Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Jhonny dan Aisyah


__ADS_3

Dokter Aisyah, masih sangat kesal dengan Jhonny, ia tidak bisa menghubungi Nisa, Sudah beberapa hari Dokter Aisyah tidak berbicara dengan Jhonny, namun Jhonny tetap bisa bersikap cool.


" Aku benar-benar Bosan, kenapa aku merasa di penjara?" Aisyah duduk di sofa ruang tamu.


Seorang pelayan mendekati Dokter Aisyah.


" Nona Aisyah, ada yang anda butuhkan?" tanya lembut pelayan wanita kepada Aisyah.


" Ada " jawab Aisyah ketus.


" Silahkan katakan Nona, kami siap melayani anda" pelayan memberi hormat.


" Bagaimana cara saya keluar dari penjara ini?" Aisyah menatap Pelayan.


" Maaf Nona, ini adalah istana Tuan Jhonny dan Anda adalah tamunya, Anda adalah wanita pertama yang masuk ke rumah ini sebagai teman Tuan Jhonny, selain dari Nona Viona " seorang pelayan paruh baya mendekati Aisyah.


" Baiklah, Terimakasih atas pelayanannya, tinggalkan saja saya sendirian" Aisyah menggerutu.


" Kenapa wajah kamu seperti itu ?" Jhonny berdiri di samping Aisyah.


" Aku mau kembali ke Desa !" Dokter Aisyah berdiri dan melotot ke arah Jhonny.


" Kamu tidak akan aman lagi berada di desa" tegas Jhonny.


" Kenapa kamu mengurung diri ku disini?" Aisyah kesal.


" Aku hanya menjalankan perintah Tuan Stevent untuk menjaga dirimu" Jhonny duduk di kursi dengan santai.


" Berikan nomor ponsel Stevent aku akan menghubunginya" Aisyah menadahkan tangan kepada Jhonny.


" Tuan Stevent sedang bulan madu di larang mengganggu" Jhonny menatap Aisyah.


" Ketika sedang marah ia terlihat imut dan lebih muda" suara hati Jhonny dan melihat tangan Aisyah.


" Bohong, aku tahu tadi pagi kamu berbicara dengan dirinya ketika melewati diriku" Aisyah menajamkan matanya.


" Tuan Stevent yang menghubungi saya" Jhonny memperhatikan Aisyah dari atas sampai ke bawah.


" Berikan ponsel mu , aku mau berbicara dengan Nisa atau Stevent" Aisyah mendekat kepada Jhonny yang berusaha menyembunyikan ponselnya.


Aisyah geram dengan Jhonny yang Tanpa ekspresi dan seperti tidak perduli dengan Aisyah yang dikurung di rumah membosankan.


Aisyah berusaha merebut ponsel Jhonny dengan perasaan emosi. Jhonny Terus berusaha menyembunyikan ponselnya agar tidak di ambil Aisyah.


Tanpa sadar Aisyah telah berada di atas Jhonny yang berbaring di atas Sofa menyembunyikan tangannya ke belakang.


" Berikan" Aisyah kesal.


Para pelayan mengintip dari balik tirai pembatas, mereka senyum - senyum melihat tingkah cool Jhonny yang sedang bermesraan dengan Dokter Aisyah, mereka tidak tahu sebenarnya itu bukan kemesraan melainkan pertengkaran.


" Wah, akhirnya Jhonny si muka jutek punya kekasih" Viona sedang merekam menggunakan ponselnya.


" Kekasih?" Jhonny dan Aisyah kompak dan saling pandang.


Menyadari dirinya di atas Jhonny Aisyah segera meloncat dari kursi turun ke lantai namun karena Jhonny yang juga berusaha beranjak dari kursi membuat Aisyah kesulitan hingga jatuh ke pelukan Jhonny.


" Ooh, so sweet" Viona terus merekam.


" Diam" Aisyah menekan tubuh Jhonny dengan kedua tangannya dan Jhonny terdiam, Aisyah turun perlahan dari atas tubuh Jhonny.


" Wah, wanita ini berani membentak Jhonny" Viona menatap Aisyah yang telah berdiri di hadapannya.


" Berikan ponsel mu!" perintah Aisyah meminta ponsel Viona yang telah mengcopy dan menyimpan Video pada file tersembunyi.


Viona menyerahkan ponsel kepada Aisyah, ia jadi penurut seperti Jhonny.


Aisyah segera menghapus video yang telah di rekam Viona dan mengembalikan ponsel kepada Viona.


