Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Perjalanan Dilo dan Jordan


__ADS_3

(❤️ FAVORIT LIKE KOMENTAR VOTE BINTANG 5 😘) PENYEMANGAT AUTHOR UNTUK UPDATE 💪 TERIMAKASIH 🤗


Angin pantai berhembus kencang, melarang para nelayan turun kelaut.


Seorang pria tampan yang bertelanjang dada duduk di tepi pantai memandang laut.


Luka pada tubuh kekarnya telah sembuh, bahkan bersih tidak berbekas.


Jordan siap melakukan perjalanan pulang ke kota asalnya.


Tujuan Jordan adalah rumah utama keluarganya dan keluarga Aisyah.


Jordan telah gagal menjemput Aisyah secara paksa. Ia harus merencanakan sesuatu yang harus berhasil.


Tinggal di pulau terpencil cukup memberikan ketenangan bagi Jordan dan berpikir jernih.


Menyusun rencana dengan rapi, Jordan akan mengirimkan mata - mata untuk mengetahui Aisyah sudah menikah atau belum.


Jordan berjalan ke tepi pantai tanpa alas kaki, ia membentangkan tangannya, memejamkan mata, menghirup udara segar dari laut, tersenyum penuh kebahagiaan.


Kehidupan kedua yang luar biasa, kesempatan yang tidak akan Jordan sia + siakan.


"Kak Jordan, apa Kakak sudah siap untuk kembali?" Dilo bersemangat.


Lelaki remaja yang sangat ingin keluar dari pulau dan melihat Dunia luar.


"Tentu saja, dimana dompet Kakak?" tanya Jordan tersenyum tampan kepada Dilo.


Di mata Jordan Dilo adalah penyelamat dirinya, ia akan membayar semua yang telah keluarga Dilo berikan kepada dirinya.


"Aku telah menyiapkan semuanya." Dilo tersenyum, ia sangat bahagia bisa pergi bersama Jordan.


"Besok kita akan berangkat." Jordan merangkul pundak Dilo, mereka berjalan bersama menuju rumah.


Sebulan lebih Jordan berada di pulau terpencil, dengan sabar ia menunggu tubuhnya benar-benar pulih.


Jordan tidak mau melakukan perjalanan yang sia - sia dengan kondisi yang tidak cukup kuat.


Selama melakukan pengobatan dan perawatan secara tradisional, Jordan melakukan pelatihan yang keras pada tubuhnya.


Jordan lebih sering melakukan kegiatan di luar ruangan.


Berlari di pinggir pantai, berenang di laut lepas dan mendaki bukit yang terjal.


Bentuk tubuh Jordan semakin atletis dengan warna kulit yang terlihat seksi. Otot-otot perut yang terbentuk secara alami hasil dari latihannya.


Jordan dan Dilo masuk ke dalam rumah yang sepi, semua orang berada di luar dengan aktivitas masing-masing.


"Kak, ini dompet Kakak, sudah kering, tetapi isinya banyak yang hancur karena basah." Dilo menyerahkan dompet kulit berwarna coklat.


Jordan tersenyum, ia membuka dompet dan melihat foto Aisyah yang masih utuh dan belum menggunakan jilbab memeluk Jordan dari belakang.


"Aku mau kita kembali seperti dulu." Jordan mencium foto yang telah di laminating.


"Apakah dia Istri kakak?" tanya Dilo polos.


"Calon Istri." Jordan tersenyum dan mengusap kepala Dilo.


***


Dilo dan Jordan pamit untuk melakukan perjalanan darat, mereka tidak berani lewat laut karena arah angin yang tidak tentu.


Melewati bukit membutuhkan waktu yang lebih lama.


Ransel besar berisi bekal perjalanan untuk Dilo dan Jordan.


"Aku akan kembali dengan helikopter untuk mengantarkan semua kebutuhan yang diperlukan." ucap Jordan memeluk ayah.


"Tolong jaga Dilo, kembalilah dengan selamat." ayah memeluk Dilo.

__ADS_1


Emak dan Adiknya Lilo telah menangis.


"Kak Dilo, jangan tinggalkan Lilo." Lilo memeluk erat tubuh Dilo, ia menangis hingga sesegukan.


Lilo akan kesepian dan tidak punya teman lagi, ia akan sendirian di rumah menunggu emak dan ayah.


"Kakak pasti akan kembali." Dilo memeluk Lilo dan mengusap kepalanya.


"Hati - hati, batuan sangat licin dan terjal." Emak memeluk Dilo, mencium pipi dan dahi Dilo.


Ayah memeluk Dilo dan melepaskan kepergian Jordan dan Dilo.


Dilo dan Jordan melambaikan tangan mereka dan berjalan memasuki hutan.


Hutan lebat dengan batuan tajam, mendaki dan menuruni bukit berbatu dan pohon yang rindang.


Ada banyak hewan yang ditemui mereka selama perjalanan.


Kelelahan dan kehausan, menemani perjalanan Dilo dan Jordan.


Tangan kecil Dilo memegang sebilah parang yang digunakan untuk menebas ranting agar tidak menghalangi jalan mereka.


Dilo terbiasa menjelajahi hutan dan memegang pisau.


Sehari semalam Dilo dan Jordan melakukan perjalanan sehingga mereka berdua sampai di ujung bukit dan melihat jalanan aspal.


Bukit tinggi dengan hutan rimba telah menjadi pemisah kehidupan masyarakat yang sangat berbeda.


