
Maria berada di apartemen miliknya, Ia masih membayangkan ketika bercinta dengan Mark, usianya tidak mengurangi kemampuan Mark dalam bercinta.
Maria benar-benar kewalahan, ia beristirahat di kamar apartement miliknya.
Leon menekan bel dan membuka pintu ruangan Maria.
"Leon, Oh God, aku lupa mengunci pintu." Maria beranjak dari kursi.
"Kenapa kamu tidak menerima panggilan ku? kemana saja kamu menghilang?" Leon duduk Sofa empuk.
" Aku mencari Putriku." jawab Maria.
"Apa ? kamu punya putri?" Leon terkejut.
"Ya, aku punya putri yang seusia dengan dirimu." Maria tersenyum
" Lihatlah Dia sangat cantik." Maria memperlihatkan foto Nisa di layarnya.
"Apa? " Leon terkejut melihat foto wanita cantik berjilbab tersenyum dengan tulus dengan wajah yang sangat mirip dengan Maria.
"Dimana Dia sekarang, apa kamu sudah bertemu dengan Putrimu?" Leon merapikan jasnya
"Aku sedang mencarinya." Maria memandang foto Nisa.
"Kirimkan fotonya kepadaku, aku akan membantu mencarinya." Leon meninggalkan apartement Maria.
"Aneh, biasanya dia berlama-lama di sini." ucap Maria.
Leon berjalan menuju parkiran, ia benar-benar frustasi, ia telah menyelidiki Maria adalah mantan seorang Dokter bedah, Dan Leon pikir Maria yang telah melakukan operasi pada adiknya Leo.
"Pantas saja mereka berbeda, hanya mirip wajah saja." Leon menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mengendarai mobilnya meninggalkan lokasi apartement.
Leon kembali ke rumahnya, ia menemui Leo yang duduk termenung di taman belakang rumah.
Leon memperhatikan Leo,
"Pantas saja ketika Aku aja Maria ke rumah ia katakan itu bukan dokternya." Leon berjalan mendekat adiknya.
"Hai Leo. " Leon menepuk pundak Leo.
"Jangan temui aku jika kamu tidak bisa membawa malaikatku kemari" Leo terus menatap kosong pada bunga - bunga Indah
"Apa yang akan kamu lakukan jika aku bisa membawa malaikat kamu kemari?" Leon tersenyum menatap mata Leo yang mulai membalas tatapan Leon.
"Aku akan menuruti keinginan dirimu." Mata tajam Kiano kembali bersinar.
Leon mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto Nisa yang sedang tersenyum Cantik.
"Oh God, she is My Angel." Leo merebut ponsel Leon.
__ADS_1
"Leon, dimana kamu mendapatkannya? Dimana dia?" Leo berdiri.
Leon dan Leo adalah saudara kembar.
Leo seorang penyanyi sekaligus dancer. Ia cedera ketika sedang melakukan konser sehingga harus melakukan operasi pemasangan pin pada kakinya.
Ia hanya bertemu sekilas dengan Dokter yang telah mengoperasikan dirinya.
Leo Depresi dengan lukanya, namun Dokter Wanita Cantik dan berjilbab, selalu menghibur Leo memberikan kekuatan pada Leo hingga ia kembali ke negaranya.
Setelah pulih Leo tidak bisa melupakan Dokter yang telah merawatnya pasca operasi sehingga ia kembali ke negara ketika ia melakukan konser namun Dokter yang masih magang tidak bekerja di rumah sakit itu lagi.
Leo berhenti dari aktivitasnya karena ia kembali cedera ketika sedang latihan, ia berharap Dokter yang dulu pernah merawatnya akan merawatnya lagi, namun Leo benar-benar kehilangan Nisa.
Leo telah kembali pulih tapi ia tidak ingin melanjutkan karirnya. Dan itu membuat Leon kecewa.
"Aku sedang mencarinya untuk kamu." Leon tersenyum melihat Wajah Leo yang kembali bersinar.
"Sampai kapan kamu akan bersembunyi dari para penggemar kamu?" gumam Leon dalam hati.
Leon telah mengirimkan foto Nisa ke ponsel Leo, dan meninggalkan Leo dengan senyuman penuh harapan.
Leon menghubungi beberapa detektif swasta untuk mencari keberadaan Nisa hanya dengan modal sebuah foto.
