Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Mama Nisa


__ADS_3

Leon Datang ke toko Maria, ia sudah lama tidak bertemu Maria karena sibuk dengan Leo .


Maria duduk santai di ruangannya, memperhatikan layar ponsel, ia heran kenapa belum berhasil menemukan Putrinya yang cantik.


Pintu terbuka, Maria melihat Leon masuk.


" Hey, lama tidak jumpa, aku pikir kamu sudah melupakan diriku" Maria tersenyum seksi.


" Hampir " jawab Leon tersenyum.


" Bagaimana, apakah kamu sudah menemukan putrimu?" tanya Leon duduk di Sofa.


" Aku ingin bertanya dengan dirimu, aku berharap kamu membantu ku" Maria duduk di samping Leon


" Aku telah menemukan dia, dan dia telah menikah" ucap Leon.


" Benarkah, Dimana? dan siapa nama putriku?" Maria bersemangat, ia menggenggam tangan Leon.


" Annisa Salsabila, seorang Dokter bedah, Istri dari Stevent Lu Alexander" jelas Leon melepaskan tangan Maria.


" Apa , dia menikah dengan Putra Alexander, pria jahat itu " Maria mengepalkan tangannya.


" Apa pria jahat?" tanya Leon.


" Ya, dia pria jahat yang menghancurkan kehidupan Mark dan Juga Veronika" tegas Maria.


" Bagaimana Putrimu bisa menjadi seorang beragam Islam?" tanya Leon.


" Aku tidak tahu, aku kira itu adalah panti asuhan" Maria memijit batang hidungnya.


" Dia sangat cantik namun dengan berpakaian seperti itu menutupi kecantikannya" ucap Maria.


" Nisa jauh lebih baik tidak hidup bersama Maria" Leon berbicara dalam hatinya.


" Kalian sangat berbeda, hanya wajah kalian yang mirip" ucap Leon menatap Maria.


" Aku tahu, Putriku pasti bisa menjadi seorang model atau aktris terkenal " Maria tersenyum.


" Aku rasa dia tidak akan tertarik, dia bahagia menjadi seorang Dokter" tegas Leon.


" Terserah, dimana aku bisa bertemu dengan Putriku" Maria penasaran.


" Ia di panggil Dokter Nisa, bekerja di Rumah Sakit pemerintah" Leon meletakkan secarik kertas dan meninggalkan ruangan Maria yang tersenyum puas .


" Terimakasih Leon" Maria berteriak, ia tersenyum puas, melihat secarik kertas di tangannya.


Maria memilih perhiasan lengkap untuk Nisa, perhiasan limited edition hasil desain dirinya sendiri dengan harga paling mahal, dihiasi Berlian.


Perhiasan telah di bungkus sangat rapi dan cantik, di dalam kotak kecil.


Maria mengambil tas dan kunci mobilnya, berjalan meninggalkan tokoh menuju rumah sakit tempat Nisa bekerja.


Wanita cantik dan seksi begitu menggoda, jika bukan karena wajah mereka yang mirip tidak akan ada yang percaya Maria adalah Mama Nisa.


Maria mengendarai mobil merah miliknya dan berhenti di tempat parkir.


Ia berjalan santai, menuju pusat informasi, semua mata tertuju kepada Maria.


Maria menggunakan kemeja putih ngepas di badan dengan rok mini sebatas paha dan kaca mata hitam, rambut bergelombang tergerai di bahu.


" Selamat Siang Nona, ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang wanita yang melihat Maria dari atas hingga bawah.


" Saya ingin bertemu dengan putri saya" Maria tersenyum cantik dan membuka kacamatanya, membuat iri wanita muda yang melihatnya.


" Maaf, apakah putri anda di rawat disini?" tanya seorang lagi dan siap mencari informasi pasien di komputer.


" Tidak, putri saya seorang Dokter di rumah sakit ini" ucap Maria bersemangat.


Kedua wanita saling berpandangan, Mereka berpikir, jika putri wanita itu adalah seorang Dokter, berapa umurnya?


Mereka berpikir mungkin wanita itu masih sangat muda dan belum menikah apalagi punya putri seorang Dokter.


" Maaf, siapa nama Putri Anda?" tanya seorang wanita.


" Annisa Salsabila" jawab Maria.


Kedua karyawati semakin terkejut, yang mereka tahu Ibu Dokter Nisa adalah seorang Muslimah berhijab sama seperti Nisa.

