Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Penyiksaan


__ADS_3

Nathan telah sampai di kediamannya, Nayla rawat jalan di rumah, Herry terlalu khawatir hingga membawa Nayla kerumah sakit.


Nayla duduk santai di ruang tengah, makan buah segar.


Nathan menatap dan mendekati adiknya yang sekan tidak terjadi apa-apa.


" Apa kau baik-baik saja " Nathan berdiri menghadap Nayla.


" Kak Nathan, kau sudah pulang " Nayla beranjak dari kursi dan memeluk Nathan.


" Aku pulang karena kamu masuk rumah sakit " Nathan mendorong tubuh adiknya


" Herry terlalu khawatir, bagaimana dengan Nisa? " Nayla memancungkan mulutnya


" Dia masih tertidur " jawab Nathan


" Baguslah, jangan biarkan ia terbangun " Nayla memegang tenggorokannya,, merasakan nyeri.


" Aku mau beristirahat " Nathan masuk ke kamarnya diikuti Assistennya, Nayla kembali duduk di sofa menikmati buah segar.


Nathan membuka pintu kamar dan duduk di sofa bersama assisten.


" Roy, buka laptop lihat rekaman cctv kamar Nisa " perintah Nathan Kepada Roy


"Baik Tuan"


Roy segera mengaktifkan laptop. Nathan yang cerdas tidak hanya menyambung cctv pada ruangan di Istana tapi pada semua perangkat yang ia punya, bahkan terhubung langsung dengan ponselnya.


Roy membuka kotak penyimpanan.


" Tuan ada 2 kotak penyimpanan" Nathan menatap heran, Roy menyerahkan laptop kepada Nathan.


Nathan mulai khawatir, jika ada 2 file berarti ada perubahan pada rekaman, laptop menyimpan secara otomatis rekaman pertama dan menyimpan lagi rekaman perubahan.


Nathan membuka file asli. Nathan melihat semua kejadian Loly menyuntikkan Nisa pada lengan kiri dan kanannya.


Nathan membuka rekaman cctv semua ruangan, ia melihat Loly masuk ruang penyimpanan dan mengambil 2 buah jarum suntik, dan Nathan tahu satu jarum berisi cairan penawar dan satu lagi berisi cairan racun tulang.


Nathan mulai frustrasi, ia melihat Loly menyuntikkan obat dan racun pada Nisa.


Nathan membuka semua rekaman yang tersimpan otomatis di laptop. Ia melihat Nisa berlari meninggalkan ruangan.


" Tidaaaaak " Nathan berteriak kesal


" Hubungi semua bodyguard, cari Nisa, Masukan Loly ke penjara bawah Kastil" perintah Nathan pada Roy.


" Apa yang harus aku lakukan, Nisa dalam bahaya,, Loly sialan , akan ku hancurkan hidupmu " Nathan menjambak rambutnya


Nathan dan Roy segera meninggalkan rumah, Mereka berdua menuju mobil masing-masing. Nathan tidak perduli dengan panggilan Nayla.


Nathan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, menghabiskan semua injakan pedal.


Ia membelah jalanan yang masih ramai menuju Kastil Istana klasik di tengah hutan.


Mata-mata Jho telah melaporkan kepulangan Nathan dan pergi lagi dengan tergesa-gesa.


Beberapa anak buah Jhonny telah mengikuti mobil Nathan. Nathan yang sangat khawatir dengan Nisa tidak menyadari bahwa mobilnya di ikuti. Namun Roy menyadarinya, ia segera menghubungi anak buahnya untuk menghabisi orang-orang yang mengikuti Bosnya.


Terjadi aksi saling tembak, dan tabrak., beberapa anak buah Roy menghalangi mobil dengan mobil besar sehingga mereka tidak bisa lewat.

__ADS_1


Nathan terus, mengendarai mobilnya, tanpa mempedulikan belakangnya.


***


Stevent berada di persimpangan yang ditemani Jhonny mengisi bahan bakar mobilnya.


