Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Rasa yang Menyiksa


__ADS_3

Jhonny berada di dalam kamarnya, ia mondar-mandir dan kebingungan, tidak tahu apa yang harus ia lakukan, beberapa hari tanpa Dokter Aisyah di rumahnya terasa Dunianya sangat sepi.


Ada banyak pertanyaan, kekhawatiran dan kegalauan yang melanda hati dan pikirkan Jhonny.


Gengsi, dan malu jika akan di usir Dokter Aisyah dari rumahnya.


" Apa yang aku lakukan jika sudah sampai di sana?" Jhonny duduk di tempat tidur dan mengacak rambutnya namun tidak menghilangkan ketampanan dari wajahnya.


Jhonny membuka layar ponsel miliknya, sekedar mengirimkan pesan saja ia tidak berani, apalagi menelpon.


Hari - harinya ia habiskan untuk belajar dan bersama Stevent, ketika kuliah ia benar-benar tidak mengenal wanita, tidak berpacaran, karena ia tidak memiliki waktu dan tentu saja di larang Stevent.


Di mata Stevent, wanita adalah mahkluk lemah penggoda dan pengganggu, hanya mengharapkan belas kasih dari pria.


Namun ketika ia bertemu dengan Nisa yang telah berhasil merubah pandangannya kepada wanita walaupun hanya satu wanita saja, Istrinya.


Begitu juga dengan Jhonny, sejak Aisyah tinggal satu rumah dengannya, Aisyah telah mengisi hati Jhonny yang kosong.


Aisyah adalah wanita pertama yang dekat dengan Jhonny, wanita pertama yang pernah Jhonny sentuh walaupun hanya memegang tangannya dan mendapatkan penolakan.


Tatapan tajam dari Dokter Aisyah dapat membuat Jhonny merasakan desiran hangat di hatinya.


Merindukan sentuhan lembut dan kasar dari Dokter Aisyah.


" Aagghhhh, aku tidak bisa seperti ini, wanita itu bisa membuat aku gila" Jhonny mengambil kunci mobilnya, berjalan menuruni tangga menuju garasi mobil.


Mengendarai mobil menuju Desa tempat tinggal Dokter Aisyah.


Kendaraan terus melaju dengan kecepatan tinggi, meninggalkan jalanan yang ramai dan memasuki hutan yang lebat dan jalanan yang lebih sempit, sepi dan tenang, hampir tidak bertemu dengan kendaraan lainnya.


" Harusnya aku membawa beberapa pengawal" Jhonny memperhatikan jalanan yang mencekam walau masih siang hari.


Pepohonan yang rindang menghalangi cahaya Matahari yang mau menyelinap hanya untuk menghangatkan tanah dan aspal.


Kicauan burung menemani perjalanan Jhonny. Ia kelelahan dan mengantuk, Karena sejak ditinggal Dokter Aisyah tidur Jhonny tidak nyenyak, makan tidak enak, kadang tidak makan sama sekali, ia merindukan pertengkaran dan perdebatan bersama Dokter Aisyah dan merindukan masakan Aisyah.


" Kenapa Jauh sekali tempat tinggal Aisyah, aku merasa mobil ini seakan tidak berjalan" gerutu Jhonny


Ia baru saja melewati satu desa, mobil Jhonny perlahan Berhenti dengan sendirinya.


" Oh Shit" Jhonny lupa mengisi bahan bakar sesuai pesanan Stevent.


Ia tidak akan menemukan penjual bahan bakar kendaraan, karena tidak akan ada yang membeli.


Jhonny keluar dari mobilnya, ia masih berada di jalanan hutan.


" Aku rasa Klinik Aisyah tidak jauh lagi di depan sana" Jhonny memandang jalanan lurus dan sepi di depannya.


" Ah, aku kelaparan" Jhonny membuka pintu mobilnya tidak ada apa - apa., jangankan makanan, minuman saja tidak ada.


Jhonny berangkat tanpa persiapan apapun, hanya mengikuti naluri dan hati, sehingga otak cerdas yang ia asah selama ini tidak berguna.


" Aaaarrghh" Jhonny kembali Berteriak sekeras-kerasnya hingga mengejutkan burung yang bertengger di pohon dan terbang, bagai mendengarkan aungan Singa lapar.


" Apa yang harus aku lakukan? aku akan mati di jalanan sepi ini" Jhonny mengelilingi mobilnya.


" Stevent akan menertawakan diriku, jika aku menghubungi dia atau para bodyguard, tidak ada yang tidak Stevent ketahui, aku benar-benar menjadi Bodoh sesuai ucapan Stevent " Jhonny memarahi dirinya sendiri.


" Dokter Aisyah, bagaimana Jika aku menghubungi dirinya, ah tidak ku kirim pesan saja" Jhonny mengambil ponsel dari saku celananya.


Jarinya mengetik pesan dengan lancar panjang dan lebar, kemudian di hapus lagi, bergitu seterusnya.


