Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Cemburu Jhonny


__ADS_3

(❤️ FAVORIT LIKE KOMENTAR VOTE BINTANG 5 😘 PENYEMANGAT UPDATE 💪)


Laboratorium Nathan.


Aisyah terlihat cantik dengan jas laboratorium yang ia gunakan, jilbab rapi berada di dalam jas. Celana jeans hitam dan kemeja berwarna putih, ia tidak menggunakan gamis ketika berada di dalam laboratorium.


Ada dua pria tampan berada di kiri dan kanan Aisyah, Nathan dan Valentino.


Mereka bertiga sangat fokus dengan penelitian yang mereka lakukan.


Waktu mereka hanya 1 bulan lagi, Nathan berharap formula selesai sebelum satu bulan habis.


Nathan tidak mau menjadikan Nisa sebagai percobaan, ia mau benar-benar mendapatkan formula yang langsung berhasil.


Waktu makan siang telah tiba, mereka bertiga harus beristirahat.


Mereka telah bersama selama dua bulan, Aisyah merasa kasihan melihat Nathan yang menghabiskan hari-harinya untuk Nisa.


"Nathan, sebaiknya kamu istirahat." Aisyah mendekati Nathan.


"Tidak apa, Dokter Aisyah, anda boleh beristirahat." Nathan tersenyum tampan.


Valentino memerhatikan Nathan, ia bisa melihat cinta berlebihan dari Nathan untuk Nisa.


"Kak Nathan, bagaimana kita makan bersama, satu bulan lagi kita akan berpisah." Valentino menepuk pundak Nathan.


"Baiklah." Nathan segera membuka jas Laboratorium dan berjalan bersama menuju restoran di depan laboratorium.


Mereka makan siang bersama, pada satu meja yang dekat dengan pintu dan jalanan.


Aisyah memperhatikan jalanan, ia melihat pria dan seorang anak remaja, menyebrang jalan keluar dari mall.


"Jordan." Aisyah beranjak dari kursi dan berlari ke jalanan.


"Kak Aisyah." teriak Valentino.


"Dokter Aisyah dan mau kemana?" tanya Nathan.


"Entahlah, sepertinya aku mendengar dia menyebutkan nama Jordan." ucap Valentino berlari menyusul Aisyah.


Aisyah berada di pinggir jalan, ia bisa melihat seorang pria yang sangat mirip Jordan merangkul seorang anak remaja.


"Jorrdaaaaan." Aisyah berteriak di tengah keramaian kota.


"Apa yang ia lakukan seperti orang linglung, itu sangat berbahaya." seorang pria memperhatikan dan berjalan mendekati Aisyah.


Sebuah Mobil melaju dengan kecepatan tinggi hampir menabrak Aisyah yang sedang mengejar pria mirip Jordan.


Samuel segera menarik tangan Aisyah, hingga jatuh di pelukan Samuel.


"Apa kamu mau mati?" bentak Samuel.


"Jordan, aku melihat Jordan." Aisyah terlihat shock.


"Kak Aisyah." Valentino berlari disusul oleh Nathan


Samuel segera menggendong Aisyah yang tidak sadarkan diri. Air mata mengalir membasahi wajahnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Nathan.


"Samuel." Nathan heran.


"Ia hampir di tabrak mobil." ucap Samuel.


"Bawa ke laboratorium, Valentino, ikutlah dengan Samuel, aku harus membayar makanan kita." ucap Nathan.


"Baiklah." Valentino mengikuti Samuel yang mengendong Aisyah menuju klinik laboratorium.


Samuel melepaskan tubuh Aisyah di atas tempat tidur.


"Apa yang terjadi kepada kak Aisyah?" tanya Valentino kepada Samuel.


"Aku tidak tahu, aku melihat ia berlari ke jalanan dan memanggil sebuah nama Jordan." Jelas Samuel.


"Apa, tidak mungkin ia melihat Jordan." Valentino khawatir.


"Siapa Jordan?" tanya Samuel.


