
Nathan di rawat di vila miliknya, ia telah memanggil beberapa Dokter dan perawat kepercayaannya. Nathan hanya luka luar dan memar saja, tidak sulit untuk melakukan penyembuhan dan pemulihan dengan peralatan modern dan pengobatan yang ia temukan sendiri.
Roy mendekati Nathan yang masih terbaring di atas tempat tidur melakukan perawatan wajahnya.
" Tuan, Loly hilang dari penjara " Roy berbisik di telinga Nathan.
" Siapa yang membantunya ?" tnaya Nathan
" Tidak ada yang tahu Tuan, semua kamera mati " jelas Roy
" Bagaimana Dengan Nisa ?"
" Nona Nisa kembali ke rumah Stevent dan pernikahan akan dilakukan 4 hari lagi bersamaan dengan perayaan sesuai undangan " jelas Roy khawatir.
Nathan mengepalkan tangannya, ia tidak ingin Stevent menikahi Nisa.
" Nisa adalah milikku" ucap Nathan memejamkan matanya, Roy hanya terdiam menatap Nathan.
" Tuan, Nona Nayla pergi Liburan " Roy melanjutkan laporannya ketika ia melihat Nathan mulai tenang.
" Selidiki Nayla, dia pura-pura bodoh padahal kecerdikan dan kelicikannya hampir sama dengan diriku" tegas Nathan
" Baik Tuan" Roy segera keluar dari ruang perawatan.
" Nisa, aku mencintaimu, apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan dirimu? " Nathan berbicara sendirian.
Nathan telah mengetahui cara kotor Stevent untuk dapat menikahi Nisa, yaitu dengan ancaman dan paksaan melalui Fathur dan keluarganya.
Nathan tahu benar, Nisa belum pernah jatuh cinta, Nisa tidak pernah memiliki seorang kekasih. Selama ini Nathan berusaha mendapatkan cinta Nisa dengan terus bersikap baik, Namun kehadiran Stevent yang datang tiba-tiba pada kehidupan Nisa mengacaukan semuanya.
" Haruskah aku membunuh Stevent tanpa sepengetahuan Nisa?" pikir Nathan dalam diamnya.
Nathan bisa melakukan apa saja dengan berbagai jenis obat penemuannya. Ia bisa membunuh siapa saja tanpa meninggalkan jejak, salah satunya racun tulang.
Jika racun tulang telah menghancurkan Tulang tidak akan ada alat yang dapat mendeteksi penyebab kematian akibat racun tulang.
Nathan masih punya waktu 4 hari untuk menyusun rencana, tapi ia tidak ingin lagi sampai menyakiti Nisa.
Menyakiti Nisa sama saja menyakiti dirinya sendiri.
***
Sebuah Klinik Rahasia
__ADS_1
Seorang wanita berbaring di atas tempat tidur perawat tak sadar diri. Beberapa Dokter dan perawat sedang melakukan perawatan pada tubuh dan wajahnya.
Wajah Loly telah rusak karena hantaman Stevent, bahkan beberapa helai rambutnya telah tercabut dari kulit kepalanya. Ia sangat tidak beruntung bertemu dengan pria tanpa belas kasih dan berhati Iblis ketika sedang marah, bahkan hati nuraninya telah hilang, ia tidak perduli itu wanita atau pria, tua atau muda di mata Stevent sama saja harus di hancurkan.
Beberapa Dokter ahli bedah sedang melakukan operasi pada wajah Loly yang hancur bahkan tulang hidung dan rahangnya patah.
Mereka akan melakukan operasi penggantian wajah ketika luka telah pulih dan bisa dilakukan operasi kelanjutan.
Seorang wanita dengan pakaian seksi duduk di atas kursi dengan menyilang salah satu kaki di atas kaki lainnya, sehingga menampilkan paha putih mulus.
Nayla melihat rekaman camera di dalam penjara, dimana Stevent menghajar Loly tanpa perasaan.
" Wanita bodoh bertemu dengan Stevent pria berhati dingin sedingin kutub Utara" Nayla memainkan jarinya di atas bibir seksi merah merekah miliknya.
"Aku sangat ingin merasakan bibir seksi Pria es ini" Nayla menekan tombol pause ketika kamera menyoroti wajah tampan Stevent, ia menyentuh wajah Stevent melalui layar komputer.
" Aku ingin memiliki dirimu, pria yang sangat sempurna tidak ada lagi pria yang lebih sempurna dari mu " Nayla mencium bibir Stevent pada layar komputer.
" Kamu membuat Ku tergila - gila pada keseksian wajah dan tubuhmu " Nayla terus mencium layar komputer.
" Nathan menculik Nisa, apa aku harus menculik Stevent" Nayla tersenyum dengan tangan terus mengelus layar komputer.
" Aku tidak sebodoh Nathan yang hanya membuat Nisa tertidur, aku akan membuat Stevent bernafsu ketika melihat diriku, hahahaha" tawa Nayla memecah kesunyian di dalam ruangannya.
