
Nisa kembali ke rumah, hari yang luar biasa, sejak bertemu dengan Stevent, hari- hari Nisa yang tenang dan damai kini terusik dan kacau.
" Assalamualaikum" Nisa mengucapkan salam dan masuk kedalam rumah karena pintu terbuka lebar, melepaskan sepatu meletakkan di tempatnya.
" Waalaikumsalam " Umi dan Abi menjawab salam Nisa dari ruang tengah.
Nisa mencium tangan Abi dan Umi bergantian, duduk di kursi, memeluk pinggang Umi dan merebahkan kepalanya di pangkuan Umi
" Putri Umi kenapa ?" Umi Fatimah mengusap kepala Nisa yang tertutup hijab. Abi melirik kelakuan putrinya yang terlihat manja.
" Nisa lelah lahir batin " Nisa tertawa menyembunyikan kegalauannya.
Abi dan Umi menatap lekat dan heran kepada Nisa, tidak biasanya Nisa mengeluh.
" Kak Kenzo mana?" Nisa mengangkat kepala dan mencari sekeliling ruangan.
" Kenzo main bola sama santri di lapangan " jawab Umi, Nisa kembali merebahkan tubuhnya di atas sofa.
" Nisa, bersihkan dirimu " Abi mulai bisa membaca gelagat aneh Nisa yang tidak seperti biasanya.
" Baik Abi, assalamualaikum" Nisa beranjak dari kursi tak lupa ia menyalami dan mencium tangan Abi dan Umi.
Umi dan Abi memandang Nisa berjalan menaiki tangga kamarnya dengan lemah tak bersemangat.
Nisa membuka pintu kamar, meletakkan tas di tempatnya, membuka jilbab, dan melepaskan pakaiannya, menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dan menyegarkan kembali tubuh yang telah gerah dan lelah. Nisa keluar dengan menggunakan baju handuk panjang dan rambut yang terbungkus handuk putih menuju lemari pakaian, ia mengambil baju gamis santai untuk di pakai di rumah.
Nisa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
" Apa yang akan Stevent lakukan? Bagaimana perasaan Nathan yang selalu aku tolak? " Nisa berbicara dengan dirinya sendiri.
Nisa beranjak dari tempat tidur menuruni tangga menuju dapur, ia harus mempersiapkan makan malam. Umi mendekati Nisa tapi di tolak Nisa, dan mengusir Umi dari dapur dengan mendorong tubuh Umi perlahan kembali ke ruang tengah.
Nisa telah selesai menyiapkan makan malam, Azan Magrib berkumandang, Abi telah berangkat ke Masjid bersama Kenzo dan Santri.
Selesai sholat Magrib mereka bertiga berkumpul di ruang tengah. Kenzo tidur di Asrama bersama santri.
"Nisa, Abi mau bicara "
" iya Abi" Nisa duduk di samping Umi
" Bagaimana perasaan kamu dengan Kenzo?"
" Maksud Abi ?" tanya Nisa heran
" perasaan kamu kepada Kenzo" Umi mengulangi kalimat Abi
" Kenzo adalah kakak Nisa, perasaan Nisa sebatas kakak adik " jelas Nisa
" Kenzo melamar kamu hari ini " ucap Abi
__ADS_1
Nisa hanya terdiam. Hari ini adalah hari yang luar biasa untuk Nisa, Tuhan memberikan kejutan tak terduga hingga membolak-balik hati yang tenang.
" Bagaimana Nisa ? Keputusan ada pada dirimu " ucap Abi
" Abi Umi, hari ini Allah telah memberikan cobaan luar biasa untuk Nisa, hingga membuat hati Nisa menjadi bingung " Jelas Nisa, kepada Abi dan Umi yang menatap Nisa heran.
" Ada apa sayang ?" tanya Umi dan menatap lembut kepada Nisa
" Dari pagi tadi, hingga malam ini ada tiga pria yang telah melamar Nisa " suara Nisa lembut
" Masya Allah " Ucap Umi dan Abi bersamaan
" Apakah kamu sudah memiliki calon di antara mereka bertiga ?" tanya Umi Bahagia, Abi menunggu jawaban Nisa.
" Inilah Dilema Nisa, Abi, Umi " Nisa merebahkan tubuhnya di atas pangkuan Umi.
" Istikharah sayang " Ucap Abi
" iya Abi, nanti malam Nisa Sholat " Umi mengusap kepala Nisa yang tertutup jilbab
" bagaimana perkembangan di puncak ? tanya Nisa yang baru ingat Abi dan Umi belum memberi kabar kepadanya.
Umi dan Abi saling tatap, mereka hampir lupa dengan masalah di puncak.
Abi menarik nafas panjang dan membuangnya dengan berat.
" Restoran dan penginapan di puncak dalam masalah " ucap Abi
" Nisa , Om Fathur dan kita semua dalam masalah " Umi tampak sedih
" Maksud Umi ?" Nisa beranjak dari pangkuan Umi dan duduk.
