Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Robot Maria


__ADS_3

Jepang


Mama Veronika telah 3 hari berada di Jepang, ia belum menemukan Mark.


Ada banyak Pria bernama Mark di Jepang. Mama Veronika berada di sebuah Hotel ternama bersama Laurent temannya, seakan sedang berlibur di Jepang.


Veronika merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, Laurent sedang merias diri di depan cermin dengan ukuran yang sangat besar.


" Jika hari ini tidak berhasil menemukan Mark, aku akan kembali ke negara kita " ucap Veronika.


" Kenapa kamu sangat ingin bertemu dengan Mark?" tanya Laurent bingung.


" Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padanya , kecelakaan itu telah membuat aku melupakan Mark " Veronika memejamkan matanya.


" Bagaimana dengan Alexander, apa dia tidak marah kamu pergi sampai 3 hari ?" tanya Laurent penasaran.


" Aku sering berpergian sendirian, ia tidak marah ataupun melarang ku" jelas Veronika.


" Bersiaplah kita akan bertemu dengan Tuan Hidoto " Laurent merapikan gaun seksi yang ia gunakan, usia boleh tua namun untuk seorang model, kecantikan dan keseksian adalah perawatan nomor satu.


" Siapa Dia?" tanya Veronika yang bersiap merapikan diri.


Veronika menggunakan celana panjang berwarna hitam dan kemeja putih dengan renda di bagian dada. Laurent memperhatikan Veronika.


" Apa kamu akan berpakaian seperti itu?" tanya Laurent, ia tahu Veronika adalah mantan model, yang selalu berpakaian seksi dan terbuka, dengan wajah cantik dan tubuh seksi tidak akan ada yang percaya Veronika memiliki anak yang telah menikah.


"Tentu saja, aku malu pada menantuku yang cantik" Beton tersenyum.


Veronika dan Laurent segera turun Menuju restoran di bawah kamar hotel. Mereka telah duduk pada sebuah Meja yang telah di pesan Laurent.


Seorang pria Jepang keturunan campuran telah tiba di restoran, ia berjalan menuju meja Laurent membawa tas jinjing berisi laptop dan banyak berkas.


" Selamat Siang Nyonya Laurent " Hidoto memberi salam.


" Selamat Siang , silahkan duduk " Laurent membalas salam dan mempersilahkan Hidoto duduk.


" Saya telah mengumpulkan data tentang seorang pria bernama Mark dengan usia dan kriteria yang anda berikan" Hidoto mengeluarkan berkas dari tasnya.


Wajah Veronika sangat senang dan penasaran, ia merasa tidak sabar lagi ingin bertemu dengan cinta pertamanya.


Laurent memperhatikan Veronika.


" Apakah kembali ingatannya membuat ia kembali mencintai Mark?" Veronika berbicara dengan dirinya sendiri di dalam hatinya.


" Saya memilih seorang pengusaha dalam bidang perkembangan dan pembuatan Robot, Tuan Mark dengan perusahaan bernama "M". Hidoto menyerahkan sebuah berkas lengkap dengan foto - foto Tampan Mark.


Veronika memperhatikan wajah tampan Cinta pertamanya, Usia tidak membuat pria itu berubah, bahkan Mark tetap terlihat Muda.


Laurent memperhatikan mata Veronika yang mulai berkaca-kaca.


" Apa aku bisa bertemu dengan Mark?" tanya Veronika tanpa mengalihkan pandangan dari foto.


" Tentu saja Nyonya, saya bisa mengantarkan anda bertemu dengan Tuan Mark" tegas Hidoto tersenyum.


"Perusahaan " M" Tentu saja nama ia dan Maria sama dimulai huruf M " pikir Veronika dalam hati.


" Apakah kita tidak perlu membuat janji?" tanya Laurent.


" Tidak perlu, hari ini saya ada jadwal bertemu dengan Tuan Mark untuk menyelidiki dan mencari seseorang" jelas Hidoto.


" Terimakasih" ucap Veronika senang.


" Tidak perlu berterimakasih, bayaran yang anda berikan sangat fantastis tentu kami harus memberikan hasil yang memuaskan" Jelas Hidoto.


" Apa kita bisa pergi sekarang " Veronika Sudja tidak sabar lagi, ia ingin mengetahui bagaimana keadaan dan wajah Mark, sudah puluhan tahun mereka tidak berjumpa, apakah ia telah menikah atau masih setia mencari Maria.


" Tentu saja" Jawab Hidoto segera beranjak dari kursinya diikuti Veronika dan Laurent Menuju mobil Hidoto.

__ADS_1


Hidoto melaju kendaraan dengan kecepatan sedang, membelah kota besar di Jepang.


Mobil Hidoto berhenti tepat di depan pintu utama perusahaan, Seorang petugas segera mendekat dan meminta kunci mobil, ia akan memarkirkan mobil pada tempatnya.


Mereka berjalan masuk menuju resepsionis, dan Nona resepsionis segera mengantar Tuan Hidoto ke sebuah ruang tunggu.


Simbol " M " Menempel di setiap sudut ruangan. Veronika dan Laurent memperhatikan perusahaan raksasa bergerak di bidang teknologi pembuatan dan perkembangan Robot.


Veronika menggenggam erat tangan Laurent, ia gugup, akankah Mark masih ingat dirinya.


" Silahkan masuk Tuan dan Nyonya, Tuan Mark akan segera kemari" ucap seorang wanita muda cantik dan seksi.


" Terimakasih" Hidoto memberi hormat.


Mereka bertiga duduk di sofa dalam ruangan yang cukup mewah, seorang pelayan membawakan minuman.


