Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Tiga Pria tampan dan Seksi


__ADS_3

Viona kembali kerumah lebih awal dari rumah Mama, ia benar-benar bosan berada di rumah Mama yang lebih sering sendirian dan ditinggal pergi oleh Mama Veronika.


Lebih baik bersama Nisa, bisa curhat dan berbagi pengalaman.


Sebuah mobil putih dengan 2 orang bodyguard terlatih, satu sebagai sopir dan satu lagi duduk di samping sopir, Viona duduk sendirian di kursi belakang.


Mobil berhenti di garasi, Viona melihat hanya ada mobil Nisa dan tidak ada mobil Stevent. Ia tersenyum, karena ia bisa bersama Nisa tanpa gangguan dari Stevent.


Viona berani berlari ke dalam rumah karena tidak ada Stevent.


Ia di sabut oleh kepala pelayan di depan tangga menuju kamar.


"Selamat siang Nona Viona" sapa kepala pelayan.


"Siang, Paman, apakah Kak Nisa ada di kamar?" tanya Viona bersemangat.


"Setiap hari Minggu Tuan dan Nyonya selalu pergi ke rumah Tuan Ramadhan" jelas kepala pelayan dengan tenang.


"Ah, kenapa aku lupa" Viona kembali ke garasi dan memanggil sopir beserta pengawalnya untuk mengantarkan ia ke pesantren.


Viona tidak boleh mengendarai mobil sendiri, dan ia menuruti perintah Stevent karena tidak akan ada pengawal yang akan membiarkan Viona pergi sendiri sesuai perintah Stevent.


Pengawal dan sopir kembali dengan mobil yang sama, mengendarai mobil menuju pesantren.


Mobil putih telah sampai di gerbang pesantren, dan Mobil telah memasuki perkarangan.


Viona keluar mobil dengan semangat dan berlari menuju Nisa dan anak - anak yang sedang bermain dan belajar.


"Halo Semuanya" Sapa Viona penuh semangat.


"Halo" Jawab anak-anak.


"Kenapa Kakak tidak mengucapkan salam?" ucap seorang anak kecil.


"Dan kenapa Kakak tidak menggunakan jilbab?" tanya seorang anak lagi.


"Kakak tidak boleh menggunakan celana seperti ini" seorang anak menarik celana Viona yang terdiam dan kebingungan harus menjawab apa.


"Sayang, Kak Viona baru belajar Islam, jadi dia belum tahu" jelas Nisa dengan senyuman.


"Angel kenapa tidak pakai jilbab? apakah sedang belajar Islam?" tanya Nana kepada Angel yang ikut kebingungan.


"Karena Angel bukan beragam Islam" kembali Nisa yang menjawab pertanyaan dana anak-anak mengangguk.


Viona merasa tidak nyaman, karena dari awal ia memang beragama Islam hanya saja sebatas status Agama, tetapi mereka tidak pernah melaksanakan perintah Agama.


Alexander memilih sekolah tanpa pelajaran Agama, dan fokus pada cita - cita dunia, ia lebih banyak membawa guru privat ke rumah.


Dari awal sekolah mereka telah memilih sekolah jurusan.


Nana berlari ke Asrama dan meminjam jilbab besar kepada ustazah pengasuh di asrama dan memberikan kepada Viona.


"Kak, aku pinjamkan ini" Nana tersenyum kepada Viona dengan tulus.


Nisa menatap Nana dan Viona bergantian. Tangan Viona gemetar, matanya berkaca-kaca.


"Kakak harus menutup aurat, karena Kakak sudah Akil baliq" ucap seorang yang sudah remaja.


Viona masih terdiam dan memandang jilbab di tangan Nana, Jilbab yang hanya di beli di pinggir jalan dengan harga yang paling murah.


Bagi Viona Jilbab itu sungguh tidak berharga tetapi dapat menyentuh hatinya, bukan karena harganya melainkan karena wajah tulus dari anak kecil yang memberikan jilbab itu.


