Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Rencana Jordan


__ADS_3

Sebuah Rumah mewah dengan perkarangan Luas sepi bagaikan tidak berpenghuni.


Pilar - pilar kokoh dan besar menjadi ciri khas tersendiri dari rumah keluarga Jordan.


Mobil terparkir rapi di garasi, setiap orang memiliki satu mobil.


Mobil sport merah milik Asiyah bersebelahan dengan mobil sport Jordan berwarna hijau Muda.


Jordan tersenyum melihat rumah keluarga yang sangat ia rindukan.


Dilo telah melakukan perjalanan keliling dunia bersama Jordan, ia benar-benar bahagia.


Jordan menepati janjinya untuk membalas kebaikan Dilo yang telah menyelamatkan dirinya.


"Dilo, ini adalah rumah Kak Jordan." Jordan menepuk pundak Dilo yang terdiam melongok melihat rumah mewah dan megah.


"Ini seperti Istana di negeri dongeng." ucap Dilo.


"Ayo kita masuk, mulai sekarang ini adalah rumah kamu." Jordan menarik tangan Dilo berjalan masuk ke dalam rumah.


Dengan kedua tangannya Jordan mendorong pintu utama.


Mami Jordan terkejut melihat Jordan tersenyum dan berdiri di depan pintu.


"Jordan." mata bengkak wanita paruh baya yang terus menangisi anak semata wayangnya.


"Ya, Mi." Jordan tersenyum dan memeluk Mamanya.


"Jordan sayang, anak Mami, kamu kemana saja nak, Mami hampir gila memikirkan dirimu." Mami Jordan terus memeluk dan menangis.


"Dimana Aisyah?" Mama Aisyah turun dari tangga.


Dua orang wanita yang bersahabat sejak kecil dan tidak pernah terpisah.


"Kita akan menjemput Aisyah bersama - sama." ucap Jordan tersenyum.


"Maksud kamu apa sayang, bagiamana keadaan kamu?" Mami memeriksa tubuh Jordan.


"Aku baik Mi, Tuhan telah mengirimkan malaikat kecil untuk menyelamatkan diriku." Jordan melepaskan pelukannya dan menarik tangan Dilo.


"Ini adalah Dilo yang telah menyelamatkan diriku dari kematian dan mulai hari ini Dilo adalah adikku." ucap Jordan.


"Kemarilah." Mami membentangkan tangannya. Dilo ragu ia melihat ke arah Jordan.


"Pergilah, mulai hari ini panggil Mami." Ucap Jordan tersenyum dan Dilo memeluk Mami Jordan.


Dilo melangkah kakinya perlahan dan memeluk Mami Jordan.


"Terimakasih telah menyelamatkan Putraku Jordan." ucap Mami Jordan.


"Hmm." Dilo mengangguk dan tersenyum.


"Bagaimana kabar Aisyah Jordan?" tanya Mama Aisyah terlihat khawatir.


"Aisyah baik Mama, ia terlihat semakin cantik." Jordan tersenyum.


"Istirahatlah Sayang, kita akan membicarakan Aisyah setelah makan malam." Mama Aisyah memeluk Jordan.


"Tentu saja Ma." Jordan tersenyum ia berjalan bersama dengan Dilo.


Jordan mengantarkan Dilo ke sebuah kamar mewah yang tidak pernah digunakan tetapi tetap terawat dan bersih.


"Ini kamar untuk kamu." Jordan membuka pintu kamar untuk Dilo.


"Waaaah, besar sekali." Dilo berlari dan menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur.


Jordan tersenyum, ia bahagia melihat Dilo sangat senang.


"Kak, Ini benar-benar istana." ucap Dilo.

__ADS_1


"Istirahatlah, kamu pasti lelah, kamar Kakak di ujung sana." Jordan menunjukkan jarinya dan Dilo mengangguk.


Jordan menutup pintu kamar Dilo dan ia berjalan menuju kamar Aisyah.


Kamar yang telah kamar kosong dan tidak pernah ada yang menguntungkannya.


Jordan memperhatikan foto-foto Aisyah dan dirinya yang terpajang di dinding.


"Kamu akan kembali lagi ke rumah kita." Jordan mencium foto Aisyah.


Makan malam telah tiba, dua keluarga berkumpul di tambah lagi satu orang anggota keluarga baru, Dilo.


Mereka makan bersama dengan tenang, Dilo terlihat ragu - ragu untuk memulai makan.


Ia malu dan takut dengan semua anggota keluarga barunya.


"Makanlah." ucap Jordan.


"Aku malu." ucap Dilo yang tidak bisa menggunakan sendok dan garpu.


"Lakukan saja seperti kamu di pulau, tidak akan ada yang marah." ucap Jordan.


Dilo melihat keempat orang tua barunya yang sedang menikmati makan malam.


"Ada apa Jordan, kenapa Dilo tidak makan?" tanya Mami Jordan.


"Dilo malu karena tidak bisa menggunakan sendok dan garpu." ucap Jordan tersenyum.


"Makanlah Sayang, tidak apa - apa." Mami tersenyum.


"Makanlah." ucap mereka serempak agar Dilo tidak malu lagi.


Dilo tersenyum dan mulai menikmati makan malamnya dengan lahap.


Selesai makan malam, Dilo istirahat di kamarnya dan dua keluarga berkumpul di ruang tengah.


Mereka akan mengurus pemberkasan untuk mengangkat Dilo sebagai anak angkat dan secara hukum.


