Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Makan Malam Bersama


__ADS_3

Misi dari Ayesha selesai lebih cepat dari perkiraan.


Tiga Pria tampan melakukan penandatanganan kerjasama proyek baru dengan mesin sendiri.


Kenzo harus mendapatkan kerja sama dan membuktikan bahwa dirinya mampu kepada Fauzan.


Lima hari Kenzo tidak melihat dan mendengar suara Ayesha, ia berusaha menahan rindu demi masa depannya.


Wanita dengan pakaian tertutup hingga bercadar jauh lebih menggoda Kenzo dari pada wanita dengan memamerkan bentuk tubuh indahnya kepada semua orang.


Permen yang terbungkus rapi lebih terjamin kualitasnya daripada pemen tanpa pembungkus yang telah dikerumuni semut.


Pembukaan lowongan pekerjaan untuk perusahaan baru.


Khusus untuk perempuan diwajibkan menutup aurat, tidak ada yang berpakaian seksi dari mulai foto pada lamaran, interview hingga bekerja.


Beberapa wanita yang tidak menutup aurat bahkan tidak diizinkan masuk perusahaan oleh sekuriti.


Kenzo tersenyum melihat antrian panjang yang akan interview.


Semua mata melihat kagum pada wajah tampan dan senyum lembut Kenzo. Pemegang perusahaan yang masih singel.


"Apa kamu tidak merindukan Ayesha?" Fauzan tersenyum dan menepuk pundak Kenzo.


"Pertanyaan yang menjebak." tegas Kenzo.


"Kamu memang cerdas, Aku senang jika kamu menolak Ayesha." Fauzan tersenyum dan berjalan menuju mobilnya yang berada di parkiran.


Beberapa orang yang pernah melihat wajah Fauzan di berita dan Instagram berteriak histeris.


Mereka mengenali wajah tampan Pangean kerajaan Arab yang sering diwawancarai karena keberhasilannya.


Fauzan tidak memperdulikan teriakan para penggemarnya, ia segera masuk ke dalam mobil dan membelah jalanan.


"Kamu sangat kejam, bahkan tidak memberikan nomor ponsel Ayesha kepada diriku." Kenzo tersenyum.


Sebuah pesan muncul di layar ponsel Kenzo.


"Makan malam bersama setelah tarawih di restoran Abi Ramadhan." Pesan dari Jhonny.


"Aku akan bertemu Nisa, sudah lama tidak melihat dirinya." Kenzo tersenyum.


Kenzo berjalan menuju mobilnya, ia kembali ke pesantren.


Stevent sengaja memilih makan malam bersama di restoran Abi karena lebih dekat dari rumah sakit.


Mereka akan menginap di kamar masa kecil Nisa yang telah Stevent rubah menjadi kamar sepasang kekasih yang romantis.


Makan malam telah tiba, sebuah meja besar telah tertata rapi dengan 2 kursi berpasangan di setiap bagian meja segiempat sehingga berjumlah 8 kursi.


Kenzo datang paling awal karena lokasi yang dekat dengan pesantren.


Fauzan kembali ke kamarnya setelah melaksanakan tarawih di pesantren.


Stevent menggandeng mesra tangan Nisa, dan Jhonny menggenggam tangan Aisyah.


Viona berjalan sendirian paling belakang, ia tersenyum melihat Kenzo yang tersenyum melihat Nisa dan Stevent.


Kebahagiaan Nisa adalah kebahagiaan Kenzo.


Aisyah terkejut melihat Kenzo, pria yang pernah menolongnya dari Jordan.


"Kamu?" Kalimat Aisyah terhenti tatapan Jhonny membuat Aisyah tersenyum manis.


"Apa kabar Nisa?" Kenzo tersenyum.


"Alhamdulilah sehat, kak Kenzo apa kabar?" tanya Nisa lembut.


Stevent menatap tajam Kenzo dan cemburu melihat senyum Nisa yang diberikan kepada Kenzo.


"Halo Kak Kenzo." sapa Viona tersenyum manis.


"Hai, Viona apa kabar? lama tidak berjumpa." Kenzo tersenyum membuat hati Viona meleleh.


Semua telah menempati kursi masing-masing.


"Dimana Tuan Fauzan?" tanya Stevent.


"Dia kembali ke kamar hotel sebentar." jawab Kenzo santai.


Aisyah duduk berdampingan dengan Jhonny dan Stevent berdampingan dengan Nisa. Viona sendirian berhadapan dengan kursi kosong di samping Kenzo.


"Assalamualaikum." suara lembut Ayesha mengejutkan Kenzo.


Ia melihat wanita bercadar yang sangat dirindukan bergandengan tangan dengan Fauzan.