"Sahabat masa kecil Dokter Aisyah." jawab Valentino.


Nathan berjalan mendekat Valentino dan Samuel.


"Biarkan dia beristirahat." ucap Nathan.


"Aku akan menemani Dokter Aisyah." Ucap Valentino.


"Baiklah, Samuel ikutlah denganku." Nathan merangkul Samuel dan berjalan keluar , dan menuju ruangan Nathan.


"Hey, bukankah dia wanita yang kamu ceritakan kepada ku?" tanya Samuel.


"Iya, Dia sangat cerdas dan hebat dalam pengobatan herbal." Nathan memuji Aisyah.


"Apa kamu menyukainya?" tanya Samuel.


"Tidak ada yang bisa menggantikan posisi Nisa di hatiku." Nathan tersenyum.


"Dia terlihat manis dan cantik." ucap Samuel.


"Apa kamu menyukainya?" Nathan balas bertanya.


"Aku selalu suka melihat wanita berjilbab dan cerdas." ucap Samuel duduk di sofa.


Nathan membuka lemari pendingin, mengambil minuman dalam kemasan kaleng dan memberikan kepada Samuel.


"Berarti kamu juga suka Nisa." Nathan menatap Samuel yang terdiam dan salah tingkah.


"Aku hanya mengagumi dirinya." Samuel tersenyum.

__ADS_1


***


Valentino berusaha membangun Aisyah dengan memercikkan air pada wajah Aisyah dan minyak angin pada hidungnya.


Aisyah membuka matanya perlahan dan melihat wajah Valentino.


"Valentino, Aku melihat Jordan." ucap Aisyah pelan.


Valentino hanya bisa diam, karena sampai saat ini jenazah Jordan belum ditemukan.


"Mungkin hanya wajah yang mirip." ucap Valentino menenangkan Aisyah.


"Kamu benar, tetapi entah mengapa aku yakin itu adalah Jordan." Aisyah berusaha duduk.


"Ponsel Kak Aisyah terus berdering." Valentino menyerahkan ponsel Aisyah.


"Jhonny." ucap Aisyah.


"Aku akan keluar Kalian bisa berbicara berdua" Valentino meninggalkan Aisyah.


Ponsel kembali berdering, seseorang di sebrang seakan tidak sabar menunggu Aisyah untuk menerima panggilan darinya.


Aisyah tersenyum, kadang ia merasa tingkat Jhonny lucu dan kadang menyebalkan.


Aisyah menggeser kan icon hijau untuk menerima panggilan dari Jhonny.


Wajah datar tanpa ekspresi terlihat di layar ponsel.


"Kamu kemana saja?" tanya Jhonny tanpa melihat layar.


"Aku sedang makan siang." ucap Aisyah menahan tawa.


"Aku menunggu dirimu untuk makan siang, sekarang aku kelaparan." ucap Jhonny tanpa ekspresi.


"Makanlah aku akan menemani dirimu." ucap Aisyah tersenyum.


"Makanan ku sudah dingin." ucap Jhonny menarik baki makanan di atas mejanya.


"Apakah Aku harus menghangatkan untuk kamu?" tanya Aisyah.


Jhonny segera menyantap makanannya.


"Dokter Aisyah, apa Anda baik - baik saja." tanya Samuel.


"Ya, Terimakasih telah membantu saya, dan maaf telah merepotkan Anda." Aisyah menelungkup ponselnya di atas tempat tidur tanpa memutuskan panggilan.


Jhonny dapat mendengarkan suara seorang pria yang berbicara dengan Aisyah.


Selera makan Jhonny hilang seketika, sehingga ia merasa telah kenyang.


"Apa yang anda pikirkan sehingga Anda berlari ke jalanan dan terlihat shock sehingga saya harus mengendong anda sampai kemari." ucap Samuel tersenyum.


"Sekali lagi saya benar-benar minta maaf." Aisyah merasa bersalah.