Jordan menceritakan pertemuannya dengan Aisyah hingga kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya.


Ia mau membawa Aisyah pulang tetapi Jhonny menghalanginya sehingga terjadi kecelakaan.


Jhonny mau merebut Aisyah dari dirinya, jadi Jordan mengajak semua anggota keluarga sebagai senjata untuk menjemput Aisyah.


Tidak mungkin Aisyah menolak Mama dan papanya.


"Aku telah mengirimkan mata - mata untuk mengawasi Aisyah dan pria bernama Jhonny ingin menikahi Aisyah." Jordan tersenyum.


"Siapa Jhonny?" tanya Papa Aisyah.


"Pria yatim pintu yang hidup sebatang kara di jalanan." Jordan tersenyum.


"Apa, pria seperti itu tidak pantas untuk Aisyah." tegas Papa Aisyah Emosi.


"Sayang, hanya kamu yang boleh menikahi Aisyah." ucap Mama Aisyah.


Tentu saja Mama, aku sangat mencintai Aisyah dari dulu hingga saat ini." Jordan tersenyum puas.


"Papa dan papi, kapan kalian bisa ikut jemput putri kesayangan yang telah lam pergi?" tanya Jordan kepada Papinya dan Papa Aisyah.


"Secepatnya." jawab Papa dan Papi serempak.


"Baguslah, sebelum Aisyah menikah dengan Jhonny, besok kita berangkat." Jordan bersemangat.


"Sayang, apa kamu tidak lelah?" tanya Mami.


"Tentu saja tidak Mami, demi Aisyah." Jordan tersenyum puas.


"Jordan benar, jangan sampai Aisyah menikah dengan gembel yang tidak tahu asal-usulnya." kesal Mami Jordan.

__ADS_1


"Kamu benar Grace, kita membesarkan bersama Aisyah dan Jordan agar mereka bisa menikah." Mama Aisyah menepuk bahu Mami Jordan.


Semua beristirahat di kamar masing-masing, setelah mengambil keputusan untuk segera menjemput Aisyah dan menggagalkan rencana pernikahan Aisyah dan Jhonny.


Mereka akan menggunakan Jet pribadi untuk menjemput Aisyah.


Jordan tidak terburu-buru karena ia tahu Aisyah tidak akan menikah karena Nisa masih di rawat di rumah sakit.


Bagi Jordan, dengan Nisa berada di rumah sakit bisa menjadi penghambat pernikahan Aisyah.


Jordan selalu menerima laporan tentang perkembangan hubungan Aisyah dan Jhonny dari mata - matanya.


"Kamu tidak akan pernah bisa memiki Aisyah." Jordan tersenyum.


Jordan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Aisyah.


"Aisyah adalah milikku dan akan selalu menjadi milik." Jordan memejamkan matanya dalam senyuman.


Kebahagiaan dengan kesempatan kedua yang telah Tuhan berikan.


Kesempatan yang tidak akan pernah ia sia - siakan untuk mendapatkan Aisyah kembali.


***


Aisyah dan Jhonny pulang ke rumah Jhonny, mereka sedang mempersiapkan bekas pernikahan.


Mencari saksi dan wali, karena jika Aisyah masih memiliki orang tua Abi Ramadhan tidak mau menjadi wali Aisyah.


Berkas telah siap di atas meja, Aisyah dan Jhonny terdiam di ruang tengah.


"Kita tidak bisa menikah." ucap Aisyah mengejutkan Jhonny.


"Kenapa?" Jhonny menatap Aisyah.


"Aku masih punya Papa dan Mama, kita butuh Restu dari mereka." ucap Aisyah Bingung.


Jhonny terdiam, ia tidak bisa berbuat apa-apa, ia sangat sadar dengan dirinya yang tidak pantas untuk Aisyah.


Aisyah melihat kesedihan di wajah tampan Jhonny, pria itu benar-benar tidak banyak bicara.


Tidak bisa mengungkapkan isi hatinya, marah, sedih, bahagia, entah apa yang Jhonny rasakan, wajahnya tetap datar.


Jhonny beranjak dari kursi dan berdiri menatap tajam ke arah Aisyah.


"Apa yang harus aku lakukan untuk bisa menikah dengan dirimu?" tanya Jhonny.


Aisyah mengangkat kepalanya memandang Jhonny.


"Kita harus menemui orang tua ku." ucap Aisyah.


"Baiklah, kapan kita menemui mereka?" tanya Jhonny.


"Kita bisa menikah secara hukum dengan mengantarkan berkas ini ke kantor catatan pernikahan." ucap Aisyah.


"Maksudnya?" tanya Jhonny bingung.


"Kita daftarkan saja pernikahan kita dulu, baru minta Restu orang tua ku." Aisyah tersenyum, ia kasihan melihat wajah sedih Jhonny.


"Baiklah, kita bisa pergi sekarang." ucap Jhonny.


"Tentu saja, kita temui Stevent dan Nisa di rumah sakit." Aisyah merapikan berkas mereka berdua dan memasukkan ke dalam tas.


Jhonny tersenyum dan bersemangat, meskipun ia tidak mengerti pernikahan secara hukum dana secara Agama.


****


Semoga Suka, Mohon Dukungan rekan semua dengan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih.


Baca juga "Arsitek Cantik" dan Nyanyian Takdir Aisyah" " Cinta Bersemi di ujung Musim"

__ADS_1


Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


__ADS_2