Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Pria Petualang


__ADS_3

Nathan kembali fokus di laboratorium miliknya, ia ingin segera menyelesaikan formula.


"Tuan Nathan, saya harus kembali ke Desa." ucap Valentino.


"Kenapa?" Nathan menghentikan kegiatannya.


"Berdasarkan penelitian Dokter Aisyah, kita butuh rumput berduri yang ada di bukit, rumput beracun tetapi bisa menjadi obat." ucap Valentino.


"Aku akan ikut." Nathan membuka jasnya.


"Kita butuh Dokter Aisyah, ia lebih mengenal tumbuhan liar itu." Ucap Valentino.


"Dimana Dokter Aisyah?" tanya Nathan.


"Aku akan segera menghubunginya." ucap Valentino.


"Cepatlah, waktu kita tidak banyak lagi, Nisa hanya berusaha terlihat kuat." ucap Nathan mengepalkan tangannya.


Valentino melihat Nathan dan segera menghubungi Dokter Aisyah.


Jhonny tidak bisa menemani Aisyah karena ia harus siap sedia dan sigab di samping Stevent yang sedang kacau.


Jhonny sangat khawatir jika Aisyah harus bersama dua pria mendaki bukit.


Jhonny menghubungi Viona dan bertanya apakah dia mau mendaki bersama Aisyah untuk mencari obat Nisa.


Mendengar nama Nisa, tanpa berpikir panjang dan banyak tanya Viona menyetujui untuk ikut mendaki.


Jhonny mengantarkan Aisyah ke tempat Nathan dan menjemput Viona.


Tanpa lelah Jhonny mondar-mandir kesana kemari untuk menyelesaikan semua masalah dalam hidup Stevent.


Valentino dan Dokter Aisyah telah menunggu di depan laboratorium, Nathan tidak jadi ikut karena ia harus menyelesaikan penelitian dan membuat pilihan formula satu atau dua untuk Nisa.


Mobil Jhonny berhenti tepat di depan Aisyah dan Valentino, Viona keluar dari mobil dengan celana jeans panjang berwarna biru langit dan kemeja kotak-kotak berwarna merah dan jilbab warna senada dengan celana jeans di padu dengan jaket jeans.


Valentino terkejut melihat seorang wanita remaja begitu cantik dengan jilbabnya.


Viona tersenyum Cantik kepada Dokter Aisyah.


"Assalamualaikum, Dokter Aisyah." salam Viona.


"Waalaikumsalam, apa kamu tidak dimarahi Stevent?" Dokter Aisyah memeluk Viona.


"Biarkan Jhonny yang mengatur semuanya." ucap Viona bersemangat, ia telah menerima Penyemangat dari Kenzo.


"Kenalkan, Valentino, dia akan menemani kita." ucap Aisyah dan Valentino mendekat.


"Hai, aku Valentino." Valentino mengulurkan tangannya kepada Viona.


"Viona." Viona menerima uluran tangan Valentino.


Jhonny memperhatikan Aisyah, ia tidak rela melihat Aisyah harus kembali ke desa terpencil, dimana terjadinya kecelakaan dia dan Jordan.


Jhonny juga tidak ingin jauh dari Aisyah, untuk pulang, pergi dan mendaki mereka butuh waktu lebih dari 3 hari.


"Jhonny, kami berangkat dulu." Aisyah pamit dan tersenyum kepada Jhonny.


Aisyah dan Viona duduk di kursi penumpang bagian belakang dan Valentino sendirian menjadi pengemudi.


Jhonny tidak menjawab Aisyah, ia hanya menatap tanpa ekspresi melihat kepribadian Aiysah.


Viona dan Valentino hanya tersenyum manahan tawa melihat tingkah Jhonny.


Mobil meninggalkan Jhonny yang masih mematung di depan Laboratorium.


Viona menatap Aisyah penuh tanda tanya, dan penasaran, Jhonny belum sempat memberitahukan kondisi Nisa kepada Viona.


"Nisa sedang sakit." ucap Aisyah yang memahami tatapan Viona.


"Kak Nisa sakit apa?" suara lembut dan cemas membuat Valentino melihat wajah Viona melalui cermin.


"Kandungan Nisa terlalu lemah untuk ditinggali 2 janin yang sangat sehat dan kuat." ucap Aisyah.


