
Ruang Makan Rumah Jhonny
Sepasang pengantin baru yang malu - malu duduk berhadapan di ruang makan.
Aisyah mengambilkan nasi untuk Jhonny yang terus memperhatikan setiap gerakan Aisyah.
"Kamu mau makan lauk dan sayur apa?" tanya Aisyah lembut.
"Kamu." jawab Jhonny singkat.
"Apa?" Aisyah bingung.
Jhonny segera mengambil makanan di atas meja dan segera menikmati makan malamnya.
"Kenapa dengan Jhonny, padahal aku mau melayani dia makan?" Aisyah berbicara di dalam hatinya.
Aisyah kembali duduk di kursinya, menikmati makan malam bersama Jhonny.
Jhonny telah menghabiskan makan malamnya dan ia berjalan menuju ruang tengah.
Aisyah mengikuti Jhonny dari belakang, mereka duduk bersama di ruang tengah, menunggu waktu Isya.
Aisyah tersenyum melihat Jhonny yang sangat tampan dengan pakaian Koko dan celana sarung.
Jhonny melirik Aisyah yang tersenyum cantik kearah dirinya.
"Kenapa dia tersenyum, apa dia menggoda ku." gumam Jhonny.
Jhonny beranjak dari kursi menarik tangan Aisyah hingga berada di pelukannya.
Aisyah terkejut hingga mata Aiysah melotot bertatapan dengan Jhonny.
Perlahan Jhonny mendekatkan bibirnya pada bibir Aisyah.
Dua bibir yang baru saja menempel kembali terpisah karena di kejutkan oleh suara azan isya.
"Kamu harus pergilah ke masjid." ucap Aisyah memegang dadanya.
Jantung Aisyah berdetak kencang dan tidak beraturan.
Jhonny kembali menarik tangan Aisyah, ia tidak bisa lagi menahan untuk mendapatkan ciuman pertamanya.
Jhonny segera mencium bibir Aisyah dengan mesranya, tidak memperdulikan para pelayan yang tidak sengaja melihat mereka.
Jhonny cukup ahli dalam berciuman, walaupun itu adalah ciuman pertamanya.
Mereka memejamkan mata, menikmati permainan di bibir dan mulut, yang tidak ada lagi penolakan.
Aisyah larut dalam ciuman yang begitu berhasrat dan bergairah.
Jhonny segera melepaskan ciumannya karena melihat Aisyah yang kesulitan bernapas.
Tatapan penuh cinta dan gairah, Jhonny segera meninggalkan Aisyah tanpa sepatah katapun, ia berjalan menuju masjid terdekat.
Aisyah terdiam memandangi Jhonny yang menghilang dari balik pintu.
"Apa, ciuman Jhonny luar biasa." Aisyah menyentuh bibirnya dan tersenyum, ia berlari menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.
__ADS_1
Aisyah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang empuk.
Ia kembali membayangkan ciuman pertama yang Jhonny berikan.
"Aku benar-benar tidak percaya, Jhonny bisa berciuman." Aisyah tertawa seorang diri di kamarnya.
"Dasar, Robot penuh dengan kejutan, ia tidak berbicara tetapi langsung bertindak." Aisyah guling - guling di atas tempat tidur.
Ia merasa bahagia bercampur lucu dengan tingkah Jhonny.
Aisyah menggantikan gamisnya dengan pakaian tidur, dress sebatas lutut dengan kimono panjang berwarna pink.
Aisyah berbaring di kamarnya hingga tertidur dengan pintu kamar terbuka.
Jhonny kembali dari masjid, ia melihat setiap sudut ruangan tetapi tidak mendapatkan Aisyah.
Pandangan Jhonny tertuju pada pintu kamar Aisyah yang terbuka.
"Kenapa dia tidak menutup pintu kamarnya." Jhonny tersenyum menyentuh bibirnya.
"Ternyata ciuman itu membuat ketagihan." gumam Jhonny berjalan menaiki tangga.
Jhonny berhenti di depan pintu kamar Aisyah, ia melihat wanita seksi dan cantik yang kini menjadi istrinya.
Dengan perlahan Jhonny melangkah kakinya mendekati Aisyah.
Memandangi Aiysah dari kepala hingga jari kaki Aisyah.
"Dia sangat cantik dan menggoda." ucap Jhonny dalam hati.
Jhonny membelai rambut Aisyah yang berwarna hitam dan berantakan di atas bantal.
Menahan senyum dan tawa melihat tingkah Jhonny.
Jhonny mendekatkan wajahnya mencium pipi dan dahi Aisyah.