" Tuan berdasarkan informasi yang saya dapatkan, lokasi Kastil Nathan Tidak jauh dari sini, kita hanya perlu berbalik arah dan mengambil jalan kecil di samping bukit, jalan setapak yang hanya dilewati satu Mobil " ucap Jhonny tenang


" Dari sini kita akan melewati 2 Desa, Desa pertama sangat sempit dan desa kedua terlihat lebih modern, bahkan ada sebuah klinik " Jhonny melanjutkan penjelasan lokasi agar Stevent tidak nyasar lagi.


Tanpa sepatah kata pun, Stevent segera masuk dalam mobil, menyalakan mesin dan putar haluan seperti seorang yang sedang atraksi.


Melihat Stevent telah pergi Jhonny segera menghubungi beberapa anak buahnya agar segera menyusul Stevent.


Stevent segera melaju kendaraan dengan kencang, dan menemukan sebuah desa yang penduduknya Tidak terlalu padat, dengan bangunan sederhana, Stevent melihat sebuah mobil mewah berwarna putih dengan pintu terbuka terparkir di depan sebuah klinik dengan cat Putih.


" Di tempat seperti ini ada juga mobil mewah " pikir Stevent, kemudian Stevent masuk desa sempit dan padat penduduk, hingga kendaraan tidak bisa lebih cepat, ia mulai menggerutu


Keluar dari Pedesaan yang sempit Stevent kembali mempercepat laju kendaraannya. Ia terus menginjak pedal gas mobilnya, seakan jalan itu tak berujung, semakin sepi dan dingin.


Pepohonan yang rindang dan Matahari yang mulai bersembunyi di balik Bumi, Membuat Susana semakin mencekam, Stevent dapat melihat sebuah bangunan Tua di ujung jalan.


Ia memperlambat laju mobilnya, menyembunyikan mobil di balik semak. Stevent memperhatikan situasi di Istana, tidak banyak penjagaan.


Ia berjalan mengendap - endap menelusuri Dinding, Ia melihat sebuah pintu terbuka.


Stevent mendengarkan teriakan seorang wanita, ia mempercepat larinya


" Nisa " pikirnya Stevent terus berlari hingga sampai pada kamar paling ujung dengan pintu terbuka. Stevent berusaha mengintip dengan perlahan.


" Bukan Nisa" Gumam Stevent. Ia memperhatikan sebuah ranjang kosong, dengan selang impuls menggantung. Seorang wanita dengan Stelan Dokter dan 2 orang pria.


" Dimana Nona Nisa?" tanya seorang pria kepada Loly, mengedarkan kata Nisa Stevent membatalkan niatnya untuk meninggalkan ruangan itu.


" Nona Loly, Tuan Nathan memberi perintah untuk mengurung Anda di penjara bawah tanah" ucap seorang pria bertubuh besar tinggi


" Apa, kenapa?" Loly bingung


" Anda telah melukai Nona Nisa " jawab seorang pria yang telah memasarkan borgol pada tangan Loly.


" Apa yang kalian lakukan , lepaskan aku!" Loly berteriak, namun dua pria kejar tidak perduli mereka terus menyeret Loly ke penjara bawah tanah.


Stevent bersembunyi, ia sudah tidak sabar ingin bertanya kepada wanita itu, apa yang telah ia lakukan pada Nisa.


Kedua pria melemparkan tubuh Loly dengan kasar hingga ia tersungkur di lantai penuh darah kering. Bau busuk bangkai tercium menyengat hidung. Mengunci pintu, meletakkan kunci di meja dan meninggalkan Loly sendirian, mereka tidak tahan berlama-lama di tempat itu.


Loly berteriak histeris seperti orang gila, ia menangis. Ia bingung bagaimana Nathan tahu ia menyakiti Nisa .


" Nathan, Aku telah membunuh Nisa" Teriakan Loly menggema, mendengarkan kalimat itu Stevent naik darah ia yang dari tadi bersembunyi tidak bisa menahan diri.


Stevent mengambil kunci yang tergeletak di atas meja, ia membuka pintu dan mencekik leher Loly dengan sekuat tenaganya.


