
Operasi berjalan dengan lancar, Nisa Menuju sebuah ruangan untuk membersihkan diri dan menggantikan pakaian di temani seorang perawat yang menunggu di depan pintu.
Nisa segera keluar, ia menggeser pintu kaca dengan perlahan, seorang pria tampan bertubuh tinggi menunggu di depan pintu menggantikan perawat. Nisa sangat terkejut.
" Ya Tuhan" Nisa memegang dadanya.
" Omg, are you Nisa?" Pria berwajah oppa Korea menatap Nisa dengan senyuman lembut.
" Ya " Nisa melihat wajah pria di depannya
" Oh My God, You are My Angel " Pria berjas putih hampir berteriak, mendekatkan wajahnya, memperhatikan wajah Nisa, ingin sekali ia mencubit dagu runcing dan memeluk Nisa.
" Min Jook, " Nisa tersenyum, pria Korea satu angkatan dengannya ketika kuliah, walaupun usia mereka berbeda karena Nisa yg selalu mengikuti kelas akselerasi.
Min Jook adalah Pria pendiam dan pemalu, namun ia selalu mendekati Nisa, ia sangat senang melihat cara Nisa berpakaian begitu tertutup.
Nisa yang ramah membuat Min yang pemalu menjadi temannya hingga lulus dan berpisah tanpa kabar.
Awalnya Min Jook tidak tertarik untuk menjadi Dokter bedah hanya mengikuti perintah dan paksaan orang tuanya, tetapi ketika ia melihat seorang wanita sangat cantik cerdas dan usia yang masih muda untuk pertama kalinya, Min Jook berkata:
" She is My Angel" Nisa menjadi penyemangat Min Jook.
Min Jook juga meminta Nisa untuk memanggilnya Oppa dengan alasan Usia Min lebih tua.
Kekaguman Min dengan cara berpakaian, sikap dan senyum ramah Nisa, membuat Min selalu menyimpan rasa cintanya, karena Nisa selalu berkata " No dating"
" Come with me !" Min menarik tangan Nisa dengan tiba - tiba sehingga Nisa tidak sempat menolak.
Min Jook membawa Nisa ke ruangannya.
" Ini ruangan saya " Min menunjukkan ruangan miliknya kepada Nisa.
" Wow, Keren " Nisa bertepuk tangan untuk Min.
" My Angel, Bagaimana kabar kamu ?" Min, mengambil jus buah dalam kemasan kaleng dari lemari pendingin mengeringkan dengan Tisu, memberikan kepada Nisa dan duduk di Sofa saling berhadapan.
" Aku baik, bagaimana dengan dirimu?" tanya Nisa membuka kaleng jus miliknya.
" Aku masih tetap merindukan dirimu" Min meneguk minumannya, Nisa tersenyum, ia sudah terbiasa mendengarkan kata pujian, rayuan atau bahkan gombalan dari pria yang ia temui.
" Aku juga merindukan Oppa manja seperti dirimu" Nisa meneguk jus buah.
" My Angel, bolehkah aku meminta nomor ponsel kamu?" Min Jook menatap Nisa
" ya" jawab Nisa, ia berpikir, apa yang akan dilakukan pria posesif itu.
" Aku harus mengirim pesan kepada pria posesif " Nisa berbicara dalam hati, ia segera mengambil ponsel di dalam tas dan mengetik pesan. Ia mengirim pesan ke 4 orang sekaligus.
" Aku masih berbicara dengan Dokter Bedah di ruangannya" pesan terkirim
" Are you married ?" tanya Min Jook
" Not yet" Nisa tersenyum
Mereka berbincang dengan santai, ditemani seorang wanita asisten Min yang baru saja masuk ruangan.
Min Jook menceritakan dengan bangga kepada Assistennya.
Nisa adalah Dokter bedah termuda dan terbaik di kampus. Nisa berhasil melakukan operasi pasien gawat darurat korban kecelakaan. Dengan kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa, Nisa dapat memperhitungkan dengan tepat.
****
"** Keluarga Tuan Kenzo" seorang perawat memanggil didepan pintu.
