Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Jodoh Cerminan Diri


__ADS_3

Kenzo dan Ayesha berjalan bersama menuju Istana Fauzan, mereka bergandengan tangan.


Sesekali Kenzo memandang istrinya yang tersenyum malu di balik cadar, membuat Kenzo semakin suka dan gemas.


Fauzan bersiap untuk melakukan penerbangan dengan jet pribadi, mobil mewah telah menunggu di depan istana.


Ayesha melepaskan tangannya dari Kenzo dan berlari memeluk Fauzan.


"Kakak." Ayesha mengadahkan wajah melihat Fauzan.


"Kenzo akan cemburu jika kamu seperti ini." Fauzan mengusap kepala Ayesha yang menoleh kepada Kenzo.


"Kakak mau kemana?" Ayesha melingkarkan tangannya di pinggang Fauzan.


"Aku akan kembali ke Indonesia, pabrik dalam masalah, seseorang sengaja mau menghancurkan pabrik." Fauzan tersenyum.


"Kami akan ikut." Ayesha memandang wajah tampan kakaknya.


"Pergilah berbulan madu keliling dunia, Kakak akan menyelesaikan pabrik untuk kamu dan Kenzo." Fauzan melepaskan tangan Ayesha.


"Aku tidak tahu mau pergi kemana?" Suara Ayesha terdengar manja.


"Kenzo bisa memilih tempat romantis untuk pasangan pengantin baru." Fauzan mencubit Ayesha.


"Apa anda telah siap berangkat?" Kenzo mendekat dan menarik lembut tangan Ayesha.


Fauzan tersenyum, Kenzo sangat menjaga Ayesha bahkan tidak mau jauh darinya.


"Tentu saja, aku percaya kamu akan menjaga Ayesha." Fauzan menepuk pundak Kenzo.


"Terimakasih, aku akan menjaga Ayesha dengan nyawaku." Kenzo tersenyum melirik Ayesha.


"Kakak pergi dulu." Fauzan memeluk dan mencium dahi Ayesha.


"Hati-hati, semoga kakak bertemu dengan wanita sholehah yang cantik." Ayesha tersenyum.


"Kakak belum memikirkannya." Fauzan mengusap kepala Ayesha.


"Ajaklah Ayesha berkeliling dunia." Fauzan memeluk dan berbisik di telinga Kenzo.


"Terimakasih." Kenzo tersenyum.


Fauzan berjalan dan masuk ke dalam mobil mewah yang akan mengantarkan dirinya ke Bandara Internasional Arab Saudi.


Mobil telah meninggalkan halaman istana Fauzan.


Kenzo memeluk tubuh istrinyadari belakang membuat Ayesha terkejut.


"Kita akan bulan madu kemana Humairah ku." Kenzo berbisik dan menggigit sedikit telinga Ayesha.


Ayesha berteriak, ia segera menutup mulutnya, beberapa pengawal menunduk tidak berani melihat kemesraan tuan putri dan suaminya.


"Teriakan kamu sangat menggoda." Kenzo tersenyum.


Ayesha memutar tubuhnya dan menutup mulut Kenzo.


"Jangan melakukan gerakan secara tiba-tiba." Mata indah Ayesha bertemu mata Kenzo.


"Aku menyukainya." Kenzo melingkarkan tangannya di pinggang Ayesha mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bertemu.


"Ada orang." Ayesha menunduk.


"Di kamar tidak ada orang." Kenzo menggendong Ayesha yang semakin malu menuju Istana mereka.

__ADS_1


Raja dan Ratu tersenyum melihat tingkah mesra putri dan menantu mereka.


"Suami ku, kita mau kemana?" Ayesha menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kenzo.


"Ke kamar." Kenzo tersenyum, ia tahu wajah Ayesha pasti memerah.


"Suamiku, sebaiknya kita jalan-jalan berkeliling Istana." Ayesha tersenyum.


"Aku mau berkeliling di atas tubuh istriku yang cantik." Kenzo tersenyum.


Ayesha menutup mulut Kenzo dengan tangannya yang lembut.


"Kamu membuat diriku malu." tangan putih bersih menyentuh bibir Kenzo.


Kenzo mencium dan menggigit tangan Ayesha dengan lembut.


"Aw." Ayesha menarik tangannya.


Ayesha mencubit hidung Kenzo dengan gemasnya.


"Aku tidak bisa bernapas Sayangku." Kenzo tersenyum.


Ia terus mengendong Ayesha hingga sampai ke kamar mereka.


"Apa kamu benar-benar mau bercinta?" Ayesha menatap wajah Kenzo.


"Jika kamu mengizinkan diriku." Kenzo membuka cadar dan mencium bibir Ayesha dengan lembut.


"Apa semua pria beristri sangat bergairah?" Ayesha menyentuh pipi Kenzo.


"Itu Normal, aku adalah pria dewasa dan istriku adalah wanita cantik yang masih sangat muda dan menggoda." Kenzo membuka hijab Ayesha.


