pintu yang terbuka.


Abi dan Umi terkejut melihat Stevent berdiri di belakang Jhonny,


Abi mempersilahkan Stevent dan Jhonny masuk dan duduk di ruang tamu.


Umi kembali ke dapur untuk membuat minuman. Stevent melihat sekeliling ruangan, ia melihat lemari kaca berisi banyak tropi dan sertifikat, foto - foto Nisa masa kecil, bahkan foto Nisa berdua dengan seorang pria remaja.


" Kenzo " pikirannya dalam hati.


Abi mengeluarkan berkas-berkas dan sejumlah uang dalam amplop coklat.


" Tuan Stevent ini adalah sisa utang dari penyitaan aset di puncak" Abi meletakkan amplop coklat dan berkasnya.


" Dimana Nisa Tuan Ramadhan?" Stevent menatap tajam Abi.


" Silahkan di minum " Umi meletakkan gelas berisi kopi panas di atas meja.

__ADS_1


Stevent melirik sebentar kepada Umi,


" Saya akan mengembalikan semuanya kepada Anda termasuk Fathur dan istrinya yang sekarang saya tahan di luar negri " Stevent menatap tajam Umi dan Abi bergantian


" Maaf Tuan Ramadhan, Dimana Nona Nisa ? kami sudah cek kerumah sakit, Nona Nisa telah ambil cuti " tegas Jhonny berharap emosi Stevent tidak bisa di tahan.


" Nisa di bandara, ia akan liburan di Kairo " jawab Abi


Stevent menatap tajam Jhonny yang langsung menghubungi anak buahnya yang berada di seluruh dunia.


" Baiklah Tuan Ramadhan, kamu simpan saja berkas - berkas ini dan juga semua uang kembalikan ke bank, saya akan menjemput Nisa dan kita segera melangsungkan pernikahan " Stevent permisi dengan sopan dan diikuti Jhonny


" Kami juga akan membebaskan Fathur dan membawa anak dan istrinya kembali ke sini " jelas Jhonny sebelum mengikuti langkah Stevent meninggalkan ruangan.


Abi dan Umi hanya terdiam, Mereka saling tatap khawatir.


" Hubungi Nisa !" perintah Abi, Umi segera mengambil ponsel di ruang tengah.


" Assalamualaikum ad apa Umi ?" panggilan di terima oleh Nisa


" Nisa sayang, kamu masih Bandara ?" tanya Umi khawatir


" Iya Umi, pesawat Nisa delay selama 1 jam " jawab Nisa tentang


" Nisa, Stevent menuju ke Bandara "


" Kenapa dia ke bandara ?" tanya Nisa bingung


" Membawa kamu kembali "


" Apa !" Nisa tertawa


" Baiklah Umi, Nisa akan baik-baik saja" lanjut Nisa, ia memutuskan sambungan telepon, duduk di kursi tunggu dan membaca Alquran di ponselnya.


Nisa membaca Alquran di dalam hati dengan khusyuk. Seorang pria berdiri di depan Nisa menahan emosi.


Seorang pria tinggi gagah dan tampan tersenyum Devils menatap tajam kepada Nisa, Nisa tersenyum manis membalas tatapan Stevent.


" Apa kamu lari dariku ?" tanya Stevent


" Kenapa aku harus lari ?" Nisa tersenyum menahan tawa


" Apa aku terlihat lucu ?" Stevent menahan emosi


" Ya,, aku hanya mau pergi liburan selama 1 Minggu, duduklah kamu terlihat lelah " Nisa menepuk kursi di sampingnya.


Stevent menuruti perintah Nisa, ia duduk dengan patuh.


" Kau ingin meninggalkan aku " Stevent menatap sedih, membuat Nisa benar- benar tertawa.


" Nisa, aku hanya menginginkan dirimu selalu disisi ku, Menikahlah denganku, aku tidak ingin uang dan aset keluarga mu " Stevent mulai emosi.


" Stev, membayar hutang adalah kewajiban kami, " Nisa berkata lembut kepada Stevent


" Pernikahan buka permainan " lanjut Nisa


" Aku mencintaimu Nisa, hanya Kamu !" tegas Stevent


Wanita cantik dengan wajah teduh, tersenyum manis.


