
Tidak Terasa waktu terus berlalu, menghabiskan Bulan Madu yang tidak cukup sebulan, Stevent dan Nisa berada di pulau selama seminggu untuk menikmati kebersamaan berdua uang benar-benar hanya berdua di sebuah pulau yang sangat Indah.
Sebuah Helikopter telah menjemput pasangan yang sedang di mabuk cinta untuk kembali menjalani kehidupan normal dan melakukan aktivitas sehari-hari.
Stevent tidak ingin jauh dari istrinya, Selalu menggenggam erat tangan Nisa, merangkul dan memeluknya.
Perjalanan yang panjang dan melelahkan, Nisa dan Stevent kembali ke rumah Baru yang belum pernah Stevent tinggali, ia membeli dan merubah sebuah rumah yang telah jadi dan di hadiahkan kepada Nisa.
" Kenapa kita kesini?" tanya Nisa yang memperhatikan jalanan yang bukan Menuju rumah besar ataupun pesantren.
" Kerumah baru kita, aku tidak mau tinggal bersama keluarga ku ataupun keluarga kamu " Stevent merebahkan kepalanya di pundak Nisa dan menggenggam erat tangan Nisa.
Mobil telah berhenti di depan sebuah rumah dengan bentuk yang unik dan Indah, memiliki perkarangan yang sangat luas dengan taman bunga, pohon - pohon yang rindang, dan tanah yang dihiasi rumput hijau, sungguh pemandangan yang menyejukkan mata.
Sebuah rumah di antara Padang rumput, seakan hanya ada satu rumah pada sebuah Desa.
Nisa menatap Stevent.
" Kenapa, apa kamu tidak suka?" tanya Stevent menggandeng tangan Nisa.
" Apakah kamu telah menggusur sebuah desa ?" tanya Nisa
" Tidak, dulunya ini adalah bekas gudang rongsokan milik seseorang yang telah bangkrut, jadi aku membelinya dan merubah menjadi tempat tinggal layak huni dan menyenangkan seperti di Desa" Stevent tersenyum puas melihat hasil desainnya.
" Apa kamu merancang sendiri?" tanya Nisa
" Tentu Sayang, ini adalah rumah hasil desain aku sendiri" Stevent menarik tangan istrinya dan masuk ke dalam rumah.
" Pria yang Luar biasa" Nisa berbicara dalam hati dan tersenyum kagum kepada Stevent.
Sebuah lahan seluas lapangan bola, telah di pagar keliling dan tinggi dengan peredam suara agar keramaian kota tidak terlalu mengganggu pemilik rumah, di tanami banyak pohon sekeliling pagar.
Jika sudah masuk ke dalam pekarangan dan gerbang tertutup, terasa bukan berada di tengah kota namun bagaikan di sebuah pedesaan yang hijau.
Rumah yang tidak terlalu besar, berada di tengah-tengah perkarangan. Rumah yang unik tidak ada duanya, karena hasil rancangan Stevent sendiri dan telah di hak patenkan.
" Kamu Luar biasa" Nisa memandang sekeliling ruangan yang benar-benar unik, cantik, elegan, klasik namun modern, perpaduan yang sempurna, dari hasil pemikiran pria yang sempurna.
" Terimakasih Sayang, aku belum pernah tinggal di sini, aku hadiahkan untuk dirimu" Stevent memeluk dan mencium dahi Nisa.
" Terimakasih" Nisa memeluk erat suaminya, merasakan ketenangan dan kenyamanan dari Stevent.
" Apakah kamu lelah?" tanya Stevent dan Nisa hanya menggeleng.
" Aku ingin berkeliling melihat hasil karya luar biasa suamiku?" Nisa mendongakkan wajahnya agar bisa bertatapan dengan suaminya.
Kesempatan selalu datang untuk Stevent dan langsung ******* bibir Nisa yang seakan menyerahkan dirinya kepada Stevent.
Nisa hanya bisa menahan tawa dan menikmati ciuman yang telah terbiasa ia rasakan setiap hari dan bahkan setiap waktu d lakukan Stevent.
__ADS_1
" Cup, Sayang, bibirku lezat sekali " Stevent memberikan kecupan keras di bibir Nisa.
" Aku rasa bibir ku telah Jontor" Nisa menyentuh bibirnya.
" Tidak, cuma semakin seksi" Stevent kembali mengecup bibir Nisa dan menggandeng tangan istrinya untuk berkeliling ruangan dan perkarangan yang Luas.
" Sayang, tidak boleh terima tamu di rumah ini" Stevent tersenyum.
" Kenapa?" tanya Nisa bingung, bagaimana keluarga mereka mau berkunjung, Abi, Umi, Viona dan Papa, Mama.
" Rumah ini hanya untuk kita berdua, pelayan hanya datang dan pergi seminggu sekali untuk merawat taman dan membersihkan rumah" Stevent memeluk tubuh Nisa dari belakang.
Nisa terdiam,
" Apa yang dipikirkan pria ini" suara hati Nisa.
" Aku sedang memulai kerja sama bisnis dengan seorang pengusaha dan pengembangan Robot di Jepang" Stevent dan Nisa duduk di ayunan di bawah pohon rindang dengan bunga kecil yang sangat cantik dan harum.