Jhonny menggenggam erat ponselnya, ia mendengarkan calon istrinya berbicara dengan pria lain.


Yang paling menyakitkan adalah pria itu mengatakan ia menggendong Aisyah.


"Semoga Anda segera sembuh dan bisa menyelesaikan proyek ini dengan cepat." ucap Samuel.


"Terimakasih Tuan." ucap Aisyah tersenyum.


"Beristirahat lah, saya permisi." ucap Samuel meninggalkan Aisyah.


Valentino dan Nathan telah kembali ke laboratorium, mereka melanjutkan pekerjaan yang telah terhenti untuk makan siang.


Aisyah melihat layar ponselnya yang telah mati.


"Apa Jhonny sedang sibuk?" tanya Aisyah dalam hatinya.


Aisyah turun perlahan dari tempat tidur dan berjalan menuju ruang laboratorium.


"Kak Aisyah kembali saja ke rumah, aku dan Tuan Nathan akan menyelesaikannya." ucap Valentino.


"Valentino benar, kita hampir selesai." Ucap Nathan.


"Baiklah, maafkan aku." ucap Aisyah.


"Tidak usah khawatir kita akan menyelesaikan formula sebelum satu bulan ini habis." ucap Nathan bersemangat.


"Beristirahatlah." Valentino tersenyum.


Aisyah berjalan pelan keluar dari ruangan laboratorium, ia bertemu Samuel yang bersiap untuk pulang.


"Tuan, siapa nama Anda?" tanya Aisyah.


"Samuel." jawab Samuel tersenyum.


"Sekali lagi maafkan saya dan terima kasih." ucap Aisyah.


"Anda harus membayar dengan mentraktir saya minum kopi di cafe sebelah sana, bagaimana?" tanya Samuel tersenyum.


"Baiklah." ucap Aisyah tidak enak untuk menolak.


Aisyah dan Samuel berjalan bersama menuju cafe di samping laboratorium.


Seorang pria yang melacak lokasi Aisyah dengan ponselnya, melaju mobilnya dengan kecepatan tinggi bagaikan seorang pembalap di lintasan.


Mobil sport berhenti tepat di depan laboratorium, Jhonny memperhatikan posisi GPS pada ponselnya. Cafe di samping laboratorium.


Jhonny berjalan cepat menuju Cafe dan mencari Aisyah.


Sudah satu bulan ia tidak bertemu dengan Aisyah secara langsung dan hanya melakukan panggilan video.


Hari ini ia melihat Aisyah berdua dengan pria lain di sebuah cafe yang tidak pernah mereka lakukan.


Jhonny berjalan menuju sebuah meja tanpa sepatah kata ia langsung menarik kerah baju Samuel dan mendaratkan pukulan di wajah Samuel.

__ADS_1


Tidak ada kesempatan untuk Samuel melawan Jhonny terus memukul perut dan wajah Samuel.


Aisyah terkejut, ia tidak mengira Jhonny akan datang ke laboratorium yang berjarak cukup jauh dari perusahaan Stevent.


"Jhonny, hentikan!" teriak Aisyah, tetapi tidak dipedulikan Jhonny.


Samuel kebingungan, ia tidak tahu kesalahannya, sehingga ia harus menerima pukulan dari pria yang tidak ia kenal.


Aisyah berteriak berkali-kali, tetapi tetap tidak Jhonny hiraukan.


Ada perasaan takut untuk mendekati tetapi Aisyah kasihan kepada Samuel yang tidak bersalah.


Sehingga Aisyah memberanikan diri untuk memisahkan Jhonny dari Samuel.


"Duk, aw." siku Jhonny mengenai hidung Aisyah hingga berdarah.


"Aisyah." Jhonny berteriak.


"Apa yang kamu lakukan?" bentak Aisyah dan melihat jilbab putih telah berwarna merah.


Jhonny segera menggendong Aisyah dan membawa masuk ke dalam mobil.


"Turunkan aku." bentak Aisyah.


