Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Bersama Selamanya


__ADS_3

(Favorit, like, komentar, bintang 5 n Vote, Ty)


Viona berada di kantin kampus, ia sedang menikmati makan siangnya sendirian.


Seorang wanita duduk di depan Viona tanpa permisi.


Wanita cantik dan seksi menatap tajam ke arah Viona.


"Hey, orang kaya kenapa kamu jadi culun dan kampungan?" hina wanita itu dengan suara pelan dan melihat sekeliling.


"Hai, Morita, apa kabar?" Viona tersenyum menahan emosi, ia ingat pesan Nisa untuk selalu tersenyum.


"Hahaha Viona, mood kamu lagi baik" ucap Morita tersenyum kecut.


"Efek dari Kakak ipar yang kampungan jadi kamu ikutan" lanjut Morita.


Viona berdiri dan menatap tajam pada Morita, ia tidak suka ada orang yang menghina Nisa karena wanita yang mereka hina memiliki derajat yang lebih tinggi tidak akan sebanding dengan Morita.


"Kamu akan sangat malu jika bertemu dengan Kak Nisa, Kesempurnaan Kakak Stevent harus mendapatkan Istri sempurna seperti Kak Nisa, bukan wanita murahan seperti dirimu" Viona membalas penghinaan Morita.


Morita geram, ia ingin menyiram minuman di gelas ke wajah Viona tapi tangannya di tahan oleh seseorang hingga minuman tumpah mengenai dirinya sendiri.


"Oh Shit" Morita ingin marah tetapi ketika ia menoleh orang yang menahan tangannya adalah Jade cowok paling populer di kampus.


Morita hanya bisa tersenyum dan menahan malu.


"Jade" suara lembut Morita.


"Bersihkan dirimu" ucap Jade memperhatikan pakaian Morita yang basah.


Morita segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri, ia sangat malu terlihat buruk di depan Jade.


"Viona sialan" umpat Morita kesal


"Are you Ok?" tanya Jade.


"Ya, Terimakasih" ucap Viona dan kembali duduk untuk menghabiskan makan siang miliknya.


Viona menikmati makan siang tanpa memperdulikan Jade yang masih menunggu Viona hingga selesai.


"Apa kamu tidak makan?" tanya Viona pada Jade.


"Tidak, Aku hanya mau berbicara dengan kamu" ucap Jade lembut.


Pria berwajah Oppa Korea dengan kacamata seorang jenius sangat pas di wajahnya.


"Katakanlah!" ucap Viona yang mulai tidak nyaman dengan tatapan mahasiswi kepada mereka berdua.


Viona sangat pantas disandingkan dengan Jade yang sangat tampan, dan Viona cantik dan cerdas.


"Jadilah kekasihku?" ucap Jade menatap Viona yang terdiam dan mengalikan pandangan.


"Aku tidak bisa" jawab Viona.


"Kenapa, apakah kamu sudah punya kekasih?" tanya Jade dan Viona menggelengkan kepalanya.


Dia tidak mempunyai kekasih, orang yang disukai dan kagumi bahkan tidak pernah melihat dirinya walaupun hanya sekedar melirik.


"Viona, Aku suka pada kamu sejak kita bertemu" ucap Jade.


"Terimakasih, tapi maafkan aku" Viona menenangkan dirinya.


Seorang pria melihat Viona dari kejauhan, Zayn Dosen pengganti yang sedang mencari Istri dengan kriteria cantik, tinggi dan cerdas.


Viona adalah salah satu wanita yang masuk dalam kriteria Zayn.


"Kenapa kamu tidak mendekatinya?" tanya Ron menepuk pundak Zayn yang sedang memperhatikan Viona.


"Aku sudah melakukannya tapi dia menolak" ucap Zayn.


"Lalu?" Ron melirik Zayn.


"Jika masih gagal dan terdesak, aku akan melakukan pernikahan bisnis dengan Viona" ucap Zayn tersenyum.


"Maksud kamu?" tanya Ron bingung.