Dengan refleks Kenzo berdiri dan membuat semua mata menatap dirinya.


"Ayesha." ucap Kenzo lembut.


Nisa tersenyum, ia melihat ada binar cinta dari tatapan Kenzo.


Siapa yang akan menolak pesona Ayesha, bahkan seorang anak kecil saja akan jatuh cinta kepada Ayesha.


Fauzan menarik tangan Ayesha dan mendorong tubuh Ayesha duduk di samping Viona.


Jantung Viona berdetak kencang ketika Fauzan berada di sampingnya.


Ketika Fauzan menarik kursi untuk Ayesha dan berbisik di telinga Ayesha, wajah Fauzan begitu dekat dengan Viona sehingga ia bisa melihat ketampanan yang sempurna.


"Jangan Jatuh Cinta kepada Kenzo." bisik Fauzan di telinga Ayesha dan menatap tajam kepada Kenzo.


Ayesha tersenyum dari balik cadarnya, ia tahu maksud dari Fauzan, jangan sampai dirinya jatuh cinta lebih dulu kepada Kenzo.


Fauzan duduk di samping Kenzo berhadapan langsung dengan Viona.


"Terimakasih kejutannya." bisik Kenzo kepada Fauzan.


"Dia kembali untuk ku bukan untuk dirimu!" tegas Fauzan.


Kenzo tersenyum, ia melirik Ayesha yang berada tepat di depannya.


Viona kebingungan, dua pria tampan yang sangat ia kagumi berada di depannya dengan pesonanya masing-masing.

__ADS_1


Sebelum makan malam Jhonny memperkenalkan Fauzan dan Ayesha.


Setelah membaca doa semua menikmati makan malam untuk merayakan kerjasama perusahaan Kenzo dengan saham terbesar milik Ayesha.


Sebuah mobil sport merah berhenti di parkiran restoran.


Seorang pria tampan masuk ke dalam restoran, ia melihat sekeliling dan melihat Ayesha bersebelahan dengan Nisa.


"Dua wanita yang luar biasa, tapi aku akan memilih uang masih sendiri." Nathan tersenyum dan memilih kursi yang berhadapan dengan Ayesha.


Memesan menu ringan hanya datang untuk melihat Ayesha.


Nathan tahu Ayesha pergi dan kembali ke Indonesia.


Beberapa rekan bisnis dunia hitamnya memantau perjalanan Ayesha.


Obsesinya kepada Ayesha melebihi ketika ia menginginkan Nisa.


Nathan ingin melihat wajah Ayesha yang ia pastikan sangat cantik dengan kecerdasan luar biasa dan usia lebih muda.


Melihat Fauzan saja dapat menebak kecantikan dan kesempurnaan yang dimiliki Ayesha.


Makan malam telah selesai, seorang pelayan wanita lewat di samping Ayesha dan menumpahkan jus buah di gamis Ayesha.


"Astaghfirullah." Ayesha terkejut, ia dapat merasakan dingin dari jus buah mengenai jilbab dan cadarnya.


"Maafkan saya Nona." pelayan merasa bersalah.


"Ah tidak apa." Ayesha tersenyum, ia dan Nisa serempak mengambil tisu.


Nisa membantu Ayesha membersihkan bekas jus buah di jilbab Ayesha.


"Terimakasih, aku akan membersihkan di kamar mandi." ucap Ayesha beranjak dari kursinya.


"Apa kamu mau saya temani?" tanya Kenzo membuat semua orang menatap Kenzo.


"Ayesha bisa sendiri, dia bukan anak kecil." Fauzan menepuk pundak Kenzo.


Ayesha berjalan sendirian menuju kamar mandi.


"Viona temani Ayesha!" perintah Stevent.


"Ah apa?" Viona melamun dan salah tingkah berada di depan Fauzan.


"Apa yang kamu pikirkan?" Stevent menatap tajam ke arah Viona.


Kenzo dan Fauzan ikut melihat ke arah Viona yang terlihat gugup dan tatapan dua pria itu membuatnya Viona semakin gelisah.


"Sayang, lembutnya dengan Viona, dia masih muda." Nisa menggenggam tangan Stevent.


Nisa paham dengan yang dirasakan oleh Viona, berada diantara pria yang disukai untuk gadis muda tentu akan membuat ia canggung.


"Viona, Stevent meminta kamu menemani Ayesha ke kamar mandi " ucap Aisyah lembut.


"Ah, baiklah dimana Ayesha?" tanya Viona.


"Iya telah pergi." Aisyah tersenyum.


"Tidak apa kamu bisa tetap duduk di sini." Fauzan tersenyum.