Viona tidak kekurangan apapun, tidak pernah meminta atau meminjam, apalagi menerima pemberian orang.


Nana dan anak - anak terus memandang Viona yang masih terdiam dan menunduk memandang jilbab berwarna hitam di tangan gadis kecil.


Nisa segera mengambil jilbab dari tangan Nana, dengan membaca Bismillah, Nisa memakaikan jilbab kepada Viona yang akhirnya mengangkat kepalanya menatap Nisa dengan air mata yang mulai mengalir.

__ADS_1


"Alhamdulilah" Ucap anak-anak serempak, Angel hanya memperhatikan penuh kebingungan.


Viona memeluk Nisa dan menangis, ia sangat malu kepada anak - anak yang ada di depannya.


Nisa mengusap punggung Viona dengan lembut.


"Pelan - pelan saja" bisik Nisa di telinga Viona yang mengangguk dan mengeratkan pelukannya.


Tidak sulit untuk Viona menggunakan jilbab, karena ia selalu menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang.


Viona tidak pernah menggunakan pakaian seksi karena dari awal telah di larang Stevent.


"Selamat ya kak" ucap gadis remaja.


Viona melepaskan pelukannya dan melihat gadis kecil di depannya yang semuanya menggunakan jilbab kecuali Angel.


"Sini Kak, Nana peluk" Nana membentangkan tangan kecilnya kepada Viona yang tersenyum.


Viona segera memeluk Nana dan anak-anak lainnya ikut berpelukan hingga mereka rebah di atas rumput dan tertawa bersama.


"Papa" sapa Angel pada Samuel.


Secara refleks semua memandang ke arah 3 Pria keren dengan Tubuh seksi yang berotot dan berkeringat. 3 Pria seksi sungguh menggoda kaum hawa. Bagaikan model pria yang sedang berjalan di atas catwalk.


Mata Viona melotot, pertama kalinya ia melihat Kenzo yang hanya menggunakan kaos dalam tanpa lengan sehingga memperlihatkan tubuh seksi yang selalu sembunyi.


Nisa hanya melihat dan tersenyum kepada suaminya yang berjalan mendekati dirinya.


"Sayang, olahraga Siang dan malam sungguh melelahkan" Bisik Stevent di telinga Nisa.


"Om yang Kotor, jangan dekat-dekat Kak Nisa" Ucap Angel yang mendapatkan tatapan sinis dari Stevent.


"Sayang, benar yang di katakan Angel" Nisa tersenyum dan menyentuh hidung Stevent dengan ujung jari telunjuknya.


Kenzo melihat pada Viona dengan jilbab hitam panjang sampai ke dada menutupi rambutnya.


Kenzo segera mengalihkan pandangan dan menoleh ke arah Samuel yang memperhatikan Nisa dan Stevent.


"Bro, kita membersihkan diri" Kenzo menepuk pundak Samuel yang mengalihkan perhatian Samuel ke arah Kenzo dan tersenyum manis.


Melihat dua orang Pria yang telah berjalan menuju Asrama pria, Stevent berjalan menuju rumah Abi, ia akan membersihkan diri di kamar Nisa.


Tiga orang pria keren yang hampir tidak punya waktu untuk bermain bersama alam, bertemu dengan panasnya Matahari, berguling dengan dinginnya rumput dan bersentuhan dengan kotornya debu.


Semua itu adalah kegiatan yang menyenangkan dan menenangkan hati dan pikiran.


Melepaskan segala masalah yang ada dari pekerjaan yang di jalani setiap harinya, hanya demi mengejar kenikmatan Dunia.


Nisa tersenyum melihat Viona yang terus memandang Kenzo yang mulai menjauh dan menghilang.


"Dia sangat sempurna" Gumam Viona.


"Sebagai wanita harus menundukkan pandangan"ucap Nisa dan menepuk pundak Viona dengan lembut.


Viona menoleh ke arah Nisa dan tersenyum.


"Pemandangan Indah" ucap Viona dan membuat Nisa tertawa.


