
Jhonny bersama beberapa pengawal telah mengunggu Stevent dan semuanya di depan pintu keluar Bandara.
Nisa, Viona, akan ikut mobil besar bersama Umi dan Abi.
Nisa melangkahkan kakinya menuju mobil putih. Stevent menarik tangan Nisa.
" Kamu ikut dengan ku " Stevent tersenyum.
" Tidak baik kita sering berduaan " Nisa balas tersenyum.
" Aku tidak akan menggangu dirimu " Stevent menarik Nisa menuju mobilnya, membuka pintu untuk Nisa.
Stevent segera melaju mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Istana miliknya.
Mereka telah sampai di rumah Stevent, Abi dan Umi di antar ke pesantren.
Stevent menghentikan mobilnya tepat di depan pintu utama.
" Jangan turun, aku akan membukakan pintu untuk kamu !" Stevent menatap Nisa yang siap membuka pintu mobil.
Stevent segera keluar dari mobil dan membuka pintu untuk Nisa.
" Terimakasih " Nisa tersenyum lembut, membuat rasa sejuk menggelitik di hati Stevent.
Nisa berjalan masuk ke dalam rumah bersama dengan Stevent.
" Sayang, kamu pasti lelah Istirahat dulu nanti kita coba baju pengantin " Mama bersemangat melihat Stevent dan Nisa berjalan bersama.
" Baiklah Ma" Nisa memeluk dan mencium Mama berlalu menaiki tangga menuju kamarnya.
Stevent mengikuti Nisa.
" Kenapa kamu mengikuti aku?" tanya Nisa berdiri di depan pintu kamarnya.
" Tidak, aku mau ke kamar ku " ucap Stevent berlalu menuju kamarnya dan tersenyum bahagia.
Jhonny memberi hormat kepada Nisa dengan menundukkan kepalanya.
" Sepertinya Nona Nisa telah membuka hatinya untuk Tuan Stevent" Jhonny berbicara di dalam hati tersenyum bahagia.
Stevent masuk ke kamar menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuk ukuran besar. Jhonny memperhatikan tingkah Stevent, ia tahu pasti Bosnya sedang bahagia.
" Jhonny, ia sangat cantik dan lembut , Ia juga sudah mengatakan kepada semua pria yang ada di dekatnya aku adalah calon suaminya, aku sangat bahagia " Stevent berguling di tempat tidur.
" Hati mereka pasti hancur " lanjut Stevent duduk.
" Selamat Tuan, namun Anda tetap harus berhati-hati, Pernikahan Anda semakin dekat, cobaan semakin banyak, bahkan kita belum dapat kabar tentang Nayla, Nathan dan Loly " tegas Jhonny, ia tidak mau Stevent larut dalam kebahagiaan sehingga lupa dengan bahaya.
Stevent beranjak dari tempat tidur, ia duduk di pinggir tempat tidur.
" Mendengarkan nama tiga orang itu membuat telinga ku sakit" ucap Stevent mengepalkan tangannya.
" Saya telah menghubungi perusahaan IT untuk menyelidiki keberadaan mereka, namun sepertinya, mereka bersembunyi sangat baik " jelas Jhonny.
" Tentu saja, Tuan Nero Aguero adalah pengusaha gelap" ucap Stevent.
" Sebaiknya anda istirahat, nanti Nona Nisa dan anda akan mencoba pakaian pengantin di butik milik Nyonya Veronika " ucap Jhonny dan pamit keluar menutup pintu kamar Stevent. Jhonny tahu hanya mendengarkan nama Nisa cukup memberikan keterangan untuk Stevent yang mulai emosi.
Stevent membuka pakaiannya dan meletakkan di tempat pakaian kotor, Ia menuju kamar mandi dan membersihkan diri.
Merasakan aliran air yang menyejukkan membasahi tubuh seksi dan atletis Stevent.
Nisa dan Stevent bersama keluar dari kamar masing-masing, Stevent tersenyum melihat Nisa dan mendapatkan balasan senyuman termanis dari Nisa.
Mereka berdua bersama menuruni tangga, Mama sangat bahagia melihat Nisa dan Stevent berjalan bersama sudah seperti pasangan pengantin.