" Dokter Aisyah, antarkan bahan bakar untuk diriku, sepertinya aku sudah berada dekat dari klinik kamu"


"Tidak , Tidak " Jhonny kembali menghapus pesannya.


" Bahan bakar mobil dan bahan bakar tubuhku habis bersamaan, aku tidak bisa berjalan lagi" Jhonny lelah.


Jhonny sudah kelaparan dan dehidrasi, ia duduk di bawah pohon memutar - mutar ponsel di tangannya dengan layar aktif nomor ponsel Dokter Aisyah.


" Oh Aisyah Kenapa kamu menyiksaku seperti ini" ucap Jhonny, ia tidak tahu ponsel yang berputar di tangannya telah terhubung dengan ponsel Dokter Aisyah.


" Dimana Dia?" pikir Dokter Aisyah yang mendengarkan suara Jhonny begitu lemah tidak bertenaga bagaikan Robot kehabisan baterai.


" Hey, Robot kamu dimana?" tanya Dokter Aisyah.


Jhonny melihat layar ponselnya yang terhubung dengan ponsel Dokter Aisyah, ia terkejut mendengar suara Dokter Aisyah, hingga ponsel jatuh ke atas rumput.


" Aisyah" Jhonny perlahan mengambil ponsel dari atas rumput dan meletakkan di telinganya.

__ADS_1


" Halo" suara Jhonny lemas, bibirnya telah pucat, perjalanan yang jauh kecapean dan kelaparan


" Wah, Dimana Suara datar milik kamu? Sepertinya Robot Jhon kehabisan baterai" Aisyah tertawa, ia tidak tahu jika Jhonny benar-benar sekarat karena memikirkan dirinya.


" Aku di ujung jalan menuju Rumah kamu dan Bahan bakar mobilku habis" ucap Jhonny lemas, ia kehausan.


" Hahaha, Sekarang kamu sudah bisa bercanda, aku tidak mau kembali ke penjara milik kamu " tegas Aisyah


" Aisyah, Tolong Aku" suara Jhonny semakin menghilang.


" Hey, Robot, apa kamu Sakit? apa benar kami di ujung Desa?" Aisyah mulai khawatir, suara Jhonny terdengar tidak seperti biasanya.


Tidak ada lagi jawaban lagi.


" Hey Jhonny" Aisyah berteriak di ponsel, Jhonny dapat mendengarkan suara Aisyah ia tersenyum tipis, bentakan Aisyah mengurangi sedikit rindu yang berusaha ia tahan beberapa hari ini.


"Ya Tuhan, apa benar Jhonny di ujung jalan?" Aisyah segera berlari ke rumah Valentino, sebenarnya kakinya masih sangat lelah karena ia dan Valentino baru saja turun dari bukit.


Aisyah mengetuk pintu dan menyapa Valentino.


" Ada apa kak? kenapa kamu Berlari?" tanya Valentino yang keluar dengan menggunakan celana panjang jeans, dan kaos oblong tanpa lengan, memperlihatkan otot-otot lengan yang seksi namun tidak membuat Aisyah tergoda.


" Cepatlah, kita harus ke ujung jalan Desa!" ucap Aisyah khawatir.


" Kenapa?" tanya Valentino heran.


" Jhonny kehabisan Bahan bakar di sana" Tegas Aisyah.


" Dia pasti mengejar cintanya sampai kemarin" Valentino segera mengambil kunci mobil.


" bawakan bahan bakar untuk mobil Jhonny!" perintah Aisyah.


" Siap " Valentino memberi hormat.


Mobil melaju meninggalkan rumah Valentino, menuju ujung jalan namun mereka belum melihat Jhonny.


" Sepertinya masih jauh" ucap Valentino yang menambah kecepatan mobil.


" Mobil berwarna biru terparkir di pinggir jalan dengan semua Pintu terbuka.


Valentino segera menghentikan mobil di samping mobil Jhonny.


" Ah, apakah dia di rampok?" Aisyah segera turun dari mobil dan mencari Jhonny di dalam Mobilnya.


Valentino memperhatikan sekeliling, ia melihat seorang pria duduk di bawah pohon rindang dan mata terpejam.


" Kak, itu Jhonny" Valentino Berlari mendekati Jhonny.


Aisyah Berlari ke mobil, ia mengambilkan air mineral dari dalam mobil dan kembali berlari menuju Jhonny dan Valentino.


" Dia dehidrasi " ucap Valentino.


Aisyah segera memberikan air minum kepada Jhonny dengan bantuan Valentino.


" Valen, isi bahan bakar Mobil Jhonny!" perintah Aisyah dan Valentino segera beranjak mengambil bahan bakar yang telah di siapkan.


Valentino membawa Jhonny ke mobil Aisyah, dan mengendarainya, Aisyah membawa mobil Jhonny, mereka menuju klinik sekaligus rumah Aisyah.


Valentino menggantikan pakaian Jhonny yang telah basah oleh keringat.


Dengan telaten Dokter Aisyah merawat Jhonny.