__ADS_1


" Maaf, apakah maksud anda Dokter Nisa?" tanya seorang karyawati menyakinkan.


" Benar sekali, bisakah saya bertemu dengan dirinya?" tanya Maria penuh semangat.


" Saya akan menghubungi Assisten Dokter Nisa" ucap karyawati.


Ia segera menghubungi Dini, tidak berapa lama penggilan di terima.


" Halo Dini?" sapa karyawati


" Ada apa Dinda" jawab Dini yang telah tahu itu adalah Dinda, Karyawan bagian informasi.


" Apakah Dokter Nisa ada di ruangannya?". tanya Dinda


" Dokter Nisa sudah kembali ke rumahnya di pesantren" Ucap Dini.


" Baiklah, Terimakasih" Dinda menutup panggilan.


" Maaf, Dokter Nisa sudah pulang" jelas Dinda.


" Bisakah kamu memberikan alamat rumahnya" Maria tersenyum.


" Tentu saja" Dinda memberikan secarik kertas yang bertuliskan alamat pesantren, Dinda juga menjelaskan lokasi yang tidak jauh dari rumah sakit, hanya butuh waktu 20 menit.


Maria segera mengendarai mobil merah mewah miliknya menuju pesantren tempat dimana ia pernah meninggalkan Nisa di depan pintu gerbang.


Maria menghentikan mobilnya tepat di depan pintu gerbang.


Ia teringat dinginnya udara pagi di subuh hari, ia meninggal Nisa di depan pintu gerbang, bayi mungil dan Cantik sedang tertidur pulas dalam balutan kain tebal, di dalam keranjang bayi.


Maria tidak tahu bahwa itu adalah pesantren tempat menuntut ilmu Agama Islam, ia pikir itu adalah panti asuhan.


Maria berdiri di depan pintu di samping gerbang, pintu yang mengarah langsung ke rumah Abi Ramadhan, ia membuka pintu dan melangkah perlahan.


Lingkungan yang asri, sejuk, nyaman dan bersih, dengan rumput hijau dan pohon-pohon rindang, bongsai tertata rapi.


Nisa berjalan ke luar dari rumah ia akan kembali ke rumah sakit setelah makan siang bersama Umi dan Abi.


Nisa terpaku melihat seorang wanita sangat cantik dengan pakaian seksi berdiri di tepat depannya berjarak 10 langkah.


Wanita itu menatap Nisa begitu lekat, air mata telah mengalir membasahi pipinya. Ia tidak berani melangkah mendekat dan tidak berani berkata walau hanya sekedar menyapa.


Tanpa sadar butiran bening berhasil melewati sudut mata Nisa, ia merasakan sesak di dada yang tidak dapat ia artikan, hati Nisa hanya bisa bertasbih menyebut nama Allah.


Kesedihan dan kebahagiaan menyatu dalam dirinya. Tidak ada yang bergerak melangkah, keduanya hanya mematung di tempatnya masing-masing.


Umi Berlari dari rumah ingin memberikan ponsel Nisa yang tertinggal.


" Nisa, ponsel kamu tertinggal" ucap Umi keluar dari rumah dan terkejut melihat seorang wanita dengan pakaian seksi dan wajah sangat mirip dengan Nisa.


Nisa menoleh ke arah Umi dengan wajahnya yang telah basah, ia hanya terdiam dan menahan sesegukan.


" Subhanallah ya Allah" Umi memeluk Nisa.


Maria memperhatikan Umi yang memberikan kasih sayang dan ketenangan kepada Nisa.


" Sayang, Umi rasa wanita itu adalah ibumu" Nisa hanya terdiam ia mengeratkan pelukannya.


Maria berjalan mendekat dan menyentuh kepala Nisa yang tertutup jilbab. Umi memandang wajah Maria begitu cantik seperti Nisa.


" Putriku" Suara Maria serak.


Umi melepaskan pelukannya dan mengangkat kepala Nisa agar melihat Maria yang berada dekat di depan mereka.


Maria menarik Nisa dan memeluknya.


" Putriku, maafkan Mama, tolong Maafkan Mama sayang" Maria menangis sesenggukan memeluk erat Nisa.


Umi ikut menangis, ia tahu Nisa tidak akan membenci siapa pun, apalagi ibunya. Nisa selalu memaafkan semua orang.


Bagi Nisa, ia di buang di pesantren oleh orang tua kandungnya adalah takdir Allah, dan semua itu demi kebaikan Nisa.