"Aku sangat bersyukur mendapatkan istri yang menutupi seluruh tubuhnya dan menjaga pandangan seperti dirimu, Allah sangat baik kepada diriku." Kenzo menatap wajah cantik Ayesha.


"Kita berdua cerminan atau menyeimbangi?" Kenzo merebahkan diri di samping Ayesha.


"Kita adalah pasangan cerminan dan menyeimbangi." Ayesha tersenyum menyentuh lembut tangan Kenzo yang melingkar di perut Ayesha.


"Alhamdulilah, bolehkah?" Kenzo berbisik di telinga Ayesha.


"Apa?" Suara Ayesha lembut.


"Bercinta." Kenzo mencium telinga Ayesha.


"Iih, geli." Ayesha menutup telinga, tubuhnya menggeliat.


"Apa kamu tahu gerakan itu membangunkan hasrat ku." Kenzo mencium leher Ayesha.


Ayesha segera menutup mulutnya, menahan suara agar tidak berteriak.


"Sampai kapan kamu akan terbiasa dengan sentuhan dan ciuman ku?" Kenzo menyentuh tangan Ayesha dari mulutnya.


"Aku tidak tahu, rasanya geli, seluruh rambut yang ada ditubuh ku berdiri." Ayesha menatap lembut pada Kenzo.


"Kamu sangat cantik dan sempurna." Kenzo merapikan rambut hitam dan bergelombang Ayesha.


"Kesempurnaan hanya milik Allah." Ayesha tersenyum.


"Dan istriku adalah ciptaan Allah yang paling sempurna." Kenzo mencium bibir Ayesha.


***


Fauzan telah berada di dalam pesawat Jet pribadi.

__ADS_1


Ia duduk dan menatap layar komputer, memeriksa data yang telah di kirimkan oleh mata-matanya yang ada di Indonesia.


"Siapa Zayn?" tanya Fauzan pada dirinya.


Fauzan membaca data dan masalah yang terjadi di antara Zayn dan Stevent.


"Semua karena cinta." Fauzan tertawa.


"Zayn menginginkan Viona, gadis kecil kekanak-kanakan itu." Fauzan tersenyum.


"Pria bodoh, ada banyak wanita yang menginginkan dirimu kenapa harus gadis kecil yang labil." Fauzan membuka data tentang Zayn di layar komputernya.


Ia baru mengetahui jika Stevent telah melepaskan beberapa perusahaan dan diambil alih oleh Papa Alexander.


"Dia telah melepaskan bisnis haramnya, ini akan membuat Stevent memiliki banyak musuh, jika pertahanan Stevent tidak kuat, ia akan hancur." Fauzan menyenderkan punggungnya.


"Inilah resiko yang harus ditanggung jika berani bermain di dunia hitam, akan ada banyak masalah yang harus dihadapi." Fauzan tersenyum.


"Selamat pagi Tuan." Seorang pria muda berdiri di samping Fauzan.


"Apakah kamu Asraf?" Fauzan melihat pria tampan berdiri di depannya.


"Benar Tuan, saya Asraf kuliah di Arab Saudi berasal dari Indonesia dan saya menyelesaikan kuliah atas biaya anda." Asraf menunduk memberi hormat.


"Silahkan duduk!" Fauzan melihat Asraf, pria muda yang baru lulus kuliah.


"Terimakasih Tuan." Asraf duduk di samping Fauzan.


"Mulai hari ini kamu adalah assisten pribadi saya." Fauzan tersenyum.


"Baik Tuan, saya akan mematuhi semua perintah anda." Asraf menunduk.


"Saya adalah pria gila kerja tetapi tetap mengutamakan perintah Allah." Fauzan tersenyum.


"Baik Tuan, ketika azan berkumandang saya akan langsung melaksanakan shalat." Asraf tersenyum.


"Kita bisa shalat berjamaah." Fauzan menyerahkan komputer kepada Asraf.


"Pelajari dan selidiki, pria yang ada pada layar bernama Zayn." Fauzan memejamkan matanya.


"Baik Tuan." Asraf menerima komputer dari Asraf.


"Matikan komputer, sebaiknya kamu beristirahat, perjalanan kita masih panjang." Fauzan berbicara tanpa melihat Asraf.


"Baik Tuan." Asraf memperhatikan wajah tampan Fauzan, Ia sangat senang bisa bertemu malaikat yang telah membantu dirinya.


Asraf adalah pria yatim piatu yang hampir putus kuliah dan mati di Arab Saudi, karena kehilangan tas yang berisi uang dan data dirinya.


Fauzan yang tanpa sengaja bertemu dengan Asraf membantu dirinya hingga selesai kuliah.


Pria tampan dan cerdas berasal dari Indonesia, menguasai banyak bahasa, kuliah di bidang Ilmu Teknologi, memiliki keahlian di bidang komputer dan elektronik.


Pesawat telah berada di udara, Fauzan dan Asraf beristirahat di kursi mereka, memejamkan mata menikmati perjalanan panjang Menuju Indonesia.


***


Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote. Terimakasih.


Baca juga Novel Author berjudul “Arsitek Cantik” dan "Unforgettable Lady"


Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu). Terimakasih.


Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2