Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Cinta Pertama


__ADS_3

Stevent kembali tenang begitu juga dengan Nisa berusaha menenangkan detak jantungnya, ia tidak pernah bersentuhan dengan pria, apalagi berpelukan dan jatuh pada dada telanjang seorang pria dewasa seperti Stevent.


Nisa sangat ingin pindah posisi dari tepi ranjang ke sofa sedikit lebih jauh dari Stevent, tetapi sedikit saja Nisa bergerak tatapan membunuh dan siap menerkam dari Stevent,, ingin sekali Nisa menghajar pria di depannya itu sampai babak belur.


" Dengar tuan Stevent, saya seorang Muslim dan saya hanya boleh menikah dengan seorang muslim, seiman dengan saya " jelas Nisa dengan suara tertekan


" Baiklah jika itu alasan kamu menolak ku, aku akan mengikuti Agama mu, beri aku waktu satu bulan atau satu Minggu " Stevent tersenyum membuat Nisa terkejut begitu juga dengan Viona yang telah duduk di sofa menjadi penonton.


"bukan cuma satu Minggu atau satu bulan tapi bisa saja satu Tahun, aku mau kamu benar-benar belajar agamaku dan bukan hanya mau menikah dengan ku !" jelas Nisa tegas


" tentu saja, tapi selama aku belajar, kamu tidak boleh dekat - dekat pria lain " tatapan tajam


" Tuan Stevent yang terhormat, saya adalah seorang Dokter" Nisa geram


" baiklah aku akan mengawasi kamu, akan ada daftar pria yang tidak boleh dekat dengan dirimu, jika kamu melanggar, aku akan mengurungmu di dalam kamar ini" jelas Stevent


" hhh " Nisa menarik nafas panjang dan membuangnya, berada di samping Stevent benar - benar membuat Nisa susah bernafas, seakan kekurangan oksigen, ia harus segera keluar dari kamar ini.


" Baiklah, saya permisi dulu " Nisa beranjak dari tempat tidur, Viona memanggil seorang pelayan untuk membawa perlengkapan medis milik Nisa.


" tunggu, kau tidak boleh pergi jika tidak membawa cek dan memakai perhiasan ini " Stevent menyerahkan kotak perhiasan dan Cek dengan banyak angka nol.


" baiklah Tuan, aku akan memakai ketika sampai di rumah " Nisa mengambil kotak perhiasan dan cek, ia tahu pria di depannya adalah seorang yang tidak mau dibantah.


" sekarang, aku ingin melihat kamu memakainya, dan jangan panggil aku Tuan! " perintah Stevent


" Stevent kalung dan giwang akan aku pakai di dalam jilbab, dak kamu tidak boleh melihat kecuali kamu sudah sah menjadi suamiku" Nisa sedikit meninggikan suaranya, ia benar-benar telah menahan kesal.


" Baiklah, bawa saja pulang, aku sendiri yang akan memakaikan kepadamu " Stevent tersenyum membayangkan wajah cantik Nisa Ketika menjadi istrinya


" terimakasih, permisi " Nisa berjalan dengan kesal meninggalkan ruangan Stevent bersama dengan Viona yang tak sabar ingin memberikan penjelasan.


" Nisa, maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu, bahwa kamu adalah wanita yang kakak ku inginkan " jelas Viona memelas.


" lupakan, aku harus pulang dan beristirahat, kakakmu selalu bisa membuat diriku Tidka berdaya" Nisa berjalan menuju mobilnya yang telah di siapkan pelayan di depan pintu.


" Maafkan aku "


" tentu saja " Nisa masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Viona berlari ke kamar Stevent, ia mengetuk pintu dan masuk ke kamar kakaknya, ada Stevent dan Jhonny yang sedang berdiskusi.


" kirim orang untuk mengikuti Istri ku selama 24 jam, jangan sampai ia curiga apalagi sampai ketahuan !" perintah Stevent tidak terdengar oleh Viona yang baru saja masuk.


" kak, apa kakak serius dengan Nisa ?" tanya Viona ngos-ngosan karena berlari menaiki tangga.


" apakah aku terlihat tidak serius ?" Stevent balik bertanya dan menatap tajam adiknya.


" Kak, Nisa adalah teman pertama ku, aku berharap kakak tidak menyakitinya " Viona terlihat sedih.


