Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Kegelisahan Stevent


__ADS_3

Pukul 7 Malam.


Umi menghubungi ponsel Nisa namun tidak aktif, Ia menghubungi nomor pengurus pesantren, menanyakan keberadaan Nisa dan pengurus pesantren tidak melihat Nisa sama sekali hari ini.


Umi mulai khawatir, ia menaiki tangga melihat kamar Nisa yang masih gelap tanpa lampu, Umi segera menyalakan lampu kamar.


Umi kembali turun ke ruang tengah.


" Abi, Nisa di mana?" Umi mulai khawatir


" Maksud Umi ? tadi Abi tanya kata Umi Nisa di Asrama santriwati " Abi menatap Umi penuh tanda tanya.


"Ia tadi sore sebelum sholat ashar Nisa pamit ke pesantren , Umi pikir Nisa masih disana, Umi baru mencari Nisa selesai sholat Magrib dan membaca Alquran" Umi memandang Abi bingung.


" Umi tunggu di rumah, Abi akan bertanya kepada semua santri dan santriwati, sekalian Abi sholat Isya di masjid " . Abi beranjak dari kursi, pamit kepada Umi dan berjalan keluar menuju pesantren.


Umi duduk di ruang tamu dalam kegelisahan, ia tidak tahu harus bertanya kepada siapa, Nisa tidak pernah pergi- pergi hangout, Nisa tidak pernah nongkrong bareng teman.


Ia selalu menghabiskan waktu liburannya untuk membantu orang yang membutuhkan.


Azan isya telah berkumandang, Umi segera mengambil wudhu dan melaksanakan shalat, ia memohon petunjuk kepada Allah, Mohon perlindungan untuk putrinya, berharap Nisa dalam keadaan baik.


****


Keluarga Stevent telah siap berangkat menuju rumah Nisa, mereka menggunakan 4 mobil, Stevent dengan mobil sport miliknya, Papa, Mama , dan Viona dengan mobil keluarga. Jhonny dengan mobil berwarna putih berisi berbagai hadiah. Dan satu lagi adalah Mobil membawa makan malam mewah.


4 Mobil mewah telah terparkir rapi di pinggir jalan depan rumah Nisa. Para pelayan pria segera turun dan membuka pintu mobil untuk majikan mereka.


Stevent berjalan pertama sekali menuju rumah Nisa. Ia mengucapkan salam Umi dan Abi telah menunggu di depan pintu dan menyambut kedatangan keluarga Stevent.


Mereka saling bersalaman dan berkenalan. Para pelayan membawa masuk makanan dan menyusun rapi di atas meja makan dengan 6 kursi.


Mama dan Stevent melihat ke segala arah, mereka tidak melihat Nisa.


Setelah tidak terlalu lama bercengkerama, membahas tentang pernikahan Nisa dan Stevent yang akan dilaksanakan 2 kali, pertama di rumah keluarga Stevent dan yang kedua di pesantren.


Stevent mulai gelisah, kenapa ia tidak melihat Nisa, ia juga melihat Umi yang tampak gugup dan tidak tenang seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu.


Stevent sudah tidak sabar lagi.


" Dimana Nisa" suara nyaring Stevent membuat semua terdiam.


" Sayang " Mama mengusap pundak Stevent.


" Stevent ada apa dengan kamu" mata papa emosi


" Aku tidak melihat Nisa, itu membuat ku khawatir" Stevent menatap tajam ke arah Umi yang menggenggam tangan Abi.


Abi Menarik nafas panjang


" Saya menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya" suara Abi pelan


Wajah Stevent mengeras, ia seakan sudah dapat menebak, sesuatu telah terjadi. Ia menunggu dan menatap tajam kepada Abi.


Seandainya Abi bukan orang tua Nisa pasti Stevent telah mencengkram leher Abi untuk segera berbicara.


" Nisa hilang dan baru tahu waktu sholat isya"


Abi berbicara dengan penekanan.


Stevent beranjak keluar dari ruangan tanpa permisi


" Jhonny!" teriaknya


" Steve " Mama memanggil Stevent.


" Kalian tentang saja, aku akan membawa Nisa kembali " Mata Stevent memerah penuh amarah ia berjalan menuju mobilnya di ikuti Jhonny.


Stevent mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, ia tidak perduli dengan keramaian jalanan.