" Aku akan menikmati tubuh Stevent dan memilikinya seutuhnya, oooh Stevent muuuuuuuaaaccch" Nayla kembali mencium layar komputer yang telah basah karena bibinya.
Nayla keluar dari ruangan setelah puas berkhayal dengan Stevent, ia berjalan menuju ruang perawatan Loly, terdengar hentakan sepatu high heels menghantam lantai porselen.
Harry mengikuti langkah kaki Nayla. Ia melihat Loly dari balik kaca. Melihat kedatangan Nayla seorang Dokter laki-laki segera keluar dan menemui Nayla.
" Bagaimana keadaan Loly?" tanya Nayla manja menyentuh jas putih milik Dokter muda di depannya.
" Baik Nona, berkat obat-obatan milik Tuan Nathan, tiga hari setelah ini kita bisa melakukan operasi penggantian wajah" Jawab Dokter
" Bagus " Nayla menepuk pundak Dokter dan berjalan menggandeng tangan Harry.
" Harry temani aku minum" bisik Nayla menggoda telinga Harry, tangan Nayla menjelajahi leher hingga dada Harry.
****
Nisa duduk sendiri di taman, Umi dan Abi telah kembali ke rumah, Viona ke kampus, Mama, Papa dan Stevent ke kantor.
Nisa menatap ponsel baru yang diberikan Stevent, ponsel keluaran terbaru dan harga yang mahal.
" Mubazir " gumam Nisa, ia mengaktifkan layar ponsel dan terkejut dengan wallpaper wajah Stevent.
__ADS_1
Nisa tertawa seorang diri,
" Pria Aneh " Nisa membuka kontak pada ponsel hanya ada nomor Mama, Viona Jhonny Abi, Umi dan Stevent pada kontak favorit.
Nisa ingin menghubungi Kenzo tapi ia tidak memiliki nomor ponsel milik Kenzo, sudah beberapa hari Nisa tidak berkirim pesan dengan Kenzo biasanya mereka selalu berkomunikasi walau hanya lewat pesan chat.
Nisa mengirimkan pesan kepada Umi dan meminta nomor Kenzo. Tidak beberapa lama Nisa mendapatkan pesan balasan dari Umi.
"Kenzo selalu menanyakan kamu, dia sangat khawatir karena kamu tidak membalas pesannya, Umi katakan kamu kehilangan ponsel, ketika di culik tapi umi sudah memberitahukan Kenzo kamu baik - baik saja"
Pada pesan kedua Nisa mendapatkan nomor ponsel Kenzo, ia segera menekan tombol panggilan.
" Assalamualaikum kak?"
" Waalaikumsalam, Nisa apa yang terjadi Kakak sangat khawatir?" suara Kenzo benar-benar terdengar khawatir.
" Tidak apa-apa, Nisa baik - baik saja"
" Jika penerbangan kamu tidak dibatalkan ini tidak akan terjadi " Kenzo kesal, ia tidak berada di samping Nisa Ketika Nisa dalam bahaya.
" Ini semua sudah kehendak Allah kak " suara Nisa lembut
" Sekarang kakak di taxi menuju bandara internasional, Kakak akan segera menemui Nisa " ucap Kenzo
" Kak, kakak mau pulang ?" tanya Nisa, terdengar Ledakan dan tabrakan serta teriakan, dari ponsel Kenzo yang masih tersambung.
" Kak, kak Kenzo " Nisa berdiri dari duduknya ia masih berteriak khawatir, air mata Nisa mulai menetes.
" Kak, kak Kenzo jawab Nisa kak " Suara Nisa semakin lemah.
Nisa tetap tidak memutuskan sambungan telepon, ia masih menunggu dan berharap Kenzo atau siapa saja dapat berbicara dengan dirinya dan memberitahukan apa yang telah terjadi di sana.
Nisa masih terdiam duduk di taman dengan ponsel masih terhubung dan di loud speaker, ia terus menatap layar ponsel yang ia letakkan di atas meja taman, Mata dan wajah Nisa telah basah.
Beberapa pelayan hanya menatap Nisa dari jauh, Stevent telah menghubungi nomor Nisa namun tidak mendapatkan Jawaban, ia akhirnya menghubungi telpon rumah menanyakan keberadaan Nisa.
Pelayan telah memberi tahu Stevent Nisa duduk di taman sendirian, mereka tidak tahu jika Nisa sedang menangis, menunggu seseorang berbicara di seberang telepon.
Tentu saja Pria yang sedang Jatuh cinta itu telah menahan Rindu karena tidak melihat Nisa selama setengah hari. Ia sangat kesal ketika Panggilan Video yang ia lakukan tidak mendapatkan jawaban. Tubuhnya di Ruang Rapat namun hati dan pikirannya di Rumah.
♥️
**********************************************
♥️ Thanks for Reading ♥️
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Komentar sebagai PENYEMANGAT AUTHOR 😍
💓 Terimakasih 😍 Love You Readers 💓