" Ayo sayang kita menuju butik Mama " Mama dan Viona menunggu Nisa di ujung tangga.
" Nisa ikut mobil Stevent, Mama dan Viona ikut Jhonny," ucap Stevent, tidak ada yang membantah perintah Stevent.
__ADS_1
Nisa juga tidak mau memancing emosi Stevent ia hanya mau semua berjalan lancar dan aman.
Mereka telah menuju mobil masing-masing. Stevent tidak mengizinkan Nisa jauh - jauh darinya, ia sangat khawatir dengan bahaya, ia sadar kelemahan ada pada Nisa, jika musuh - musuhnya telah mengetahui tentang Nisa, mereka bisa saja menyerang kapan saja.
" Kenapa aku selalu satu Mobil dengan kamu?" tanya Nisa duduk di samping Stevent.
" Aku hanya ingin menjaga kamu " Stevent segera menjalankan mesin mobil.
" Aku bisa jaga diri " ucap Nisa.
" Jika kamu bisa jaga diri, bagaimana dengan penculikan itu ?" Stevent menatap tajam Nisa yang hanya menarik nafas dalam-dalam.
Ia menyadari itu adalah sebuah kesalahan fatal yang Nisa lakukan.
Stevent memarkirkan mobilnya di tempat parkir, sebuah butik mewah berlantai dua dan berdindingkan kaca. Terlihat banyak pakaian pengantin yang Mama bawa kembali dari rumah dan tambahan koleksi terbaru.
Mama bekerja sama dengan Desainer ternama dan para perias artis. Mama harus mencari Desainer baru khusus perancang busana Muslimah.
Stevent membuka pintu untuk Nisa mereka berjalan bersama memasuki Butik. Semua mata memandang kagum ke arah pasangan yang akan segera menikah.
Pasangan yang sangat serasi, Pria tampan dengan postur tubuh tinggi dan tegap, dan calon mempelai wanita sangat cantik dan anggun dengan senyuman yang ramah dan tulus.
Semua pakaian telah di pesan berdasarkan ukuran tubuh Nisa dan Stevent.
Nisa telah berada di ruang ganti khusus wanita, ia ditemani Mama dan Viona.
Nisa kaget. Ada banyak pakaian pengantin muslimah terpajang di patung, dan semua sesuai dengan ukuran tubuh Nisa.
" Ma, Semua sesuai dengan ukuran tubuh Nisa " Nisa menyentuh gaun dengan bahan yang sangat indah dan lembut. Semuanya cantik dan mewah.
" Tentu saja, Stevent telah meminta Mama memesannya jauh sebelum rencana pernikahan kamu" Mama mencubit pipi Nisa yang memberikan ekspresi bingung.
" Kak Stevent telah memesan semua pakaian untuk kamu, dari baju tidur, baju santai, baju pesta sampai baju pengantin " Viona tersenyum
" Viona kamu harus manggil Nisa Kakak" tegas Mama
" Apakah Stevent telah merencanakan semuanya sejak kami bertemu? Atau aku dan Stevent pernah bertemu sebelumnya?" Nisa menyimpan banyak pertanyaan.
" Mungkin pria ini adalah tipe Manusia dengan penuh rencana" Nisa masih melamun.
" Nisa saya, cepat ganti pakaian kamu" Mama mendorong tubuh Nisa ke depan cermin. Mereka memperhatikan Nisa membuka jilbab jumbonya.
Rambut yang tidak terlihat karena masih ada dalaman jilbab.
Mama melihat sebuah liontin biru dengan bingkai unik dan special tergantung di leher jenjang putih bersih milik Nisa. Mama mendekati Nisa, menyentuh Liontin Biru, membalikkan bingkai berinisial " M " Mama terus meneliti setiap rantai dari kalung yang ada di leher Nisa.
" Kenapa Ma?" tanya Nisa yang kesulitan karena lehernya tertarik.
" Maafkan Mama sayang" Mama melepaskan tangannya dari liontin Nisa namun ia tetap memperhatikannya.
" Liontin yang cantik" Mama terus melihat dan berpikir tentang liontin Nisa.
" Terimakasih Ma " Nisa tersenyum dan menyentuh Liontinnya.
