Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Loly


__ADS_3

Matahari telah menampakkan sinarnya, Stevent tertidur di dalam Ruang komputer, ia terbangun ketika alarm ponselnya berbunyi dengan keterangan.


" Hari Memilikimu" Stevent mematikan alarm ponsel, beranjak dari kantor nya, di ikuti Jhonny dan kembali ke rumah.


Stevent telah menyelidiki seluruh kota, namun ia belum menemukan jejak Nisa, ia melarang keluarga menghubungi polisi, karena jika ada pihak lain yang mengetahui calon istri Stevent hilang maka akan menambah masalah baru.


Bahkan ia melarang Abi dan Umi memberitahu Kenzo. Stevent juga yakin Kenzo tidak mungkin menculik Nisa. Hanya Nathan yang terang- terangan akan merebut Nisa darinya.


Stevent telah berada di Rumahnya, tidak ada yang berani menyapa apalagi bertanya, mereka hanya melihat Stevent Lewat menaiki tangga menuju kamarnya.


Hari ini adalah hari pernikahan Stevent dan Nisa yang telah di rencanakan yang hanya di hadiri orang tua Nisa dan keluarga utama Stevent, namun sang mempelai wanita hilang entah kemana, ia hanya menatap gaun putih yang telah dipilih oleh Nisa dan Mamanya.


Gaun putih sangat indah dan mewah masih terpajang di tubuh manekin.


" Apakah kamu lari dariku?"


" Nisaaaaa, kami Dimana?" Stevent menggoyang - goyangkan manekin seakan ia sedang berbicara Nisa.


Stevent meneteskan air matanya memeluk Manekin, Ini pertama kalinya ia menangis, Sejak ia menjadi anak-anak yang dididik keras oleh Papanya, ia dilarang menangis.


Stevent merasa ia benar-benar hancur, Sehari semalam ia tidak melihat Nisa, tidak mendengarkan suaranya, tidak memandang wajahnya dan senyuman manis dan tulus terbayang di ingatan Stevent.


Pernikahannya gagal, ia bahkan kehilangan Nisa.


" Jhonny " Stevent berteriak, Jhonny yang hanya berdiri di balik pintu segera menghampiri Stevent


" Periksa Aset milik Nathan, cari tempat- tempat yang tersembunyi di seluruh dunia ini !" Perintah Stevent setengah berteriak.


Jhonny segera keluar untuk menghubungi anak buahnya yang dapat melakukan pekerjaan yang dimaksud Stevent.


Stevent mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur yang telah dihiasi dengan sangat Indah.


Ia memegang kepalanya dengan kedua tangannya dan menarik kasar rambutnya.


Semua sangat khawatir, namun Jhonny dan Viona berusaha menenangkan Umi Nisa yang terus menangis. Abi tidak tahu harus berbuat apa karena Stevent melarang mereka bertindak.


Sejak kehilangan Nisa Umi dan Abi ikut kerumah Stevent hingga pagi hari


Abi dan Umi pamit pulang, mereka menyerahkan dan mempercayakan semuanya kepada Stevent untuk menemukan Nisa.


Mama Stevent mengurung diri di kamar di temani Papa, matanya telah bengkak, wajah cantik terlihat pucat dan sembab, Mama menangis semalam.


Ia baru saja merasakan kebahagiaan pada dirinya dan pada anaknya, Ia bisa melihat kebahagiaan Stevent ketika bersama Nisa dan dalam sekejap ia melihat kehancuran pada putranya karena kehilangan Nisa.


Stevent berjalan menuruni tangga kamarnya, ia pergi meninggalkan rumah tanpa berbicara bahkan ia tidak menjawab pertanyaan Viona, ia melarang Jhonny mengikutinya.


Stevent mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa tujuan, ia menginjak abis pedal gas mobilnya.


Mobilnya terus melaju meninggalkan jalan perkotaan, dan berada pada persimpangan.

__ADS_1


Stevent menghentikan mobilnya, ia memperhatikan jalanan, ia telah keluar dari jalur jalan raya. Ia tidak pernah ketempat itu.


Stevent menyalakan mesin mobilnya namun tidak mau nyala, Mobilnya kehabisan bahan bakar. Ia benar-benar telah berada jauh dari perkotaan.


***


Nathan memasangkan selang impuls pada punggung tangan Nisa, ada dua selang yang terpasang di kiri dan kanan tangan sebagai pengganti asupan makanan dan vitamin serta cairan tubuh


Nathan memandang wajah cantik Nisa yang masih tertidur akibat pengaruh obat yang Nathan berikan, ia mengelus lembut pipi Nisa yang halus.