" Kami suster" Abi berdiri di ikuti yang lainnya.
" Tuan Kenzo telah di pindahkan ke ruang rawat nomor satu, mari ikut saya" perawat berjalan mendahului dan diikuti Abi, Umi, Viona dan Stevent.
__ADS_1
" Oh, pasti Nisa telah bersama Kenzo di ruangannya, menjaga dan merawatnya seperti ia merawat ku " Hati Stevent berbicara dengan dirinya, mengepalkan tangannya.
Viona sangat bersemangat dan dapat di lihat oleh Stevent yang tersenyum.
" Akan ku buat Kenzo menikah dengan Viona, Nisa pasti setuju " Stevent puas dengan rencananya.
Mereka berjalan bersama, Abi dan Umi berpegangan tangan, diikuti Viona, Stevent berjalan paling belakang, ia ingin melihat apa yang dilakukan Nisa di dalam sana.
Perawat membukakan pintu, Ruangan yang cukup Luas, terdapat lemari pendingin, Tv, sofa, lemari pakaian dan perlengkapan lainnya.
Kenzo berbaring di atas tempat tidur, ia tersenyum melihat Abi dan Umi, Ia tidak mengenal Stevent, sedangkan Viona ia hampir sudah lupa karena hanya bertemu satu kali.
" Assalamualaikum Kenzo," ucap Abi dan Umi bersamaan.
" Waalaikumsalam" Kenzo menjawab dengan senyuman, Membuat wajah imut Viona Merah merona, di mata Viona wajah teduh dan senyum ramah dari wajah tampan Kenzo bagaikan malaikat yang turun dari langit.
Stevent melihat sekeliling ia mencari Nisa namun tidak menemukan wanita yang ia cari.
" Mungkin ia masih di dalam kamar mandi " pikir Stevent dan melihat pintu kamar mandi yang tertutup.
" Nisa dimana Bi?" Kenzo bertanya dan membuat Stevent secepat kilat menatap tajam ke arah Kenzo, Viona melihat Stevent dengan khawatir.
Viona berjalan mendekati Kenzo.
" Halo kak Kenzo, apakah kakak masih ingat Viona?" Viona berdiri di samping Kenzo tersenyum.
" Maafkan saya" Kenzo tersenyum, ia memang tidak pernah berniat untuk mengenal atau mengingat wanita lain selain Nisa.
" Tidak apa kak, aku teman Kak Nisa, kita cuma bertemu satu kali di rumah Sakit " Viona tersenyum menyembunyikan kekecewaannya.
" Maaf semuanya, Tuan Kenzo harus beristirahat pasca operasi" seorang perawat mendekati mereka.
" Baiklah Kenzo beristirahat lah" Abi mencium dahi Kenzo yang tersenyum bahagia.
Mereka semua keluar dari ruangan Kenzo.
Stevent segera keluar dan membuka pesan dari Nisa. Matanya melotot.
" Suster di mana ruang Dokter Bedah yang melakukan operasi Kenzo " Stevent bertanya kepada perawat yang baru saja keluar dari ruangan Kenzo.
" Oh Dokter Min Jook" perawat tersenyum kepada Stevent, ia sangat kagum dengan kesempurnaan wajah Stevent.
" Apa, pria lain lagi" Stevent menggerutu di dalam hati.
" Mari Tuan saya antar Anda" Perawat berjalan menuju ruangan Min Jook diikuti Stevent.
" Suster bisakah anda berjalan lebih cepat?" Stevent benar-benar memiliki kesabaran yang tipis.
" Tentu Tuan" Perawat segera mempercepat langkahnya.
Mereka berada di depan pintu ruangan Min Jook. Perawat akan mengetuk pintu. Ingin rasanya Stevent mendobrak pintu kaca di depannya.
" Apakah mereka cuma berdua didalam sana" pikiran Stevent
Pintu terbuka, Nisa sudah bersiap untuk keluar ruangan, ia berdiri berdua dengan Min Jook sedangkan assisten Min berada di belakang.
