Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Pembalasan Untuk Wanita Ku


__ADS_3

Nathan mondar-mandir di kamarnya, sudah 3 hari ia tidak bisa menghubungi Nisa, ia bahkan di larang masuk ke dalam ruangan perawatan Stevent.


Nathan menghubungi Roy, agar segera datang ke kamarnya. Tidak butuh waktu lama Roy sudah berdiri di depan pintu.


" Bagaimana hasil pelacakan ponsel Nisa?" Nathan menatap tajam kearah Roy.


"Tidak berhasil Tuan, ponsel telah di matikan bersamaan dengan nomornya" jelas Roy.


Nathan membuka laci meja di samping tempat tidurnya, ia mengambil satu kotak jarum suntik yang telah berisi cairan berbahaya.


Nathan melangkah ke luar menuruni tangga dan menuju mobilnya, diikuti Roy.


" Kita ke rumah sakit" Perintah Nathan duduk di kursi penumpang di samping Roy sebagai pengemudi.


Mobil melaju meninggalkan perkarangan Villa mewah milik Nathan menuju rumah sakit tempat Stevent dirawat.


Roy memarkirkan mobil di tempat parkir yang telah di sediakan.


Nathan berjalan cepat menuju ruangan Stevent. Tidak memperdulikan tatapan tergoda para perawat wanita dan para pengunjung, ia terus berjalan hingga sampai pada ruangan Stevent.


Dua orang bodyguard bertubuh kekar berdiri di depan pintu yang terkunci.


" Menyingkirlah!" perintah Nathan Kepada dua orang penjaga.


" Maaf Tuan, Anda di larang masuk" penjaga berdiri tegak menghalangi Nathan yang tersenyum. Tanpa basa-basi Nathan menancapkan jarum pada leher kedua penjaga dan membuat mereka langsung roboh kelantai.


Anak buah Nathan segera membereskan dua orang penjaga yang tidak sadarkan diri. Dan Roy assisten Nathan master Teknologi telah mengacaukan cctv.


" Aku tidak perlu menggunakan tenaga hanya untuk merobohkan makhluk berotot seperti kalian" Nathan berjalan masuk mendobrak pintu.


Ia melihat kamar kosong tidak ada Stevent ataupun Nisa.


"Oh ......, Aku dibohongi" Nathan mengumpat ia segera meninggalkan ruangan.


" Roy, cek semua cctv rumah sakit, berikan hasil secepatnya" perintah Nathan.


" Siap Tuan" Jawab Roy mengikuti Nathan berjalan kembali ke mobilnya.


Roy dan Nathan kembali ke Villa, mereka menuju ruang kerja Roy, Sebuah ruangan dengan banyaknya layar monitor, komputer dan peralatan teknologi yang sangat canggih disiapkan oleh Nathan.


Nathan sudah tidak sabar melihat Roy bekerja dengan sangat cekatan.


Roy mengumpulkan rekaman cctv untuk 3 hari terakhir, namun tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan, mereka tidak melihat ada orang yang keluar dari kamar Stevent.


" Apakah orang Stevent lebih hebat dari kamu !" Nathan mulai Emosi, Roy tidak menjawab pertanyaan Nathan, tangannya dengan lincah menari di atas keyboard dan mata fokus ke layar, bukan hanya pada satu komputer tapi beberapa komputer di depannya.


Roy mengunci layar komputer, akhirnya ia mendapatkan rekaman Nisa di bantu penjaga membawa Stevent keluar dari rumah sakit.


" Nisa, kemana kamu lari?" Nathan dan Roy memperhatikan gerakan Nisa, menuju lobby memasuki sebuah mobil box mewah.


" Dapat" Roy menekan tombol kunci gambar.


" Kemana Nisa mengendarai mobil itu?" Nathan tidak sabar.


Roy kembali melacak Perjalanan mobil dengan menggunakan jaringan canggih seakan melihat melalui satelit, seperti mainan anak-anak, dan Nathan tidak mengerti, ia memperhatikan tangan lincah Roy di atas keyboard.


Ia menghabiskan waktu 3 jam untuk mendapatkan hasil yang dapat memuaskan Nathan.

__ADS_1


" Klinik Dokter Aisyah" Roy berbicara dengan tenang.


" Apa, kenapa Nisa kesana?" Nathan heran.


" Apa anda lupa Tuan, siapa yang menyelamatkan Dokter Nisa dari Kematian?" Roy melihat Nathan serius.


" Oh ya, Aku benar-benar melupakan Dokter Aisyah" Nathan tersenyum.


" Apa yang akan terjadi pada Stevent Tuan? " tanya Roy penasaran.


" Jika mereka tidak berhasil membunuh virus darah, besok adalah hari kematian Stevent , hahaha " Nathan tertawa.


" Siapkan mobil kita akan menjemput kekasih ku tercinta Annisa Salsabila" Nathan tersenyum mengerikan.


Roy segera menyiapkan mobil, mengisi penuh bahan bakar, karena perjalanan mereka cukup jauh.


Nathan telah menggantikan jas dan kemeja dengan pakai casual dan santai. Kaca mata hitam melekat di hidung mancung menambah ketampanan dan kesempurnaan seorang pria.


Mobil Nathan telah melaju dengan kecepatan tinggi menuju klinik Dokter Nisa.


Nathan memperhatikan jalanan yang ramai dengan aktivitas manusia dengan kesibukan masing-masing, mobil terus melaju melewati perbatasan Kota dan mulai memasuki jalanan yang tenang.


Tepat di lokasi Nisa di serang, para pemuda jalanan yang tidak punya tujuan hidup seakan tidak pernah menyesali kesalahan telah menghadang jalan dengan motor mereka.


