Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Rahasia Jhonny


__ADS_3

Rumah Jhonny


Aisyah telah mempersiapkan makanan di atas meja makan, ia duduk menunggu Jhonny.


Jhonny seakan menghindari Aisyah, ia merasa bersalah dengan apa yang telah ia lakukan.


Tatapan Aiysah yang penuh dengan tanda tanya dan marah membuat Jhonny tidak berani menghadapi Aisyah.


"Apa yang Ia lakukan, setelah mencium ku, dia bertingkah seakan tidak terjadi apa-apa?" Kesal Aisyah menunggu Jhonny di ruang makan.


Jhonny melihat Aisyah di ruang makan, ia kembali menaiki tangga dan berkurung di dalam kamarnya.


"Apa yang harus aku lakukan?" Jhonny duduk di atas tempat tidur dan mengusap kasar wajahnya.


"Aku telah melakukan kesalahan gila" Jhonny memarahi dirinya sendiri dan mondar-mandir di dalam kamar.


"Aku memaksa cintaku, dan aku Bahkan Mencium paksa Aisyah, Aaaarrghh" Jhonny mengacak rambutnya.


"Aku sudah sangat lapar, kenapa Aisyah tidak pergi dari ruang makan?" Jhonny terus berbicara sendiri di kamarnya dan mengusap perutnya.


Terdengar ketukan pintu kamar Jhonny, membuat ia mematung di depan pintu, ia ingin tahu siapa yang mengetuk pintunya.


Pelayan tidak pernah naik ke atas jika Jhonny masih berada di kamar.


"Aisyah" pikir Jhonny.


"Tidak - tidak, aku tidak berani bertemu dengan Aisyah" Jhonny menjauh dari pintu yang terkunci.


Ketukan pintu semakin keras, Jhonny yakin itu adalah Aisyah.


"Hey Jhonny, keluarlah dari kamar" Teriak Aisyah.


"Ya Tuhan, tolong Aku" Jhonny gelisah di dalam kamar.


"Baiklah, jangan pernah keluar dan jangan pernah bertemu dengan diriku lagi" bentak Aisyah dari balik pintu.


Aisyah sangat kesal, sejak kejadian di bar Jhonny selalu menghindari dirinya.


Aisyah berjalan menuju laboratorium, ia segera mengajak Valentino kembali ke Desa Terpencil, Aisyah tidak mau bertemu dengan Jordan.


"Valen, kita harus segera kembali ke Desa" ucap Aisyah kepada Valentino yang sedang sibuk merapikan laboratorium.


"Kamu hanya membuat dirimu kecapean bolak-balik" ucap Valentino.


"Valen, Aku dalam keadaan berbahaya, masa lalu ku kembali" jelas Aisyah menampilkan wajah sedihnya.


"Maksud kamu?" tanya Valentino.


"Akan Aku ceritakan di rumah" ucap Aisyah.


"Baiklah, Ayo berangkat" ucap Valentino.


Aisyah dan Valentino segera meninggalkan rumah Jhonny, Aisyah berharap ia tidak akan pernah bertemu dengan Jordan.


Sebuah Mobil hitam telah berada di depan pintu gerbang rumah Jhonny mengintai penghuni rumah.


Ketika gerbang terbuka mobil Aisyah keluar dan mobil pengintai masuk.


Mereka tidak tahu jika yang di dalam mobil adalah Aisyah karena Aisyah berada di belakang dan berbaring.


Mobil Aisyah melaju menuju jalanan Desa terpencil dengan kecepatan tinggi.


Valentino sangat betah menghabiskan waktunya dengan tumbuhan obat dan berada di desa terpencil.


Sebuah Mobil hitam telah berada di dalam perkarangan rumah Jhonny yang terlihat sepi.


Beberapa orang telah keluar dari mobil dan masuk ke rumah Jhonny tanpa izin. Mereka menggeledah rumah Jhonny untuk mencari Aisyah.


Jhonny yang sedari tadi masih di dalam kamar dengan kondisi galau melanda dapat mendengarkan keributan di rumahnya.


"Apa yang terjadi?" pikir Jhonny, ia segera membuka pintu kamarnya dan melihat ke bawah.


"Apa yang mereka lakukan?" Jhonny kembali ke kamar dan mengambil pistol miliknya memasukkan ke dalam saku jas.