Stevent memarkirkan mobilnya di halaman sebuah gudang di perusahaan miliknya, Gudang yang di lengkapi dengan peralatan elektronik canggih, layar monitor yang berhubungan dengan beberapa kamera.

__ADS_1


Beberapa ahli komputer dan mesin berada di gudang. Stevent masuk ke ruangan pribadinya diikuti Jhonny.


" Hubungi semua orang mu!" perintah Stevent


Jhonny segera menghubungi semua orang yang bertugas mengawasi Nisa dan anak buah lainnya.


Tak berapa lama mereka telah berkumpul di lantai bawah gudang.


Stevent menuju ruangan komputer yang terhubung dengan cctv di daerah rumah Nisa.


Ia menyuruh petugas yang bekerja untuk menyingkir. Stevent tidak sabar lagi untuk mencari Nisa, ia harus memeriksa sendiri rekaman cctv.


Stevent melihat rekaman cctv yang terhenti pada kepulangan Stevent dari rumah Nisa.


" Apa CCTV mati ?" Stevent mengepalkan tangannya dengan kuat. Para petugas mulai khawatir dan ketakutan.


" Cek lokasi GPS ponsel Nisa !" perintah Stevent


" Maaf Tuan, GPS mati, mereka telah merusaknya "


Jiwa Iblis dalam diri Stevent yang selama ini telah tertidur sejak bertemu dengan Nisa seakan telah bangun kembali.


Stevent berjalan menuju ruang bawah dimana tempat ank buah Jhonny telah berkumpul.


" Katakan kepada ku siapa terakhir kali melihat Nisa ? Cepat maju ke depan atau aku akan memukul dan membunuh kalian semua" Stevent berteriak penuh emosi.


" Tuan, yang mengawasi Nona Nisa Harini belum datang " seorang memberanikan diri menjawab


" Apa !" Stevent memegang kepala, ia benar-benar frustasi.


Jhonny segera menghubungi nomor ponsel 2 anak buahnya yang mengawasi Nisa namun tidak terhubung.


" Jhonny kerahkan banyak anak buah mu, periksa setiap sudut, kota ini !" perintah Stevent, ia berjalan kembali ke ruangan.


" Nisaaaaa, kamu dimana?" Stevent berteriak di ruangannya, ia menghancurkan semua barang-barang yang ada di dekatnya.


Jhonny hanya menatap kasihan kepada Stevent dari balik dinding kaca. Selama berada di sisi Stevent, ini pertama kalinya ia melihat Stevent seakan hancur tak berdaya, seperti pria kebingungan yang kehilangan ingatannya.


" Tuan " Jhonny berucap khawatir


" Katakan !" Mata Stevent memerah wajahnya sangat menyeramkan siap memangsa setiap orang yang mendekatinya.


" Orang yang membawa Nona Nisa adalah orang yang memiliki banyak koneksi seperti Anda " Jhonny berusaha berkata dengan tenang.


" Nathan " Stevent kembali menghamburkan barang - barang yang tersisa di atas meja.


" Cari tahu keberadaan Nathan !"


" Sudah Tuan, Nathan hilang bersamaan dengan Nisa " jelas Jhonny


" Cari Nayla ! "


Jhonny segera menghubungi Nayla, ia berbicara beberapa kalimat.


" Tuan, Nayla mau bertemu dengan Anda" Jhonny memutuskan sambungan panggilan.


" Apa dia sudah bosan hidup?" Stevent memberikan senyuman Devils kepada Jhonny.


" Nona Nayla berkata ia tahu di mana Nona Nisa "


" Dimana ia ingin bertemu ?" tanya Stevent


" Club malam NN ( Nathan n Nayla ) " jawab Jhonny.


" Baiklah, lakukan yang terbaik" Stevent segera keluar dari gudang


" Siap Tuan "


Stevent mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju club malam NN, ia memarkirkan mobilnya di parkiran VIP.


Beberapa penjaga mendekati Stevent mereka menggeledah tubuh Stevent yang terus menahan emosi.

__ADS_1


Stevent berjalan memasuki club menuju ruangan VIP pribadi milik Nayla.


Herry menunggu Stevent di depan pintu, ia membukakan pintu untuk Stevent.


Stevent masuk ke dalam ruangan yang hanya ada Nayla dan beberapa botol minuman alkohol.