Jhonny beranjak dari kursi merapikan jas miliknya dan berusaha menenangkan jantung yang berdetak kencang tidak beraturan.


Ini pertama kalinya Jhonny bersentuhan dengan wanita, berada sangat dekat, membuat perasaan Jhonny kacau.


" Aku akan ke kantor, Viona temani Dokter Aisyah di rumah dan tidak boleh pergi ke luar" Jhonny melihat Aisyah sekilas dan berlalu, ia memegang dadanya terasa aneh.


" Tunggu" Aisyah menghentikan langkah Jhonny membuat jantung Jhonny berdetak lebih kencang lagi.

__ADS_1


" Apa yang akan ia lakukan padaku?" Jhonny berbicara dengan dirinya sendiri.


Viona memperhatikan Aisyah dan Jhonny.


" Berikan nomor ponsel Stevent!" mendengar permintaan Aisyah Jhonny melanjutkan langkahnya secepat mungkin dan meninggalkan Aisyah dan Viona.


" Dasar Robot Manusia" gerutu Aisyah.


" Kamu baru beberapa hari bersama dirinya, dia memang Robot kakak ku " Viona melihat Jhonny yang menghilang dari balik pintu.


" Apakah kamu adik Stevent?" tanya Aisyah menatap Viona.


"Wanita ini memiliki aura yang berbeda" Viona bergumam.


" Mmm Ya dan aku teman Nisa" Viona mengulurkan tangannya kepada Aisyah.


" Dokter Aisyah" Aisyah menerima uluran tangan Viona dan tersenyum.


Mereka berdua duduk di atas sofa saling berhadapan.


" Apakah aku boleh meminjam ponsel kamu untuk menghubungi Stevent" Aisyah berbicara dengan lembut.


" Maaf Dok, Nomor Stevent ada 2, satu untuk keluarga dan satu lagi khusus untuk Jhonny dan Nisa, sekarang nomor keluarga tidak aktif" Viona memberikan wajah sedih.


" Maksud kamu, Jhonny lebih diutamakan daripada keluarga?" Aisyah bingung dan Viona hanya mengangguk.


" Aku sudah kangen Nisa " Viona merebahkan tubuhnya di sofa.


" Jadi hanya Jhonny dan Nisa yang punya kedua nomor Stevent?" tanya Aisyah lagi untuk menyakinkan diri dan Viona kembali mengangguk seperti boneka di dashboard mobil.


" Aku benar-benar harus mengambil ponsel Jhonny" gumam Aisyah dalam hati.


" Dok, kata Jhonny anda ahli pengobatan dan telah menyelamatkan Kakak ku dan Nisa?" tanya Viona bersemangat.


" Dengan izin Allah melalui saya " Aisyah tersenyum.


" Nona, makan siang sudah siap" seorang pelayan mendekat.


" Ayo kita makan" Aisyah menggandeng tangan Viona.


" Ah ternyata, dia selembut Nisa" Gumam Viona.


Setelah makan siang Aisyah dan Viona sholat Zuhur bersama. Mereka bercerita tentang pertemuan Stevent dan Nisa.


" Kakak ku sangat mencintai Nisa" Ucap Viona.


" Aku bisa melihat itu" Viona dan Aisyah tertawa bersama.


Hari telah petang seorang sopir datang menjemput Viona.


Aisyah kembali sendirian, para pelayan sibuk dengan tugas masing-masing.


Aisyah baru selesai mandi, aroma tubuh yang menyegarkan, wajah tanpa makeup terlihat segar, cantik bersih.


Ia duduk di sofa menunggu Jhonny,


" hah, kenapa Robot itu belum pulang!" Kesal Aisyah.


Terdengar adzan Maghrib, Aisyah kembali ke kamar untuk melaksanakan shalat Maghrib, Selesai sholat Aisyah membaca Alquran, Jhonny berjalan melewati kamar Aisyah, ia dapat mendengarkan suara merdu Aisyah Membaca Al-Qur'an, Jhonny berhenti di depan pintu kamar Aisyah, ia menikmati ayat - ayat suci Al-Quran yang dilantunkan Aisyah begitu menyejukkan dan menggetarkan hatinya.


Aisyah menyelesaikan bacaan dan menyimpan Al-Qur'an di atas lemari. Jhonny segera pergi dari depan pintu kamar Aisyah dan menuju kamar dirinya.


" Si Robot udah balik belum ya?" Aisyah membuka dan merapikan mukena.