Min Jook masih berbicara dengan Nisa, mereka tidak tahu ada Stevent dan suster.
" My Angel, kamu semakin cantik saja " Min Jook terus memuji Nisa tanpa puas.
Seorang pria yang dari tadi menahan emosi segera menarik tangan Min dan mendaratkan pukulan di wajah putih mulus Min Jook.
Min Jook tersungkur kelantai. Nisa segera menahan tangan Stevent yang akan menambahkan pukulan pada Min Jook.
Assisten dan perawat segera membantu Min Jook, mereka sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Stevent.
" Ya Tuhan, apa yang kamu lakukan, Pria cerdas menggunakan ototnya dalam bertindak " Nisa memegang kedua tangan Stevent dan melihat wajah Stevent.
__ADS_1
" Apa kamu tahu, ketika aku bersama kamu, otakku Tidak Bekerja " Stevent berbicara serius menatap Nisa, namun perkataan Stevent membuat Nisa tertawa.
Nisa memutar tubuhnya.
" Min, Are you okay?" Nisa melihat Min Jook berusaha berdiri di bantu dua orang wanita.
" ya" Min Jook melihat Stevent
" Terimakasih untuk hari ini, dan tolong maafkan kecerobohan pria ini" Nisa menoleh sekilas ke arah Stevent.
Min Jook hanya mengangguk.
" Aku permisi dulu, sampai berjumpa lagi lain waktu" Nisa menarik tangan Stevent berjalan meninggalkan Min Jook penuh pertanyaan.
Stevent tersenyum melihat Nisa memegang tangannya dan senyumnya hilang ketika Nisa telah melepaskan tangannya.
Nisa membalikkan tubuhnya menghadap Stevent.
" Apakah kamu sangat suka memukul orang?" Nisa menatap tajam Stevent.
" Tidak" Jawab Stevent santai tanpa bersalah. Karena memang Stevent jarang memukul orang itu biasa dilakukan anak buahnya.
" Tapi setiap bersama ku kamu seakan ingin memukul semua orang" Ucap Nisa
" Tidak semuanya, hanya pria yang dekat-dekat dengan dirimu , Bahkan Kenzo yang sedang terbaring pun tidak segan untuk ku pukul " Stevent mendekatkan matanya pada mata Nisa.
" Ohya, Viona menyukai Kenzo" lanjut Stevent ingat dengan rencananya, ia duduk di kursi tunggu.
" Benarkah" tanya Nisa, ia tidak heran jika Viona menyukai Kenzo karena ada banyak wanita yang mengantri untuk mendapatkan cinta Kenzo.
"Mmm dan juga tidak ada lagi berjumpa lain waktu dengan pria Korea itu" Stevent memegang tangannya
" Aku akan melihat kak Kenzo" Nisa berjalan dan langkahnya terhenti, Stevent menarik tangannya dan berdiri.
" Aku akan bersama kamu dan katakan padanya kita akan segera menikah" Stevent berbisik di telinga Nisa.
Mereka berjalan bersama menuju kamar Kenzo, Nisa membuka pintu perlahan ia melihat Kenzo sedang tidur, dan melirik Stevent yang berada di belakangnya.
" Ia tidur " ucap Nisa dan kembali menutup pintu.
" Kemana Abi, Umi dan Viona ?" tanya Nisa pada Stevent.
" Mereka sedang makan siang" Stevent duduk di kursi tunggu.
" Apa kamu tidak makan?" tanya Nisa lagi.
" Aku menunggu kamu" jawab Stevent melihat ke atas
" Ayo kita makan, bukankah malam ini kita akan pulang " Nisa berjalan meninggalkan Stevent menuju restoran di lantai bawah.
" benarkah" Stevent sangat bahagia, ingin rasanya ia memeluk Nisa dari belakang dan menggendongnya sampai ke lantai bawah.
Nisa mendapatkan pesan dari Jhonny, ia telah mempersiapkan tiket pesawat untuk kepulangan mereka.
*
*
*
*******************************************
Thanks for Reading 😊
selalu tinggalkan komentar dan Like ♥️
Love you readers 💓
__ADS_1