"Benarkah, kita harus bagaimana, apa yang harus di lakukan?" tanya Viona.


"Mencari cara dan formula untuk menguatkan dan menebalkan dinding rahim." Jelas Aisyah.


Viona terdiam, ia melihat ke depan hingga pandangannya bertemu dengan Valentino melalui cermin.

__ADS_1


Valentino kembali fokus mengendarai mobil dan Viona melihat ke samping jendela.


Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang, Viona dan Aisyah tertidur dengan pulas di kursi belakang, hanya Valentino yang bertahan dan fokus pada kemudinya.


Valentino tersenyum melihat dua wanita berjilbab tidur di belakangnya.


"Mereka sangat cantik." gumam Valentino.


Dengan kecepatan sedang Valentino butuh 4 perjalanan baru sampai di depan klinik Dokter Aisyah.


Valentino menghentikan mobilnya, ia melihat dua wanita cantik yang masih tidur pulas. Ia keluar dari mobil dan membuka pintu Klinik membiarkan Viona dan Aisyah tertidur.


Viona membuka matanya perlahan, ia melihat sekeliling, sebuah klinik sederhana.


"Dokter Aisyah, bangunlah." Viona menggoyang-goyangkan tubuh Aisyah.


"Ah, kita sudah sampai, turunlah." ucap Aisyah kepada Viona.


Viona segera turun dan masuk ke dalam klinik, ia melihat tubuh seksi berotot yang hanya mengenakan kaos tanpa lengan.


Valentino baru selesai mandi dan ia menggunakan celana dan kaos tanpa lengan.


"Hai, kamu sudah bangun." sapa Valentino.


"Ya." ucap Viona mengalihkan pandangan, ia tidak pernah melihat pria dengan tubuh seksi terbuka.


"Valen, kenapa kamu tidak membangunkan kami." Aisyah masuk.


"Aku tidak mau mengganggu kalian berdua." Valentino tersenyum tampan.


Viona berjalan ke belakang klinik, ia melihat bukti yang Indah dengan hutan lebat.


"Di sini sangat nyaman." ucap Viona.


"Tentu saja, sehingga membuat Valentino rela meninggalkan kehidupan Kota." ucap Aisyah yang berjalan menuju dapur untuk membuat makanan.


"Apakah kamu dari kota dan tinggal di sini?" tanya Viona.


"Aku melakukan penelitian tumbuh Obat." Valentino Terdengar sangat tampan.


"Apakah kita akan mendaki bukit itu" Viona berjalan ke belakang klinik.


"Ya, di sana sangat Indah." Valentino berdiri di belakang Viona.


Dengan sigap Valentino menarik dan menahan tubuh Viona dengan lengan kekarnya.


"Kamu harus lebih berhati-hati." ucap Valentino yang masih mendekap tubuh Viona yang hampir jatuh ke tanah.


"Terimakasih, bisakah kamu mengangkat tubuh ku?" wajah Viona dan Valentino sangat dekat.


"Tentu." Valentino tersenyum dan mengangkat tubuh Viona.


"Terimakasih." jantung Viona berdetak mungkin karena terkejut hampir jatuh atau karena wajahnya yang terlalu dekat dengan Valentino.


"Di seberang ada air terjun yang indah dan dingin." ucap Valentino.


"Benarkah?" Viona bersemangat.


"Stevent dan Nisa pernah ke sana." Valentino tersenyum.


"Aku akan membawa pakaian ganti." Viona tersenyum.


Viona kembali ke dalam klinik yang menjadi satu dengan rumah Aisyah.


Dokter Aisyah, apa yang Anda lakukan?" tanya Viona yang menghindari Valentino dengan tubuh seksinya.


"Aku sedang membuat makan malam untuk kita bertiga." Aisyah tersenyum.


"Ooh, Anda telah mempersiapkan semuanya dengan baik." ucap Viona melihat banyak bahan makanan.


"Tentu saja, aku dan Valentino sering melakukan perjalanan dan pendakian bersama." ucap Aisyah yang sibuk dengan masakannya.


"Apakah kalian sepasang kekasih?" tanya Viona penasaran.


"Hahaha, Valentino adik angkat ku, dia pria yang baik sangat menghargai dan menghormati wanita" jelas Aisyah.


Viona melirik Valentino yang sibuk mempersiapkan peralatan yang akan di bawa untuk mendaki.