Aisyah keluar dari kamar dan Menuju kamar Jhonny, ia mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


" Assalamualaikum, Jhon, apa kamu ada di dalam?" Aisyah menyapa dari luar pintu.


Jhonny telah membuka jas dan kemejanya, ia bertelanjang dada memperlihatkan otot-otot seksi dan celana yang telah terbuka ikat pinggang dan resletingnya.


Jhonny berjalan mendekati dan membuka pintu.


" Ada apa?" Jhonny dapat mencium aroma manis buah dari tubuh Aisyah.


" Aaaaaaa" Aisyah menutup matanya.

__ADS_1


Jhonny bingung, ia tidak bertelanjang tetapi kenapa Aisyah berteriak dan menutup matanya.


Akhirnya Jhonny tahu celananya yang telah terbuka memperlihatkan boxer berwarna putih.


Dengan cepat Jhonny menutup resleting dan memasang kembali ikat pinggang.


" Sudah " ucap Jhonny singkat, Aisyah membuka matanya perlahan.


" Apa kamu selalu seperti itu ketika ada yang menyapa?" Aisyah menatap sinis kepada Jhonny.


" Kamu orang pertama menyapa dan mengetuk pintu kamar ku" Jhonny menatap Aisyah.


" Baiklah, maafkan aku, tolong berikan aku nomor ponsel Stevent" Aisyah memberikan wajah memelas yang menggemaskan.


" Kenapa wanita ini seakan menggoda diriku" Jhonny berbicara dalam hati memandang wajah Aisyah.


" Masuklah" Jhonny membuka lebar pintu kamar.


" Tidak - tidak, aku akan menunggu kamu di ruang tengah" Aisyah tersenyum berharap Jhonny akan memberikan nomor ponsel Stevent.


" Kenapa? Apa kamu takut padaku?" tanya Jhonny dengan wajah datarnya seakan tidak terjadi apa-apa di dalam hatinya.


" Bukan muhrim, kita ngak boleh berduaan di dalam kamar, cepetan turun Robot" Aisyah berjalan menuruni tangga meninggalkan Jhonny yang kebingungan.


" Muhrim? apa itu?" Jhonny menutup pintu dan Menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Aisyah duduk di ruang tengah menunggu Jhonny, ia mengambil dan membaca buku tentang kesehatan.


Aisyah ketiduran di kursi, Jhonny sangat lama membersihkan diri.


Jhonny berjalan perlahan menuruni tangga, ia melihat Aisyah tertidur pulas di sofa, Jhonny memperhatikan wajah Aisyah dari dekat, ia meneliti setiap sudut wajah Aisyah tanpa ada yang terlewatkan.


" Cantik dan Manis" gumam Jhonny.


Aisyah dapat merasakan hembusan nafas Jhonny terasa hangat hingga membuat Aisyah terbangun dan membuka matanya.


" Aaaaa" Aisyah kaget, ia mendorong tubuh Jhonny Jatuh ke lantai.


" Hei, Robot, kamu ngapain?" Aisyah berdiri.


" What, Robot?" Jhonny beranjak dari lantai.


" Ya Robot, Aneh" Aisyah kembali duduk di sofa memilih tempat duduk yang jauh dari Jhonny.


" Kasar " gumam Jhonny terdengar oleh Aisyah.


" Untuk menghadapi pria tanpa perasaan seperti kamu memang harus kasar " Aisyah menatap Jhonny.


" Kenapa kamu ingin menghubungi Tuan Stevent?" Jhonny duduk di sofa depan Aisyah.


" Aku mau meminta kebebasan ku, aku tidak mau dikurung seperti tahanan dan di jaga seorang Robot" tegas Aisyah.


" Aku bukan Robot " Jhonny menatap Aisyah tetap tanpa ekspresi.


" Terserah, Sekarang berikan nomor ponsel Stevent!" perintah Aisyah.


" Tidak akan " ucap Jhonny berlalu meninggalkan Aisyah Menuju meja makan, ia sangat lapar karena belum sempat makan.


" Hei" Aisyah benar-benar kesal.


" Nisa, kapan kamu pulang" Aisyah memejamkan matanya.


*


*


*


********************************


" Thanks for Reading"


" **Terimakasih kepada Readers yang selalu meninggalkan Like dan komentar pada setiap episode"


" Terimakasih banyak atas Vote yang telah di berikan untuk Dokter Nisa"

__ADS_1


" Semoga Tuhan melipatgandakan rezeki Kita Semua, Aamiin"


♥️ Love You Readers 💓**


__ADS_2