
Jhonny telah sibuk dengan pekerjaannya, laptop dan ponsel berdampingan menemani Jhonny.
Melupakan seorang wanita yang ada di sisinya, sikap Jhonny tidak berbeda jauh dengan Stevent, kebiasaan gila kerja dan lupa waktu.
Aisyah tersenyum melihat Jhonny yang fokus dengan layar laptop dan ponsel.
"Pria yang serius dengan pekerjaannya terlihat keren." gumam Aisyah.
Seorang perawat mengetuk pintu dan masuk, Aisyah melihat kearah pintu dan Jhonny tidak perduli seakan tidak mendengarkan suara ketukan.
Aisyah beranjak dari sofa dan berjalan mendekati perawat.
"Ada Apa suster?" tanya Aisyah.
"Maaf Nona, Dokter Nada meminta Anda keruangnya." ucap perawat sopan.
"Baiklah, Terima kasih." Aisyah tersenyum.
Perawat pamit meninggalkan ruangan Jhonny, Aisyah melirik Jhonny.
"Ia sangat fokus bekerja, apakah aku mengganggunya?" Aisyah berjalan mendekati Jhonny.
"Jhonny." ucap Aisyah lembut.
"Hmm." jawab Jhonny tanpa melihat Aisyah.
"Aku mau keluar." ucap Aisyah.
"Tuk." jari Jhonny tergelincir di atas keyboard dan melihat ke arah Aisyah.
"Apa kamu bosan?" tanya Jhonny.
"Tidak." Aisyah tersenyum, melihat tatapan aneh dan sok polos Jhonny.
"Apa kamu marah padaku karena sibuk bekerja dan tidak memperdulikan dirimu?" tanya Jhonny lagi, menatap Aisyah dengan tatapan anak kecil manja.
"Ya Tuhan, apa yang pria ini pikirkan?" bisik Aisyah dalam hati.
"Tidak, Dokter Nada mau bertemu dengan diriku." Aisyah tersenyum.
"Kenapa?" tanya Jhonny datar tanpa ekspresi.
"Aku tidak tahu, aku akan menemuinya sebentar, kamu bekerjalah dan jangan lupa Istirahat." Aisyah tersenyum, berjalan mengambilkan tasnya dan meninggalkan Jhonny.
"Dah, Jhonny, selamat bekerja." Aisyah melambaikan tangannya dan manahan tawa melihat Jhonny yang memandang kepergian dirinya.
"Tidakkah dia mencium pipi ku seperti Dokter Nisa dengan Stevent." Jhonny mengusap pipinya.
"Ah, mereka berbeda." Jhonny kembali dengan pekerjaannya.
Aisyah berjalan menuju ruangan Dokter Nada yang telah menunggu dirinya di depan pintu, tanpa menggunakan jas kedokterannya.
"Assalamualaikum." sapa Dokter Aisyah.
"Waalaikumsalam." Dokter Nada tersenyum.
"Aisyah, maafkan aku mengganggu dirimu." Dokter Nada menggenggam tangan Aisyah yang terlihat kebingungan.
"Ah Tidak, apakah ada sesuatu?" tanya dokter Aisyah bingung, ia tidak begitu dekat dengan Dokter Nada.
"Kita harus berbicara di tempat yang nyaman, ikutlah denganku." dokter Nada masih menggenggam tangan Aisyah.
Pikiran Aisyah melayang, Dokter Nada adalah Dokter kandungan Nisa, dan dirinya adalah teman Nisa.
Aisyah dapat menyimpulkan kegelisahan yang ia rasakan selama ini.
"Bagaimana apakah anda bisa?" tanya Dokter Nada.
__ADS_1
"Tentu saja." Aisyah tersenyum.
"Ah syukurlah, mari." dokter Nada berjalan bersama Aisyah menuju mobilnya.
Aisyah duduk di kursi penumpang dan Dokter Nada di kursi pengemudi.
Dokter Nada segera menjalankan mobilnya menuju sebuah cafe mini tetapi sangat elegan dengan nuansa klasik dan warna yang menyegarkan.
Mereka memilih kursi paling sudut dan jauh dari pengunjung.
Memesan minuman dan makanan ringan untuk menemani perbincangan mereka.
Pesanan telah tertata rapi di atas meja, Aisyah memesan air jeruk hangat begitu juga dengan dokter Nada.
Mereka berdua tersenyum, tidak menyangka memiliki selera yang sama.
"Aisyah, aku benar-benar minta maaf telah mengganggu waktu anda." ucap Dokter Nada terlihat sedih.
"Katakanlah, kamu membuat diriku berpikir jauh." tegas Aisyah yang berpikir tentang Nisa.
"Boleh Aku bertanya sesuatu?" dokter Nada memperhatikan Aisyah.
"Tentu saja." Aisyah tersenyum.
"Apakah kamu sudah lama mengenal Nisa?" tanya Dokter Nada.
"Belum." Jawab Aisyah.
" Bagaimana kalian menjadi sahabat, kamu terlihat dekat dengan Nisa dan bahkan Stevent." tanya dokter Nada penasaran.
"Nisa datang ke tempat ku ketika dia di ambang kematian." Aisyah mengingat wajah pucat Nisa yang memiliki keinginan kuat untuk hidup.
Aisyah menceritakan pertama kalinya ia bertemu dengan Nisa, Nathan dan Stevent.
Dokter Nada sangat terkejut, mereka bisa menyembunyikan kejadian luar biasa yang sangat mengerikan.
"Kami ditakdirkan untuk bertemu dan aku sangat bahagia bisa mengenal Nisa, dia sangat baik dan lembut, tidak ada dendam dan benci di hatinya." Aisyah tersenyum.