Nathan tersenyum, senyuman mengerikan seakan siap memangsa manusia yang berada di depannya.


" Hentikan mobilnya, aku ingin berolahraga sebentar !" perintah Nathan, ia melepaskan kemeja yang tidak terkancing dan hanya menggunakan kaos pas pada tubuhnya memperlihatkan bentuk sempurna dari seorang pria.


" Seorang pemuda mendekati Nathan yang telah duduk di atas bagian depan mobil mewah miliknya.


" Wah, orang kaya yang tampan " pikir pemuda preman.


" Tentu saja " Nathan memperlihatkan satu ikat uang di yang tangannya.


Mata para pemuda berbinar-binar seakan melihat berlian berharga, namun di mata Nathan, uang seperti itu hanya recehan.


" Jawab pertanyaan ku " tegas Nathan.


" Siap Tuan " Pemuda di depannya bersemangat dengan pandangan mata kelaparan melihat uang.


" Roy, tanyakan!" perintah Nathan


" Apakah kalian pernah melihat seorang wanita berjilbab Melewati jalan ini?" tanya Roy


" Tidak ada wanita berjilbab Tuan" jawab pemuda.


Roy dan Nathan saling pandang, Roy segera mengeluarkan ponselnya memperlihatkan gambar Nisa dengan sweater Hoodie berwarna putih dan masker menutupi wajahnya.


" Oh orang ini ada, bahkan Bos saya melukai perutnya dengan pisau, hehehe" pemuda itu tertawa, Mereka tidak tahu bahwa hari itu mereka di hajar seorang wanita berjilbab.


Mendengar penjelasan pemuda preman Nathan turun dari bamper mobil.


" Siapa yang melukainya?" Nathan berjalan mendekati pemuda dan mencengkram lehernya.


" Bos, Bos kita Tuan " pemuda itu gugup.


" Panggil ia kemari aku ingin memberikan hadiah " Nathan melepaskan cengkeramannya dari leher pemuda yang segera berlari kembali kepada rombongannya.

__ADS_1


Seorang pemuda yang dikatakan sebagai Bos berjalan dengan bangga mendekati Nathan dengan membawa pisau yang ia gunakan untuk melukai Nisa.


" Habis sudah kamu hari ini " gumam Roy memperhatikan pemuda, ia segera mundur, Roy dapat menebak apa yang akan Nathan lakukan.


" Hallo Tuan, apa anda memanggil saya?" pemuda itu tersenyum bangga ia benar-benar tidak tahu apa yang akan ia dapatkan.


" Jelaskan bagaimana kamu melukainya?" Nathan melemparkan uang yang tadi ia pegang, dengan semangat pemuda itu menangkap uang dan menceritakan semua kejadian.


Nathan semakin kesal ketika pemuda itu mengatakan bahwa ia menikam Nisa ketika Nisa tidak siap, Nathan tidak bisa lagi menahan emosinya.


Nathan berjalan mendekat menarik kerah baju pemuda dan segera mendaratkan pukulan di wajah pemuda, dengan mudah pemuda itu roboh.


Nathan kembali menarik kerah pemuda membuatnya kembali berdiri.


" Apa kamu tahu dia itu seorang wanita?" Mata Nathan menatap benci kepada pemuda, ia kembali menghajar pemuda tanpa memberikan waktu untuk bernapas hingga terkapar.


Teman-temannya tidak berani mendekat, mereka melihat beberapa pengawal telah berdiri di samping Mobil.


" Roy, tabrak motor mereka dan hajar semua pemuda itu" perintah Nathan, ia menarik pemuda yang telah babak belur ke pinggir jalan, mengambil pisau pemuda yang telah tergeletak di aspal.


Wajah pemuda telah berlumuran darah,


" Ini pembalasan untuk wanita ku" Nathan menusukkan pisau berkali - kali ke perut pemuda yang sudah tidak berdaya.


" Kamu telah bertemu dengan orang yang salah " bisik Nathan di telinga pemuda yang tidak sadarkan diri.


Nathan merobek perut pemuda dan mengeluarkan isinya.


" pisau yang bagus " Nathan tersenyum ia memberikan isyarat kepada pengawal untuk segera mengambil organ yang dibutuhkan.


" Walaupun di beri uang kalian tetap tidak akan puas, karena tidak tahu cara mencari uang"


" Bersihkan semuanya tanpa sisa" Nathan berjalan menuju mobil box mewah, ia membersihkan diri dan mengganti pakaiannya yang telah berlumuran darah.


Ia keluar dari mobil dengan tubuh dan pakaian yang telah bersih. Menonton anak buahnya menghabisi para pemuda dengan senyuman.


" Sampah masyarakat, tidak ada gunanya hidup di dunia ini !"


Para pemuda berakhir dengan tragis di tangan Nathan, semua organ tubuh yang masih berfungsi telah di ambil dan tubuh mereka di lempar ke laut, sebelumnya di suntikan cairan penghancur sehingga tidak akan pernah menemukan jenazah karena akan hancur dalam hitungan jam.


Nathan tersenyum puas, ia mendapatkan 2 keuntungan, membalaskan dendam untuk Nisa dan organ tubuh manusia yang akan di jual dengan harga yang tinggi.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju klinik Dokter Aisyah.


**


*



♥️ Thanks for Reading ♥️


🤗 Dukung terus Author yaa dengan Like dan komentar 🤗


😘Terimakasih kepada Readers yang selalu setia menunggu, membaca, memberikan Like dan komentarnya di setiap episode 😘


Terimakasih kepada Readers yang selalu setia dan Ikhlas memberikan Votenya ♥️Alhamdulilah 🤗

__ADS_1


💓 Love You My Readers ♥️**


__ADS_2