Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Kehamilan


__ADS_3

Afifah dan Aisyah berada di dapur sedangkan suami mereka terdiam di ruang tengah, menunggu istri tercinta menyiapkan menu makan malam.


“Kak, apakah Kak Jhonny pemilih?” tanya Afifah pada Aisyah.


“Tidak.” Aisyah mengeluarkan bumbu dari tempatnya dan mengupas bawang putih.


“Kita akan memasak gulai ikan.” Afifah tersenyum dan mengeluarkan ikan dari lemari penyimpanan membawanya mendekati Aisyah.


“Apa itu?” Aisyah menutup hidungnya dan menjauh.


“Kak, ikan ini masih segar.” Afifah tersenyum.


“Tidak, aku tidak suka baunya membuat aku mau.” Kalimat Aisyah terputus dan berlari menuju wastapel, ia muntah.


“Kak, ada apa dengan dirimu?” Afifah meletakkan ikan segar di atas meja dan menyusul Aisyah.


“Jauhkan ikan itu!” Aisyah berkumur dan memasahi wajahnya dengan air.


“Apa kakak tidak suka ikan?” tanya Afifah.


“Suka.”Aisyah menatap Afifah yang tersenyum.


“Apa kakak ku sedang hamil?” Afifah melingkarkan tangannya di pinggang Aisyah.


“Hamil.” Mata Aisyah melotot dan Afifah mengangguk.


“Jhonny ku sayang.” Aisyah berlari menuju ruang tengah dan memeluk Jhonny yang sedang terduduk di Sofa.


“Ada apa?” Jhonny dan Nathan serempak.


“Sayang, ayo kita kerumah sakit.” Aisyah masih berada di pelukan Jhonny.


“Aku juga punya istri.” Nathan beranjak dari sofa dan melihat Afifah tersenyum melihat Aisyah.


“Sayang, ada apa dengan kakak kamu?” Nathan memeluk Afifah.


“Sepertinya Kakakku hamil.” Afifah menyentuh wajah Nathan.


“Apa kamu juga hamil?” Nathan mengusap perut Afifah.


“Kita baru saja menikah sayang.” Afifah mencubit hidung Nathan dan melepaskan tangan suaminya, ia berjalan menuju Aisyah dan Jhonny.


“Apa kalian akan kerumah sakit?” tanya Afifah.


“Ya untuk memastikannya.” Aisyah masih memeluk Jhonny yang terdiam.


“Rumah sakit Nathan lebih dekat.” Afifah tersenyum.


“Ayo Jhonny kita kerumah sakit.” Aisyah menarik tangan Jhonny.

__ADS_1


“Kak, sebaiknya kita makan malam dulu.” Afifah melihat jam di tangannya.


“Masakan kita belum siap.” Aisyah memutar tubuhnya dan duduk di pangkuan Jhonny.


“Benar-benar pamer kemesraan.” Nathan kesal dan berjalan mendekati Afifah, ia mencium bibir istrinya di hadapan Jhonny dan Aisyah, mengejutkan semua orang.


“Apa yang kamu lakukan?” tanya Afifah pelan.


“Mencium istriku.” Nathan tersenyum.


“Kak, kita makan di luar saja.” Afifah menarik tangan Natahn menuju mobil.


“Kamu benar.” Aisyah menarik tangan Jhonny mengikuti Afifah dan Nathan.


“Satu mobil saja.” Afifah duduk di depan bersama dengan suaminya, Jhonny dan Aisyah di kursi belakang.


Mobil melaju menuju restoran mewah langganan Nathan, mereka mereka memilik meja dengan empat kursi dan memesan makanan. Affiah dan Nathan terlihat bersemangat keduanya memiliki selera yang sama yaitu seafood, begitu juga dengan Aisyah dan Jhonny memilih banyak menu makanan.


“Apa kamu benar-benar hamil?” Jhonny berbisik di telinga Aisyah.


“Kita akan tahu jawabannya setelah pergi kerumah sakit karena aku juga sudah lupa tanggal terakhir datang bulan.” Aisyah tersenyum dan memilih menu.


Nathan memanggil pelayan agar mencatat pesanan mereka dan tidak begitu lama makanan telah tersedia di atas meja dan tertata rapi. Nathan memperhatikan wajah cerah Afifah yangterlihat senag melihat makanan yang sangat menggugah selera begitu juga dengan Aisyah, wanita itu terlihat sangat lapar.


“Kak, bagaimana selera makan kamu?” Afifah melihat Aisyah.


“Aku sangat berselera.” Aisyah tersenyum.


“Sayang, ayo kita makan.” Afifah menyentuh tangan Nathan dengan lembut.


“Ya.” Nathan tersenyum dan memulai makan malam dengan membaca doa.


“Apa yang mau kamu makan?” tanya Jhonny mengejutkan Aisyah.


“Aku akan mencoba gulai ikan.” Aisyah mengambil ikan dan meletakkan di atas nasinya, ia memasukan satu suapan pada mulutnya dan perut mulai menolah. Wanita itu segera berlari menuju kamar mandi. Jhonny paik dan bingung, ia tidak tahu apa yang harus dilakukan.