Terdengar adzan ashar, anak-anak segera kembali ke asrama untuk membersihkan diri dan melaksanakan shalat.


"Angel mau kemana?" tanya Nisa.


"Angel akan ikut teman baru Angel ke asrama" Ucap Angel bersemangat.


Seorang anak seusia dengan Angel menggenggam tangan Angel dan berjalan bersama menuju Asrama.


Nisa tersenyum melihat kebahagiaan baru yang Angel rasakan, ia hanya butuh banyak teman dari kalangan yang berbeda.

__ADS_1


Sekolah khusus orang kaya akan membuat mereka pilih - pilih teman dengan kesombongan dan keangkuhan yang telah di bawa sejak lahir.


Mereka berpikir tidak membutuhkan orang lain karena semua telah terpenuhi oleh orang tua mereka.


Tidak perlu usaha dan kerja keras, hanya perlu mengatakan kepada orang tua, semuanya akan segera tersedia di depan mata.


Viona dan Nisa kembali ke rumah Abi Ramadhan, mereka bertemu dengan Umi dan Oma.


Angel melihat sebuah kamar dengan beberapa tempat tidur dua tingkat, lemari pakaian dan meja belajar, tidak ada kamar mandi di dalam kamar tidur.


Angel tersenyum ia berpikir pasti sangat menyenangkan tidur bersama dengan banyak teman dalam satu kamar.


Ia tidak akan merasa kesepian, mereka bisa bermain dan belajar bersama sebelum tidur.


Ketika anak-anak sedang sholat ashar, Angel berkeliling, ia melihat kamar mandi yang terpisah dari kamar tidur tetapi tetap di dalam ruangan.


Angel keluar dari asrama putri, ia melihat ada banyak gedung sederhana tidak seperti sekolahnya yang mewah.


Angel kembali ke dalam Asrama dan melihat teman - teman barunya sedang melaksanakan shalat ashar berjamaah di sebuah ruangan yang telah di siapkan sebagai tempat sholat.


Angel duduk di bagian paling belakang, ia memperhatikan setiap gerakan sholat dari teman-temannya hingga selesai.


Mereka membaca doa bersama, saling berjabat tangan dan berpelukan. Angel tersenyum.


Seorang anak perempuan seusia Angel Bernama Lili mendekati Angel.


"Angel setelah sholat ashar kami akan belajar bersama, apa kamu mau ikut?" tanya Lili


"Tentu saja, kalian akan belajar dimana?" tanya Angel bersemangat.


"Di Perpustakaan" jawab Lili menarik tangan Angel berjalan bersama menuju perpustakaan Pesantren.


***


Tiga pria seksi kembali bersama, mereka duduk di atas Mobil masing-masing yang terparkir berdekatan di halaman rumah Abi.


Kenzo yang ramah dan hangat selalu membuka pembicaraan.


Kenzo menanyakan tentang pekerjaan Samuel dan Stevent, mungkin mereka bisa menjalankan kerja sama suatu saat nanti.


Viona mengintip 3 pria yang sedang berdiskusi di atas Mobil. Ia mencuri pandang untuk melihat Kenzo yang jarang-jarang pulang ke Pesantren.


Viona sangat merindukan wajah, senyuman dan suara lembut dan ramah Kenzo.


Padahal Viona telah menyerah untuk mendapatkan cinta Kenzo yang jauh, tetapi hari ini gelora cinta pada pandangan pertama kembali bergejolak di hatinya.


Stevent lebih banyak diam, ia lebih senang menghabiskan waktunya bersama istrinya daripada berbicara dengan rivalnya sendiri.


Namun Stevent tetap mendengarkan topik yang menjadi perbincangan Kenzo dan Samuel, peluang Bisnis.


***


**


*


*Terimakasih telah membaca Karya Author


*


**


**


Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like komentar dan Vote yang banyak 😘 Terimakasih 🤗


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇

__ADS_1


Love You Readers 💓 Thanks for Reading ♥️**


__ADS_2