Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Kepergian Kenzo


__ADS_3

Pesantren


Kenzo harus segera kembali ke Kairo, ia telah menghabiskan liburan di Negara ia di lahirkan.


Mobil yang Kenzo pakai telah ia kembalikan ke tempat perentalan, ia tidak mau membeli barang berlebihan yang hanya digunakan sebentar saja.


Meskipun Kenzo adalah pengusaha sukses dan sangat kaya, tetapi ia bisa hidup sederhana, ia hanya punya satu mobil dan tinggal sendirian di apartemen.


Tidak ada kehidupan mewah dan glamor, ia selalu menyisihkan keuntungan perusahaan untuk membantu orang yang membutuhkan.


Dunia malam tidak pernah ia sentuh, jika melakukan pertemuan dengan para pengusaha dan rekan bisnis, Kenzo lebih memilih restoran atau kafe terbuka.


Jika ada pengusaha yang mengajak bertemu di tempat-tempat dengan hirup pikuk surga dunia dan kenikmatan terlarang Kenzo selalu menolak.


Lebih baik ia kehilangan rekan bisnis daripada mendekati perbuatan dosa dan kehilangan iman.


Kenzo pamit kepada anak-anak pesantren, para pengajar dan teman-teman masa kecilnya yang masih bisa ia temukan.


Viona tergesa-gesa dari rumah, ia mau bertemu Kenzo dan mengatakan ke bandara internasional.


Entah kapan lagi Kenzo akan kembali ke negara mereka, entah kapan lagi Viona bisa melihat wajah Kenzo.


Hari ini Viona akan kembali bolos kuliah, ia tidak perduli karena ia sering melakukannya, tidak ada yang marah, dengan kecerdasan yang dimiliki Viona, ia tidak pernah mendapatkan nilai rendah.


Tetapi sejak ada Dosen pengganti, prof Zayn, ia sering sekali dipanggil ke ruangan Dosen.


Dosen Zayn terlalu disiplin atau terlalu perhatian dengan Mahasiswinya.


Selama Zayn menjadi Dosen hanya Viona yang sering bolos di jam mengajar Zayn, karena para Mahasiswi sangat senang dengan Dosen yang tampan dan singel.


Viona menggunakan mobil Mama menuju pesantren, dan diiringi mobil bodyguard.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, Viona hanya ingin melihat Kenzo walau hanya sebentar saja.


Viona memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan tidak masuk ke dalam pesantren, ia segera berlari menuju rumah.


Pintu telah terkunci, mobil yang biasa digunakan Kenzo tidak ada lagi di halaman.


"Apa, Dia sudah pergi." Viona merasakan tubuhnya lemas.


Marah dan kesal menjadi satu, ia merasakan sesak di dadanya, air mata mengalir perlahan. Viona berjongkok di depan pintu


"Kak Viona." suara lembut gadis kecil membuyarkan lamunan Viona.


"Ya." Viona mengangkat kepalanya dan melihat seorang anak kecil tersenyum kepada Viona memberikan sebuah amplop putih.


Viona mengusap matanya dan menerima amplop dari gadis kecil.


"Mereka baru saja berangkat." ucap gadis kecil.


"Terimakasih sayang." Viona mengecup dahi gadis kecil dan segera berlari ke mobil bodyguard.


"Antarkan aku ke bandara internasional dengan cepat!" perintah Viona.


"Untuk apa Nona?" tanya seorang bodyguard.


"Aku hanya mau melihat kepergian Kak Kenzo." ucap Viona.


"Baiklah." ucap bodyguard dan segera menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi.


Viona sengaja minta diantar sopir dan bodyguard karena kemampuan mengemudi mereka luar biasa, sangat terlatih.


Stevent sengaja memilih bodyguard serba bisa untuk Viona.

__ADS_1


Viona duduk di kursi belakang dan membaca doa.


"Ya Allah, izinkan aku bertemu dengan Kenzo." doa Viona setelah membaca doa melakukan perjalanan.


Tangan Viona gemetar, ia ingin membuka dan membaca surat dari Kenzo.


Perlahan jari cantik Viona membuka amplop putih yang masih tersegel.


"Bismillahirrahmanirrahim." ucap Viona lembut.


*Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.


Viona, sampaikan salam ku kepada Nisa dan Stevent.


Kamu terlihat cantik dengan berhijab, pertahanan keimanan dirimu.


Belajarlah yang rajin, jangan pernah bolos kuliah.


Jika sudah selesai, mungkin kamu berminat untuk bergabung dengan perusahaan diriku di Mesir.


Tetapi perusahaan ku tidak sehebat perusahaan Stevent.


Semoga kamu Istiqomah.


Wasallamuaalaikum


Kak Kenzo*.


Viona sangat bahagia membaca surat dari Kenzo, ia tidak percaya, Kenzo akan menulis surat untuk dirinya, pesan chat saja hampir tidak pernah di balas.


Hati Viona berbunga-bunga, terlalu bahagia, usia yang masih muda dan belum pernah jatuh cinta.


Mobil hitam telah berada di parkiran bandara. Viona keluar dari mobil, ia segera menghubungi nomor ponsel Umi.


"Waalaikumsalam Viona, ada Apa?" tanya Umi lembut.