Jhonny tidak perduli, ia meletakan Aisyah di kursi penumpang dan memasangkan sabuk pengaman.


Wajah khawatir Jhonny terlihat jelas, ia kebingungan.


Aisyah mengambil tisu dan mengelap darah yang keluar dari hidungnya.


Jhonny segera memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga membuat Aisyah berteriak.


"Apa kamu mau membunuhku?" Aisyah kembali berteriak, tetapi lagi - lagi tidak Jhonny perdulikan.


Jhonny terus fokus pada jalanan, agar mereka segera sampai pada rumah sakit terdekat.


Mobil sport segera berhenti di depan pintu rumah sakit.


Jhonny membuka pintu mobil dan sabuk pengaman Aisyah, ia kembali mengendong Aisyah.


"Jhonny, apa yang kamu lakukan, turunkan aku." Aisyah kebingungan dengan tingkah Jhonny.


"Aku bisa berjalan, kakiku tidak sakit." Aisyah menekan suaranya agar tidak terdengar orang lain.


"Pria tadi boleh menggendong dirimu kenapa aku tidak." mata tajam Jhonny menatap pada Aisyah.


Aisyah terdiam, ia bingung bagaimana Jhonny bisa tahu Samuel menggendong dirinya.


Jhonny membawa Aisyah ke ruangan UGD, melepaskan di atas tempat tidur dan memanggil Dokter.


"Ah, dia cemburu." Aisyah tersenyum.


Dokter segera berlari menemui Aisyah dan melihat pasien baik - baik saja.


Jhonny membuat satu ruangan UGD panik, mengatakan wajah Aisyah berlumuran darah.


Aisyah baik - baik saja, darah keluar dari hidung karena benturan dengan siku Jhonny.


Setelah hidung Aisyah dibersihkan dan mendapatkan obat mereka boleh pulang.


Jhonny, mau menggendong Aisyah kembali.


"Jangan lakukan lagi!" Aisyah memelototi Jhonny.


Jhonny hanya terdiam, ia benar-benar merasa bersalah, tetapi bercampur darah rasa cemburunya.


Aisyah duduk di kursi penumpang dan diam, Jhonny memperhatikan Aisyah.


"Pulang ke rumah?" tanya Jhonny.


"Antarkan aku kembali ke laboratorium." ucap Aisyah tanpa melihat Jhonny.


Jhonny segera melajukan mobilnya melewati laboratorium dan menuju tempat tinggal Aisyah.


Aisyah turun dari mobil dan diikuti Jhonny, hingga masuk ke dalam rumah.


Jhonny duduk di sofa, ia memperhatikan rumah sederhana yang ditinggali Aisyah.


Aisyah masuk ke kamarnya, membersihkan diri dan mengganti pakaian.


Kembali ke ruang tamu dan melihat Jhonny masih duduk di sofa.


"Kamu tidak pulang?" tanya Aisyah yang terlihat lebih segar setelah selesai mandi.


"Aku akan menginap di sini." ucap Jhonny tanpa bersalah dan melihat layar ponselnya.


"Apa, ya Tuhan, apa yang kamu pikirkan?" tanya Aisyah.


"Kamu." jawab Jhonny melihat Aisyah.


"Kita belum boleh tinggal satu rumah." tegas Aisyah.


"Selama ini kita tinggal satu rumah." Jhonny menatap Aisyah.


"Ya, Tuhan, ada banyak kamar dan orang di rumah kamu." ucap Aisyah kesal.


"Aku akan tidur di sini." Jhonny merebahkan tubuhnya di atas sofa.


"Ya Tuhan." Aisyah berteriak.


Jhonny memejamkan matanya dan tidak memperdulikan Aisyah.


"Aku harus menjaga dirimu satu bulan kedepan." Jhonny berbicara di dalam hatinya.


*****************************************


Thanks for Reading 😊 Love You Readers 💓

__ADS_1


Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


Baca juga "Arsitek Cantik dan Nyanyian Takdir Aisyah" Terimakasih.


__ADS_2