Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Maldives


__ADS_3

Siapa yang tidak tahu Maldives? Maldives adalah negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan atol di Samudra Hindia. Terletak di sebelah selatan-barat daya India dan sekitar 700 km sebelah barat daya Sri Lanka. Negara ini memiliki 26 atol yang terbagi menjadi 20 atol administratif dan 1 kota.


Maldives sudah terkenal wisata pantainya di dunia. Selain itu, berbagai hotel dan penginapan yang menghadap ke laut juga gak kalah memukau.


Terdiri dari pulau-pulau koral yang mengelilingi laguna, pasir putih yang menghampar, dan jernihnya air laut menggoda kita untuk bermain-main di pantainya. Tak ayal Pulau Maldives pun terkenal dengan lanskap indah yang dapat menjadi pemikat bagi siapapun untuk mengunjunginya.


“Sea of Stars”. Pulau Maldives, tepatnya berada di Vaadhoo Island. Jangan takut untuk menyentuh air laut bercahaya ini, karena cahaya berwarna biru ini muncul terbawa ombak pada salah satu pantai di Pulau Maldives saat malam hari tiba. Cahaya biologis ini dihasilkan oleh organisme phytoplankton yang bersifat seperti kunang-kunang.


Kenzo dan Ayesha memilih Hotel yang memiliki pemandangan bawah laut Maldives terletak di Rangali Island. Dengan berlapiskan kaca dan terletak 4.9 meter di bawah laut, dapat menyaksikan keindahan dan kehidupan bawah laut sambil menikmati hidangan bersama orang tercinta dengan suasana romantis. Selain itu, pengunjung juga dapat merasakan bermalam bersama hiu pada saat-saat tertentu.


Sepasang suami istri yang berpacaran setelah menikah memiliki keromatisan yang luar biasa, hanya mereka yang merasakan indahnya menjadi pasangan halal dalam ikatan cinta karena Allah. Tatapan mata, sentuhan adalah ibadah.


Kenzo menggengam tangan istrinya dengan erat berjalan di tepi pantai menikmati pemandangan laut indah ciptaan Yang Maya Kuasa pemilik alam semesta. Rasa syukur yang tak henti-henti di ucapkan. Riak air laut, pasir tenang, dan niur yang melambai memuji kebesaranNya.


“Sayang, apa kamu lelah?” Kenzo menghentikan langkah kakinya dan menatap mata indah Ayesha yang mengelengkan kepalanya dan tersenyum di balik cadar yang melambai tertiup angin pantai.


“Katakan lelah.” Kenzo berbisik lembut di telinga istrinya.


“Aku tidak lelah suamiku.” Ayesha mencubit dagu kasar Kenzo.


“Aku tidak mau kamu lelah.” Kenzo menggendong tubuh Ayesha dan melanjutkan perjalanan di tepi pantai.


“Suamiku, kita menjadi pusat perhatian.” Ayesha menyembunyikan wajahnya di leher Kenzo.


“Asalkan mereka tidak memandang istriku yang hanya milikku.” Kenzo tersenyum.


“Tidak akan ada yang memandang wanita bercadar.” Ayesha mengeratkan pegangannya di leher Kenzo.


“Sayang, wanita berhijab itu langka dan wanita seksi itu sudah biasa.” Kenzo menatap lembut mata istrinya.


“Pria nakal sekalipun akan lebih suka dengan wanita baik-baik apalagi pria sholeh.” Kenzo menurunkan Ayesha di depan pintu restorant, mereka akan sarapan bersama di tepi pantai.


“Sayang, setipa manusia pasti memiliki kebaikan di hatinya dan dengan setitik kebaikan Allah izinkan untuk mendapatkan pasangan yang baik.” Ayesha menggandeng tangan suaminya.


“Tentu saja, karena Allah Maha baik kepada umatNya tetapi manusia tidak bersyukur dan menyombongkan diri dengan kekayaan yang mereka miliki.” Kenzo memindahkan tangan Ayesha dengan menggenggamnya.


“Sayang, kita makan di sana tepat di atas laut.” Ayesha menarik tangan Kenzo.


“Pilihan yang tepat.” Kenzo tersenyum.

__ADS_1


“Seperti memilih suami.” Ayesha membalas senyuman suaminya dari balik cadar.


“Aku tidak bisa memilih istri tetapi Allah kirimkan bidadari yang jauh kepada diriku.” Kenzo kembali menggendong Ayesha karena kursi yang istrinya pilih sangat jauh di ujung restoran.


“Apa kamu bahagia?” Ayesha menatap mata tajam Kenzo, semua pengunjung tersenyum melihat mereka berdua, pasangan pengnatin baru yang sangat mesra.


“Aku harus sujud syukur ribuan kali.” Kenzo tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang rapi.


“Senyuman suamiku sangat tampan dan menggoda.” Ayesha mencubit hidung Kenzo.


“Apakah humairahku baru tahu suaminya tampan?” Kenzo kembali tersenyum, senyuman penuh kebahagian dan rasa syukur mendapatkan istri bidadari syurga. Wanita sholeha yang lembut dan cerdas. Kecantikan yang tersembunyi hanya milik Kenzo seorang dan tidak akan pernah terbagi.