"Umi dimana?" tanya Viona dengan jantung berdebar kencang.


"Di bandara Sayang, Mengantarkan Kenzo untuk kembali ke Kairo." jelas Umi.


"Aku bisa melihat Umi dari pintu masuk." Viona memutuskan panggilan.


Viona melihat Umi dan Abi duduk di kursi tunggu, sedangkan Kenzo sedang melakukan check in.


Viona berlari, ia berdiri lebih dekat dari Kenzo, memperhatikan wajah tampan dan cool pria yang telah membuat Viona jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Aku, mencintai Kak Kenzo." gumam Viona lembut tidak ada yang mendengarkan tetapi kalimat itu membuat Kenzo menoleh ke arah Viona dan tersenyum.


"Apa, dia tersenyum kepadaku." hati Viona berteriak.


"Viona apa yang kamu lakukan di sini?" Umi menepuk bahu Viona.


"Viona mau melihat kepergian Kak Kenzo." jawab Viona tanpa mengalihkan dari wajah Kenzo.


Umi tersenyum melihat cahaya kebahagiaan di mata Viona.


"Kenzo telah siap berangkat." ucap Umi dan kembali duduk ke kursi meninggalkan Viona yang sedang menikmati ketampanan Kenzo.


Kenzo kembali tersenyum melihat tingkah Viona, dimata Kenzo, Viona hanyalah gadis remaja yang masih labil dan perlu banyak belajar.


Kenzo telah selesai melakukan check in E-tiket dan berjalan mendekati Viona.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Kenzo melihat Viona sekilas dan tersenyum menyenderkan tubuhnya di pintu kaca.

__ADS_1


"Aa Aku mau melihat kepergian Kak Kenzo." ucap Viona gugup dan menunduk.


Viona tidak berani melihat wajah Kenzo dari dekat, karena akan membuat Viona terhipnotis dan tidak bisa mengalihkan pandangannya.


"Benarkah, Aku rasa kamu kembali bolos kuliah." ucap Kenzo tersenyum dan melihat ke arah Abi dan Umi.


"Aku bisa belajar di rumah dan nilai ku selalu tinggi." ucap Viona gugup.


Setelah membaca surat dari Kenzo, membuat Viona merasa gugup dan kebingungan, karena menambah rasa sukanya kepada Kenzo.


"Perhatian, para penumpang pesawat Flight dengan nomor penerbangan FA328 tujuan Kairo Mesir dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu A12."


Kenzo melambaikan tangannya kepada Abi dan Umi dengan senyuman penuh kasih dan sayang.


"Sampai jumpa lagi Viona, Assalamualaikum." Kenzo tersenyum sangat tampan dan berjalan meninggalkan Viona.


"Kak Kenzo." Viona berteriak menghentikan langkah kaki Kenzo.


Kenzo menoleh dan menunggu, kalimat Viona selanjutnya.


"Aku, Aku menyukai dan mencintai Kak Kenzo." Suara Viona melemah sehingga Kenzo tidak bisa mendengarkannya.


Kenzo mengangkat alisnya dan memperhatikan Viona yang telah menundukkan kepalanya.


Abi dan Umi yang berdiri di samping Viona tersenyum, mereka bisa mendengarkan penyataan cinta Viona kepada Kenzo.


Kenzo kebingungan dan melambaikan tangannya melanjutkan langkah kakinya yang terhenti.


Viona tidak menyadari bahwa pernyataan cintanya di dengar oleh Abi, Umi dan beberapa orang di sampingnya.


"Kamu harus berusaha lebih kuat lagi." Umi menepuk pundak Viona.


"Umi." wajah Viona memerah karena malu, ia segera memeluk Umi untuk menyembunyikan wajahnya yang telah Semerah tomat.


Abi tersenyum, tidak heran jika ada banyak wanita yang menyatakan cinta kepada Kenzo, dan ada banyak yang telah patah hati.


Abi tidak tahu bagaimana supaya Kenzo bisa membuka hatinya untuk wanita lain.


Usia Kenzo telah matang, ia adalah pria dewasa yang sukses dan sempurna dengan keimanan yang kuat biasa.


"Ayo kita pulang." ajak Abi kepada Umi dan Viona.


Mereka berjalan bersama menuju mobil masing-masing.


Viona pamit untuk pergi ke kampus dan berharap di belum terlambat.


Tersenyum bahagia dan rasa malu menjadi satu, ingin rasanya Viona berteriak untuk menyatakan cintanya kepada Kenzo.


Di dalam mobil Viona kembali membuka dan membaca surat Kenzo berulangkali.


Senyuman kebahagiaan terus terlihat jelas di wajah Viona.


Viona merasakan di dalam mobil di penuhi bunga mawar yang sangat indah.


"Aaah, aku bahagia." Viona berteriak hingga membuat sopir dan bodyguard melirik Viona melalui kaca.


**********************************


Mohon Berikan Like, Komentar, Bintang 5 dan Vote, jika kamu suka.


Baca juga " Arsitek Cantik dan Cinta bersemi di Ujung Musim" Terima kasih.


Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇

__ADS_1


Love You All 💓 Thanks for Reading 😊


__ADS_2