" Dia adalah teman pertama kamu dan Dia adalah wanita pertama yang membuat aku jatuh cinta dan tergila-gila kepada nya, apa kamu tahu dia sangat menyiksaku " Jelas Stevent.


Viona percaya apa yang katakan Stevent, matanya tidak berbohong, tapi Viona khawatir dan kasihan kepada Nisa, Jika kakaknya sudah sayang apalagi Jatuh cinta, tidak akan ada orang yang boleh menyentuhnya, Nisa tidak akan memiliki kebebasan lagi. Stevent akan membukus Nisa dan akan selalu dijaganya.


Seharusnya Viona senang namun ia tidak ingin memaksa Nisa untuk menjadi saudara.


***


Nisa mengendarai mobil menuju rumah sakit, pikirannya kacau, jantungnya berdetak kencang.


"ya Tuhan, kenapa aku Engkau pertemuan dengan orang aneh ?" Nisa bingung


Nisa mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, bahkan terlihat lebih lambat, sebuah mobil sports mengikuti Nisa di belakang.


Nisa menghentikan mobilnya di sebuah restoran, perutnya sangat lapar,, ia lupa sudah waktunya makan siang. Nisa selalu memilih meja dekat dengan dinding.


Mobil sport di belakang mobil Nisa ikut berhenti, seorang pria tampan mengikuti langkah kaki Nisa dan duduk di kursi depan Nisa yang sedang memilih menu makan siang.


" Nathan," Nisa meletakkan daftar menu dan melihat Nathan yang telah duduk di depannya.


" sudah lama tidak berjumpa " Nathan tersenyum


" hanya beberapa hari saja " Nisa tersenyum


" boleh aku makan siang bersama dengan kamu ?" tanya Nathan dan mengambil daftar menu.


" tentu saja " Jawab Nisa.


" aku yang akan memilih makan siang hari ini dan mentraktir kamu " ucap Nathan dan memanggil pelayan.

__ADS_1


" terserah kamu saja " Nisa menahan tawa


Makan siang telah tertata rapi di atas meja. Nisa makan bersama tanpa ada yang berbicara. Nathan kadang mencuri pandang pada Nisa.


Selesai makan Nisa dan Nathan masih berbincang, hari ini Nisa kosong, sehingga ia sedikit santai.


" Nisa, kapan kamu akan menerima ku?" tanya Nathan tiba - tiba yang membuat Nisa tersedak jus buahnya.


" Nisa, apa kamu tak apa ? Maafkan aku" Nathan khawatir.


" tak apa, aku yg seharusnya minta maaf, aku bahkan belum memikirkan tentang hal itu, aku hanya khawatir mungkin Abi dan Umi telah memilih calon untuk ku " Nisa memberikan alasan dan berharap Nathan tidak kecewa.


" apa aku harus menemui Abi dan Umi kamu ?" tanya Nathan


" Abi dan Umi baru keluar dari rumah sakit, mereka kecelakaan"


" Kenapa kamu tidak memberitahukan aku, aku bisa mengunjungi mereka "


" Maafkan aku "


" Tak apa, jika ada waktu aku akan bertamu ke rumah kamu, apa boleh ?"


" tentu saja "


Dua orang pria berada dalam mobil di seberang jalan , mengamati Nisa dan Nathan yang asyik mengobrol di dalam restoran. Mereka Mengambil Video dan foto dan mengirimkan kepada Jhonny.


***


Jhonny memberikan ponselnya kepada Stevent, sebuah foto dan video terlihat di layar ponsel Jhonny, mata Stevent memerah, tangannya menggenggam ponsel dengan sangat kuat. Jhonny mulai khawatir, akankah Bosnya membanting ponselnya.


Perlahan Stevent melepaskan ponsel Jhonny di atas tempat tidur dan tersenyum. Jhonny pun ikut tersenyum, ia tak harus membeli ponsel baru.


" Baiklah, ia ingin bermain dengan ku "


" Telpon Nisa ku sekarang, berikan padaku " perintah Stevent


Jhonny segera menekan tombol panggilan, kontak n dengan nama " Annisa Salsabila" berada paling atas pada Ponsel. Namun tidak ada jawaban. Stevent sangat kesal. Jhonny mulai khawatir.


♥️ Thanks for reading 😊

__ADS_1


__ADS_2