Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Drakula Cantik


__ADS_3

Leo telah melakukan perlawanan, Stevent hampir mematahkan tangan Leo, Nisa berteriak.


" Hentikan" Nisa menarik tangan Stevent


" Cukup, Aku tidak mau suamiku menjadi pembunuh " Nisa memeluk Stevent untuk menenangkan Stevent.


Stevent menatap Leo penuh kebencian, yang ada dalam otaknya adalah mematahkan kedua tangan Leo dan menyiksanya hingga mati.


Nisa masih memeluk erat tubuh Stevent, ia tidak ingin melepaskannya, Nisa takut Stevent Kembali memukul Leo.


Stevent memejamkan matanya, menenangkan diri dalam pelukan hangat Nisa.


" Sayang, ayo kita pulang" suara lembut Nisa memberikan sedikit ketenangan kepada Stevent.


" Hmm" Suara Stevent tertahan.


Nisa dapat merasakan tubuh dan detak jantung Stevent tidak beraturan karena emosi.


" Aku Mencintaimu, tidak akan ada pria lain di hatiku " tegas Nisa.


Stevent merasakan desiran sejuk melewati hatinya, ia mengangkat wajahnya Nisa dan menciumnya.


Beberapa bodyguard Leo datang, mereka terkejut melihat wajah Leo yang telah babak belur.


Nisa melepaskan pelukannya dan menarik tangan Stevent berlari meninggalkan Leo bersama Bodyguard.


Luka Stevent tidak sebanding dengan luka Leo.


Leo tertuduk lemas di lantai, ia melihat ponsel Nisa tergeletak di atas rumput.


" Ambilkan ponsel itu!" perintah Leo, ia menunjukkan jarinya kepada ponsel berwarna merah terang.


Dengan sigap, seorang bodyguard mengambil ponsel dan menyerahkan kepada Leo.


Leo membuka ponsel tanpa pengaman, sebuah foto pernikahan menjadi wallpaper ponsel.


" Dia telah menikah" Leo menggenggam erat ponsel Nisa.


" Aku terlambat " Leo berbicara kepada dirinya beberapa bodyguard hanya terdiam.


Leon berlari bersama seorang Dokter pribadi.


" Leo, apa yang terjadi kepada dirimu" Leon sangat khawatir, ia menyentuh wajah adiknya.


" Dia telah menikah" ucap Leo pelan memberikan ponsel Nisa kepada Leon yang menerima ponsel dan melihat foto pernikahan Nisa dan Stevent.


Leon tentu saja mengenal Stevent, pengusaha muda berdarah dingin, tidak akan segan menghancurkan musuhnya.


" Ayo, kita rawat luka kamu " Leon membantu Leo beranjak dari lantai dan membawanya ke ruangan perawatan bersama Dokter pribadi.


Leon melihat kehancuran dan kesedihan di mata Leo, ia pun dapat merasakan luka Leo.


" Apa yang harus aku lakukan untuk kamu?" gumam Leon, melihat air mata Leo mengalir ketika diperiksa Dokter.


" Kamu bertemu dengan lawan yang salah" Leon berbicara di dalam hatinya.


Baru saja ia melihat Leo bahagia, kini ia kembali hancur.


***


Rumah

__ADS_1


Stevent dan Nisa pulang dengan mobil Nisa, Jhonny membawa mobil Stevent ke rumahnya.


Stevent masih belum berbicara, ia terdiam di dalam mobil, dalam otaknya masih ingin mengabiskan Leo.


Nisa turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Stevent.


" Sayang, turunlah" Nisa membuka sabuk pengaman Stevent yang menatap tajam kepada Nisa membuat bulu kuduk berdiri.


" Apakah pria ini akan menerkam ku" bisik suara hari Nisa, ia menarik tangan Stevent untuk keluar dari mobil.


" Apa yang ia sentuh dari dirimu?" tanya Stevent keluar dari mobil.


Nisa mengulurkan kedua tangannya, karena Leo memegang tangan Nisa, Stevent menarik tangan Nisa dan masuk ke dalam rumah terus berjalan menaiki tangga hingga ke kamar mandi.


Stevent membuka jas putih milik Nisa, membuka semua kain yang melekat di tubuh istrinya.


" Semua pakaian ini , akan aku bakar" tegas Stevent


Nisa hanya bisa terdiam, ia tahu apa yang akan dilakukan Stevent, membersihkan dirinya dari sentuhan Leo walau hanya seujung jari.


" Aku akan membersihkan diriku " Nisa membuka keran air membasahi seluruh tubuhnya yang hanya menggunakan bra dan celana dalam saja, rambut panjang tergerai indah.


Stevent memeluk dari belakang dan mencium seluruh tubuh Nisa di bawah guyuran shower.


Stevent melepaskan semua pakaiannya, ia bahkan tidak merasakan perih luka bekas perkelahian dengan Leo.


