Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Permohonan


__ADS_3

Nisa masih tetap terdiam di antara keluarga Stevent, ia tidak tahu harus berbuat apa, Nisa tidak pernah berpikir jika Orang tua Stevent akan hadir di rumah.


Nisa merasa masuk dalam perangkap Stevent, ia hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar tulus dari wajah mama Stevent.


" Sayang ikut, Mama,!" Mama Stevent tersenyum manis.


Ia menarik tangan Nisa yang hanya menurut saja. Nisa tidak pernah membantah orang tua.


Nisa dan Mama Veronika berjalan menuju ruangan paling ujung, di dekat taman dan kolam ikan, Sebuah ruangan yang sangat luas dengan dinding kaca tebal bening.


Nisa dapat melihat ada banyak pelayan di dal ruangan yang sedang mengangkut dan mengatur busana pernikahan.


" Sayang, Mama sudah mempersiapkan ini sejak Stevent mengirimkan foto kamu kepada Mama " Mama menarik tangan Nisa untuk masuk ke dalam ruangan kaca.


" Kapan, Stevent mengirimkan foto Nisa ke Mama ?" Nisa penasaran


" Sudah lama sayang, tapi Mama tidak berani bertanya, Mama selalu memandang foto cantik kamu dengan pakaian yang sopan ini, berharap kamu akan menjadi menantu Mama" Mama mengusap kepala Nisa yang tertutup hijab berwarna peach.


" Stevent menulis satu kata di bawah fotomu, " wanitaku " Menerima pesan itu saja sudah membuat Mama sangat bahagia" Jelas Mama.


" Sejak dia mengirimkan foto kamu, Mama telah mempersiapkan segala sesuatunya yang sesuai untuk dirimu, Mama telah membuat janji dengan EO dan para perancang busana ternama " Mama tak berhenti bercerita.


" Mama Stevent benar - benar Bahagia " pikir Nisa yang hanya tersenyum lembut namun terasa sesak di dadanya.


Mama dan Nisa berkeliling ruangan melihat banyak gaun yang Indah.


" Lihat sayang, Mama memesan semua gaun tertutup untuk kamu, Mama juga akan pakai gaun tertutup seperti kamu " Mama terlihat sangat bahagia, Nisa bukan melihat Gaun tapi ia melihat sorot mata Bahagia Mama Veronika.


" Mama, apa Mama tidak lelah ?" suara lembut Nisa menyentuh lengan Mama Veronika


" Tidak sayang, Mama terlalu Bahagia " Mama menatap Nisa dengan mata sendu, terlihat butiran bening mengalir dari sudut mata Mama, Nisa mengusap wajah Mama yang basah.


" Duduklah, Mama akan ceritakan tentang Stevent " Mama menarik tangan Nisa duduk di sofa panjang. Mama menggenggam tangan Nisa dan mulai bercerita.


Stevent dididik dengan keras dan disiplin sehingga ia tumbuh menjadi anak yang keras dan dingin.


Tuntutan Papa akan kesempurnaan membuat ia menjadi orang yang egois, ia selalu berada di puncak kesuksesan dari dia masih sekolah hingga menjadi pengusaha sendiri tanpa bantuan orang tuanya.


Stevent tidak pernah memperdulikan perasaan orang lain, ia pembuat aturan yang harus di patuhi, Bahkan Mama telah kehilangan Stevent, Karena Stevent menghabiskan waktunya untuk belajar. Mama hanya bertemu dengan Stevent saat makan.


Stevent menghabiskan waktu di ruang kerja Papa di temani beberapa Guru private dan para ahli.


Ketika ia sukses, Stevent melakukan semua yang di ajar oleh papanya, Untuk berhasil kita harus menghilangkan rasa belas kasih .


Mama hampir tidak pernah menyentuh atau mengelus rambut Stevent, Ia melakukan semuanya sendiri.


Mama sangat kasian kepada Stevent, ia tidak punya waktu untuk istirahat. Kesuksesan Stevent berkat kedisiplinan dan kerja kerasnya.


Yang membuat Mama khawatir, Stevent sangat membenci wanita manja. Ia tidak akan segan menghina dan menyakiti perasaan seorang wanita. Bahkan ia tidak segan melempar seorang wanita kelantai ketika menyentuh tubuhnya.

__ADS_1


Mama bahkan berpikir Stevent tidak tertarik kepada wanita. Stevent melarang Viona berpakaian seperti wanita seksi, Mama bisa berpakaian bebas baginya itu tanggung jawab Papa.


Mama sangat bahagia ketika Steven mengirimkan foto wanita berhijab dan sangat cantik dengan senyuman lembut dan tulus.


Mama menghentikan ceritanya karena ia telah sesegukan menahan tangisnya.


" Nisa apakah kamu mencintai Stevent ?" tanya Mama yang membuat Nisa tersenyum menyembunyikan perasaan kacau dan menggangu pikirannya.


