
Zayn terbaring di rumah Sakit Swasta milik Nathan.
Keluarganya sangat terkejut, putra semata wayang mereka babak belur hingga harus dirawat di rumah Sakit.
"Sayang, siapa yang membuat kamu seperti ini?" Mama Zayn menangis melihat wajah tampan putranya yang bengkak.
"Katakan, papa akan membalas dendam untuk kamu." Papa Zayn duduk di samping tempat tidur.
"Stevent Lu Alexander." Zayn kesal.
"Apa, dia adalah anak dari Alexander yang baru saja kamu berikan dana yang besar untuk perusahaannya." Tuan Zayan melotot.
"Stevent dan Alexander berselisih." Zayn memejamkan matanya.
"Katakan apa yang harus papa lakukan?" Tuan Zayan mengusap kepala Zayn.
"Hancurkan pabrik baru Stevent yang baru berjalan dan masih belum stabil." Mata Zayn memerah.
"Pabrik baru yang menjadi penyokong perusahaan Stevent." Tuan Zayan meyakinkan dirinya.
"Benar, Stevent telah melepaskan bisnis haramnya, ladang uangnya telah berkurang jadi ia membutuhkan pabrik itu." Zayn tersenyum.
"Baiklah." Tuan Zayan mengambil ponselnya dan memerintahkan beberapa orang untuk melaksanakan tugas yang diberikan Zayn.
Menghancurkan pabrik milik Kenzo yang menjadi pemasok kebutuhan perusahaan Stevent.
Zayn tidak tahu jika perusahaan itu milik Ayesha dan Kenzo.
"Bagaimana kamu bisa bermasalah dengan Stevent?" Nyonya Zayan melihat putranya dengan tatapan sedih.
"Papa dan Mama tahu aku menginginkan Viona adik Stevent menjadi istriku." Zayn tersenyum.
"Ada banyak wanita yang mau menjadi pendamping hidup kamu kenapa harus adik Stevent?" Tuan Zayan menatap tajam kepada Zayn.
"Papa, Viona cantik dan memiliki IQ di atas rata-rata, dia sangat pantas melahirkan keturunan Zayan." Zayn membalas tatapan papanya.
"50 % kecerdasan seorang anak berasal dari ibunya." Zayn tersenyum.
"Terserahlah, papa akan selalu mendukung dirimu, beristirahatlah!" Papa meninggalkan ruangan Zayn.
***
Rencana telah di laksanakan, terjadi kebakaran besar di pabrik milik Kenzo sehingga menyebabkan mesin-mesin produksi rusak.
Jhonny mendapatkan kabar dari orangnya, perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar.
Jhonny tidak mau membuat Stevent khawatir, ia segera menghubungi Kenzo dan melaporkan kejadian di pabrik.
Kenzo melaporkan kerugian perusahaan kepada Fauzan.
Fauzan tetap terlihat tenang, ia tidak terlalu khawatir, hanya sebuah pabrik dan kerugian yang hanya ratusan juta tidak berarti apa-apa untuknya.
"Apakah aku harus mengatakan kepada Ayesha?" tanya Kenapa kepada Fauzan.
"Ayesha wanita hati yang lembut tetapi jiwa yg kuat dan tenang, itu tidak akan membuat ia khawatir." Fauzan tersenyum.
"Kamu benar." Kenzo tersenyum, ia teringat Ayesha sangat khawatir ketika ia mendekat.
"Aku yakin Ayesha lebih khawatir ketika kamu menyentuh dirinya." Fauzan tersenyum menahan tawa.
"Bagaimana kamu bisa tahu itu?" Kenzo menatap pria di depannya, ia berpikir mungkin Fauzan juga tahu mereka belum melakukan malam pertama.
"Kulit Ayesha sangat sensitif, ia sangat mudah geli jika kamu menyentuhnya langsung." Fauzan berbisik di telinga Kenzo.
"Aku yakin kamu belum menyentuh Ayesha." Fauzan tersenyum mengejek.
__ADS_1
Kenzo terdiam, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku tidak mau memaksa Ayesha, ia terlihat ketakutan." Kenzo menatap Fauzan.
"Ia bukan takut pada dirimu tetapi khawatir akan berteriak menahan geli ketika tubuhnya kamu sentuh." Fauzan menepuk pundak Kenzo.
"Kamu mengetahui semua tentang Ayesha." Kenzo menundukkan kepalanya.
"Kamu tidak usah cemburu aku adalah kakaknya dan selalu bersama sejak kecil." Fauzan tersenyum.
"Tentu saja, aku sedang belajar untuk mengenal dan memahami Ayesha." Kenzo melihat istana biru dari ruangan kerjanya.
"Berusahalah!" Fauzan membereskan berkas dan komputer.
"Bagaimana dengan pabrik kita di Indonesia?" tanya Kenzo.
"Aku akan kembali ke Indonesia dan melakukan penyelidikan penyebab kebakaran pabrik, pasti ada yang sengaja melakukannya." Fauzan tersenyum.
"Terimakasih, aku akan berbicara dengan Ayesha tentang masalah ini." Kenzo berjalan meninggalkan ruangan Fauzan dengan mengucapkan salam.
Kenzo melihat jam di tangannya menunjukan pukul lima sore, berjalan menuju istana biru.
Pintu Istana terbuka dan Kenzo berjalan masuk ke dalam ruangan, ia menaiki tangga menuju kamar mereka.