" Aku mencintaimu, tidak ada pria lain yang boleh melihat dirimu apalagi menyentuh walaupun hanya seujung jari dari bagian tubuhmu, semuanya milikku" Stevent berbisik di telinga Nisa seakan sedang marah.


" Maafkan aku" suara Nisa serak, Stevent memutar tubuh Nisa dan mencium bibir merah dan seksi.


Stevent membersihkan seluruh tubuh Nisa dengan sabun cair dan shampoo untuk rambut Nisa.


Nisa hanya diam menurut. Stevent menggendong Nisa ke atas tempat tidur dengan tubuh dan rambut masih basah.


Bercinta dengan tubuh basah dan semakin basah, Emosi dapat hilang dengan bercinta dengan istri tercinta.


Desahan dan erangan semakin memuncak hingga kenikmatan yang tidak terkira sampai pada tahap yang di harapkan.


Stevent terlihat lelah begitu juga dengan Nisa, ia melihat wajah tampan suaminya, Nisa menyentuh lembut pipi Stevent.


Stevent memiringkan tubuhnya dan mereka saling berpelukan.


" Aku sangat mencintai dirimu" Stevent mencium dahi Nisa.


" Aku juga mencintaimu" Nisa mencium dada bidang Stevent.


" Bisakah kamu mencium bibirku?" Stevent menatap Nisa yang mengangguk.


Stevent menurunkan tubuhnya agar wajahnya sejajar dengan Nisa.


" Bibir kamu terluka" Nisa menyentuh bibir Stevent dengan jari lentik dan halusnya.


" Aku ingin kamu mengobati dengan lidah dan bibir kamu" ucap Stevent terlihat lebih tenang.


" Aku tidak mau menyakiti dirimu" Nisa menatap sedih dan Stevent hanya menggeleng.


" Cium dan jilat lukaku!" perintah Stevent, Nisa segera melakukan yang Stevent minta.


Ia mencium perlahan dan lembut bibir Stevent, dan menjilati luka pada bibir yang terlihat pecah akibat pukulan Leo.


Stevent memejamkan matanya menikmati perlakuan lembut Nisa yang berada di atas tubuh Stevent.

__ADS_1


Nisa begitu lembut dan halus, bagaikan bersentuhan dengan kulit bayi.


Nisa terus mencium bibir dan leher Stevent.


" Buatkan aku tanda cinta" Stevent membuka matanya dan menunjukkan lehernya.


" Sayang, nanti dilihat orang, aku malu " wajah Nisa memerah, tanda merah yang dibuat Stevent dapat Nisa tutup dengan jilbabnya, tapi jika di leher Stevent, Nisa tidak bisa memikirkannya.


" Tidak akan ada orang yang berani melihat diriku" ucap Stevent, Nisa masih terdiam.


Nisa menatap ragu, ia tidak bisa membayangkan membuat tanda merah di leher Stevent.


Stevent membuang muka, seakan sedang marah, ia hanya menggoda Nisa pura-pura marah.


Kedua tangan Nisa menarik paksa wajah Stevent yang berusaha menghindari tatapan Nisa.


" Jangan Marah padaku" suara lembut dan manja Nisa begitu menggemaskan di telinga Stevent.


Stevent kembali menunjuk lehernya dengan jari.


Nisa mendekatkan mulutnya ke leher Stevent yang menahan tawa melihat Nisa yang ragu dan malu begitu menggemaskan.


Nisa melakukan apa yang diperintahkan Stevent, karena terlalu cepat, tanda merah gagal.


" Ah, tidak ada tandanya" Nisa kesal


" Sayang, buat sampai berhasil" Stevent tersenyum.


" Aku tidak bisa " Nisa menatap leher Stevent.


" Aku akan mengajari dirimu" Stevent membalik posisi Nisa yang di atas dirinya menjadi di bawah, dan mulai menjadi Drakula menghisap leher membuat bekas gigitan.


" Lakukan!" perintah Stevent.


" Sayang, kita harus mengobati luka kamu, nanti infeksi" Nisa mengalikan topik.


" Apa kamu mau lari dariku?" bisik Stevent menggigit daun telinga Nisa.


" Tidak sayang, aku akan melakukannya" Nisa khawatir, ia benar-benar lelah.


" Sayang, satu saja ya" Nisa merayu, ia tidak mungkin membuat banyak tanda merah, satu saja susah.


" Tapi tanda itu tidak boleh hilang selama seminggu" Stevent menggoda.


Nisa mengulangi lagi, apa yang diajarkan dan diperintahkan Stevent.


Stevent menikmati hisapan dan gigitan dari Drakula Cantik yang berada di atas tubuh telanjang tertutup selimut.


*


*


*


*


*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*


**Thanks for Reading 🤗


Halo Readers, Terimakasih Like dan Komentar pada setiap episode.

__ADS_1


Terimakasih banyak atas Vote yang telah di berikan, Semoga Readers ku tercinta selalu dalam keadaan sehat dan limpahan rezeki, Aamiin.


Love You Readers 💓**


__ADS_2