" Cinta akan Tumbuh ketika dua pasang manusia hidup bersama hanya mengharapkan Ridho Allah " Nisa tersenyum


" Sayang, Stevent kekurangan kasih sayang, dia menemukan kelembutan dan ketulusan pada dirimu, Dia sangat mencintai kamu, Stevent tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kamu,, walau hanya nyamuk sekalipun " Mama memegang wajah Nisa dengan tangannya yang lembut.


" Mama mohon cintai dan sayangi Stevent nak " Mama turun dari kursi menyentuh Kaki Nisa dan memohon di hadapan Nisa dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.


" Ma, jangan seperti ini " Nisa terkejut dengan refleks ia beranjak dari kursi memegang lengan kiri kanan Mama dan mengangkat Mama agar segera berdiri.


Mama memeluk Nisa, ia menumpahkan kesedihan dan kebahagiaan di pundak Nisa.


" Ma , jangan terlalu lama memeluk Nisa aku cemburu " Stevent masuk ke ruangan mendekati Nisa dan Mama


" Sayang, masak sama Mama saja kamu cemburu " Mama melepas pelukannya.


" Ma, aku belum pernah memeluknya " Stevent menatap tajam ke arah Nisa ia duduk di sofa sudut ruangan.


" Sayang, pilihlah model yang kamu suka " Mama menyentuh dagu Nisa


" Semuanya bagus Ma" Nisa tersenyum


" Stevent sayang, kamu jangan menyiksa menantu kesayangan Mama " Mama menggandeng tangan Nisa.


Viona berlari ke ruangan pakaian.


" Waktunya makan siang !" Viona berteriak


" Ayo sayang kita makan siang bersama " Mama menggandeng tangan Nisa dan Stevent di kiri dan kanan tubuhnya.


Mereka makan siang bersama, dengan tenang, Stevent selalu menatap Nisa, Mama sangat memanjakan anak - anaknya, ia mengambilkan makanan untuk anak dan suaminya.


Mama adalah orang yang paling terlihat bahagia.


Nisa menahan rasa sesak di dadanya, ia tidak menyangka akan secepat ini Stevent membuat ia terjebak di antara keluarga Stevent.


Nisa hanya bisa tersenyum manis. Makan siang selesai.


Stevent mengajak Nisa ke taman, sebelumnya Nisa telah sholat Zuhur di kamar kosong.


Nisa berjalan mengikuti Stevent, dan berhenti ketika mereka berada di depan kolam renang.


Stevent menatap Nisa.

__ADS_1


" Apa yang kamu rasakan ?" tanya Stevent


" Apa kamu ingin mengetahui isi hatiku?" Nisa balas bertanya.


Stevent berjalan mendekati Nisa, yang mulai khawatir. Stevent membungkukkan sedikit tubuhnya agar bisa melihat wajah Nisa uang menunduk.


" Apa kamu takut padaku ?" tanya Stevent


" Aku tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Tuhan " Nisa memundurkan tubuhnya.


" Kamu selalu menghindari aku " Stevent menatap Nisa


" Tentu saja , karena itu larangan dalam agama " jelas Nisa


" Karena itulah aku ingin segera menikah dengan kamu agar semua larangan itu boleh aku langgar " Stevent tersenyum bahagia dan tulus.


" Ya Tuhan, apa yang ada di pikiran pria ini ?" Nisa berbisik dalam hati dan melirik Stevent sekilas.


" Bagaimana pelajaran kamu ?" tanya Nisa mengalikan pembicaraan


" Baik, apa kamu tahu,, aku harus merasa kesakitan seperti anak kecil dan menanggung malu ketika memeluk agamamu " Stevent memicingkan matanya.


" Maksud kamu?" Nisa penasaran.


" Kamu tidak tahu atau pura - pura tidak tahu ?" Stevent melangkahkan kakinya mendekati Nisa yang kembali mundur beberapa langkah.


Nisa menutup mulutnya menahan tertawa, ia berpikir pasti yang dimaksud Stevent adalah khitanan.


" Apa kamu menertawakan rasa sakit pada Junior ku " Stevent menggoda Nisa


Nisa berdehem ia menenangkan diri.


" Itu untuk kesehatan, kamu adalah pria cerdas pasti mengerti " Nisa tersenyum


" Tentu saja, itu juga untuk dirimu di malam pengantin " Stevent kembali tersenyum menggoda Nisa.


" Aku mau pulang, Umi dan Abi pasti menungguku " Nisa mengalikan pembicaraan.


" Baiklah, Papa dan Mama akan mengunjungi Abi dan Umi malam ini, untuk membicarakan pernikahan kita " Stevent berjalan meninggalkan Nisa menuju ruang tengah.


" Stev, kenapa sangat mendadak ?"


" Supaya kamu tidak lari dariku, ayolah aku akan mengantarkan kamu pulang " Stevent mempercepat langkahnya.


" Aku akan pamit pada Papa dengan Mama" Nisa berlari melewati Stevent.


😘 Thanks for Reading 😊


Mohon dukungannya Vote gratis aja

__ADS_1


Komentar dan like, Terimakasih


♥️ Love you Readers 💓


__ADS_2