" Apa yang kamu lakukan pada Nisa " Stevent berteriak, matanya memerah.


Loly kesulitan bernapas, ia berusaha melepaskan cekikan Stevent.


Stevent membanting tubuh Loly ke dinding, dan menekannya.


" Dimana Nisa, katakan?" Stevent berteriak, kepala Loly mengeluarkan darah. Loly kesulitan berbicara Stevent kembali mencekik lehernya.

__ADS_1


Jhonny datang dan menghentikan Stevent. Ia menarik tubuh Stevent dan dua orang bodyguard memegang Stevent.


" Lepaskan, aku akan membunuh wanita jalang itu " Stevent berteriak dan memberontak bahkan ia berusaha menghajar 2 bodyguard yang memegangnya.


" Tuan , jika Anda membunuhnya, bagaimana kita tahu keberadaan Nisa" Jhonny menenangkan Stevent.


Stevent terduduk ke lantai.


Jhonny mendekati Loly yang terbatuk - batuk dan terluka.


"Nona Dimana Nona Nisa?" tanya Jhonny sopan


Loly melirik Stevent


" Stevent Lu Alexander, pria terkaya dan terdingin, mencari Nisa, sungguh sangat beruntung tapi sayang Nisa berada di ambang kematian" Suara hati Loly menyembunyikan senyuman di balik rambut yang menutupi wajahnya.


Tidak mendapatkan jawaban Jhonny menjambak rambut Loly.


" aaaaa" Loly berteriak kesakitan


" Katakan, aku akan membawa kamu keluar dari sini " bisik Jhonny di telinga Loly


Stevent memperhatikan Loly, ingin rasanya ia menghajar wanita itu habis - habisan.


" Percuma , Nisa berada dalam ambang kematian, aku telah membuat ia lari dengan rasa sakit di seluruh tubuhnya, Nathan saja tidak akan bisa menolongnya, Kalian semua akan kehilangan Nisa " Loly tersenyum


Stevent kembali emosi, ia beranjak dari duduknya menarik Loly dari Jhonny, dan kembali membanting tubuh Loly ke dinding, berkali - kali bagaimana boneka mainan.


Stevent tidak melihat Loly sebagai manusia lagi. Ia ingin menghancurkan Loly berkeping-keping.


Jhonny hanya melihat Stevent melampiaskan emosinya, ketika kedua bodyguard ingin menghentikan Stevent, Jhonny memberi isyarat jangan mendekat.


Mata Stevent memerah, ia menjambak rambut Loly dengan kedua tangannya, ia ingin mencabut semua rambut yang melekat pada kepala Loly.


Loly tak sadarkan diri, darah berhamburan dari wajahnya, bahkan wajah cantik Loly sudah tak terlihat.


Melihat Loly sudah tidak sadarkan diri, Stevent menghempaskan tubuh Loly kelantai bagaikan boneka.


" Kita harus kembali, Nathan dalam perjalanan, Nisa tidak ada disini " Jhonny menarik tangan Stevent.


Mereka segera berlari meninggalkan perjara bawah tanah dan menuju mobil, Jhonny masuk ke dalam mobil bersama Stevent ia tidak mau Stevent melakukan sesuatu yang gegabah.


Jhonny duduk di posisi pengemudi, ia melaju membelah jalanan sepi, diikuti beberapa mobil anak buahnya.


" Kita harus menemukan Nathan sebelum ia menemukan Nisa


***


Nathan ingat ia telah memasang GPS pada jam tangan Nisa, ia segera membuka ponselnya dan mencari keberadaan Nisa.


" Klinik Dokter Aisyah " Nathan semakin menambah kecepatan mobilnya.


Jalanan tampak sepi dan gelap karena desa di ujung kota tidak memiliki lampu penerangan.


Dua orang Pria mencintai seorang wanita, Berlawanan arah menuju tempat yang sama.


*****


Hallo Readers dukung terus Author yaa, jangan lupa like dan komentar setelah membaca.

__ADS_1


Jika boleh berikan Vote juga yaa 😍


Terimakasih semuanya, Love you Readers 💓**


__ADS_2