Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Wajah Jhonny Merah


__ADS_3

Valentino memarkirkan mobilnya di tempat parkiran yang telah di sediakan.


Aisyah berlari menuju ruangan Jhonny, perasaan kesal, marah dan khawatir menjadi satu.


Pintu kamar Jhonny terbuka, beberapa perawat membersihkan sisa keributan yang dibuat oleh Jhonny.


Darah pada kain akibat dari jarum impus yang dicabut paksa, barang - barang yang berserakan.


Jhonny tertidur efek dari obat yang di suntikan oleh Dokter Reynaldy untuk menenangkan Jhonny.


Aisyah berjalan mendekati Jhonny, ia dapat melihat bekas air mata yang mengalir di pipi Jhonny.


"Pria bodoh" guman Aisyah dan membersihkan wajah Jhonny dengan tisu.


Aisyah duduk di sofa di samping tempat tidur Jhonny, ia membaca sebuah koran bisnis dengan judul "Hilangnya pengusaha Muda bernama Jordan dalam kecelakaan".


Tangan Aisyah menggenggam erat majalah, air mata kembali mengalir membasahi wajahnya.


Kegelisahan mengganggu pikiran Aisyah, apa yang harus ia lakukan, haruskah ia menutupi kematian Jordan.


Aisyah butuh waktu untuk pulang, ingin rasanya Aisyah berteriak mengeluarkan emosi yang menggangu hati dan pikirannya.


Jhonny dalam kondisi yang belum stabil dan keluarga yang menantikan kepulangan Aisyah dan Jordan.


Aisyah memejamkan matanya, ia tertidur dalam lelah di atas sofa.


Jhonny membuka matanya perlahan, ia merasakan sakit di kepala dan seluruh tubuhnya.


Seorang wanita dengan gamis panjang berwarna biru senada dengan jilbabnya, tertidur pulas di atas sofa.


Wajah cantik yang sangat dirindukan oleh Jhonny.


"Aku benar-benar sudah gila, sehingga terus melihat Aisyah dimana - mana" Jhonny memutar tubuhnya membelakangi Aisyah.


Jhonny berpikir Aisyah yang tertidur di sofa hanyalah halusinasi dari otaknya.


"Kamu sudah pergi, aku akan sembuh dan kembali mengabdikan seumur hidupku untuk Tuan Stevent, sepeti sumpah yang telah aku ucapkan" gumam Jhonny.


"Stevent benar, wanita hanya akan menghancurkan hidupku" ucap Jhonny kesal sedikit berteriak sehingga membangunkan Aisyah.


"Tapi kenapa Stevent mendapatkan yang ia inginkan dan aku tidak? Apa Aku terlalu miskin" ucap Jhonny berbicara sendiri.


"Apakah pasca operasi, otak kamu menjadi rusak?" Ucap Aisyah.


"Aaah, bahkan suara wanita itu terdengar di telinga ku" Jhonny berteriak.


"Aku merindukan omelannya" Jhonny memejamkan matanya.


"Aku benar-benar bisa gila berurusan dengan seorang robot" kesal Aisyah dan kembali duduk di Sofa.


"Aku suka mendengarkan panggilan Sayangya, robot" Jhonny tersenyum dan berpikir.


"Aku merasa suaranya sangat jelas" Jhonny memutar tubuhnya perlahan melihat ke arah Sofa dan mendapatkan Aisyah yang sedang memelototi dirinya.


"Dia terlihat nyata dengan mata besar yang Indah" Jhonny tersenyum dan belum menyadari keberadaan Aisyah.


"Aku rasa Nisa telah gagal melakukan operasi pada otak kamu" bentak Aisyah menghilangkan senyuman dari wajah Jhonny.


Jhonny memejamkan matanya dan membuka kembali dengan perlahan.


"Omg, Aisyah, kenapa kamu kembali?" Jhonny memasang wajah datarnya.

__ADS_1


"Seseorang yang hampir mati, dan gila membuat aku kembali ke rumah sakit dan kamar ini" geram Aisyah melihat ekspresi Jhonny.


"Oh benarkah" ucap Jhonny, ia menahan kegirangan di dalam hatinya.


Aisyah berjalan mendekati Jhonny, membuka layar ponselnya memutar sebuah video.


"Apa kamu tidak berpikir susah payahnya para Dokter melakukan operasi untuk menyelamatkan dirimu?" Aisyah mengomel.


Wajah Jhonny memerah, ia sangat malu melihat video dirinya yang sedang mengamuk dan marah - marah.


Jhonny meneriakkan nama Aisyah berkali-kali, dan menyakiti dirinya sendiri.


"Darimana kamu dapat video itu?" Jhonny menahan malu, wajahnya semakin merah.


"Apa kamu pikir Nisa dan Stevent tidak mengkhawatirkan kamu, sehingga mereka harus memasang kamera di ruangan ini." Kesal Aisyah.


Jhonny hanya terdiam, ia benar-benar malu bertingkah seperti anak kecil, ia juga kesal dengan Stevent yang telah memasang kamera di kamarnya.


Namun, ada rasa bahagia, berkat Video itu Aisyah Kembali kepadanya.


"Maafkan aku" ucap Jhonny pelan menatap wajah Aisyah yang emosi.


"Lupakan, cepatlah sembuh" tegas Aisyah akan kembali duduk.


"Aku lapar" Jhonny menarik tangan Aisyah dengan wajah datarnya.