Jordan dan Dilo mencari bebatuan untuk tempat mereka tidur, agar esok bisa bertemu dengan kendaraan yang lewat.


Matahari telah membangunkan Dilo dan Jordan.


Tubuh mereka terasa sakit semua bagaikan diinjak gajah.


"Sebaiknya kita mencari air untuk mandi." ucap Jordan.


Panca indera Dilo bekerja dengan baik karena terbiasa hidup di alam bebas.


Jordan memerhatikan Dilo, ia tahu Dilo selalu melakukan itu selama mereka melakukan perjalanan.


Dilo tahu ketika ada bahaya mendekat, seperti ular dan hewan-hewan berbahaya lainnya.


"Aku menemukan air." ucap Dilo dan mereka berdua tersenyum.


"Ayo." Jordan segera mengambil ranselnya dan mengikuti langkah kaki Dilo.


Gemericik air terjun yang sangat Indah, begitu alami dan sangat dingin.


Mereka berdua segera mandi untuk membersihkan diri.


Jordan menggunakan pakaian pertama kali ia ditemukan Dilo.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Dilo dan Jordan melanjutkan perjalanan.


Senyuman kebahagiaan terlihat jelas di wajah Dilo dan Jordan, mereka berdua telah berada di atas jalan beraspal.


Jordan melihat jam di tangannya, untuk melihat Kompas. Jam mahal dan bermerk.


Sebuah truk pengangkut barang melaju dengan kecepatan tinggi melewati Jordan dan Dilo.


"Bagaimana ini?" tanya Dilo.


Jordan segera mengambil parang dan memotong beberapa pohon besar untuk ia pasang di tengah jalan.


Pohon yang terlihat tumbang di jalanan akan menghentikan mobil karena tidak bisa melewati jalan.


Jordan dan Dilo bersembunyi, mereka menunggu mangsa di pinggir hutan.


Sebuah truk pengangkut barang berhenti dan berusaha memindahkan pohon dari jalanan.

__ADS_1


Jordan dan Dilo segera naik di bak truk yang berisikan bahan baku pabrik.


Setelah menyingkirkan pohon dari jalanan truk melanjutkan perjalanan.


Dilo dan Jordan duduk dengan tenang hingga truk berhenti di lampu merah.


Jordan mengajak Dilo untuk turun dari mobil dan berjalan menuju pusat perbelanjaan.


Jordan harus mengengam erat tangan Dilo yang heran melihat keramaian kota dan gedung-gedung pencakar langit.


Ia melongo dan kebingungan, tidak tahu cara menyebrang.


Jordan masuk ke dalam mesin ATM, ia harus melakukan penarikan uang untuk membeli kebutuhan mereka.


"Dilo, kita harus membeli pakaian." Jordan menarik tangan Dilo dan menuju pusat perbelanjaan.


Dua orang sekuriti menahan Jordan dan Dilo di depan pintu mall.


"Maaf Tuan, anda dilarang masuk." Seorang sekuriti menahan Jordan dengan sombongnya.


Jordan mengepalkan tangannya, ia dan Dilo tidak menggunakan alas kaki.


"Menyingkirkan dari hadapan ku atau kamu akan kehilangan pekerjaan kamu." bentak Jordan.


"Anda berani kepada saya." sekuriti menarik kemeja Jordan yang terlihat telah lusuh.


"Bug." Jordan memukul perut sekuriti.


"Anda yang terlalu berani menyentuh saya." ucap Jordan.


"Maaf Tuan, anda tidak pantas berada di tempat ini." seorang wanita mendekati Jordan.


"Benarkah, jika seorang kaya raya berpakaian gembel tidak boleh masuk ke pusat belanja." Jordan tidak menyangka ia akan diperlakukan seperti itu.


Manusia benar-benar hanya menilai orang lain dari penampilan luar saja.


"Dengar Nona, seseorang yang berpakaian bagus belum tentu ia bisa membeli barang di toko ini." Jordan melemparkan wanita dan sekuriti dengan uang yang baru ia tarik di mesin ATM.


Semua mata tertuju kepada Jordan yang menghamburkan sejumlah uang di pintu masuk.


"Sebaiknya kalian pungut uang itu karena setelah ini kalian bertiga akan kehilangan pekerjaan." Jordan tersenyum menarik tangan Dilo untuk masuk ke dalam Mall.


Jordan menggunakan kartu kredit untuk membayar belanjaan ia dan Dilo.


Membeli ponsel baru, karena mereka akan melakukan penerbangan.


Jordan dan Dilo telah berganti pakaian, ketampanan dan aura seorang pengusaha kaya telah terlihat jelas dari Jordan.


Tiga orang yang telah memperlakukan Jordan, di balas dengan pemecatan oleh pemilik mall.


Jangan pernah menilai orang dari penampilannya.


Yang terlihat sederhana belum tentu dia miskin dan yang terlihat bergaya mungkin ia tidak punya apa-apa.


Hargai dan hormati setiap orang yang anda temui. Layani Semua pengunjung dengan ramah dan sopan.


Kamu tidak akan tahu isi dompet seseorang jika hanya melihat penampilannya saja.


Dimata Tuhan Semua manusia adalah sama yang membedakan kita hanyalah keimanan dan ketakwaan terhadapNya.


*Keep smile*


****************************************


Thanks for Reading 😊 Love You Readers 💓


Baca juga "Arsitek Cantik dan Nyanyian Takdir Aisyah" Terimakasih.


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇

__ADS_1


__ADS_2