"Ah, baru kali ini aku melihat pria yang menampilkan tubuh seksi seorang petualang." Viona berbicara sendiri.

__ADS_1


"Dokter Aisyah, kapan kita ana mendaki?" tanya Viona.


"Besok pagi - pagi sekali ketika Matahari baru terbit." Aisyah tersenyum.


"Mandilah, tetapi kamar mandinya kecil." Aisyah menunjukkan sebuah kamar mandi sederhana.


Viona berjalan dan membuka pintu kamar mandi, ia hampir berteriak, kaget. Kamar mandi itu benar-benar kecil.


"Bagaimana aku mandi? tidak ada shower, air hangat dan air dingin, gayung, jongkok, ah bagaimana ini?" Viona kebingungan, ia menutup kembali pintu kamar mandi.


"Bagaimana Dokter Aisyah bisa hidup di tempat seperti ini?" gumam Viona dan berjalan mendekati Valentino.


"Ah kenapa kakiku melangkah kemari?" Viona memukul kepala.


"Apa kamu tidak mandi? hari sudah petang." Valentino tersenyum.


"Mmm Kamar mandinya sangat kecil dan tidak ada shower." Viona duduk di kursi.


"Apa kamu tidak berpikir sebelum ikut kemari?" tanya Valentino menatap Viona.


Valentino tidak suka dengan wanita yang manja dan tidak mandiri.


Wanita yang Valentino kagumi saat ini yang pernah ia jumpai adalah Nisa dan Aisyah.


"Aku hanya berpikir keselamatan Kak Nisa." ucap Viona menunduk.


"Kamu harus mencobanya, Stevent saja bisa tinggal lama di sini demi dirinya dan cintanya." Ucap Valentino lembut.


"Kamu benar, aku menyayangi Kak Nisa karena ia adalah nafas kehidupan Kak Stevent." Viona tersenyum kepada Valentino.


"Orang asing saja mau dan bisa berkorban untuk Kak Nisa, kenapa aku tidak bisa?" Viona berbicara di dalam hatinya.


"Kenapa kamu mau menolong Kak Nisa?" tanya Viona.


"Apakah menolong orang lain kita butuh alasan?" tanya Valentino.


"Tidak." jawab Viona.


"Tentu saja, karena di dunia ini kita harus saling tolong menolong." Valentino tersenyum.


"Ah pria yang hangat dan baik." gumam Viona.


"Apa kamu mengatakan sesuatu?" tanya Valentino.


"Tidak, aku akan mandi, Terimakasih." Viona beranjak dari kursi dan menuju kamar mandi.


Makan malam bersama dengan menu sederhana telah mereka lewati.


Valentino bersiap pulang ke rumahnya, untuk beristirahat karena besok pagi-pagi sekali harus mendaki, tubuh Valentino sangat lelah seharian mengendarai mobil.


"Kamu mau kemana?" tanya Viona.


"Aku mau pulang, Apa kamu mau aku tidur di sini?" Valentino tersenyum.


"Pulanglah, besok jangan terlambat." ucap Viona melambaikan tangannya.


Valentino tersenyum dan segera berlalu meninggalkan klinik.


"Kamu suka?" tanya Aisyah mengejutkan Viona.


"Aku merasa nyaman dan mudah dengan akrab Valentino, orang nya asyik." Viona tersenyum.


"Pria dengan jiwa pertualang memang begitu mereka tidak kaku dan berjiwa sosial tinggi." ucap Aisyah.


"Ooo, Aku baru pertama kalinya bertemu cowok kayak Valentino, orangnya bebas." ucap Viona.


"Ayo kita beristirahat, besok perjalanan kita lumayan menguras tenaga." Dokter Aisyah menarik tangan Viona untuk segera masuk ke kamar tidur.


"Baiklah." Viona bersemangat.


"Jika kamu tidak kuat, kamu bisa menunggu di bawah saja." Aisyah mengusap pipi Viona.


Viona berusaha untuk bisa tidur nyenyak di tempat tidur Sempit dan sederhana.


*****************


Mohon dukungannya dengan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih.


Baca juga "Arsitek Cantik dan Cinta bersemi di Ujung Musim" Terimakasih 🤗

__ADS_1


Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


Love You All 💓 Thanks for you 😘


__ADS_2