
Mark, Veronika dan Laurent telah berada di Bandara, sebuah mobil milik anak buah dari Alexander telah menunggu di pintu keluar.
" Mark ikut lah, aku akan mengantarkan dirimu" ucap Veronika.
" Terimakasih, aku telah menghubungi orang ku" Mark menolak
" Baiklah" Veronika dan Laurent masuk ke dalam mobil.
" Aku mau jalan-jalan" gumam Mark, ia segera menaiki taxi yang bersusun rapi menunggu penumpang.
" Kapan Putriku akan pulang dari bulan madu?" Mark duduk di kursi penumpang, ia memperhatikan jalanan kota yang telah lama ia tinggalkan.
Taksi berhenti pada sebuah pusat perbelanjaan ternama di kota. Mark segera turun, ia ingin membeli sesuatu untuk putrinya sebagai hadiah pernikahan, Mark juga telah menyiapkan hadiah yang akan dikirim dari Jepang.
Mark berada di sebuah toko perhiasan hasil rancangan seorang desainer terkenal.
Mark memperhatikan model perhiasan yang terpajang di etalase, seperti ciri khas buatan seseorang.
" Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan toko, ia memperhatikan Mark, dengan usia seorang bapak namun wajah anak muda.
" Apakah perhiasan ini di desain oleh satu orang?" tanya Mark penasaran.
" iya Tuan, pemilik toko dan desainer adalah satu orang, Anda juga bisa memesan sesuai keinginan Anda" jelas pelayan yang masih terkagum dengan ketampanan Mark.
" Boleh saya bertemu dengan orang yang mendesain semua perhiasan ini?" tanya Mark.
" Tentu saja tapi anda harus membuat janji terlebih dahulu" jelas pelayan.
" Ini kartu nama saya, katakan saya ingin merancang hadiah pernikahan untuk Putri saya " Mark memberikan selembar kartu nama.
" Baik Tuan" pelayan menerima kartu nama dari Mark.
" Segera hubungi saya secepatnya, terimakasih" Mark segera berlalu dengan cool.
" Dia sudah punya anak yang akan menikah tapi ketampanan dan daya tariknya sungguh luar biasa" pelayan saling berbisik.
Mark berjalan meninggalkan toko perhiasan,
" Seperti hasil rancangan Maria, hanya ada perubahan sedikit, namun tidak bisa menghilangkan ciri khas dirinya" Mark berbicara sendirian, ia berjalan menuju pakaian pria.
***
Seorang wanita tinggi semampai dengan kemeja belahan rendah dan rok mini berwarna hitam memperlihatkan paha putih mulus berjalan menuju ruangannya.
" Nona, Seseorang ingin bertemu Anda, ia ingin memesan hadiah pernikahan untuk Putrinya" pelayan toko menyerahkan sebuah Kartu nama.
Wanita itu menerima kartu nama dan segera masuk ruangan, duduk di Sofa diikuti Assistennya.
" Hubungi nomor ini" Wanita yang menjadi Bos pemilik toko perhiasan dan juga seorang perancang perhiasan menyerahkan kartu nama kepada asistennya tanpa membaca nama pemilik kartu.
Wanita bertubuh dan berpakaian seksi menampilkan bentuk tubuh indah dan menggoda beranjak dari sofa dan pindah ke kursi kerja berhadapan dengan komputer.
" Nona, Tuan ini masih berada di sekitaran toko, ia sedang mencari pakaian" ucap assisten.
" Katakan kepada aku menunggu di kafe bawah, Aku harus minum kopi, rasanya jantungku berdebar aneh" Wanita bertubuh seksi berjalan menuju kafe langganannya.
__ADS_1
" Baik Nona" assisten memberi hormat.
Kafetaria terlihat mulai ramai di jam pulang kantor, Sebuah meja di sudut ruangan telah duduk seorang pria tampan penuh wibawa meneguk kopi yang telah dulu ia pesan.
Mark membuka layar ponsel miliknya dan memandang foto cantik Nisa.
" Kamu lebih cantik dari ibumu, lebih menarik dan lebih lembut" Mark tersenyum bahagia.
" Permisi Tuan, ini adalah Nona Angelia pemilik dan perancangan perhiasan " Assisten memperkenalkan Bosnya.
Mark beranjak dari kursi, meletakkan ponselnya di atas meja dan menghadap sumber suara.
Mark sangat terkejut, seorang wanita cantik dan sangat seksi, pernah hidup bersamanya.
" Maria " Mark mendekat dan memeluk wanita yang masih mematung.
" Apa hampir 26 tahun aku pergi darinya dan kenapa hari ini kami di pertemukan kembali" gumam Maria.
" Maaf Tuan, saya Angelia" Maria mendorong tubuh Mark.
" Benarkah " Mark memperhatikan Maria dari atas sampai ke bawah.
Maria adalah wanita mandiri yang selalu mencintai kebebasan, hingga saat ini masih hidup sendirian.
" Tentu saja" Maria segera menarik kursi dan duduk, Assisten telah memesan kopi kesukaan tuannya.
" Apakah Anda ingin memesan perhiasan untuk Putri Anda " Maria mengalikan pembicaraan, ia bisa bersikap tenang.