"Ya Tuhan, ingin rasanya aku memukul wajah tanpa dosa itu" Gumam Aisyah dalam hati.


Aisyah segera mengambil bubur yang ada di atas meja dan menyuapi Jhonny.


Wajah Jhonny tetap biasa saja tetapi hatinya berbunga-bunga bagaikan taman di musim semi.


Matanya menatap Aisyah yang begitu tulus menguapi Jhonny hingga mangkuk bubur bersih tidak bersisa.


Wajah Jhonny panas dan merah, Aisyah terlalu dekat, jantungnya berdetak kencang dan tidak beraturan.


Jhonny minum dengan gugup hingga air tumpah.


"Hmmm, minum saja seperti anak kecil sama dengan tingkah lakunya" Aisyah mengambil tisu dan mengeringkan mulut, dagu leher hingga dada Jhonny.


"Ooh, sentuhan seorang wanita sungguh menggetarkan seluruh tubuh" Jhonny berbicara di dalam hatinya.


"Sentuhan, bagaimana jika Dia menyentuh seluruh tubuhku, apa yang terjadi pada diriku?" Jhonny terus memperhatikan wajah Aisyah dengan pikiran yang mulai nakal.


"Stevent pasti menyentuh istrinya setiap hari, Ah bagaimana dengan ciuman?" mata Jhonny pindah ke bibir seksi dan basah milik Aisyah.


"Bagaimana rasa bibir merah itu?" Jhonny menjilati bibirnya sendiri.


Aisyah melirik Jhonny yang memperhatikan bibir Aisyah.


"Apa yang ada di dalam otak mu?" tanya Aisyah membuyarkan lamunan Jhonny.


"Tidak ada" jawab Jhonny ketus.


Terdengar ketukan pintu dan Dokter Renaldy masuk di temani dua orang perawat.


"Selamat siang" sapa Dokter Renaldy pada Jhonny yang tidak menjawab.


"Selamat siang Dokter" Aisyah menjawab salam Dokter Reynaldy dan tersenyum.


"Ah, bukankah Anda yang ..." ucapan Dokter Reynaldy terputus, karena Dokter Aisyah meletakkan jari indahnya di depan bibir dirinya.

__ADS_1


Dokter Reynaldy tersenyum melihat wajah Aisyah yang menggemaskan.


"Dokter perkenalan nama saya Aisyah, saputangan Anda belum di cuci" Aisyah tersenyum.


"Tidak apa, Anda bisa menggantikan dengan minum teh atau makan siang bersama di Kantin rumah sakit" Dokter Reynaldy tersenyum dan melihat keadaan Jhonny.


Kini wajah yang merah berganti dengan mata yang merah. Jhonny cemburu, Dokter itu sedang merayu Aisyah.


Jhonny semakin kesal melihat Aisyah yang tersenyum pada Dokter Reynaldy.


"Tuan Jhonny, jangan melakukan hal bodoh lagi seperti kemarin, kasian Dokter Nisa yang melakukan operasi untuk Anda ketika sedang hamil anak Bos besar" tegas Dokter Reynaldy.


"Maksud Anda Dokter Nisa Istri Tuan Stevent?" tanya Jhonny, ia tidak tahu jika Dokter Nisa yang melakukan operasi adalah Istri Stevent.


"Tentu saja, hanya ada satu Dokter Nisa di rumah Sakit ini, Annisa Salsabila adalah Dokter terbaik dan terhebat" Dokter Reynaldy tersenyum.


"Kondisi tubuh Anda lebih baik dari pagi tadi, tolong sayangi diri Anda" lanjut Dokter Reynaldy.


"Baiklah Aisyah, sampai bertemu di kantin" Dokter Reynaldy tersenyum manis dan meninggalkan ruangan Jhonny yang manatap tajam pada Dokter Reynaldy.


"Apa kamu tidak tahu bahwa Nisa yang melakukan operasi pada dirimu?" tanya Aisyah.


"Tidak, apakah Tuan Stevent akan membunuh diriku?" Jhonny terlihat khawatir.


"Jika ia mau membunuh dirimu, ia tidak akan mengizinkan Nisa melakukan operasi ini" tegas Aisyah.


Terlihat jelas di wajah Jhonny, ia sangat menyesali perbuatannya, membuat susah Nisa.


Ia hanya menginginkan kebahagiaan untuk Stevent dan Nisa.


"Tidurlah, agar kamu cepat sembuh" ucap Aisyah menarik selimut menutupi tubuh Jhonny.


Aisyah kembali ke Sofa merubahnya menjadi tempat tidur dan berbaring.


"Apa kamu tidak pergi makan siang atau minum teh bersama Dokter tadi?" tanya Jhonny tanpa melihat Aisyah.


"Aku belum lapar, lagi pula aku melihat tatapan kecemburuan dari seorang pria" ucap Aisyah memejamkan matanya.


Jhonny tersenyum bahagia, tanpa ada yang melihatnya, wajahnya kembali memerah.


***


**


*


Terimakasih telah membaca Karya Author


*


**


***


Mohon dukungannya selalu Tinggalkan Like, Komentar dan Bintang 5.


Vote dan Vote, berharap rangking "Cinta Untuk Dokter Nisa" bisa naik dan naik 😘


Terimakasih Author ucapkan kepada semua Readers yang selalu setia memberikan Like, komentar dan Vote.


Terimakasih banyak kepada Readers yang telah membantu mempromosikan Novel Author "CUDN" 😘

__ADS_1


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊


__ADS_2