Nayla berpakaian sangat seksi, mini dress berwarna merah terang setengah paha, dengan belahan dada yang panjang sehingga menampakkan bukit kembar yang seakan mau keluar. rambut tergerai menyentuh bahu


Nayla duduk di atas Sofa dengan menyilang kan salah satu kakinya di atas kaki yang lainnya.


Paha putih mulus terlihat jelas sangat menggoda, Namun di mata Stevent itu sangat menjijikkan, ingin rasanya Stevent meludah.


Stevent berdiri di depan pintu yang telah tertutup, ia melihat Nayla dengan tatapan tajam.


" Kemarilah Tampan " Nayla menjentikkan tangannya, ia tersenyum bahagia. Stevent akhirnya datang menemuinya, Pria yang sangat ia cintai dan Talah menghina di hadapan banyak orang.


Stevent berjalan mendekat berdiri di depan Nayla.


" Katakan di mana Nisa ?" Nayla merasakan sakit di hatinya ketika mendengar nama wanita yang tidak seksi sama sekali. Tapi membuat Stevent dan Nathan tergila-gila.


Nayla berjalan dengan menaiki meja, sehingga posisi ia lebih tinggi dari Stevent. Nayla melingkari kedua tangannya di leher Stevent. Sedikit membungkukkan badannya sehingga bukit kembar menampakkan diri dengan sempurna.


Nayla mendekat bibirnya pada bibir Stevent dan akan mencium Stevent. Namun belum sampai bibir Nayla, Stevent telah mendorong kasar tubuh Nayla hingga ia terhempas ke sofa.


"Auw' Nayla berteriak kesakitan. Stevent melangkah Meja naik ke atas sofa ia mencekik leher Nayla.


" Aku hanya akan mencium dan menyentuh Nisa , bukan wanita menjijikkan seperti dirimu " Stevent mengencangkan cekikan tangannya


" Katakan Dimana Nisa " mata Stevent memerah, ia sangat marah dan tak sadar ia telah membuat Nayla kesulitan bernapas, dan jatuh pingsan. Stevent melepaskan tangannya.


" Baguslah kau pingsan jika tidak kau akan anti ditanganku !" Stevent berjalan keluar pintu ia melihat Herry sekilas. Jhonny bersama anak buah sudah menunggu Stevent di luar club.


" Tuan, Nona Nisa di culik Tuan Nathan" Jhonny berbisik.


" Kembali ke gudang !"


Stevent yakin Nathan tidak akan menyakiti Nisa. Namun Stevent lebih khawatir lagi Nathan akan menyentuh Nisa.


Nathan adalah pakar obat, ia berhasil menciptakan beberapa jenis obat baru yang tidak di jual beli secara bebas.


Selain bisnis jual beli organ tubuh, Nathan juga menjual obat buatannya sendiri. Obat di pesan secara rahasia sesuai permintaan pelanggan dengan harga yang sangat mahal.


Nathan menguasai beberapa rumah sakit swasta dan pemerintah.


Stevent khawatir Nathan akan memberikan Nisa Obat yang akan membuat Nisa jatuh cinta pada Nathan dan melupakan dirinya.


" Aku bisa Gila " Stevent menarik rambutnya dan mengusap kasar wajahnya


" Nisa, kembalilah padaku, apa aku harus menghancurkan kota ini untuk menemukan dirimu" Stevent frustasi, harta dan kekuasaan yang ia miliki seakan tak berguna ketika kehilangan seorang yang ia cintai.


Nisa adalah Cinta pertama pada pertemuan yang tak terduga, Stevent tidak pernah bertemu dengan wanita Sempurna seperti Nisa, Dunia mereka yang berbeda membuat mereka bertemu dengan cara yang berbeda.


Malam semakin larut, Stevent belum berhasil menemukan Nisa, ia terus berada di ruangan komputer. Memantau semua jalan, dan jalur perhubungan.


Stevent tidak tidur begitu juga dengan Jhonny dan anak buahnya. Tidak ada yang berani tidur, semua meminum kopi untuk menghilangkan rasa kantuk.


***


*


*


*


😍 Thanks for reading 😊


Dukung terus Author ya, Berikan Vote , komentar dan Like ♥️


💓terimakasih 😍


💓 Love You Readers ♥️**

__ADS_1


__ADS_2