" Ya, Putri kita " Mark menatap lekat pada Maria yang sangat terkejut, ia bahkan lupa di mana ia meninggalkan putrinya.
" Aku tidak percaya kamu tetap menjadi wanita yang keras kepala" Mark menatap wajah Maria yang tetap cantik dan selalu menggunakan pakaian seksi.
Maria hanya terdiam, ia memang pernah melahirkan tapi ia lupa di mana ia meninggalkan putrinya.
" Aku sangat mencintaimu tapi sekarang Cintaku telah ku berikan kepada Putri ku yang telah kamu buang, aku benar-benar tidak menyangka kamu akan Setega itu kepada putrimu sendiri " Mark sangat kecewa dengan apa yang telah Maria lakukan.
Mark bisa menerima jika Maria membuangnya karena Mark telah memaksa Maria menikah dengan dirinya tapi membuang seorang bayi darah daging sendiri, sangat tidak pantas menjadi seorang ibu.
" Terimakasih telah memberikan diriku seorang putri yang cantik dan cerdas" Mark berdiri, mengambil ponsel dengan layar menyala dan menampilkan foto Nisa.
Maria merebut ponsel Mark, ia melihat foto seorang wanita sangat cantik sedang tersenyum lebar menampilkan gigi putih dan bersih, dengan jilbab putih dan jas seorang Dokter.
Tanpa sadar air mata Maria mengalir, ia dapat merasakan kesejukan tatapan mata Nisa dari fotonya.
" Maaf, Nona Angelia, bisakah anda kembalikan ponsel saya" Mark kesal bahkan rasa cinta dan rindunya seakan telah hilang, ia mengambil ponselnya dari tangan Maria.
" Mark dimana Putriku" Maria menarik tangan Mark.
" Maaf, dia bukan putri Anda tapi Putri saya dan Maria" tegas Mark melepaskan tangan Maria dan berlalu meninggalkan Maria.
" Putriku, Aku mau Putriku" Maria berlari mengejar Mark ia kembali menarik tangan Mark.
" Ya, aku adalah Maria, katakan siapa nama putriku dan di mana dia sekarang?" tanya Maria menahan air matanya.
" Kenapa, apa kamu akan mengambilnya dariku? Dia sudah menikah" tegas Mark segera masuk ke dalam taksi.
__ADS_1
" Mark Tunggu, katakan Dimana Putriku" Maria berusaha mengejar taksi yang semakin jauh. Air mata Maria tidak tertahankan lagi, ia menangis di tepi jalan terduduk.
" Nona, sebaiknya kita kembali ke dalam" assisten Maria membantu Bosnya kembali ke kafe dan duduk di kursi semula.
" Putriku, harusnya Aku tidak meninggalkan dirimu, kenapa aku bisa lupa tempat itu?" Maria kesal dan menyesal.
" Nona apakah Pria tadi suami Anda?" tanya assiten dan Maria hanya mengangguk.
" Pria tadi sangat cocok dengan Nona Maria" Gumam assiten.
" Selidiki pemilik kartu nama itu, kirim beberapa orang untuk mengikutinya" Maria beranjak dari kursi berjalan menuju ruang kantor diikuti Assistennya.
" Baik Nona" jawab assiten.
" Untuk mendapatkan putriku kita harus mencari tahu nama dan tempat tinggalnya" Maria berjalan cepat.
" Apakah Anda telah memiliki foto putri Anda? " tanya assiten.
" Tentu saja, buka ponsel kamu, aku telah mengirimkan foto Putriku kepada nomor yang kamu gunakan untuk melakukan panggilan dengan Mark" Maria tersenyum.
" Nona memang wanita cerdas yang cepat tanggap" assisten tersenyum dan segera membuka ponselnya.
Ia sangat terkejut melihat foto wanita berjilbab yang 80% mirip wajah Maria dan 20% mirip Mark.
" Saya yakin dia benar-benar putri anda dan Tuan Mark" assiten menyerahkan ponselnya kepada Maria yang telah duduk di Sofa dengan elegan.
Maria tersenyum melihat foto Nisa dari ponsel asistennya dan mengirimkan foto ke ponsel miliknya.
" Aku tidak akan kembali kepada Mark tapi aku akan mengambil Putriku" Maria tersenyum puas dan mengembalikan ponsel Assistennya.
Sang asisten segera melaksanakan perintah Maria untuk mengirimkan mata - mata yang akan mengikuti Mark.
" Putriku sangat cantik" Maria melihat layar ponsel miliknya.
" Nona, Tuan Leon menghubungi Anda" assiten bernama Julia membuyarkan lamunan Maria.
" Oh, kenapa ia menghubungi dirimu? " Maria segera membuka sejarah panggilan di ponselnya ada 10 kali panggilan tidak terjawab dari Leon. Maria menggunakan mode silent sehingga ia tidak tahu Jika Leon menghubungi dirinya.
***
" Maria kamu menjadi wanita yang sangat egois?" Mark memejamkan matanya.
*
*
*
*************
**Thanks for Reading
Terimakasih Like dan komentarnya di setiap episode, seneng banget 🤗
Terimakasih banyak atas pemberian Vote,, alhamdulilah sangat membahagiakan Author 😘
__ADS_1
Love You Readers 💓 Selalu Dukung Author ♥️**