" Om Fathur terlibat Hutang dan melakukan bisnis haram " jelas Umi dengan penekanan menahan sedih namun air matanya tetap lolos membasahi pipinya
" Umi yang Sabar, kita selesaikan masalah ini bersama " Nisa mengusap air mata DNA punggung Umi.
Terdengar adzan Isya,
" kita sholat dulu, selesai sholat malam malam, nanti kita bahas lagi " jelas Abi uang berjalan keluar menuju masjid.
Umi dan Nisa sholat di kamar masing-masing, selesai sholat Nisa membaca Alquran. Ia berusaha menenangkan hati, memohon petunjuk kepada sang penguasa hati.
Nisa membuka mukena menggantungnya pada tempatnya, segera menuju dapur, di sana telah ada Abi, Umi dan Kenzo. Nisa berjalan perlahan mendekati meja makan duduk di samping Umi.
" Mari kita makan malam, jangan lupa berdoa, setelah makan kita akan berbicara dan berdiskusi di ruang tengah " ucap Abi tanpa membutuhkan jawaban.
Seperti biasa semua makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara, bahkan peralatan makan hampir tak terdengar.
Nisa merapikan meja dan mencuci peralatan makan sendirian, karena ia melarang Umi menantunya. Nisa mengerikan tangannya dan berjalan menuju ruang tengah yang sudah di tunggu Umi, Abi dan Kenzo.
__ADS_1
Nisa duduk di Sofa paling jauh, sendirian karena Umi duduk di samping Abi berhadapan dengan Kenzo.
" Umi, Abi, besok Kenzo akan kembali ke Kairo " Kenzo memulai percakapan, Nisa melirik sedikit ke arah Kenzo, ia ingat ucapan Abi jika Kenzo melamarnya.
"Cepat sekali " Abi dan Umi melihat Kenzo penuh tanya
" ada proyek yang harus di selesaikan , maafkan Kenzo"
" Baiklah " Abi dan Umi tidak bisa menahan Kenzo berlama-lama di sini.
" Nisa, Kakak akan selalu menunggu jawaban Nisa, Semoga Abi dan Umi sudah menyampaikan maksud kedatangan kakak kemari " Kenzo melihat ke arah Nisa yang telah menundukkan pandangannya.
" Abi telah menyampaikan maksud baik Kenzo, Namun Nisa butuh waktu" jelas Abi yang paham akan kegalauan Putrinya.
" terimakasih, Abi, Umi , boleh saya berbicara dengan Nisa ?" tanya Kenzo yang melihat Nisa hanya terdiam
" tentu saja, kalian berbicara di ruang tamu" ucap Umi
Ruang tengah dan ruang tamu berada dalam satu ruangan hanya terpisah dinding.
Nisa duduk berhadapan dengan Kenzo, mata Nisa menatap vas bunga di atas meja.
" Nisa, kedatangan kakak ke sini untuk melamar Nisa menjadi Istri kakak " Kenzo menatap Nisa yang terlihat tenang menatap meja.
" Kakak mencintai Nisa sejak kita bertemu, Kakak berusaha menjadi orang sukses agar kakak pantas menjadi pendamping Nisa , keberhasilan kakak semua untuk Nisa"
" Nisa menganggap kak Kenzo seperti saudara sendiri, bagi Nisa kak Kenzo adalah kakak Nisa " Nisa berusaha menjelaskan, walaupun dia sendiri tidak tahu apa yang ia rasakan pada Kenzo, ada rindu ketika jauh dan Bahagia ketika bersama.
" Berikan kesempatan untuk hati Nisa menentukan rasa kepada kakak " Kenzo melihat Nisa
" Baiklah, Nisa akan memikirkan semua dan akan memberikan jawaban " Nisa tersenyum kepada Kenzo yang dapat meluluh lantahkan hati setiap orang yang melihatnya.
" kakak pulang besok, mmm apakah Nisa punya waktu menemani kakak ke Bandara ?" Kenzo tersenyum bahagia, setidaknya Nisa akan memikirkan tentang lamarannya.
"Aku akan melihat jadwal, Dokter bedah ngak punya jadwal setiap hari " Nisa tersenyum
" Baiklah, kakak pamit sama Abi dan Umi balik ke Asrama " Kenzo berjalan dengan rasa bahagia.
" Aku harus memenangkan diri dengan semua masalah ini " ucap Nisa dalam hati, ia berjalan menuju kamarnya, mengambil wudhu dan membaca Alquran, itulah cara terbaik untuk mendapatkan ketenangan lahir dan batin.
Ada banyak masalah yang harus Nisa selesaikan, Percintaan adalah masalah yang paling rumit, urusan hati bukanlah perkara mudah. Di lamar 3 pria dalam satu hari itu masalah atau anugerah?
Dilema dalam percintaan, 3 pria dengan 3 karakter berbeda.
😍 Thanks for Reading 😊 Love you Readers 💓
Baca juga Karya Author yang lainnya
" Perfect Woman"
__ADS_1
" Asrama Unggulan Lulu"
" Tabib Cantik Bulan Purnama " (fantasi)