Veronika terus menatap pintu dengan perasaan yang kacau, ia berharap segera dapat melihat wajah Mark, ada rasa rindu di hatinya.


Seorang pria membukakan pintu dan mempersilahkan seorang Bos tinggi tegap dengan tubuh proporsional, wajah bersih dan mata tajam masuk ke dalam ruangan.


Veronika refleks berdiri.


" Mark" Veronika memandang lekat pada wajah tampan tidak lekang di makan usia.


" Vero" Mark berjalan mendekati Veronika dan memeluknya.


Veronika menangis dalam pelukan Mark,


" Kemana kamu menghilang sejak aku ke Jepang?" tanya Mark.


Dihari keberangkatan Mark ke Jepang dan Veronika kecelakaan mereka hilang kontak.


" Aku kecelakaan dan hilang ingatan?" Veronika masih menangis.


" Apa kamu melupakan diriku?" Mark melepaskan pelukannya dan menatap Veronika yang mengangguk.


" Tuan Hidoto, apakah kita bisa cancel dulu" Mark melihat Hidoto dan Laurent.


" Tentu saja Tuan Mark, saya kemari yang mengantarkan mereka" ucap Hidoto.


" Terimakasih, aku akan mengganti waktu anda untuk hari ini " Mark berjabat tangan dengan Hidoto.


" Veronika, saya akan kembali ke hotel, kalian pasti butuh waktu berdua" Laurent tersenyum kepada Mark dan sangat mengagumi ketampanan Mark.


" Laurent terimakasih " Veronika memeluk Laurent.


Mark memanggil Assistennya agar memerintahkan sopir mengantarkan Laurent kembali ke Hotel.


Mark menarik tangan Veronika Menuju ruangan miliknya. Veronika memperhatikan Mark.


" Ia tidak berubah sama sekali" bisik di dalam hati Veronika mengikuti langkah kaki Mark yang menarik tangannya.


Para Karyawan kaget melihat Bos mereka membawa seorang wanita kedalam ruangan, ketika masih muda hanya Veronika yang pernah masuk kamar Mark.


Sedangkan Maria langsung mendapatkan rumah baru setelah menikah.


Mark membukakan pintu untuk Veronika, sama seperti mereka masih muda, Mark juga menarik Veronika ke kamarnya dan membuka pintu untuk Veronika.


" Vero, lihat lah kantorku " Mark Sangat senang bertemu dengan Veronika.


" Mark, bagaimana kabarmu sekarang?" Veronika menatap Mark.


" Aku masih mencarinya" Jawab Mark sedih


" Apa? ia masih mencari Maria dan belum menyerah?" hati kecil Veronika berbicara.


Mark memutar sebuah foto di atas mejanya, seorang wanita dengan gaun pengantin sedang tersenyum.

__ADS_1


" Maria" Veronika berucap.


" Ia adalah penyemangat ku untuk terus hidup dan berjuang mencari dirinya " Mark duduk di kursinya dan menatap sedih pada foto Maria.


" Mark, apakah kamu pernah menyentuh Maria?"Tanya Veronika gugup.


" Tentu saja, aku selalu memaksa ia melakukan dengan ku setiap malam dan aku berharap dia tidak akan pergi meninggalkan diriku" tangan Mark mengepalkan jari - jarinya.


" Kemarilah, kita melihat Maria" Mark tersenyum menyembunyikan kesedihannya.


" Apa?" Veronika bingung dan Mark kembali menarik tangan Veronika menuju sebuah laboratorium pembuatan Robot.


Ruangan khusus untuk para ahli robot ternama, mereka sedang menciptakan robot wanita bernama " Maria" .


Sebuah Robot wanita yang belum selesai berdiri di tengah-tengah Ruangan, Robot yang sangat cantik dan sedang tersenyum.


" Ia benar-benar mencintai Maria " Veronika berbicara di dalam hatinya.


" Aku akan membuat Robot Maria yang akan menemani diriku dirumah, aku sangat kesepian" Mark berjalan mendekati dan menyentuh wajah Robot.


" Aku sangat merindukanmu Maria, harusnya aku mengikat dirimu lebih kuat " Mark meletakkan kedua tangannya di pipi Robot.


Veronika menatap sedih pada Mark.


" Ayo kita makan siang di kantin perusahaan" Mark kembali menarik tangan Veronika.


***


Mereka duduk di kursi khusus Mark


" Mark aku senang bisa bertemu dengan dirimu" Ucap Veronika.


" Aku juga sangat senang" Mark tersenyum.


" Aku sengaja mencari dirimu karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan" Veronika meletakkan sendok dan garpu yang ia pegang.


" Makanlah dulu, nanti kita bisa berbicara lagi" Mark mengambil sendok dan garpu milik Veronika dan meletakkan di jari - jari Veronika.


" Mark" kalimat Veronika terputus.


" Aku masih tidak suka dibantah" Mark melotot, membuat Veronika menahan tawa.


" Makanlah!" perintah Mark dan Veronika patuh.


Mark tersenyum, mereka bernostalgia dengan masa - masa muda ketika bersama.


Dulu Semua orang mengira Mark akan menikah dengan Veronika, tapi ternyata tidak ada cinta di hati Mark untuk Veronika.


Mark hanya jatuh cinta pada seorang wanita saja yaitu Maria.


***


Dimanakah Maria?


*


*


*


Thanks for Reading 😊


Selalu tinggalkan Like dan Komentar pada setiap episode yaa 🤗


Terimakasih atas pemberian Vote 😘


Love You Readers ♥️

__ADS_1


__ADS_2