" Kak Nisa coba pakai yang ini " Viona mengambil sebuah gaun dari patung, Gaun yang sangat mewah dan berat.
" Cari yang simpel saja " Nisa berjalan mencari gaun pengantin yang tertata rapi di tubuh manekin. Ia segera mengenakan sebuah gaun tidak begitu banyak hiasan namun tetap terlihat cantik, ia juga telah memakai jilbab berwarna senada, di bantu dua orang penata busana. Tanpa polesan make up Nisa tetap terlihat cantik sempurna.
Mama masih melamun, ia sedang mengumpulkan ingatan masa lalu yang mungkin telah terlupakan.
* Bisikan di dalam pikiran Mama
*" Ini adalah desain khusus dan tidak dijual dengan nama " Mata Air Cinta " Sebuah liontin berwarna Biru sangat Indah.
"Liontin ini hanya ada satu - satunya di dunia yang dirancang khusus oleh seorang perancang perhiasan ternama dan sekaligus seorang model dunia nona M"
Mari kita sambut sang Model kita perancang liontin Mata Air Cinta Nona M*
Tepuk riuh dan gemuruh dengan lampu sorot menuju kepada seorang wanita dengan gaun berwarna biru senada dengan warna liontin, wanita putih tinggi, dengan rambut di sanggul, memperlihatkan leher jenjang yang dihiasi liontin berwarna biru.
__ADS_1
" Nona M , Siapa dia?" Mama ambruk di samping meja rias.
" Nyonya " seorang pelayan berteriak. Viona dan Nisa segera mendekati Mama.
" Viona cepat ambil tas ku " perintah Nisa kepada Viona.
" Tolong angkat Mama ke sofa panjang " perintah Nisa kepada beberapa penata busana dan pelayan.
Viona berlari memberikan tas punggung kepada Nisa, yang langsung membuka tas mengeluarkan peralatan medis.
Masih dalam balutan busana pengantin Nisa memeriksa tubuh Mama.
" Bagaimana kak?" Viona khawatir.
" Mama kecapean dan banyak pikiran, mungkin Mama terlalu sibuk mengurus pernikahan ini " Nisa menarik nafas.
Mama membuka matanya perlahan dan merasakan pusing, ia melihat Nisa dan Viona yang tampak khawatir.
" Ma, minum air putih ini " Nisa membantu Mama untuk minum.
" Mama harus banyak istirahat, Viona panggil Jhonny bawa Mama pulang" lanjut Nisa Viona segera berlari menuju kamar ganti Stevent dan segera memberitahukan keadaan Mama.
Jhonny dan Stevent segera mengikuti Viona Menuju ruangan Nisa.
" Sayang Mama tidak apa - apa " Mama berusaha untuk duduk.
" Nisa seorang Dokter Ma, Mama harus istirahat" tegas Nisa.
Stevent bukan melihat Mamanya yang berbaring di sofa namun matanya tertuju pada seorang wanita dengan busana pengantin Sangat Cantik.
" Jhonny bawa Mama dan Viona pulang" perintah Nisa
" Sayang, kamu belum selesai pilih baju" Mama sedih.
" Semuanya bagus dan cocok untuk Nisa jadi tidak perlu dicoba lagi" Nisa tersenyum.
Viona dan Jhonny segera membantu Mama kembali ke mobil.
Stevent mendekati Nisa yang sibuk membereskan peralatan medisnya.
" Apa yang terjadi?" tanya Stevent
" Mama terlalu capek " ucap Nisa
" Kamu sangat cantik" Stevent menatap Nisa dengan jarak yang dekat.
" Aku selalu Cantik" Nisa tersenyum dan menghindari Stevent.
" Pergilah ke luar, aku harus mengganti pakaian, kita akan pulang" lanjut Nisa
" Aku akan membantu kamu" Stevent tersenyum menggoda dan mendapatkan balasan senyuman aneh dari Nisa membuat Stevent segera meninggalkan ruangan.
*
*
*
*
**********************************************
💓Thanks for Reading💓
berikan Jempol 👍
komentar ya setelah membaca 😁
💓 Love you Readers ♥️
__ADS_1