
Minggu pagi yang Indah, Jhonny bersemangat menemani Aisyah berbelanja yang tidak pernah Jhonny lakukan sebelumnya.
Jhonny menyenderkan tubuhnya di depan pintu mobil menunggu istrinya yang sedang berdandan dengan cantiknya.
Wanita cantik dengan gamis biru elektrik dan hijab merah jambu terlihat serasi dengan wajah manis Aisyah yang tersenyum cantik menahan tawa melihat kostum Jhonny yang menggunakan pakaian kerja lengkap.
Jhonny terpana melihat bidadari halal yang selalu ingin ia sentuh setiap detiknya, Aisyah bagaikan minuman enak yang memabukkan dan membuat Jhonny kecanduan. Aisyah berjalan mendekati Jhonny yang telah membukakan pintu untuk Aisyah.
“Jhonny Sayang, kita harus membeli pakaian santai untuk kamu.” Aisyah menyentuh pipi Jhonny dengan tangan lembutnya.
“Kenapa kita tidak memesan saja dan diantar langsung oleh pegawai butik?” Jhonny menatap bibir merah yang menggoda.
“Kita jalan – jalan dan kencan Sayang.” Aisyah mencium pipi Jhonny dan masuk ke dalam mobil.
“Jangan lakukan itu!” Jhonny mengitari mobilnya dan duduk di kursi pengemudi.
“Kamu mau belanja di mana?” Jhonny menyalakan mesin mobil, ia melirik Aisyah.
“Super market terdekat saja.” Aisyah tersenyum.
“Kenapa tidak di butik saja, Supermarket sangat ramai.” Jhonny melirik Aisyah yang hanya tersenyum.
Mobil Jhonny melaju meninggalkan perkarangan rumah Jhonny yang indah, terawatt dan tertata rapi. Tidak butuh waktu lama, mobil Jhonny telah memasuki areal parkir Supermarket.
“Aku tidak pernah ke Supermarket.” Jhonny menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia dan Stevent punya asisten khusus untuk menyiapkan pakaian yang mereka butuhkan.
Aisyah tersenyum melihat wajah bingung Jhonny yang tidak begitu suka dengan keramaian, ia berjalan mendekati Jhonny yang masih mematung di depan pintu mobilnya.
“Ayo sayang.” Aisyah menggandeng tangan Jhonny dengan mesra dan masuk bersama ke dalam Supermarket.
Beberapa pasang mata memperhatikan wajah Jhonny, ketampanan yang hakiki dengan sorot mata tajam dan tidak perduli. Aisyah dapat mendengarkan pujian yang diberikan untuk suaminya.
“Ah, apa mereka tidak melihat aku sudah menggandeng mesra Jhonny.” Aisyah melirik Jhonny yang menatap lurus ke depan.
“Aku tidak perlu cemburu dengan robot ini.” Aisyah tersenyum dan mengeratkan tanganya.
“Kemarilah.” Aisyah menarik tangan Jhonny menuju pakaian khusus pria.
‘Wah, dengan tubuh kamu yang seksi pasti sangat cocok dengan pakaian santai ini.” Aisyah tersenyum melihat banyak pakaian santai dan membayangkannya melekat di tubuh Jhonny.
“Setelah ini kita memilih pakaian tidur untuk dirimu.” Jhonny memandang Aisyah dari atas sampai kebawah membayangkan istrinya memakai lingerie.
“Baiklah.” Aisyah menyentuh pipi Jhonny dengan gemas.
“Cobalah beberapa pakaian ini.” Aisyah telah memilih banyak pakaian untuk Jhonny.
“Apakah aku harus mencobanya?” Jhonny menatap Aisyah bingung, biasanya pakaian Jhonny langsung di ukur oleh seorang desainer.
“Tentu saja.” Aisyah mendorong tubuh Jhonny masuk ke kamar ganti.
Jhonny menuruti semua perintah Aisyah, ia mencoba semua pakaian yang telah di pilih Aisyah dan membayar semuanya.
