
Viona pergi ke toko buku untuk membeli buku tentang Agama Islam.
Ia telah sampai di toko buku terbesar dan terlengkap di Kota
Sebenarnya Viona bisa memesan buku apa saja yang ia inginkan, tetapi Viona ingin bepergian agar tidak bosan di rumah.
Viona segera menuju bagian buku keagamaan. Ia telah membawa troli tempat untuk buku yang akan Viona beli.
Senyuman Viona begitu Indah, ada pancaran kebahagiaan dan kepuasan di wajahnya.
Seorang pria memperhatikan Viona, ia berusaha mengingat wajah wanita yang sedang asyik melihat, memilih dan membaca buku.
Pria tampan yang sedang duduk di kursi baca memijit batang hidungnya, mengumpulkan kembali ingatan tentang gadis di depannya.
"Ah, Viona, adik Stevent Lu Alexander" Leon puas bisa mengingat nama Gadis berani membentak dan mengancam Leo ketika di rumah Sakit.
Leon beranjak dari kursinya dan berjalan mendekati Viona.
"Kamu sangat cantik dengan kerudung itu" Leon menyenderkan tubuhnya di rak buku.
Viona menoleh dan memperhatikan wajah Leon, yang mengingatkan ia kepada Leo.
"Kamu Leon atau Leo? ah pasti Leon" ucap Viona, karena pertama berjumpa Leon lebih lembut dari Leo.
"Terimakasih, kamu masih mengenal diriku" ucap Leon tersenyum.
"Tentu saja, pertemuan kita cukup berkesan dengan saudara Anda membuat saya emosi" Tegas Viona, kembali memilih buku dan memasukkan ke dalam troli.
Leon memperhatikan buku - buku yang dipilih Viona, semuanya tentang Agama Islam dan wanita Sholehah.
Sudah ada 10 buku di dalam keranjang, untuk gadis cerdas dan rajin seperti Viona bukanlah hal sulit untuk membaca dan belajar dengan cepat.
"Apa yang seorang pengusaha lakukan di toko buku?" ucap Viona.
"Mencari Buku, membaca dan mengistirahatkan diri dari padatnya rutinitas pekerjaan" Leon tersenyum, ia terus memperhatikan wajah cantik Viona.
"Hmm, ke pantai akan lebih menyenangkan" ucap Viona tersenyum, ia sudah lama tidak pergi ke pantai.
"Apakah kamu mau menemani diriku ke pantai?" tanya Leon langsung dan tersenyum,
Ide Viona adalah jebakan yang tidak ia sangka - sangka.
"Aku tidak bisa, karena Kakak ku tidak pernah mengizinkan aku pergi dengan seorang pria kecuali pengawal ku sendiri" jelas Viona tersenyum.
"Aku akan menjadi pengawal dirimu" Ucap Leon yang masih memandang Viona tanpa memindahkan matanya.
"Aku rasa tidak mungkin dengan wajah yang mirip Leo, yang ada Kakakku akan memukul dirimu" Viona tersenyum menahan tawa.
"Apakah kakakmu seorang pendendam?" tanya Leon.
"Tidak, ia hanya tidak pernah menyukai pria yang terobsesi kepada istrinya" Viona tersenyum Cantik.
"hmm" Leon sedikit khawatir, tidak mudah untuk mendekati seorang gadis seperti Viona.
"Permisi" Viona mendorong troli dan berpindah ke rak buku lainnya. Ada banyak buku tentang Agama Islam.
Zayn Dosen tampan sekaligus seorang pengusaha menahan troli Viona.
"Aku akan memilihkan buku yang bagus untuk belajar Agama" Ucap Zayn tersenyum dan membuat Viona terkejut dan malu.
__ADS_1
Ia penasaran bagaimana Dosennya bisa tahu ia sedang belajar Agama.
"Maafkan aku, aku bertanya tentang dirimu di kampus" ucap Zayn takut Viona akan tersinggung.
"Tidak apa, aku senang masih diberi kesempatan untuk belajar, Terimakasih" Viona tersenyum.
Zayn menukarkan beberapa buku yang ada di troli belanja Viona dengan yang lain.
"Apakah kamu bisa membaca Alquran?" tanya Zayn memandang Viona.
"Tentu saja, Aku diwajibkan bisa beberapa bahasa, hanya saja bacaaku tidak seindah kak Nisa" Viona tersenyum mengingatkan lembut dan indahnya suara Nisa ketika ia membaca Alquran.
"Siapa Kak Nisa?" tanya Zayn.
"Istri Kakakku, dia seorang Dokter bedah bernama Annisa Salsabila, wanita paling sempurna yang pernah aku jumpai" ucap Viona.
"Benarkah" Zayn juga sangat penasaran dengan Nisa, wanita pertama yang berhasil menaklukkan seorang Stevent.
"Pak Dosen jangan berharap bisa bertemu dengan Kak Nisa, hahaha" Viona tertawa menggemaskan.