" Aku telah memeluk Islam sejak bertemu dengan kamu, aku terus belajar, tapi aku tidak bisa menunggu lagi Nisa, Besok kita akan menikah !" Stevent menatap tajam


" Kenapa mendadak ?"


" Aku tidak mau kamu dimiliki orang lain, Sekarang kita temui orang tua kamu !" Stevent berdiri melirik Nisa yang masih duduk


" Tapi Stev ?" Nisa tak bisa berkata lagi

__ADS_1


" Jika kamu tidak bergerak aku akan menggendong kamu sampai ke mobil !" Stevent serius dengan ancamannya


Nisa segera berdiri dan berjalan mengikuti Stevent, ia mengirim pesan kepada Kenzo, Stevent berhenti mendadak, hingga Nisa menabrak punggungnya dan membuat ponsel Nisa jatuh ke lantai.


" Astagfirullah " Nisa mengambil ponsel di lantai.


" Buang saja, ganti nomor ponselmu " Stevent merebut ponsel dari tangan Nisa dan memasukkan ke dalam saku celana Stevent.


" Steve kembalikan ponselku " Nisa merapatkan kedua tangannya meminta kepada Stevent.


Stevent terus berjalan tidak memperdulikan Nisa hingga sampai di mobil Sport hitam.


Stevent membuka pintu penumpang di samping pengemudi untuk Nisa. Stevent duduk di kursi pengemudi.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Stevent melempar ponsel Nisa.


" Steve apa yang kamu lakukan ?" Nisa melihat ponselnya hancur di jalanan.


Stevent tidak perduli. Mereka hanya diam tanpa bicara, Stevent melaju mobilnya menuju rumahnya.


" Steve ini bukan jalan rumah ku " Nisa mulai menyadari


" Kita akan mengadakan pesta pernikahan di rumah ku, aku telah menghubungi kedua orang tua kamu dan orang tuaku !"


" Aku belum setuju untuk menikah dengan kamu"


"Aku tidak butuh persetujuan, cuti yang kamu ambil akan kita gunakan untuk bulan madu" Stevent berbicara serius tanpa senyuman.


Stevent menghentikan mobil tepat di depan pintu, ia keluar dari mobil membuka pintu untuk Nisa yang masih tetap diam.


" Aku benar-benar akan menggendong mu !" ancam Stevent


Nisa segera bergegas keluar dari mobil dan menuju pintu , ia terkejut di depan pintu ada Veronika, wanita dan lelaki paruh baya menyambut Nisa dengan senyuman.


" Halo sayang, saya mamanya Stevent, kamu pasti calon istrinya " wanita cantik memeluk Nisa uang masih membeku.


" saya Alexander, Papa Viona dan Stevent " Alexander mengulurkan tangannya dan di sambut Nisa.


Viona hanya menatap sedih ke Nisa.


" Ayo sayang masuklah " Mama Stevent menggandeng tangan Nisa, dengan patuh mengikuti duduk di ruang tamu.


Semua telah duduk di kursi masing-masing,


" Papa dan Mama sangat bahagia, akhirnya Stevent mau menikah. " Mama memeluk Nisa berkali - kali.


" Mama telah mempersiapkan pesta untuk Besok pagi dari semalam sayang,, mama sampai tidak tidur " Mama Veronika sangat antusias, Nisa bisa melihat kebahagiaan di wajah Mama Stevent.


" Kamu sangat cantik " Mama mencium pipi Nisa


" Ma, apa Mama tidak capek, kasian Nisa " ucap Viona


" Maafkan Mama sayang, Mama terlalu bahagia " Air mata Mama mengalir.


Nisa semakin bingung


" Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?, tidak mungkin aku merusak kebahagiaan orang tua Stevent." Nisa berbicara dalam hati.


Mama dan Papa tentu sangat bahagia mendengar Stevent mau menikah. Usia Stevent yang tidak muda lagi, Mereka sempat berpikir Stevent tidak tertarik dengan wanita.


Papa dan Mama terus mendesak Stevent untuk menikah hingga mereka menyerah. Akhirnya mereka mendengar kabar bahagia, Mereka tidak perduli latar belakang calon istri Stevent yang penting dia adalah seorang wanita.


💓 Thanks for Reading 😊


tinggalkan komentar like di setiap episode


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2