Kenzo menurunkan Ayesha di kursi dan mencium dahinya, ia duduk di depan istrinya dan memilih menu sarapan yang akan mereka pesan.


Seorang pria tampan berjalan menuju Kenzo dan Ayesha, ia menyakan pesanan sepasang kekasih halal yang duduk di kursi VIP dan dilayani langsung oleh Chef terkenal.


“Selamat pagi Nyonya dan Tuan, saya adalah Chef special langsung melayani anda, silahkan pilih menu yang anda inginkan!” Chef tampan melihat jari cantik dan mata indah Ayesha yang tidak sengaja menoleh kearahnya.


“Terimakasih.” Suara Ayesha lembut, ia memesan makanan dengan porsi kecil agar tidak mubazir begitu juga dengan Kenzo.


“Mohon tunggu sebentar, saya akan segera memasak pesanan Nyonya dan Tuan.” Chef tampan dan masih mudah berjalan kembali ke dapur.


Tangan lembut Ayesha menyentuh pipi kasar kenzo yang dihiasai rambut tajam tertata rapi menambah ketampanan dan kegagahan suaminya memberikan rasa geli pada telapak tangan Ayesha.


“Apa kamu suka?” Tanya Kenzo.


“Aku suka karena yang besama diriku adalah suamiku.” Ayesha tersenyum.


“Kamu benar, istriku sudah terbiasa berkeliling dunia bersama kakaknya.” Kenzo mengeratkan pelukannya.


“Bagaimana kabar kakak ku Fauzan?” Ayesha memandang lulus ke laut lepas.


“Aku telah menghubunginya terjadi sesuatu di Indonesia.” Kenzo memutar tubuh Ayesha agar melihat kearah dirinya.


“Apa yang terjadi?” Tanya Ayesha penasaran.


“Dia bertemu wanita yang luar biasa merubah selera makan Fauzan.” Kenzo menyentuh hidung Ayesha dengan lembut.


“Benarkah, jika benar berarti wanita itu benar-benar luar biasa, kakakku cukup pemilih ketika makan, ia tidak suka makanan yang mewah tetapi tidak bisa makan di pingir jalan.” Ayesha tersenyum.

__ADS_1


“Kakakku selalu berkata ingin mempunyai istri sholeha yang pandai memasak.” Ayesha tersenyum.


“Dia harus menikahi seorang chef.” Kenzo tersenyum lebar.


“Chef berarti makanan mewah, Kakakku mau makanan rumah.” Ayesha menarik tangan kenzo kembali ke kursi mereka, karena seorang chef dibantu pelayan telah menata makanan di atas meja.


“Aku sangat ingin bertemu wanita yang telah berhasil membuat kakakku menyukainya melalui masakan.” Ayesha terlihat sangat bersemangat.


“Apakah Fauzan akan mengejarnya?” Tanya Kenzo penasaran.


“Aku tidak yakin, kakakku sangat dingin dan cuek dan mugkin tidak bernia untuk mengejar seorang gadis.” Ayesha terlihat tertawa lebar di balik cadarnya.


“Apakah Fauzan belum pernah jatuh cinta?” Kenzo benar-benar penasaran dengan kehidupan Fauzan yang terlihat sempurna.


“Dia tidak punya waktu untuk jatuh cinta.” Ayesha melihat makanan yang serba sedikit telah tertata rapi di atas meja.


“Selamat menikmati Tuan dan Nyonya.” Chef tampan tersenyum.


“Terimakasih.” Ayesha dan Kenzo memulai ritual makan dengan membaca doa.


Ayesha dan Kenzo telah menghabiskan menu sarapan mereka dan mengakhiri dengan berdoa, sebagai ucapan syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.


Menikmati sarapan ditemani angin laut yang sejuk, cahaya Matahari yang menghangatkan, riak air laut berkilau dan pasir putih terlihat suci tanpa noda. Ribuan sujud syukur tidak cukup untuk mengucapkan terimakasih kepada Allah yang telah menciptakan keindahan dan kenikmatan dunia yang sempurna.


Manusia hina dan rendah tetap sombong dengan kekayaan yang mereka miliki dan melupakan siapa yang telah memberikan semuanya. Tidak ada ucap syukur dan tidak pernah meletakkan kepalanya di atas sajadah.


Apa yang mereka banggakan? Kecerdasan, kecantikan, kekayaan atau kesempurnaan sebagai manusia di mata manusia lainnya? Sungguh kita dalam kerugian karena telah melupakan ketagwaan dan keimanan kepada Sang pemilih Alam semesta.


Allah telah memberikan banyak kenikmatan dan Ia hanya minta sedikit ketaatan dari rasa syukur kita sebagai hambaNya yang lemah dan selalu minta pertolongan.


***


Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5, Tips dan Vote. Terimakasih.


Baca juga Novel Author berjudul “Arsitek Cantik” dan "Mengejar Cinta Ariel"


Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu). Terimakasih.


Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2