"Tuan Alexander sedang mencari relasi, ia sedang membangun perusahaannya yang terpisah dari Stevent" jelas Zayn dan duduk di kursinya.


"Siapa pria di depan Viona?" tanya Zayn dan Ron memperhatikan pria yang tidak asing.


"Jade, Mahasiswa satu angkatan dengan Viona, dia sangat populer" jelas Ron tersenyum.

__ADS_1


"Apakah dia menyukai Viona?" tanya Zayn lagi.


"Kurasa ada banyak pria yang menyukai Viona, hanya saja mereka tidak berani" tegas Ron dan duduk di samping Zayn.


"Apakah mereka takut pada Stevent?" Zayn menatap Ron.


" Sepertinya begitu" ucap Ron yang membuka layar komputer miliknya.


"Kemarilah" Ron memperlihatkan berita tentang Stevent dan pernikahan yang fenomenal.


"Siapa wanita itu?" Zayn menunjukkan jarinya.


"OMG, apa kamu benar seorang pengusaha?" tanya Ron.


"Hey, aku baru kembali dan harus segera menikah sebelum memegang perusahaan utama yang ada di sini " ucap Zayn kesal.


"Siapa wanita itu dia sangat cantik dan ramah, lihat senyumannya sangat tulus" lanjut Zayn memperhatikan foto dari layar komputer.


"Annisa Salsabila, seorang Dokter ahli bedah termuda, terbaik, tercerdas dan ia adalah Istri Stevent Lu Alexander" jelas Ron.


"Jangan pernah berpikir untuk mendekatinya" lanjut Ron.


" Hahaha, Kau sangat kompak dengan Viona, mengancam diriku jangan mendekatinya" Zayn tertawa.


"Wajahnya sangat unik" ucap Zayn lagi.


"Lupakan jangan menggali kuburan sendiri" Ron menutup layar komputer.


Zayn tersenyum dan kembali melihat Viona yang sedang berbicara dengan Jade di Kantin kampus.


Ia sedang membandingkan kecantikan Nisa dan Viona.


"Jika seorang Stevent bisa bertekuk lutut pada Annisa Salsabila berarti dia adalah wanita yang luar biasa" Zayn tersenyum, ia sangat penasaran dengan sosok Nisa.


***


Viona pulang ke rumah utama Stevent, ia sangat gelisah dengan pernyataan cinta Jade.


Mobil berhenti tepat di depan pintu untuk menurunkan Viona.


Viona keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju ruang tamu. Ia melihat Mama dan papa sedang duduk di ruang tamu.


"Maaa" Viona berteriak dan memeluk Mama Veronika yang terkejut dengan penampilan Viona yang sangat berbeda.


"Kamu sangat cantik Sayang" ucap Veronika.


"Terimakasih Ma, Viona merasa nyaman dengan pakaian seperti ini" ucap Viona kembali memeluk Mamanya.


"Dimana Nisa dan Stevent?" tanya papa Alexander.


Viona berjalan mendekati Papa Alexander mengalami dan mencium punggung tangan Papanya.


"Aku tidak tahu Pa, mungkin di Kantor Kak Stevent" jawab Viona duduk di samping Mama.


"Mama sangat merindukan kamu dan Nisa" Mama Veronika mengusap kepala Viona yang tertutup jilbab.


"Berapa usia kandungan Nisa?" tanya papa tiba - tiba.


Viona dan Mama melihat kearah Papa bersamaan.


"Viona tidak tahu Pa" jawab Viona singkat.


"Hmmm, Aku harus bertanya kepada Dokter yang menangani kehamilan Nisa" Gumam Papa Alexander dalam hati.


"Dimana Nisa memeriksa kehamilannya?" tanya Papa lagi.


"Sepertinya di rumah Sakit tempat Kak Nisa bekerja" jawab Viona.


"Aku harus memastikan kesehatan dan keselamatan pewaris kerajaan Alexander" ucap Papa Alexander dengan senyuman.