“Ah, kamu benar – benar ciptaan Tuhan yang sempurna.” Aisyah memluk tubuh Jhonny.
“Eh, apa kamu membeli semuanya?” Aisyah kebingungan.
“Tentu saja, semua telah kamu pilih untuk ku berarti harus aku ambil semuanya, aku tidak mau pilihan istriku dipakai orang lain.” Jhonny menyerahkan kartu hitam miliknya kepada kasih.
__ADS_1
“Oh My Hubby so sweet.” Aisyah mengecup pipi Jhonny.
“Mm.” Jhonny menunjuk bibirnya.
“Malam,” bisik Aisyah di telinga Jhonny dan meniupkan sedikit udara panas membuat jiwa Jhonny bergelora.
Selesai membayar semua pakaian Jhonny dan belanjaan di titipka di toko, Jhonny menarik tangan Aisyah menuju pakain tidur khusus wanita.
“Pilihlah!” Jhonny duduk di kursi tunggu.
“Sayang ini pakain tidur seksi,” bisik Asiyah di telinga Jhonny.
“Kamu tidak suka?” Jhonny menatap Aisyah.
“Apa kamu suka?” Aisyah balas menatap Jhonny yang terlihat kecewa dan hanya diam tanpa jawaban.
“Aku akan memilih.” Aisyah tersenyum dan beranjak untuk memilih lingerie, ia memilih semua warna dan semua jenis dan kembali dengan senyuman.
Jhonny memperhatikan Aisyah yang kembali dengan cepat tanpa mencoba pakaian seperti yang ia lakukan untuk Aisyah.
“Sayangku Jhonny, apa kamu mau melihat aku mencobanya di sini?” Aisyah duduk di samping Jhonny dan berbisik dengan manja.
“Kita pulang.” Jhonny beranjak dari kursi dan segera membayar semua belanjaan Aisyah.
“Sayang, barangnya tidak dibawa?” Aisyah melihat Jhonny yang kembali meninggalkan belanjaan mereka.
“Mereka akan mengantar kerumah.” Jhonny menggengam tangan Aisyah, ia melihat ada banyak boneka.
“Tungggulah disini.” Jhonny meninggalkan Aisyah yang kebingungan dan kembali lagi kepada Aisyah.
“Kamu kemana?” tanya Aisyah melihat Jhonny.
Jhonny mengendarai mobil dengan santai, memilih jalan lain hingga mereka sampai pada sebuah pantai yang sering Stevent dan ia kunjungi.
“Apa kamu sering kemari?” Aisyah melihat sebuah restoran mewah.
“Ya, menemani Tuan Stevent.” Jhonny menarik tangan Aisyah menuju tepi pantai, menikmati terpaan angin laut.
Mereka berjalan bersama di pinggir pantai bergandengan tangan dengan mesranya seakan dunia hanya milik bedua.
Jhonny melepaskan tanganya dan duduk di pasir memperhatikan wajah cantik Aisyah dengan hijab yang melambai – lambai.
Asiyah duduk di samping Jhonny menyenderkan kepalanya di lengan kokoh suaminya. Jhonny telah berganti dengan pakaian santai yang di pilih Aisyah.
“Apa kamu lelah?” tanya Jhonny.
“Aku mengantuk.” Aisyah memejamkan matanya menikmati angin laut.
Jhonny beranjak dari pasir dan menggendong Aisyah berjalan menuju mobilnya, ia tidak mau Aisyah tidur disembarangan tempat.
“Apa kita pulang?” Aisyah melingkari tanganya di leher Jhonny.
“Ya.” Jhonny membuka pintu mobil untk Aisyah dan mengendarai mobil sampai kerumah, ia melihat Aisyah tertidur di kursi mobi.
Jhonny tidak tega membangunkan Aisyah, ia terus berada di dalam mobil menunggu Aisyah terbangan dengan sendirinya, posisi kusi yang telah Jhonny rubah menjadi tempat tidur agar Aisyah tidak kesulitan.