Kenzo mengucap salam dan membuka pintu, seorang wanita cantik tersenyum manis dan sangat cantik menyambut Kenzo di depan pintu.
"Assalamualaikum Humaira ku." Kenzo tersenyum lembut.
"Waalaikumsalam suamiku." Ayesha menyalami dan mencium punggung tangan Kenzo.
"Kamu sangat cantik." Kenzo mencium dahi Ayesha.
"Kecantikan diriku hanya untuk suamiku." Ayesha menundukkan kepalanya.
"Sudah." Ayesha membantu Kenzo membuka jas dan kemejanya.
Kenzo terus memperhatikan wajah cantik Ayesha yang tidak tertutup cadar, tidak ada rasa puas ketika melihat Ayesha.
"Aku sangat beruntung, hanya diriku yang bisa menikmati kecantikan dirimu." Kenzo membelai rambut Ayesha yang tergerai indah.
Ayesha tersenyum, ia berjalan menuju kamar mandi meletakkan pakai Kenzo dalam keranjang baju kotor.
"Ya Allah, dia adalah bidadari surga." Kenzo berjalan menuju lemari pendingin.
"Apakah suamiku mau minum sesuatu?" Ayesha berdiri di samping Kenzo dan tersenyum.
"Ya." Kenzo tersenyum.
"Duduklah, aku akan mengambil untuk dirimu." Ayesha mengambil gelas dan mengisinya dengan air mineral.
Kenzo duduk di sofa, ia memperhatikan setiap gerakan Ayesha.
"Silahkan suamiku." Ayesha menyerahkan gelas berisi air putih kepada Kenzo.
"Terimakasih." Kenzo menerima gelas dan meneguknya hingga habis.
"Apakah kamu mau mandi? aku telah menyiapkan pakaian tidur di ruangan ganti." Ayesha mengambil gelas kosong dari tangan Kenzo.
"Apakah kamu akan membantu diriku untuk mandi?" Kenzo menatap Ayesha.
"Jika suamiku menginginkannya akan aku lakukan." Ayesha menunduk.
"Terimakasih, aku akan mandi sendiri." Kenzo mencium dahi Ayesha dan berjalan menuju kamar mandi.
Ayesha berjalan menuju dapur yang ada di lantai atas, ia menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
__ADS_1
Lantai atas adalah sebuah rumah mewah bagian dari istana biru, tidak ada yang boleh naik ke atas kecuali petugas kebersihan khusus dan pelayan yang mengisi lemari penyimpanan makanan.
Ayesha memasak sendirian dengan menu sederhana makanan Indonesia dan Arab.
Kenzo keluar dari kamar mandi, ia tidak melihat Ayesha.
"Kemana bidadari ku?" Kenzo berjalan menuju ruang ganti dan melihat satu stel piyama.
Aroma wangi dari dapur masuk ke dalam kamar melalui pintu yang terbuka.
"Hmm, bidadari ku sedang memasak." Kenzo keluar kamar dan berjalan menuju dapur.
Ia melihat seorang wanita yang memperlihatkan leher jenjang putih bersih dan sangat menggoda.
"Apa yang kamu masak?" Kenzo melihat makanan yang tersedia di atas meja.
"Aku memasak makanan Arab dan Indonesia, aku tidak tahu apakah kamu suka atau tidak?" Ayesha tersenyum.
"Aku sangat yakin semua makanan ini enak." Kenzo duduk di kursi.
"Tunggu sebentar lagi makanan akan siap, apakah kamu sudah lapar?" Ayesha melepaskan celemek dan menggantungkan di tempatnya.
"Belum, ini adalah menu makan malam." Kenzo tersenyum.
"Ya, kita akan makan selesai sholat Magrib." Ayesha merapikan meja makan dan menutup semua makanan yang ada di atas meja.
"Aku sudah tidak sabar untuk mencicipi masakan Istriku yang cantik." Kenzo menatap Ayesha dengan lembut.
"Sebentar lagi waktu sholat tiba." Ayesha tersenyum.
"Kita sholat bersama." Kenzo menggendong Ayesha.
"Ya Allah." Ayesha terkejut dengan refleks ia melingkarkan tangannya di leher Kenzo.
Kenzo menatap wajah Ayesha yang menunduk malu, tangannya gemetar dan dingin.
"Kapan kamu akan menjadi hangat?" Kenzo tersenyum.
"Hangat?" Ayesha mengangkat wajah merahnya.
"Aku bisa merasakan tangan kamu yang dingin dan gemetar." Kenzo tersenyum melihat wajah merah Ayesha.
"Maafkan aku." Ayesha menunduk.
Mereka melaksanakan shalat Magrib bersama dilanjutkan dengan makan malam berdua.
Ayesha luar biasa, masakannya sangat enak membuat Kenzo ketagihan dan menghabiskan semua makanan.
"Terimakasih untuk makan malam yang enak." Kenzo sangat bahagia menikmati masakan Ayesha.
"Terimakasih telah menghabiskan masakan ku." Ayesha beranjak dari kursi untuk membersihkan peralatan makan.
Kenzo membantu Ayesha, mereka melakukan pekerjaan bersama.
***
Up sedikit 🤗 Demi Readers 💓
Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote. Terimakasih.
Baca juga Novel Author berjudul “Arsitek Cantik” dan "Unforgettable Lady"
Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu). Terimakasih.
Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.
__ADS_1