"Anda benar, ada banyak orang yang kagum akan dirinya yang sempurna, senyuman tulus dan sangat tegar." air mata dokter Nada mulai mengalir.
"Anda kenapa?" Aisyah memegang tangan Dokter Nada.
"Nisa sedang sakit." ucap Dokter Nada dan mengambil tisu karena air mata telah membasahi wajahnya.
Aisyah terdiam, jika seorang dokter sampai menangis berarti sakit Nisa sangat parah.
"Nisa sakit apa?" tanya dokter Aisyah.
"Penyakit yang langka, kandungan yang sangat lemah dengan janin yang sehat, kami harus meneliti ini dan mencari solusinya." ucap Dokter Nada.
"Aku sudah curiga dengan kondisi Nisa yang semakin lemah, tetapi sekarang Nisa terlihat sehat." Aisyah melihat kondisi Nisa lebih baik setelah bertemu Dokter Nada.
"Aku telah menyuntikkan vitamin pada Nisa." Dokter Nada mengusap air matanya.
"Apa yang bisa kita lakukan untuk Nisa?" tanya Aisyah.
"Kita akan bertemu Nathan." ucap Dokter Nada menarik nafasnya.
"Kenapa kita harus bertemu seorang pria yang hampir membuat Stevent lumpuh?" Aisyah mengingat perjuangan Nisa dan Stevent melawan kematian.
"Apa maksud Anda?" tanya Dokter Nada bingung.
Dokter Aisyah menceritakan pertemuan kedua dengan Nisa yang berusaha menyelamatkan Stevent, bahkan Nisa terluka goresan pisau.
Perjuangan cinta yang luar biasa, wajar saja Stevent selalu mengkhawatirkan Nisa.
Nisa rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan nyawa Stevent.
__ADS_1
"Ya Tuhan, Nathan melakukan semua itu untuk mendapatkan Nisa." Dokter Nada tidak percaya dengan apa yang ia dengarkan.
"Kenapa kita harus bertemu dengan seorang seperti Nathan?" tanya Dokter Aisyah.
"Nathan sedang melakukan penelitian untuk penyakit Nisa dan dia berusaha mencari obatnya, vitamin yang aku suntikan pada Nisa adalah buatan Nathan." jelas Dokter Nada.
"Bagaimana kamu bisa mempercayai Nathan?" Aisyah semakin khawatir.
"Nathan melakukannya karena cinta dan aku mempercayai cinta." tegas Dokter Nada.
Aisyah menarik nafas panjang dan membuangnya, merasakan beratnya perjalanan hidup Nisa.
Senyuman cantik dan tulus menyimpan segala beban yang berat di dalam hatinya.
"Kenapa semuanya karena cinta?" Aisyah memikirkan perjalanan cintanya, pengorbanan Jhonny dan Jordan.
"Apa yang harus aku lakukan untuk Nisa?" tanya Dokter Aisyah.
"Kamu adalah seorang Ahli pengobatan." Dokter Nada menatap Aisyah penuh harap dan Aisyah mengangguk.
"Kamu dan Nathan bisa menyelamatkan Nisa." Dokter Nada menggenggam erat tangan Aisyah dengan senyuman penuh harapan.
"Akan aku lakukan." ucap Aisyah.
"Syukurlah, aku akan menghubungi Nathan." Dokter Nada mengambil ponselnya dan menghubungi Nathan.
Seorang pria yang tidak asing lagi bagi Aisyah berdiri di depan mereka.
Nathan seorang pria tampan yang bisa menjadi racun dan penawar bagi kehidupan.
Kecerdasan dan kesempurnaan luar biasa yang dimilikinya.
"Halo Dokter Aisyah, apa kabar?" Nathan mengulurkan tangannya kepada Aisyah.
"Alhamdulilah, saya baik." Aisyah berdiri dan menerima uluran tangan Nathan.
"Silahkan duduk." ucap Dokter Nada.
Mereka bertiga berdiskusi untuk melakukan rencana yang akan di lakukan untuk menolong Nisa.
Aisyah akan bekerja bersama Nathan di laboratorium Nathan, Aisyah juga meminta Valentino ikut dalam penelitian ini.
Mereka harus berhasil dalam waktu kurang dari tiga bulan, karena tiga bulan selanjutnya Nisa telah melahirkan.
Sebelum Nisa melahirkan, mereka harus sudah menemukan ramuan atau obat yang akan di konsumsi Nisa selama tiga bulan sebelum melahirkan.
Aisyah sepakat, demi Nisa, ia akan mengabiskan waktu tiga bulan bersama Nathan dan Valentino di dalam laboratorium.
Aisyah harus menjelaskan kepada Jhonny bahwa ia tidak bisa bersama dengan Jhonny dalam waktu yang lama.
Kesepakatan telah tercapai, mereka berpisah, Dokter Nada dan Aisyah kembali ke rumah sakit, dan Nathan Kembali ke perusahaannya.
Untungnya Nathan memiliki asisten sekaligus sekretaris pribadi seperti Roy uang sangat ahli dalam segala bidang kecuali kesehatan.
Nisa selalu menabur cinta kepada semua orang yang ia jumpai, menolong dan menghabiskan gajinya untuk membiayai warga yang tidak mampu dalam bertobat.
Memberikan pengobatan dan perawatan gratis dengan tulus dan ikhlas.
Cinta dan kasih sayangnya akan Allah balas melalui tangan - tangan orang yang mencintainya.
*********************************************
Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih (Arsitek Cantik)
Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊
__ADS_1
Baca juga Novel adikku "Mafia's in Love"