Viona dan Mama senang mendengar ucapan Papa yang peduli dengan kehamilan Nisa.


Sebuah Mobil sport hitam Berhenti di depan pintu rumah.


Stevent dan Nisa melangkah bersama memasuki ruang tamu dengan bergandengan.


Stevent menghentikan langkahnya ketika ia melihat Papa Alexander, raut kebencian terlihat jelas di wajah Stevent.


Nisa tidak memperhatikan perubahan raut wajah Stevent karena ia telah melihat Mama Veronika.


"Mama" Nisa melepaskan tangan Stevent dan memeluk Mama Veronika.

__ADS_1


"Sayang, apa kabar, bagaimana kabar cucu Oma" Mama Veronika mengusap perut Nisa.


"Alhamdulilah Ma, kita semua sehat" ucap Nisa.


"Pa" Nisa berjalan menuju Papa Alexander menyalami dan mencium punggung tangan Papa Alexander.


Kilatan kebencian tidak dapat Stevent sembunyikan.


Stevent berjalan mendekati dan menarik tangan Nisa.


"Kita kembali ke rumah Rahasia" bisik Stevent di telinga Nisa.


Nisa menatap Stevent, ia baru menyadari perubahan wajah Stevent dengan mata tajam menatap Papa Alexander.


"Sayang, Mama dan Papa baru sampai" ucap Nisa lembut.


Stevent segera menggendong Nisa dan membawanya kembali ke mobil.


Nisa hanya bisa terdiam menuruti Stevent, ia tidak tahu apa yang terjadi di antara Stevent dan Papa Alexander.


Stevent segera menjalankan mobilnya menuju rumah rahasia.


Mobil berhenti di dalam garasi, Stevent masih terdiam di kursinya.


Nisa membuka sabuk pengaman dan mendekati Stevent.


"Ada apa Sayang?" Nisa menyentuh pipi Stevent dengan lembut.


Stevent memegang tangan Nisa dan mencium telapak tangan Nisa.


"Aku sangat mencintai dan menyayangi dirimu, Aku mohon menurut lah" ucap Stevent menggenggam jemari Nisa.


"Baiklah, kita berbicara di dalam" Nisa akan membuka pintu mobil.


"Tunggulah" Stevent menahan tangan Nisa dan keluar lebih dulu untuk membuka pintu Nisa.


Stevent menggendong Nisa dan pintu terbuka otomatis dengan sentuhan tangan Stevent dan Nisa.


"Kita akan tidur di kamar bawah" ucap Stevent menurunkan Nisa di Sofa.


Nisa tersenyum, Stevent merendahkan kepalanya di pangkuan Nisa dan menggenggam salah satu tangan Nisa.


Satu tangan Stevent mengelus perut Nisa dan tangan Nisa mengusap kepala Stevent.


"Katakanlah" ucap Nisa.


"Papa Alexander adalah orang yang berbahaya" ucap Stevent menatap mata Nisa. yang terdiam.


"Jangan pernah percaya dengan Papa Alexander" lanjut Stevent.


"Papa Alexander membenci Papa Mark, mereka dulunya adalah musuh" Jelas Stevent yang beranjak dari pangkuan Nisa.


"Papa Mark adalah orang yang baik, berbeda dengan Papa Alexander" Stevent terus menatap Nisa penuh kekhawatiran.


"Kita akan baik-baik saja" Nisa memeluk Stevent.


Nisa bisa melihat kekhawatiran dari wajah Stevent. Ia yakin Stevent sangat mencintainya sehingga Stevent berlebihan dalam segala hal.


"Sayang, dengan izin Allah, kita akan terus bersama selamanya" ucap Nisa melepaskan pelukan.


Nisa mencium bibir Stevent untuk memberikan ketenangan pada Stevent.


Ciuman lembut penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang yang tercampur sangat manis.


***


**


*


Terimakasih telah membaca Karya Author


*


**


***


Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like, komentar dan bintang 5.


Vote untuk menaikan ranking 😇 terima kasih.

__ADS_1


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊**


__ADS_2