__ADS_1


"Hah, pria penculik Istri orang" ucap Jordan tersenyum sinis dan melihat ke arah Jhonny yang menuruni tangga dengan santai.


"Berani sekali kamu masuk kerumah ku tanpa izin" tegas Jhonny datar.


"Kenapa aku harus minta izin kepada orang yang telah membawa lari istriku" ucap Jordan menatap tajam kepada Jhonny.


"Dimana Aisyah, apakah dia di laboratorium?" Jhonny berusaha untuk terlihat tenang walaupun pikirannya telah kacau dan khawatir.


"Dimana kamu menyembunyikan Aisyah?" Jordan menarik kerah baju Jhonny.


"Kamu sudah menggeledah rumah ku, apakah kamu menemukan Aisyah?" tanya Jhonny menatap tajam ke arah Jordan.


Tatapan mereka saling berkilat, dengan posisi tubuh yang sama tinggi.


"Aisyah adalah istriku, kamu tidak akan pernah bisa memilikinya" tegas Jordan.


"Hahaha, kamu berbohong, akta nikah itu palsu" ucap Jhonny tersenyum menghina dengan menarik sudut bibirnya.


"Hahaha, kamu sangat cerdas, meskipun akta itu palsu Aisyah tetap istriku dan tidak akan ada orang lain yang boleh memilikinya" Jordan melepaskan tangannya dari leher Jhonny.


"Kamu tidak bisa menentukan jalan hidup Aisyah" ucap Jhonny masih dengan gaya santai dan tenangya.


"Dengarkan aku Tuan Jhonny, aku telah bersama Aisyah sejak ia di lahirkan, kami telah tidur bersama dari kecil dan Asiyah adalah jodohku" jelas Jordan duduk di Sofa tanpa izin dari Jhonny dan menyilang kan salah satu kakinya.


Jhonny mengepalkan tangannya, ia sangat ingin memukul wajah Jordan dengan tangan kekar dan terlatih miliknya.


"Aisyah adalah boneka kesayangan ku" ucap Jordan lagi.


Jhonny tidak tahan lagi dengan ucapan Jordan, ia segera menarik kerah baju Jordan dan mendaratkan pukulan di wajah tampan tapi menyebalkan.


"Aisyah bukan boneka" Jhonny berteriak di telinga Jordan.


Jordan tersenyum sinis, ia mengusap darah yang keluar dari bibirnya yang pecah.


"Aku akan membawa Aisyah pulang dan mengurungnya di dalam rumah" ucap Jordan bergerak cepat memukul perut Jordan.


Jordan dan Jhonny baku hantam di ruang tengah rumah Jhonny.


Anak buah mereka hanya menjadi penonton di halaman rumah, sebelum ada perintah dari bos, mereka tidak akan melakukan gerakan gegabah.


Wajah tampan telinga telah memar, bibir yang seksi telah bengkak dan berdarah.


Jordan terlihat kewalahan melawan Jhonny, kemampuan Jhonny jauh di atas Jordan, ia lebih terlatih terbiasa bersama Stevent.


Stevent melatih Jhonny dengan siksaan dan penderita agar Jhonny menjadi pria terlatih, terkuat dan tahan banting.


Jhonny tersenyum melihat Jordan yang tergeletak di atas lantai.


"Anda hanya anak manja tidak pantas untuk Aisyah" ucap Jhonny dan meludah di depan Jordan.


Jordan batuk - batuk dan tertawa, ia berusaha beranjak dari lantai dan duduk di Sofa.


"Aku terlahir jadi orang kaya dan hidup nyaman, tidak seperti dirimu, gembel yang dipungut dari jalanan oleh Stevent" Jordan balas menghina Jhonny.


Jhonny mengepalkan tangannya, sudah lama ia tidak mendengarkan hinaan dari orang lain.


Stevent selalu membela Jhonny sehingga tidak ada orang yang berani mengganggu dan menghina Jhonny.


"Kau" Jhonny mencengkram leher Jordan.


"Sepertinya kamu telah melupakan masa lalu kelam dengan bersembunyi di balik kekuasaan Stevent, Uhuk,, Uhuk" Jordan terbatuk.


Jhonny heran, kenapa Jordan mengetahui masa lalunya yang telah ia tutup rapat dan ingin ia lupakan.