"Aku akan menyusul Ayesha." ucap Kenzo beranjak dari kursinya.


"Jangan berani menyentuhnya lagi!" Fauzan memegang tangan Kenzo dengan tatapan membunuh.


"Jangan khawatir, Aku lebih takut kepada Ayesha daripada dirimu." Kenzo tersenyum dan melepaskan tangan Fauzan.


Dua pasang suami istri saling pandang, mereka bingung dengan sikap Kenzo dan Fauzan.


Seorang pria yang telah merencanakan semuanya dengan matang menyusul Ayesha dari belakang.


Ayesha masuk kamar mandi dan ia mengunci pintu, ia harus membuka cadarnya untuk membersihkan bekas Nisa buah.


"Kenapa posisi tumpahnya bisa pas pada bagian atas?" Ayesha membersihkan jilbabnya dan melepaskan cadarnya.


Ayesha memiliki cadar pengganti di dalam tasnya.


"Baiklah, aku harus segera kembali ke hotel untuk menggantikan jilbab ini." Ayesha membuka pintu dan keluar dari kamar mandi.


Nathan menarik cadar Ayesha hingga terbuka, Ayesha terkejut hingga mata Indah melotot.


"Cantik." ucap Nathan tersenyum puas.


Kenzo berlari kearah Ayesha dan membuka jasnya meletakkan di atas kepala Ayesha hingga menutupi wajah Ayesha.


"Tidak usah khawatir, aku sudah melihat wajahmu lebih dulu." bisik Kenzo.


Ayesha mengangkat wajahnya menatap Kenzo butuh penjelasan.


"Nanti kita bicara, aku harus menghajar pria brengsek itu dulu." Kenzo mengepalkan tangannya.


Meratap Nathan penuh kebencian, ia melihat cadar Ayesha yang masih dipegang Nathan.


Dua pria kembali baku hantam untuk yang kedua kalinya.


Ayesha mengambil ponselnya dan menghubungi Fauzan.


Tanpa sepatah kata pun Fauzan segera berlari dan ke kamar mandi.


Kenzo cukup kewalahan menghadapi Nathan yang terbiasa berkelahi.


"Menyingkirlah!" perintah Fauzan kepada Kenzo.


Kenzo mengambil cadar dari tangan Nathan dan memberikan kepada Ayesha yang menutupi wajahnya dengan jas Kenzo.


"Aku akan menghancurkan dirimu dan bisnis gelap kamu!" Fauzan mulai menghajar Nathan dengan kemampuan bela diri yang luar biasa.


Fauzan menguasai banyak kemampuan bela diri yang ia pelajari setiap ia berkunjung ke beberapa negara di seluruh dunia.


Nathan terkapar tidak berdaya, Ayesha melihat wajah Kenzo yang bengkak dan bibir pecah mengeluarkan darah.


"Kamu harus lebih banyak berlatih." ucap Ayesha lembut, ia mengeluarkan botol berisi cairan obat dan kain kasa.


Kenzo tersenyum melihat kearah Ayesha, ia tahu Ayesha mengkhawatirkan dirinya.

__ADS_1


"Kompres dengan ini, bengkak dan memar akan hilang." Ayesha menyerahkan botol obat dan kasa kepada Kenzo.


Ayesha melihat kearah Nathan dan Fauzan.


"Dia tidak akan bisa mengalahkan kakakku." Ayesha tersenyum.


"Aku masih memiliki belas kasih, jika tidak tangan kamu akan aku patahkan." bisik Fauzan.


"Jangan pernah merendahkan seorang wanita!" Fauzan menghempaskan tubuh Nathan di atas lantai.


Ia tidak luka sedikitpun, bahkan Nathan tidak bisa menyentuh tubuh Fauzan.


"Hubungi rumah sakit." ucap Ayesha lembut.


"Kenapa?" tanya Kenzo.


"Kalian telah menghukumnya, tetapi ia berhak untuk sembuh dan bertaubat, semoga ini menjadi pelajaran berharga untuknya." Ayesha melihat Nathan dengan tatapan kasihan.


Kenzo segera menghubungi rumah sakit Samuel.


Fauzan menarik tangan Ayesha untuk meninggalkan Nathan.


"Tunggulah hingga petugas kesehatan tiba." Ayesha menahan tangan Fauzan.


"Baiklah." ucap Fauzan.


"Nathan, jadilah pribadi yang lebih baik lagi, Allah akan mengirimkan wanita baik untuk dirimu." Ayesha berjongkok dan melihat kasihan pada Nathan.


Beberapa perawat telah tiba dan mengangkat tubuh Nathan masuk ke mobil dari belakang.