" Nak, Maukah kamu memaafkan Mama" Maria melepaskan pelukannya dan menatap wajah Nisa yang hanya mengangguk.


Maria kembali memeluk Nisa, ia sangat menyesali perbuatannya, dulu ia terlalu muda dan egois, tidak menyadari betapa bahagianya memiliki anak.


" Mari kita masuk kedalam" Umi mengajak Nisa dan Maria masuk ke rumah.

__ADS_1


Maria duduk di ruang tamu, Umi mengambil minuman untuk Maria. Nisa kembali ke kamar untuk menyegarkan wajahnya dan menenangkan hati.


" Maaf, siapa nama anda?"tanya Umi memecah kesunyian.


" Saya, Maria Oktavia" Maria mengulurkan tangannya kepada Umi.


" Fathimah Az-Zahra" Umi tersenyum dan menyambut tangan Maria.


" Apakah kamu yang telah merawat dan membesarkan Nisa?" tanya Maria menggenggam tangan Umi.


" Iya, Terimakasih anda telah menitipkan malaikat kecil dalam kehidupan kami" Umi tersenyum.


" Nisa adalah malaikat pembawa kebahagiaan dimanapun ia berada" lanjut Umi


" Sejak kehadiran Nisa di rumah ini, saya merasakan kebahagiaan yang luar biasa, saya yakin Tuhan sengaja membuat Anda mengantarkan Nisa kemari " air mata Umi menetes.


Maria hanya terdiam, ia merasa terpukul dan menyesal telah meninggalkan Nisa.


" Nyonya, aku dan suamiku tidak bisa mempunyai keturunan, dan Tuhan mengirimkan Nisa kepada kami melalui Anda" Umi menahan kesedihannya.


" Kami sangat bersyukur, Malaikat Kecil itu mengisi hari-hari kami" Umi mengusap air matanya.


Nisa menyenderkan tubuhnya di dinding, mendengarkan semua curahan hati Umi. Nisa tidak pernah kecewa dengan di tinggalkan oleh Maria, ia sangat bersyukur Maria meninggalkan ia bersama Umi dan Abi.


Nisa dicintai dan dikasihi seperti anak kandung, dididik dan diajarkan dalam lingkungan Islam, itu adalah anugerah terindah bagi Nisa.


Hidup sederhana bersama anak-anak pesantren, berbagi makanan dan pekerjaan, membuat Nisa menjadi manusia yang peduli penuh dengan Cinta kasih.


" Nyonya, Terima kasih Anda telah merawat, menjaga dan membesarkan Putriku" Maria menangis, ia sangat malu.


" Saya dan Suami saya bukan beragam Islam" lanjut Maria.


Umi terdiam dan tersenyum.


" Apakah Putri kami beragam Islam?" tanya Maria.


" Tentu saja, setelah kami menjadikan Nisa sebagai Putri kami, kami telah menjadikan ia seorang muslimah yang taat kepada Allah" tegas Umi.


" Nisa juga sudah menikah secara Islam" lanjut Umi.


Maria tertuduk, jika ia tidak meninggalkan Nisa di pesantren, tentu Nisa bukanlah seorang muslimah.


Semuanya adalah kehendak Allah, Maria tidak menyadari bahwa itu adalah pesantren, yang ia bayangkan adalah sebuah panti asuhan.


" Apakah saya masih bisa menjadi Mama Nisa?" tanya Maria ragu.


" Tentu saja, sampai kapan pun Anda adalah ibu kandung Nisa" Umi memeluk Maria yang merasakan kesejukan dan ketenangan.


Nisa berjalan mendekat dan memeluk dua orang wanita yang menjadi ibunya.


Nisa bersyukur, ia sangat bahagia telah Tuhan berikan dua orang ibu untuk dirinya.


Nisa merasakan cinta kasih Allah begitu indah, yang selalu memberikan orang-orang yang mencintai Nisa dengan penuh kasih sayang.


****


***


**


*


*"*"*"*"*"*"*"*"


*


**


***


****


**Hallo Readers ku tercinta, Terimakasih telah setia membaca karya Author,


Alhamdulilah Cinta Untuk Dokter Nisa sudah Kontrak, semuanya berkat dukungan kalian semuanya, Love You so much 😘


Selalu Tinggalkan Like, Komentar dan Vote yaaaa, Terimakasih.

__ADS_1


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat serta mendapatkan Rezeky yang melimpah, Aamiin**


__ADS_2