Jhonny menelan air liurnya, ia merasakan kerongkongannya kering.
Tubuh Jhonny merasa panas dan berkeringat melihat tubuh seksi di depannya.
Jhonny segera keluar dari kamar Aisyah menutup pintu dan menuju kamarnya.
Membuka pakaiannya dan melemparnya sembarangan, menyalakan AC hingga suhu terendah.
"Aku harus mandi." Jhonny masuk ke kamar mandi dan berendam dalam air dingin.
Sesuatu yang sedang bersembunyi kini telah berdiri dan siap berlari menerkam mangsanya.
Jhonny merasakan tubuhnya kembali segar dan nyaman.
"Aku tidak boleh melihat Aisyah yang sedang tertidur dengan pakaian tidurnya." ucap Jhonny mengintip pintu kamar Aisyah.
Jhonny segera menutup pintu kamarnya dan berusaha memejamkan agar ia bisa tidur.
Bayangan ciuman pertama yang ia lakukan dengan Aisyah terus menari - nari di kepala Jhonny.
"Aah, Aku menginginkan kembali ciuman itu." Jhonny kesal sendiri hingga ia tertidur dengan lelapnya dan bermain dalam mimpi yang Indah bersama Aisyah.
__ADS_1
Pukul tiga dini hari Aisyah kembali menggunakan gamisnya dan bersama para pelayan menyiapkan menu sahur untuk Jhonny.
Aisyah berjalan ke kamar Jhonny dan mengetuk pintu kamar.
Pintu tidak terkunci, Aisyah membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Jhonny.
Kamar dengan cahaya lampu yang remang-remang lembut dengan suhu udara yang cukup dingin.
Aisyah melihat seorang pria tampan tidur tanpa pakaian yang hanya menggunakan celana tidur.
Tubuh seksi berotot yang kini menjadi suami
Aisyah tersenyum dan duduk di tepi tempat tidur memandangi wajah tampan Jhonny terlihat bagaikan bayi yang masih polos.
"Jhonny sayang, bangunlah untuk Sahur." bisik Aisyah di telinga Jhonny memberikan udara hangat menyelinap masuk ke dalam gendang telinga.
Jhonny tersenyum, membuka matanya perlahan, melihat wajah cantik Aisyah begitu dekat.
"Kamu sudah bangun." Aisyah mau beranjak dari tempat tidur Jhonny terapi pinggangnya telah di kunci oleh tangan kekar Jhonny.
Jhonny menekan tubuh Aisyah hingga berada di atasnya.
Wajah mereka sangat dekat, Aisyah hanya terdiam, Jhonny memperhatikan bibir seksi yang sedikit terbuka.
Jhonny membalikkan tubuhnya dan Aisyah sehingga posisi mereka berubah.
Sekarang Aisyah yang berada di bawah Jhonny.
Aisyah memperhatikan setiap lekuk wajah Jhonny dengan pahatan keras tanpa ekspresi.
Tanpa sepatah katapun Jhonny langsung menikmati bibir Aisyah.
Tangan Jhonny bermain di telinga Aisyah menikmati setiap gerakan dan tarian lidah yang bermain tanpa harus belajar.
Tangan Aisyah di leher Jhonny, mereka sangat menikmati ciuman kedua setelah pernikahan mereka.
"Aku akan sahur." Jhonny beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
"Apa dia akan terus begitu?" gumam Aisyah beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar.
Jhonny keluar dari kamar mandi dan tersenyum, ia cukup puas dengan ciuman kedua.
Ciuman Jhonny yang luar biasa, diam - diam menghanyutkan hingga menenggelamkan Aisyah dalam kenikmatan cinta.
Ciuman hanya untuk istri tercinta, bukan untuk wanita lain yang bukan mahramnya.
"Aku belum mendapatkan malam pertama karena kamu sedang datang bulan." Jhonny menuruni tangga tersenyum melihat Aisyah.
Wajah Jhonny biasa saja dan terlihat tanpa ekspresi tetapi hati dan jantungnya seakan ingin melompat keluar dari dalam tubuhnya.
*****
Selamat Menunaikan ibadah Puasa 🤗
Semoga Suka, Mohon Dukungan dengan Like, Komentar, Vote, dan Bintang 5 😘 Terimakasih.
Baca juga "Arsitek Cantik", Nyanyian Takdir Aisyah" dan "Cinta Bersemi di ujung Musim"
__ADS_1
Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
Terimakasih yang sudah memberikan Tips, Vote, Like dan Komentar 😘😘😘😘