Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Kenzo-Ayesha


__ADS_3

Hanya satu malam Ayesha dan Kenzo berada dalam satu kamar dan mereka hanya tidur berpelukan.


Setelah malam itu Kenzo kembali disibukkan dengan urusan pekerjaan sehingga ia lembur bersama Fauzan.


Ayesha membuka matanya, ia selalu bangun pada sepertiga malam untuk melaksanakan shalat tahajud.


Ayesha terkejut, sebuah lengan kekar melingkar di perutnya.


"Astaghfirullah ya Allah." Mata Ayesha melotot, ia melihat pria tampan tanpa pakaian berada di sampingnya.


Ayesha memindahkan tangan Kenzo perlahan, ia menatap wajah suaminya di bawah cahaya lampu yang remang-remang.


"Apakah kamu mau tahajud bersamaku?" Bisik Ayesha pelan di telinga Kenzo.


"Tentu saja." Kenzo membuka matanya dan tersenyum.


Ayesha terkejut hingga ia hampir jatuh dari tempat tidur.


"Berhati-hatilah." Kenzo menarik tangan Ayesha hingga menyentuh dadanya.


"Maafkan aku." Ayesha menarik tangannya yang gemetar.


"Untuk apa?" Kenzo duduk dan menatap wajah cantik Ayesha.


"Mengganggu tidur kamu." Ayesha masih menunduk, ia tidak berani melihat tubuh telanjang Kenzo.


"Wudhulah." Kenzo beranjak dari tempat tidur dan menyalakan lampu utama.


Ayesha turun perlahan dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu.


Kenzo menyusul Ayesha, ia memerhatikan setiap gerakan istrinya hingga selesai.


"Kita akan berjamaah." Kenzo melihat Ayesha keluar dari kamar mandi.


Ayesha duduk di ruangan sholat, membaca Alquran tanpa melihat karena ia telah menghapalnya.


Kenzo memakai pakaian sholat dan mengambil posisi seorang imam.


Mereka sholat tahajud dan witir sebanyak tiga belas rakaat.


Kenzo memutar tubuhnya menghadap Ayesha yang menyalami dan mencium punggung tangan Kenzo.


Kenzo mencium kepala Nisa dan menyentuh pipi merah merona.


"Apakah kamu masih malu dengan suamimu?" Kenzo Ayesha yang terus menunduk.


"Kita telah menikah tetapi kita jarang bersama untuk menjadi lebih dekat." Suara Ayesha lembut menyentuh telinga Kenzo.


"Apa kamu mau aku selalu berada di istana ini?" Kenzo menyentuh dagu Ayesha.


"Jika itu tidak menggangu pekerjaan kamu." Mata coklat Ayesha berkilau melihat Kenzo.


"Aku khawatir kesibukan diriku mengganggu istirahat mu." Kenzo menyentuh pipi halus Ayesha dengan lembut.


"Aku adalah istrimu, sudah kewajiban diriku untuk selalu mendampingi dirimu." Ayesha menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah.


"Ya Allah, ia wanita yang memiliki kecantikan fisik dan kepribadian." Kenzo mencium dahi Ayesha, ia melihat tangan Ayesha gemetar.


"Mulai besok aku akan pulang lebih awal dari Istana Fauzan dan tidak akan lembur." Kenzo memegang tangan Ayesha.


"Humaira ku, apa aku boleh mencium bibirmu?" Kenzo memperhatikan bibir merah merona istrinya.

__ADS_1


Ayesha mengangkat kepalanya melihat mata indah Kenzo dan bibir yang tersenyum lembut. Ayesha kembali menunduk dan mengangguk.


"Aku hanya meminta sebuah ciuman tidak lebih." Kenzo tersenyum.


"Kamu boleh meminta semuanya dariku karena itu adalah hak kamu atas diriku." Ayesha menunduk.


"Apakah kamu sudah siap di pagi yang Fitri ini?" Kenzo melirik jam di dinding menunjukkan pukul setengah empat.


"Aku sudah siap sejak sah menjadi istrimu, suamiku." Ayesha mengangkat wajahnya dan tersenyum untuk menguatkan dirinya.


Sudah satu Minggu mereka menikah, tetapi Kenzo belum mendapatkan haknya.


"Bagaimana jika kita membersihkan diri dan melaksanakan shalat sunat dua rakaat?" Kenzo menyentuh hidung mancung Ayesha.


"Hmm." Ayesha mengangguk dan tersenyum malu.


Kenzo membantu Ayesha melepaskan mukenanya dan membiarkan Ayesha mandi terlebih dahulu.


Ayesha keluar dari kamar mandi dengan baju handuk panjang menutupi seluruh tubuhnya, aroma manis tercium menggelitik indera penciuman Kenzo.


"Berpakaian lah!" Kenzo tersenyum, ia melewati Ayesha dan segera masuk ke kamar mandi.


Ayesha menunggu Kenzo di ruang sholat untuk yang dua kalinya setelah sholat tahajud.


Membaca Alquran untuk menenangkan hatinya, menghilangkan rasa gelisah dan takut.


Kenzo telah berpakaian rapi dan memulai sholat sunat dua rakaat sebelum bercinta.


Meniupkan sebuah doa di kepala Ayesha setelah selesai shalat.


Perlahan Ayesha melepaskan mukena dan meletakkan pada tempatnya.


"Apa yang aku takutkan, suamiku bahkan sangat tampan dan lembut." Ayesha berbicara di dalam hatinya melirik Kenzo.