"Berikan obat ini pada Nathan untuk menghilangkan memar dan bengkak." ucap Ayesha yang dapat di dengarkan oleh Nathan.


"Aku menginginkan dirimu!" Nathan menatap gamis Ayesha yang melambai-lambai ketika ia berjalan.


"Kamu sangat cantik." Nathan tersenyum menahan perih di wajahnya dan rasa sakit pada seluruh tubuhnya.


Mobil ambulans meninggalkan restoran dan menuju rumah sakit Samuel.


Makan malam selesai, mereka terkejut melihat wajah Kenzo yang memar.


"Apa yang terjadi?" tanya Stevent.


"Kenzo berkelahi dengan seorang pria untuk memperebutkan Ayesha." Fauzan tersenyum.


Kalimat Fauzan membuat semua orang tertawa kecuali Viona, ia sangat terkejut.


"Apakah Kak Kenzo menyukai Ayesha?" Viona bertanya dalam hatinya.


Nisa melihat Viona dari menyadari kekecewaan di wajah Viona.


Nisa, Viona dan Stevent pamit untuk pergi ke rumah sakit.


Aisyah dan Jhonny pamit pulang ke rumah mereka.


Tinggal Kenzo, Fauzan dan Ayesha yang akan berbicara tentang hubungan Kenzo dan Ayesha.


"Kita pindah tempat." ucap Fauzan.


Mereka memilih meja yang hanya memiliki empat kursi.


Kenzo berhadapan dengan Fauzan dan Ayesha di samping mereka berdua.


"Ayesha apakah kamu sudah mau menikah?" tanya Fauzan langsung.


"Aku mau menikah di usia 25 tahun." ucap Ayesha.


"Bagaimana dengan dirimu Kenzo?" tanya Fauzan.


"Aku siap menikah sekarang agar tidak menimbulkan fitnah." tegas Kenzo.


"Ayesha, kamu butuh seseorang yang akan selalu menjaga kamu, sebagai pasangan halal, apalagi Kenzo telah melihat wajah dan bahkan menyentuh dirimu." tegas Fauzan.


Ayesha menunduk, apa yang dikatakan oleh Fauzan benar.


Kenzo menatap Ayesha menunggu jawaban Ayesha. Ia benar-benar telah jatuh cinta pada Ayesha dan berharap mereka menjadi pasangan yang halal.


"Apakah harus sekarang?" tanya Ayesha.


"Tentu saja tidak, kita harus merencanakan semuanya dengan matang." ucap Fauzan dan Ayesha mengangguk.


Kenzo tersenyum bahagia, ia sangat puas dengan jawaban Ayesha.


"Kita akan saling mencintai." ucap Kenzo dalam hatinya.


"Baiklah, Kalian akan bertunangan dulu dan Kenzo jaga Ayesha, aku akan mengurus semuanya." Fauzan menepuk pundak Kenzo.


"Kak, kenapa aku yang paling muda menikah dulu?" tanya Ayesha lembut.


"Sebagai kakak kamu, kami akan menikah jika sudah yakin ada pria yang mencintai, menyayangi dan menjaga kamu sepenuh hati." Fauzan mengusap kepala Ayesha.


"Aku percaya Kenzo akan menggantikan diriku untuk menjaga dirimu, jika dia menyakiti kamu seujung kuku saja, dia tau akibatnya." Fauzan menatap tajam ke arah Kenzo.


"Jangan pernah bertemu dengan Nathan, ia pria yang keras kepala." tegas Fauzan.


"Baiklah, aku tidak akan pergi sendiri lagi." Ayesha tersenyum.


"Sebaiknya kita kembali ke hotel." Fauzan menggandeng tangan Ayesha.


"Bolehkah aku mengantarkan kalian ke hotel" tanya Kenzo melirik Ayesha, ia masih sangat rindu pada Ayesha.


"Tentu saja, kita bisa berjalan bersama." Ucap Fauzan.


Mereka berjalan bertiga menuju hotel di samping restoran Abi Ramadhan.


Ayesha berada di tengah dua pria tampan yang mencintai dirinya, menggandeng tangan Fauzan dan berjarak 1 meter dari Kenzo.


****


Semoga Suka, Mohon Dukungan dengan Like, Komentar, Vote, dan Bintang 5 😘 Terimakasih.


Baca juga Novelku "Arsitek Cantik"


Dan novel kakak ku "Cinta Bersemi di ujung Musim & Nyanyian Takdir Aisyah (Fitri Rahayu)"

__ADS_1


Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


Terimakasih yang sudah memberikan Tips, Vote, Like dan Komentar 😘😘


__ADS_2