Jhonny merebahkan kursinya memperhatikan wajah Aisyah hingga ikut tidur di dalam mobil dengan mesin mobil yang terus menyala memberikan rasa dingin yang menyejukkan.
__ADS_1
Aisyah membuka matanya dan tersenyum melihat wajah tampan Jhonny yang tertidur pulas menemani dirinya di dalam mobil.
“Pria aneh, bukan membangunkan diriku, ia malah ikut tidur di dalam mobil.” Aisyah mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Jhonny sekilas.
“Kamu adalah pria langka.” Aisyah mencium pipi Jhonny.
“Benarkah?” Jhonny membuka matanya mengejutkan Aisyah hingga membuat kepala Aisyah tersantuk mobil.
“Aw.” Aisyah mengusap kepalanya.
“Ah maafkan aku, apa kamu terluka?” Jhonny sangat khawatir.
“Tak apa, sudah berapa lama kita tidur di mobil?” Aisyah membuka pintu mobil.
“Apa kepala kamu sakit?” Jhonny megusap kepala Aisyah, ia sangat khawatir.
“Aku baik – baik saja.” Aisyah melingkarkan tanganya di pinggang Jhonny.
“Kenapa kamu terus menggodaku, lebih baik aku berada di kantor.” Jhonny melepaskan tangan Aisyah dan berjalan masuk keumah.
“Jhonny tunggu aku.” Aisyah berlari dan memeluk Jhonny dari belakang.
Jhonny menghentikan langkah kakinya menarik napas dalam – dalam dan membuangnya menenangkan dirinya yang terus di goda Aisyah sepanjang hari, godan yang sangat berat.
Aisyah melepaskan pelukannya dan berlari menaiki tangga meninggalkan Jhonny yang terdiam membeku melihat tingkah menggemaskan dan semakin menggoda. Jhonny mengusap kasar wajahnya.
Aisyah tersenyum melihat Jhonny, ia membuka pintu dan terkejut, kamarnya dipenuhi boneka dan bunga hingga membuat ia kesulitan untuk masuk ke kamar.
“Siapa yang meletakakan semua boneka dan bunga ini? Tunggu dulu ini pasti ulah Jhonny.” Asiyah tersenyum.
“Ternyata Jhonny bisa romatis juga, ah tidak ada tempat lagi untuk diriku.” Aisyah kesulitan melewati boneka dan bunga, ia harus segera mandi.
Jhonny berdiri di depan pintu kamar Aisyah dan tersenyum melihat kamar Aisyah yang telah terisi penuh sehingga tidak ada yang bisa masuk lagi. Ia berjalan menuju kamarnya untuk mandi dan menganti pakaian.
Aisyah bersusah payah keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar Jhonny, ia melihat pintu kamar yang terbuka, paper bag belanjaan berada di kamar Jhonny.
“Apa dia masih mandi?” Aisyah merapikan belanjaan mereka dan menyiapkan pakaian ganti untuk Jhonny.
Jhonny keluar dari kamar mandi mengambil pakaian yang Aisyah siapkan dan segera menuju ruangganti.
“Jhonny terimakasih hadiahnya, tetapi aku tidak bisa tidur di kamarku yang penuh dengan boneka dan bunga.” Aisyah menatap Jhonny dengan manja.
“Tempat tidurku cukup untuk kita berdua.” Jhonny keluar dari kamarnya.
“Ah, kamu benar, aku akan tidur di kamar kamu.” Aisyah mengikuti Jhonny dari belakang.
“Kamar kita.” Jhonny menatap Aisyah.
“Ya, kamar kita.” Asiyah menggandeng Jhonny turun bersama menuju halaman rumah, menunggu waktu berbuka puasa.
***Baca juga Novel baru Author***
(Cari : AnnaLee di aplikasi Joy lada)
Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote. Terimakasih
Baca juga Novelku “Arsitek Cantik”
__ADS_1
Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu), Terimakasih.
Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.