Sejak di jadikan orang kepercayaan Stevent Jhonny telah menyerahkan hidupnya kepada Stevent dan menghapus semua masa lalunya yang kelam dan penuh dengan penderita.


"Pergilah" Ucap Jhonny yang masih memiliki banyak kekuatan untuk menghabiskan Jordan dengan sekali pukulan.


Jordan telihat sudah tidak bertenaga, hanya lidahnya yang masih tajam untuk menyakiti perasaan Jhonny.


Jordan tidak mengira Jhonny memiliki kemampuan yang luar biasa, ia berpikir, entah bagaimana pelatihan yang diberikan Stevent untuk Jhonny, sehingga Jhonny memiliki kekuatan dan daya tahan tubuh luar biasa.


"Teman, aku sengaja datang bertamu untuk mengingatkan dirimu tentang masa lalu kelam, hahaha huk huk" Jordan terus berbicara.

__ADS_1


"Apa kamu pantas untuk Aisyah?" tanya Jordan dengan tatapan menghina.


Jhonny berjalan keluar rumah, dan melihat anak buah Jordan yang berdiri di depan pintu.


"Bawa Bos kalian pergi dari rumah ku!"perintah Jhonny.


Anak buah Jordan yang kalah jumlah dengan anak buah Jhonny segera membawa Jordan keluar dari rumah Jhonny.


Mereka segera membawa Jordan ke rumah sakit pemerintah milik Samuel.


Jhonny terduduk diam di atas sofa, ia mulai mengingat kembali masa lalunya, Rahasia yang telah kubur dalam waktu yang lama.


Jhonny hidup sebatang kara, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, ia harus bekerja serabutan dan kadang ia menerima pekerjaan dari Dunia hitam seperti, pencurian, perampokan, penculikan, dan kadang - kadang pembunuh.


Semakin berat pekerjaan yang dilakukan oleh Jhonny semakin besar bayaran yang ia dapatkan.


Jhonny melakukan pekerjaan berbahaya sejak usia remaja dan berhenti ketika ia bertemu dan mendapatkan bantuan dari Stevent.


Sejak ia menjadi Assisten Stevent, Jhonny tidak pernah lagi mengotori tangannya.


Mereka memiliki anak buah yang akan melakukan pekerjaan rendah dan berdarah.


Jhonny memegang kepalanya, mengacak rambutnya, merebahkan tubuhnya di sofa.


" Aaaarrghh, shit" Jhonny berteriak.


"Aisyah, apa yang harus aku lakukan?" Jhonny kembali berteriak.


"Apakah kamu akan menerima masa lalu ku?" Jhonny berbicara dengan dirinya sendiri di ruangan tamu yang sunyi.


"Aisyah, dimana dia?" Jhonny baru menyadari ketidakhadiran Aisyah di rumah.


Jhonny berlari, menuju laboratorium dan tidak menemukan Aisyah dan Valentino.


"Mungkin ia kembali ke desa?" gumam Jhonny dan kembali ke rumah mengambil ponsel miliknya di kamar.


Jhonny menghubungi nomor ponsel Valentino.


Valentino segera menerima panggilan dari Jhonny.


"Valentino, apakah Aisyah bersama dengan dirimu?" tanya Jhonny khawatir.


"Ya, ia sedang tidur" jawab Valentino dengan headphone.


"Valen, tolong jaga Aisyah di Desa, jangan kembali ke kota dalam waktu dekat" tegas Jhonny.


"Baiklah, tanpa Anda minta aku akan menjaga Dokter Aisyah karena ia adalah saudara ku" ucap Valentino yang memberikan ketenangan untuk Jhonny.


"Terimakasih" ucap Jhonny dan mengakhiri panggilan.


"Aku berharap Jordan tidak akan menemukan dirimu di Desa terpencil" ucap Jhonny dalam hati.


Jhonny menuju meja makan, ia melihat dengan sedih makanan yang telah Aisyah buatkan untuk dirinya.


Jhonny menikmati makanan yang tertata rapi di atas meja dalam keheningan.


***


**


*


Terimakasih telah membaca Karya Author yang masih berantakan.


*


**


***


Mohon dukungannya dengan terus memberikan Like komentar dan Vote setiap selesai membaca, Terima kasih 😘


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin.

__ADS_1


Thanks for Reading 😊 Love You Readers 💓


__ADS_2