"Aku tidak membutuhkan Maria lagi, karena mereka berbeda, wanita berjilbab ini terlihat lembut." Leon tersenyum kembali mengendarai mobilnya kembali ke kantornya Perusahaan Global Entertainment.
Dengan senyuman yang sangat menawan Leon memasuki ruangnya. Semua karyawan entertainment terpesona melihat perubahan bos muda yang tampan saudara kembar sang Idola.
Leon kembali fokus bekerja di dampingi seorang sekretaris cantik dan seksi.
Perusahaan menjadi riuh,, para Karyawan wanita berteriak histeris, sang Idola yang telah lama menghilangkan kini muncul tiba-tiba di perusahaan dengan senyuman dan gaya yang sama seorang idol muda dan berbakat.
"Apa yang terjadi?" tanya Leon kepada sekretarisnya yang dengan sigap membuka layar komputer untuk melihat kamera cctv.
"Aaaaaa, Leo" sekretaris ikut berteriak dan berlari keluar ruangan.
Leon terkejut dan berpikir.
"Leo? Apakah secepat itu ia kembali hanya dengan melihat foto cantik wanita berjilbab." Leon tersenyum.
Leon memperhatikan Leo dari layar komputer, ia bisa melihat aura seorang bintang Kembali terpancar.
"Akhirnya, kamu kembali juga, aku harus berhasil menemukan wanita itu." Leon tersenyum bahagia.
Leo berjalan ke ruang latihan koreografi, ia melihat para junior yang sedang berlatih, dan berteriak histeris ketika mengetahui sang bintang tersenyum dan melambaikan tangannya, kemudian berjalan menuju ruangan khusus miliknya.
Leo membuka jaket dan hanya menggunakan kaos tanpa lengan.
Leo memulai gerakan dance yang biasa ia lakukan dalam ruangan kaca.
__ADS_1
Semua terpesona melihat gerakan lincah Leo, ia telah lama vakum namun tetap jago dengan tubuh yang tetap seksi di basahi keringat.
Leon tersenyum puas melihat Leo.
Semua artis dan karyawan kagum dan terpesona, akankah sang Bintang akan kembali bersinar.
Melihat Leon datang para karyawan dan Aktor dan aktris kembali ke ruangan masing-masing.
Leon masuk ke dalam ruangan latihan Leo, ia melihat Leo duduk di lantai dan meneguk air mineral, keringat bercucuran pada wajah tampan dan tubuh seksi Leo.
"Bagaimana?" Leon Duduk di samping Leo
"Aku sangat bersemangat." Leo tersenyum dan merangkul tubuh Leon
"Lepaskan tanganmu." Leon membuang tangan Leo .
"Kenapa?" Leo menatap Leon dengan tatapan tajamnya.
"Kamu berkeringat." Leo tersenyum
Mereka berdua bercanda bersama dan tertawa bahagia.
"Aku merasa hidup kembali." Gumam Leo dan dapat didengarkan oleh Leon.
"Aku bahagia, kita akan melakukan konferensi pers, jika kamu sudah siap." Leon menepuk pundak saudaranya.
"Tentu saja, Jika kamu tidak bisa menemukan dirinya secara diam-diam, aku akan mencarinya di atas panggung." senyum Leo mengembang.
"Ini baru Leo ku." Leon memeluk tubuh Leo
"Oh God, kamu membuat kemejaku basa.h" Leon melepaskan pelukannya dan melihat kemeja putih miliknya telah basah oleh keringat Leo.
Leo tertawa terbahak-bahak, Karena Leon sendiri yang memeluk dirinya.
Para karyawan dan agensi ikut bahagia melihat dua bersaudara yang kembali bersemangat seperti dulu.
Walaupun mereka tidak bisa mendengarkan apa yang dua saudara kembar itu bicarakan.
*****
Thanks for Reading
Halo Readers ku tercinta, Terimakasih sudah setiap selalu memberikan Like dan komentar pada setiap episode.
Terimakasih atas Vote yang telah di berikan kepada " Cinta Untuk Dokter Nisa" Semoga bisa menaikkan Ranking Nisa.
Semoga Readers semua selalu diberikan kesehatan dan Rezeki yang melimpah, Aamiin.
Love You Readers 💓**
__ADS_1