“Kenapa? Apakah makanannya beracun?” Jhonny berdiri dan mengepalkan tangannya.


“Tenangkan Kak Jhonny, aku akan menyusul Kak Aisyah.” Afifah berbsik di telinga Nathan dan beranjak dari kursi.


“Hey, duduklah!” Nathan menarik tangan Jhonny.


“Aku akan menyusul Aisyah.” Jhonny berjalan cepat menuju kamar mandi wanita.


“Hey!” Nathan berteriak kesal dan menyusul Jhonny, ia melihat pria itu hanya mondar-mandir di depan pintu kamar mandi.


“Apa yang mau kamu lakukan?” tanya Nathan menyenderkan tubuhnya di dinding.


“Aku sudah menghubungi polisi agar menyelidiki restaurant ini.” Jhonny terlihat panik.

__ADS_1


“Cabut laporan kamu.” Nathan memegang tangan Jhonny.


“Mereka telah meracuni Aisyah.” Jhonny mencengram leher Nathan.


“Istri kamu sedang hamil dan muntah mual biasa terjadi pada tiga bulan pertama.” Nathan mendorong tubuh Jhonny ke dinding.


“Apa yang kalian lakukan?” Afifah melihat Nathan dan Jhonny berguling di lantai.


“Sayang, Jhonny melaporkan kasus keracunan.” Nathan melepaskan Jhonny.


“Kak Jhonny, cabut laporan Kakak, kita akan ke rumah sakit sekarang.” Afifah menopang tubuh Aisyah yang telah lemas karena perut yang terus kosong karena muntah. Jhonny melihat wajah Aisyah yang pucat, ia segera menggendong Asiyah menuju mobil Nathan.


“Sayang, ikuti mereka, aku akan melakukan pembayaran.” Nathan menyerahkan kunci mobil pada Afifah.


“Baiklah.” Afifah menyusul Jhonny dan Aisyah untuk membuka pintu mobil.


“Kemana Nathan?” Jhonny kesal.


“Sabarlah, Kak Aisyah baik-baik saja.”Affiah tersenyum melihat kekhawatiran Jhonny. Nathan berlari menuju mobilnya dan duduk di kursi pengemudi, mengendarai mobil menuju rumah sakit miliknya.


Mobil berhenti tepat di depan pintu utama rumah sakit, Nathan telah menghubungi dokter kandungan yang bertugas malam itu agar menunggu kedatangan mereka. Afifah dan Nathan berjalan bersama, Jhonny menggendong Aisyah mengikuti dari belakang. Seorang Dokter wanita telah menunggu di ruanganya.


Nathan dan Affiah menunggu di luar ruangan, mereka berdua menikamati pemandangan langit malam ditemani hembusan angin yang lembut. Afifah merebahkan kepalanya di pundak Nathan. Pria itu memeluk tubuh istrinya dari belakang.


Jhonny terus mendampingi Aisyah dengan perasaan khawatir, ia melihat perut istrinya yang diberikan jel dan sebuah alat yang di pegang oleh dokter wanita.


“Selamat, Anda atas kehamilan anda.” Dokter wanita melihat layar monitor yang menunjukkan janin dalam kandungan Aisyah.


“Lihatlah butiran kecil itu.” Dokter tersenyum.


“Jhonny, itu bayi kita.” Aisyah mengenggam tangan Jhonny yang diam membisu memperhatikan layar monitor. Pria itu tidak percaya dirinya akan menjadi ayah.


“Sayangku Jhonny.” Aisyah melihat mata tajam yang terus menatap butiran kecil yang ada di layar computer.


“Apa kamu bahagia?” Aisyah menarik tangan Jhonny, pria itu menganggung, ia mencium dahi istrinya seakan ingin mengatakan bahwa dirinya sangat bahagia.


Jhonny kembali menggendong Aisyah keluar dari ruangan Dokter, ia terus menatap wajah cantik istrinya tanpa berbicara sepatah katapun. Berjalan menuju mobil Nathan.


“Kak, bagaimana?” Afifah berlari mengejar Jhonny dan Aisyah.


“Aku hamil.” Aisyah tersenyum, air mata kebahagian mengalir membasahi wajahnya.


“Alhamdulilah, selamat Kak.” Affiah tidak bisa memeluk Aisyah yang berada dalam gendongan Jhonny.


Kebahagian datang bersamaan, Jhonny ingin selalu menjaga istri dan calon bayi yang ada di dalam kandungan. Ia tidak mau orang yang ia cintai berada dalam bahaya dan kesusahan seperti dirinya yang hidup di jalanan. Harta yang ia miliki akan menjamin kenyaman dan kenikmatan hidup di dunia.


***LoveYouAll***


Halo semuanya, berikan Like, Komentar dan Vote yaa, dukungan kalian sangat berarti buat Author, terimakasih. Baca Novel baru Author “ Balas Dendam Dalam Pernikahan”

__ADS_1


Baca juga Novel Author yang ada di Innovel/ Dream berjudul “Unforgettable Lady” dan Novel kakak ku Nama Pena “Fitri Rahayu” di Noveltoon. Terimakasih.


__ADS_2