Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Kembalinya ......


__ADS_3

Makan Malam


Sebuah Villa pribadi milik keluarga Nero Aguero, berada di tepian pantai yang sangat Indah.


Mereka harus berada di negara ini untuk menyelesaikan masalah perusahaan yang sengaja di buat oleh Stevent tanpa sepengetahuan Nero


Nathan terlihat semakin tampan, Nayla semakin cantik dan seorang wanita dengan wajah baru sebagai assisten Nathan Lola.


Nayla memperkenalkan Lola kepada Nathan sebagai temannya.


Nathan melihat wajah Lola terlihat sedikit mirip Nisa pada beberapa bagian.


Nathan berpikir sedikit kemiripan dari Lola dengan Nisa cukup bisa mengobati rindunya.


Roy mendekati Nathan dan berbisik.


" Nona Nisa telah kembali bekerja di Rumah Sakit" Roy berbisik di telinga Nathan yang tersenyum bahagia.


Nayla dan Lola memperhatikan Nathan dan Roy.


" Papa, berapa lama lagi kita akan menyelesaikan masalah di negara ini" tanya Nathan melirik Nayla dan Lola.


" Sebulan lagi" Jawab Papa.


" Aku akan segera kembali besok" Ucap Nathan beranjak dari kursi diikuti Roy, Lola ingin ikut dengan Nathan.


" Saya akan membantu Anda berkemas" ucap Lola


" Tidak usah " tegas Nathan.


Nathan dan Roy segera berkemas.


" Tuan, saya curiga, Lola adalah Loly" ucap Roy.


" Aku juga berpikir begitu, Loly dan Nayla sama liciknya, sampai merubah wajah Loly mirip Nisa" Nathan menarik sudut bibirnya.


" Namun itu cukup menghibur" lanjut Nathan.


Roy ikut tersenyum, Nayla tidak bisa menyaingi kecerdasan Nathan dan Loly bodoh itu mau saja bermain bersama Nayla.


Nayla beranjak dari kursi berjalan menuju kamarnya diikuti Lola.


" Apa kamu tidak bisa merayu Nathan ?" Nayla menatap tajam kepada Lola.


" Nathan bukan tipe pria genit akan mudah tergoda" kesal Lola.


" Aku tidak mau Kakak ku jatuh ke tangan Nisa" tegas Nayla berjalan cepat menaiki tangga kamarnya.


" Aku juga sama, apa kamu tidak tahu seumur hidupku ku habiskan bersama Nathan? Aku sangat mencintai Kakak mu" tegas Lola.


Lola dan Nayla masuk ke kamar Nayla dan mengunci pintu.


" Apa yang harus kita lakukan?" tanya Lola


" Kamu ini benar-benar bodoh, sudah seumur hidup bersama Nathan tapi Tidak tahu cara menaklukkannya, serahkan saja dirimu kepadanya" Nayla merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


" Nathan pasti melarang diriku ikut pulang" Lola ikut merebahkan tubuhnya di samping Nayla.


" Aku tidak mendapatkan kabar apapun dari Harry" Nayla melihat layar ponselnya.


Nayla Membaca berita tentang konser Amal.


" What, Leo konser?" Nayla berteriak mengejutkan Lola.

__ADS_1


"Apakah ada pria lain yang kamu sukai selain Stevent?" tanya Nayla.


" Berita ini sangat heboh dan kita ketinggalan, Oh shit, " Nayla menggerutu.


Lola mengambil ponsel Nayla.


" What" Lola ikut berteriak.


" Oh my prince" ucap Lola lagi.


" Apakah kamu mencintai Leo?" tanya Nayla


" Nona muda, semua wanita di dunia ini mencintai Leo, dia sedingin Stevent tapi sehangat Nathan" Lola membayangkan wajah Leo.


Nayla mengambil ponselnya dari tangan Lola, ia harus mencari video konser Leo dan mendownloadnya.


" The Return Of the Leo" Nayla mendapatkan video konser Leo, ia segera membuka dan memutar video tersebut.


***


Nathan dan Roy telah melakukan penerbangan pertama di pagi hari Selesai Subuh.


Tidak ada yang tahu keberangkatan mereka.


" Aku sangat bahagia" guman Nathan.


" Apa rencana Anda untuk mendapatkan Nona Nisa Tuan" tanya Roy.