"Insya Allah aku sudah siap, ini adalah ibadah, jika aku terus menolak aku lebih takut dengan dosa yang harus aku tanggung." Ayesha tersenyum mengangkat kepalanya melihat wajah tampan Kenzo.


"Tidak akan ada pria yang mampu menolak kecantikan seorang istri." Kenzo berbicara di dalam hatinya, menatap wajah cantik sempurna istrinya.


"Apa kamu mengizinkan diriku memilikimu seutuhnya?" Kenzo menyentuh bibir seksi Ayesha.


"Ya, suamiku." Ayesha tersenyum cantik.


Kenzo mendekatkan wajahnya dengan wajah Ayesha dengan sangat hati-hati dan perlahan.


Mencium dahi, kedua mata, hidung, pipi kiri dan kanan Ayesha.


Kenzo menatap wajah Ayesha yang telah memejamkan mata dan tangannya gemetar.


"Humaira ku, tangan kamu dingin tetapi wajah kamu panas." Kenzo tersenyum, ia mengambil tangan Ayesha meletakkan di pipinya.


Ayesha terkejut, ia dapat merasakan rambut - rambut halus di wajah Kenzo, seluruh tubuh Ayesha merinding terpaku menatap wajah Kenzo.


"Hanya Aku yang menyentuh dirimu, apa kamu tidak mau menyentuh diriku dan melihat wajahku." Kenzo menatap mata Indah Ayesha.


"Aku tidak berani." Ayesha kembali menunduk, tetapi dagunya di tahan Kenzo hingga wajahnya tetap mengadah ke atas.


"Aku adalah milik kamu dan kamu adalah milikku." Kenzo meneliti setiap pahatan wajah Ayesha.


"Pandangan kamu hanya untuk diriku, jadi pandanglah wajah suamimu ini apakah pantas untuk bidadari yang ada di depanku saat ini." Kenzo tersenyum lembut.


"Kamu adalah pasangan yang telah Allah kirimkan untukku, tentu saja kita pantas untuk bersama." Ayesha menatap tajam kepada Kenzo.

__ADS_1


Kenzo menempelkan bibirnya dengan bibir Ayesha, mencium dengan lembut.


Ini adalah ciuman pertama untuk mereka berdua, bibir perawan dan perjaka bertemu dalam ikatan halal.


Pria soleh dan wanita solehah, merasakan kenikmatan ciuman begitu lembut.


Kenzo melepaskan ciumannya dan menggendong Ayesha ke tempat tidur, ia terus memperhatikan bibir merah Ayesha yang telah basah.


Kenzo membaringkan tubuh Ayesha di atas tempat tidur, ia membuka pakaiannya dan hanya menggunakan celana dalamnya.


Ayesha memejamkan matanya, ia malu melihat tubuh telanjang Kenzo.


"Bukalah mata kamu Humaira ku." Kenzo membelai lembut pipi Ayesha.


Perlahan Ayesha membuka matanya, ia mematuhi semua perintah Kenzo.


"Lihatlah tubuh suamimu yang aku serahkan kepada istriku." Kenzo tersenyum.


Wajah cantik Ayesha memerah dan terlihat jelas di bawah cahaya lampu yang terang.


Kenzo mengambil tangan Ayesha dan meletakkan di dadanya yang bidang.


Ayesha dapat merasakan otot-otot dada Kenzo, tubuh yang seksi terawat dengan bentuk yang indah.


Kenzo menarik tangan Ayesha dengan lembut agar menyentuh setiap bagian tubuhnya.


Ayesha menarik tangannya dan menutupi matanyanya, ia merasa wajahnya benar-benar merah dan panas.


Kenzo mencium lembut tangan Ayesha yang menutupi wajahnya.


"Aku rasa pagi ini masih gagal untuk bercinta dengan istriku." Kenzo tersenyum, ia harus kembali menahan diri.


Istrinya sangat pemalu, wajah Ayesha semakin merah dan panas, sedangkan tangannya menjadi dingin.


Setengah jam telah berlalu tanpa terjadi apa-apa, Kenzo hanya mendapatkan sebuah ciuman di bibir.


"Sebentar lagi azan subuh." Kenzo duduk di samping Ayesha.


"Benarkah?" Ayesha menurunkan tangannya dan melihat jam dinding yang ada di kamar mereka.


"Suamiku maafkan aku." Wajah Ayesha terlihat sedih.


"Tidak apa sayang, kamu belum terbiasa dengan keberadaan diriku." Kenzo mencium dahi Ayesha.


Aku akan bekerja di Istana ini, agar kita bisa selalu bersama dan menciptakan hubungan yang lebih dekat lagi.


Kenzo memeluk Ayesha, ia tahu Ayesha merasa bersalah.


Perlahan Ayesha mengangkat tangannya untuk membalas pelukan Kenzo.


"Aku akan sabar menunggu dirimu." Bisik Kenzo di telinga Ayesha.


"Maafkan aku." Ayesha mengeratkan pelukannya.


"Kamu yang terbaik, aku adalah orang pertama yang mendapatkan dirimu, aku pria yang sangat beruntung." Kenzo melepaskan pelukannya dan mencium dahi Ayesha


***Baca Novel Baru Author***


(Cari : AnnaLee di aplikasi Joy lada)


Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote. Terimakasih. Baca juga “Arsitek Cantik”

__ADS_1


Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu). Terimakasih.


Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.


__ADS_2