" Nisa sayang, tidurlah yang nyenyak hingga Stevent menyerah " Nathan berbisik di telinga Nisa yang tertutup jilbab.


" Ia tidak akan menemukan dirimu "


" Nisa kenapa kamu harus bertemu dengan Stevent , kenapa kamu harus menyelamatkannya hingga membuat ia jatuh cinta kepada mu?" Nathan mengusap kepala Nisa yang tertutup jilbab dan menyentuh bibir seksi Nisa.


Nathan mendekatkan wajahnya ke wajah Nisa, ingin ia mengecup bibir Nisa namun ia tidak melakukannya, ada perasaan takut dan ragu di hati Nathan.


Nathan segera keluar dari kamar, ia tidak mau menyakiti Nisa, ia tidak pantas melakukan itu, ia hanya mau menjauhkan Nisa dari Stevent bukan memiliki Nisa dengan paksaan.


Nisa telah tertidur selama sehari semalam, entah kapan ia akan terbangun, Tubuhnya mendapatkan asupan makanan dari cairan impuls.


Ruangan kamar Nisa telah terpasang banyak kamera, agar Nathan terus bisa melihat Nisa.


Nathan duduk di ruang kerjanya.


" Tuan, Nona Nayla masuk rumah Sakit" seorang pengawal masuk ke kedalam ruangan Nathan


" Apa yang terjadi ?"


" Nona Nayla menggoda Stevent dan mau menjebaknya"


" Gadis Bodoh, bagaimana bisa masuk rumah sakit? "


" Tuan Stevent mencekik Nona Nayla sekuat tenaga"


" Pria tidak berperasaan " Nathan beranjak dari kursi ia menuju kamar Nisa,


seorang perawat wanita mengikuti Nathan.


" Jaga dia, jangan sampai terjadi sesuatu padanya " perintah Nathan kepada Loly perawat yang selalu setia menemani Stevent.


" Baik Tuan " Loly memberi hormat.


Nathan berjalan menuju mobilnya dan pergi meninggalkan istana di tengah hutan dengan penjagaan yang ketat.


Loly berjalan mendekati Nisa, ia melihat Nisa dari kepala hingga ujung kaki.


" Kamu semakin cantik " gumam Loly ia memandang lekat pada wajah Nisa

__ADS_1


" Wajah yang sempurna " suara lembut terdengar dari mulut Loly


Loly melihat sekeliling, ada banyak cctv di ruangan ini.


" Aku tidak bisa berbuat apa-apa?" bisik hati Loly


" Aku sangat mencintai Nathan, tapi dia selalu mencintaimu dari dulu hingga Kini tidak pernah berubah "


"Nisa mungkin kamu tidak tahu diriku tapi aku selalu mengikuti dirimu dan Nathan, bahkan aku menyusul Nathan pindah ke luar negeri "


" Semua yang aku lakukan sia - sia, namun aku tetap bertahan, Nisa kamu sangat beruntung"


Loly menumpahkan isi hatinya kepada Nisa yang masih tertidur dengan suara perlahan agar tidak terdengar oleh kamera dalam ruangan.


" Bagaimana jika aku menggantikan cairan ini dengan racun tulang?" pikiran jahat dalam otak Loly


Ia memiliki keahlian hampir sama dengan Nathan Karena Loly sering menjadi asisten Nathan ketika berada di dalam laboratorium peracik Obat, dan ketika Nathan melakukan penelitian.


Loly sering melihat obat - obat yang telah Nathan buat sesuai dengan Permintaan pelanggan.


Loly pernah mencuri resep racun tulang, apabila diberikan pada pasien akan menyebabkan kelumpuhan total dan menghancurkan tulang dari dalam hingga tubuh manusia membusuk dengan sendirinya dalam waktu satu Minggu.


Penawar bisa bekerja jika suntikan sebelum 12 jam, jika sudah melewati waktu itu, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan akibat dari racun tulang, hanya kematian yang menunggu.


Loly menyentuh sebuah jarum suntik berisi cairan berwarna kuning, racun tulang di dalam saku jas Putih miliknya.


" Nisa, apakah kamu akan tidur untuk selamanya " Loly mengelus pipi mulus Nisa


Loly sangat membenci Nisa, karena Nathan tidak pernah bisa melupakan Nisa, bahkan walaupun mereka telah terpisah begitu lama.


*


*


*


*


๐Ÿ˜ Mohon dukungannya ๐Ÿ˜˜


jangan lupa like selesai membaca


tinggalkan komentar dan Vote, Terimakasih ๐Ÿค—


*


*


*

__ADS_1


โ™ฅ๏ธThanks for Reading ๐Ÿ˜Š


__ADS_2