Leon memperhatikan pria bersama Viona, seorang pengusaha muda, pewaris kekayaan orang tuanya.
"Kenapa?" tanya Zayn.
"Karena Kakakku selalu menjaga dirinya, tidak ada seorang pria yang boleh dekat-dekat Kak Nisa" jelas Viona.
"Bagaimana dengan dirimu, apakah Kakak mu juga menjaga dirimu?" tanya Zayn lagi.
"Tentu saja pak, aku dilarang pacaran" Viona tersenyum.
"Bagaimana Jika kamu jatuh cinta?" tanya Zayn lagi.
"Kenapa bukan mengatakan kepada Kakakmu Stevent?" tanya Zayn bagaikan wartawan.
"Karena, jika Kak Nisa setuju maka Kak Stevent akan menurut saja" Viona tertawa.
Ia sangat bahagia memiliki Nisa sebagai istri Stevent, wanita lembut dan sangat baik, Viona tidak bisa membayangkan, jika istri Stevent orang lain.
Zayn tersenyum melihat kebahagiaan di wajah Viona ketika ia bercerita tentang Nisa.
Jika seorang wanita saja sangat menyukai Nisa, apalagi pria, wajar jika Stevent bertekuk lutut di hadapan Nisa.
Keranjang dorong Viona telah penuh dengan buku.
"Terimakasih Pak, saya mau bayar dulu" Viona mendorong troli miliknya menuju kasir. Ia harus segera pulang, sebelum Stevent.
Seorang pengawal telah mengambil dan membawa belanjaan Viona, Leon dan Zayn hanya bisa melihat kepergian Viona yang selalu ditemani pengawal dan sopir.
Mobil telah meninggalkan toko buku dan menuju rumah Utama Stevent.
Viona turun dari mobil dan pengawal membawakan buku yang sangat banyak dan berat.
Buku - buku di bawa dan di susun di perpustakaan, Viona telah memesan Lemari baru khusus untuk buku tentang Agama Islam.
Beberapa pelayan segera mengikuti dan membantu pengawal membawa dan menyusun buku di perpustakaan.
Viona sangat bahagia, ia tersenyum melihat lemari baru berukuran raksasa dan masih kosong berdiri tegak di dalam ruangan perpustakaan yang sangat besar.
Nisa berjalan menuju perpustakaan dan tersenyum melihat para pelayan yang sibuk menyusun rapi buku yang baru dibeli Viona.
__ADS_1
"Perpustakaan ini begitu lengkap bisa dibuka untuk umum" ucap Nisa.
"Kak Nisa" Viona Berlari dan memeluk Nisa.
"Bagaimana harimu?" Nisa merapikan jilbab Viona.
"Menyenangkan, Kakak benar tidak ada yang berani mengganggu ku" Viona tertawa.
"Itu semua karena mereka takut pada Kakakmu" Nisa mencubit hidung mancung Viona.
"Hari ini ada Dosen pengganti yang masih sangat muda" Viona menarik tangan Nisa dan duduk di kursi baca.
"Pria singel" tebak Nisa.
"Kak Nisa hebat banget" Viona merebahkan kepalanya di pangkuan Nisa. Ia ingin merasakan kasih sayang Nisa sebelum ada Stevent.
"Apakah Kak Stevent akan pulang terlambat?" tanya Viona penasaran, karena jika Stevent pergi ke kantor di siang hari maka ia akan pulang larut.
"Aku tidak tahu" Nisa mengusap kepala Viona yang tertutup jilbab.
"Apa kak Nisa merindukan Kak Stevent?" tanya Viona.
"Tentu saja" Nisa kembali mencubit hidung Viona.
"Aku juga mau memiliki Suami yang mencintaiku seperti cinta kak Stevent kepada kak Nisa" Viona mengambil tangan Nisa dan meletakkan di pipinya.
"Aku yakin, kamu akan mendapatkan pria yang sangat mencintai dirimu, seperti Stevent mencintaiku" Nisa mencium dahi Viona.
Cinta Stevent Kepada Nisa akan di balaskan kepada cinta seorang pria kepada Viona.
Kebaikan yang Stevent berikan akan berimbas kepada Viona dan Nisa.
Begitu juga dengan kejahatan, setiap keluarga akan mendapatkan balasan yang setimpal akibat dari perbuatan satu orang dari anggota keluarga.
Sebagai Manusia pikirkan akibat dari perubahan yang akan kita lakukan.
Hubungan timbal balik pasti akan terjadi dalam kehidupan manusia.
Kebaikan ataupun kejahatan pasti akan mendapatkan balasan yang pantas baik di Dunia maupun di akhirat.
***
**
*
Terimakasih telah membaca Karya Author
*
**
***
Mohon dukungannya Selalu tinggalkan Like komentar dan Vote serta bintang 5. Terimakasih.
Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
Maafkan jika banyak typo 🤭
__ADS_1
Love You Readers 💓 Thanks for Reading ♥️ Muuuuuuuaaaccch 😘