" Apakah kamu akan ke Jepang?" tanya Nisa, ia pasti akan merindukan pria yang sekarang menjadi suaminya.
" Tidak, Orang hebat dan cerdas itu sekarang berada di negara kita" Stevent beranjak dari ayunannya dan mendorong perlahan ayunan Nisa.
" Apa yang akan kamu lakukan dengan perusahaan Robot?" tanya Nisa
" Aku akan memesan Robot yang dapat membantu pekerjaan rumah, agar kita tidak butuh manusia lagi dan di rumah ini hanya ada kita berdua" Stevent tersenyum puas dengan rencananya.
" Kamu benar-benar ingin membuat Dunia milik berdua?" Nisa tersenyum lucu namun ada Rasa bahagia di relung hatinya.
" Ini adalah Dunia kecil yang Aku buatkan untukmu " Stevent berjongkok di depan Nisa.
Nisa turun dari ayunan, menarik tangan Stevent agar berdiri dan memeluknya.
" Aku sangat Bahagia bisa menjadi istrimu" Nisa memeluk erat tubuh Stevent yang sangat bahagia mendengar perkataan Nisa.
Nisa melepaskan tangannya dari pinggang Stevent dan memindahkan ke leher menarik lembut kepala Stevent agar sejajar dengan dirinya.
Untuk pertama kalinya Nisa inisiatif mencium lembut bibir Stevent dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan bibir dan lidah dalam cinta yang sebenarnya.
Stevent benar-benar bahagia, ia seakan baru merasakan Cinta dari Nisa begitu Indah penuh kenikmatan.
Berapa dalam sebuah perkarangan yang terlindung dari hiruk pikuknya Dunia luar dengan pagar setinggi rumah namun terlihat hanya di tutupi pepohonan.
Ketika membuka pintu pagar, akan melihat keramaian jalanan kota dan polusi udara, berbeda dengan lingkungan Rumah baru Stevent dan Nisa, bagaikan Oasis di gurun pasir begitu menyejukkan dan menyegarkan.
***
Jhonny mondar-mandir di ruang tengah masih menunggu panggilan dari Stevent.
__ADS_1
Aisyah memperhatikan Jhonny, bolak balik kayak setrikaan.
Aisyah berjalan melewati Jhonny Menuju pintu yang terbuka dan keluar, melihat Aisyah yang tidak memperdulikan dirinya bahkan tidak mau berbicara dengan Jhonny semakin membuat Jhonny bingung.
Jhonny berjalan mendekati Aisyah.
" Kamu mau kemana?" tanya Jhonny memperhatikan Aisyah yang tidak mendapatkan jawaban.
Aisyah berjalan menjauh dari Jhonny, ia menuju kolam renang dan duduk di tepi kolam. Jhonny kembali mengikuti Aisyah.
" Kenapa kamu tidak mau berbicara dengan diriku?" tanya Jhonny, jika dihitung hampir 3 hari Aisyah mendiamkan Jhonny.
Aisyah beranjak dan kembali berjalan menjauh dari Jhonny, ia menuju taman bunga yang sangat Indah.
Jhonny memperhatikan Aisyah.
" Wanita marah itu ada 3 jenis, ngomel-ngomel, diam dan pergi " gumam Jhonny dan kembali mendekati Aisyah.
" Ah, benar-benar seperti Robot, mengikuti diriku tanpa rasa malu dan bersalah" Aisyah menggerutu dalam hati.
Jhonny berjalan cepat dan menarik tangan Aisyah.
" Lepaskan, kamu tidak boleh memegang tanganku" Aisyah berusaha melepaskan tangan Jhonny.
" Jika kamu masih mendiamkan diriku, aku akan mencium bibir kamu!" Jhonny menatap mata Aisyah yang refleks menutup mulutnya dengan tangan.
" Ternyata wanita ini benar-benar Takut aku sentuh" Jhonny mendekatkan wajahnya kepada Aisyah membuat Aisyah berteriak dan mendorong tubuh Jhonny dan berlari kembali ke kamar.
"Hahaha" tanpa sadar Jhonny tertawa lepas yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.
" Dia benar-benar lucu dan menggemaskan" Jhonny terduduk di rumput dan diam seketika.
" Tunggu dulu, kenapa aku merasakan kebahagiaan seperti ini, serasa ada sesuatu yang menggelitik hatiku" Jhonny segera beranjak dari rumput merapikan pakaiannya dan merubah raut wajahnya kembali datar, ia menyentuh wajahnya yang terasa panas dan berjalan masuk ke dalam rumah.
Aisyah masuk ke kamar dan mengunci pintunya, berdiri di depan cermin ia merasakan wajahnya panas dan memerah.
" Mengerikan" Aisyah memegang dadanya yang berdetak tidak karuan terduduk di kursi depan cermin Meja rias.
" Apa, wajah Robot itu terlihat tampan jika di perhatikan, oooh tidak" Aisyah menepuk - nepuk pipinya dengan telapak tangannya.
*
*
*
Thanks for Reading
Terimakasih like , komentar dan Vote pada setiap episode.
__ADS_1
Love you Readers 💓