" Apakah dia berpikir bahwa dia beneran Robot?" gumam Aisyah memandang wajah pucat Jhonny.


Jhonny benar-benar menyiksa dirinya sejak kepergian Aisyah, Tidur tidak nyenyak dan makan tidak enak, masakan para pelayan seakan tidak enak di lidah Jhonny, sejak makan masakan Aisyah.


" Kak, sepertinya Jhonny kekurangan gizi" Valentino memperhatikan Jhonny.


" Apa kamu pikir orang kaya seperti Jhonny bisa kekurangan gizi?" Aisyah memelototi Valentino.


" hmmm, kekurangan Gizi Cinta, hahaha" Jhonny tertawa.


" Apakah kamu menertawakan orang yang sedang kesakitan" tanya Aisyah yang mengelap keringat Jhonny.


" Kak, aku rasa Jhonny menyukai kamu" Valentino tersenyum.


" Tidak lucu" Aisyah beranjak dari tempat tidur Jhonny.


" Kakak mau kemana aku harus pulang, belum mandi sepulang dari bukit" Valentino ikut beranjak dari kursinya.

__ADS_1


" Pulanglah, bawa mobil ku dan Terima kasih" Aisyah berjalan menuju kamarnya, ia juga belum mandi.


Valentino juga pergi meninggalkan klinik Dokter Aisyah. Ia sudah sangat merasa gerah.


Jhonny membuka matanya, ia melihat punggung Aisyah yang masuk ke dalam kamar.


" Aku rela kekurangan gizi dan sakit asalkan bisa merasakan kelembutan tanganmu" Jhonny tersenyum.


Pintu kamar Aisyah terbuka, Jhonny kembali memejamkan matanya, ia dapat mencium aroma Bunga menggelitik hidungnya begitu menggoda, aroma yang sangat ia rindukan.


" Ah, aku seakan merindukan pasanganku" guman Jhonny dalam hati.


" Jhon, bangunlah kamu harus makan" suara lembut Aisyah terdengar di telinga Jhonny.


" Oh, suaranya begitu menggelitik telingaku dan memberikan debaran di hatiku" suara hati Jhonny.


Jhonny mendengarkan langkah kaki Aisyah menjauh dari dirinya.


" Mau kemana dia" Jhonny berbicara dalam hati. Ia membuka matanya melihat Aisyah berjalan Menuju dapur dan kembali membawa makanan.


" Ah, aku sangat kangen dengan masakannya dan aku sangat kelaparan" Jhonny membuka matanya, ia tidak sanggup menahan godaan aroma dari masakan Aisyah.


" Sudah bangun?" Aisyah menekan tombol menaikkan kepala tempat tidur agar Jhonny bisa duduk.


Jhonny menatap wajah Aisyah dengan ekspresi datarnya.


" Makanlah" Aisyah menyuapkan makanan ke mulut Jhonny.


" Apa Dia akan menyuapi diriku,, mungkin seperti inilah Stevent dan istrinya" Jhonny hanya berbicara dengan dirinya sendiri.


Jhonny segera membuka mulutnya dan melahap habis makanan di piring.


" Berapa lama kamu tidak makan?" tanya Aisyah meletakkan piring di atas meja dan memberikan air mineral kepada Jhonny.


" Selama dirimu pergi dari rumah" Jawab Jhonny cuek.


Aisyah menatap Jhonny yang juga melihat dirinya.


" Apakah pelayan tidak memasak untuk dirimu?" tanya kamu


" Masakan mereka tidak enak" ucap Jhonny menghabiskan air minum dari gelas dan mengembalikan kepada Aisyah.


" Sejak kapan kamu pilih - pilih makanan?" Aisyah membawa piring dan gelas kosong ke dapur.


" Sejak kamu yang memasak untuk diriku" tegas Jhonny , Aisyah mengehentikan langkahnya sebentar menoleh dan berlalu.


" Kenapa, apa dia membenci diriku?" Jhonny menatap Aisyah.


Setelah selesai membersihkan peralatan makan, Aisyah kembali kepada Jhonny.


Jhonny menatap lekat pada Aisyah.


" Jaga kesehatan dan pola makan, jangan terlalu dipaksakan untuk bekerja, itu akan membahayakan tubuh kamu" jelas Aisyah memeriksa cairan impuls Jhonny.


" Aku tidak tahu apa yang aku rasakan kepada wanita ini" guman Jhonny dalam hatinya.


" Rasa ini sangat menyiksaku" Jhonny memejamkan matanya, ia tidak tahu bagaimana cara mengatakan kepada Aisyah bahwa ia sangat membutuhkan Aisyah.


Kehilangan Aisyah bagaikan kehilangan separuh kehidupannya.


****


***


**


*


*** Terimakasih ***


*


**


***


****


Terimakasih atas Like, Komen dan Vote yang banyaaaaaak.

__ADS_1


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat serta mendapatkan rezeki yang berlimpah, Aamiin.


Love You Readers, muach


__ADS_2