" Aku tidak akan menggangu Nisa namun aku akan tetap berada di samping dirinya.


" Tuan Stevent tidak akan membiarkan itu" Ucap Roy.


" Aku tahu, aku juga akan melakukan hal yang sama" Nathan memperhatikan foto Nisa di layar ponselnya.


Mobil melaju menuju kediaman Nathan, Roy dan Nathan berjalan masuk ke Villa yang sangat ia rindukan dan sebuah kamar dengan koleksi foto Nisa.


Nathan merebahkan tubuhnya di atas kasur berlukiskan wajah Nisa.


" Apa kabar kamu sayang?" Nathan berbicara dengan manekin Nisa.


***


Rumah Sakit Pemerintah


Dini berada di ruangan Nisa, ia tampak kesal karena tidak bisa jalan-jalan bersama Leo, ia berkeliling perusahaan di temani seorang sekretaris, bahkan ia juga tidak bertemu Leon.


" Kenapa Leo menghilang setelah mendengar Dokter Nisa tidak jadi ikut?" Dini berpikir keras.


Nada pesan terdengar di ponsel Dini, sebuah pesan dari nomor baru muncul di layar ponselnya.


" assalamualaikum, Dini, hari ini saya izin, Karena tidak ada jadwal operasi" Dokter Nisa


" baiklah"


Dini membalas pesan Nisa,


" Kenapa Dokter Nisa selalu ganti nomor ponsel?" pikir Dini


" Ah, membosankan, padahal aku ingin bertanya kepada Dokter Nisa, apakah dia bersama Leo kemarin?" Dini berbicara sendiri.


" Apa aku mengirim pesan saja ya?" Dini berbicara sendiri.


" Dok, apakah kamu bersama Leo kemarin? ia menanyakan Anda, setelah itu aku tidak melihatnya lagi, aku sangat kecewa"

__ADS_1


Terdengar dering pesan dari ponsel Stevent yang masih berbaring di atas tempat tidur, ia masih berpikir untuk menghancurkan Leo.


Stevent mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja, Stevent hanya menggunakan boxer hitam seksi.


Ia membuka ponselnya dan menerima sebuah pesan dari nomor tidak dikenal.


" Siapa ini?" Stevent scroll ke atas dan melihat pesan untuk Dini.


" Dini, Nisa ikut dalam Konser Amal juga karena Dini" Stevent tersenyum kecut.


Stevent menuruni tangga tanpa pakaian, Ia melihat Nisa dan Salsa sibuk di dapur.


Stevent memeluk Nisa dari belakang yang menggunakan baju rumahan seksi yang sengaja Stevent sediakan.


" Sayang kenapa kamu bertelanjang?" Nisa melihat suaminya yang hanya menggunakan boxer.


" Tidak ada siapapun di sini" Stevent mencium leher Nisa.


"Ada Salsa" Nisa melihat tanda merah di leher Stevent dan tersenyum.


" Salsa itu Robot" ucap Stevent,, ia sangat bahagia dengan tanda merah yang diberikan Nisa.


"Sayang, hari ini kita di rumah saja ya" lanjut Stevent yang terus mencium punggung Nisa yang terbuka.


" iih,, aku masih geli " tubuh menggeliat.


" Sayang jangan bergerak Junior bersemangat" tangan Stevent bergerilya.


" Salsa Tidur!" perintah Nisa dan Robot Salsa yang otomatis mati.


" Istri cerdas" Stevent mencium bibir Nisa.


" Sayang, kita sarapan dulu, aku sudah selesai memasak" Nisa membuka celemek yang melekat di tubuhnya.


Stevent duduk di kursi makan,


" Apakah kamu akan makan dengan bertelanjang?" tanya Nisa melihat Stevent begitu seksi, otot-otot yang menggoda.


" Tentu saja, aku ingin menggoda Istriku" Stevent menatap Nisa.


Nisa segera mengambil nasi, lauk dan sayur untuk Stevent.


Sarapan yang seksi dan romantis.


*


*


*


*


*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*'*"*"*"*"*"*"***"**


**Thanks for Reading


Like dan komentar selalu setelah membaca.


Semoga juga mau memberikan Vote, aamiin


" Love You Readers"


" Terimakasih Semuanya**"

__ADS_1


__ADS_2