
Rumah Utama
Veronika dan Alexander kembali ke rumah utama, mereka tidak tinggal di rumah Stevent lagi, Viona ikut Papa dan Mama kembali ke rumah utama karena ia tidak mau sendirian di rumah mewah Stevent.
Rumah Stevent tampak sepi, hanya ada para pelayan, pembantu, tukang kebun dan pengurus rumah.
Viona telah menyerah untuk mengejar Kenzo, pria itu lebih dingin dari Stevent, dan Kenzo sangat jauh, di telpon tidak diangkat, dikirim pesan tidak dibalas, Kenzo sungguh kejam.
Viona sangat merindukan Nisa, rasanya sudah lama tidak bertemu, bahkan nomor ponsel Nisa tidak ada yang aktif.
" Kenapa Nisa selalu gonta ganti nomor?" gerutu Viona melihat layar ponsel, ia membuka kontak masuk dan terlihat sebuah pesan terakhir Nisa kirimkan.
" Wah, aku tidak menyimpan nomor yang terakhir, untunglah aku pintar" Viona memuji dirinya sendiri.
" Aku heran kemana Kakak menyembunyikan Nisa? Jhonny juga tidak tahu, menyebalkan, jangan - jangan Nisa sudah dilarang pakai ponsel, suami aneh" Viona mengomel sendirian di kamar.
Viona menekan tombol panggilan, ia menunggu cukup lama, tidak ada jawaban, namun Viona sudah senang karena nomor itu tersambung.
" Halo kak Nisa kamu dimana?". Viona langsung bertanya ketika tahu panggilannya tersambung.
"Anda siapa?" suara seksi seorang pria terdengar dari seberang.
" Bukankah ini nomor ponsel kak Nisa" tanya Viona bingung.
"oh iya, saya menemukan ponsel ini terjadi di kegiatan Amal Leo" Jawab pria itu.
" Anda di mana saya akan mengambil ponsel kakak saya" Ucap Viona.
" Apakah kamu adik Dokter Nisa?" tanya pria di sebrang.
" Iya benar ". Jawab Viona bersemangat.
" Aku akan mengirimkan lokasi, datanglah" ucap pria dengan suara lembut.
Panggilan terputus.
" Kak Stevent tidak akan perduli dengan ponsel Nisa, pasti dibelikan yang baru" Viona membayangkan gaya sombong kakaknya, apalagi untuk Nisa semua yang terbaik dan termahal.
" Untuk saja Nisa bukan cewek matre,, Kak Stevent bisa bangkrut gara - gara Bucin, hihihi" Viona tertawa.
Terdengar suara dering pesan masuk di ponsel Viona. Sebuah pesan muncul di layar.
" L & L Entertainment"
" Tunggu Dulu, ini Adalah perusahaan si Kembar paling sempurna di jagat raya, Aaaaaaa" Viona berteriak histeris.
Di hari Konser, Karena Stevent sibuk bersama istrinya, ia tidak tahu Viona pergi nonton konser secara diam-diam, Viona dilarang Stevent datang ke tempat keramaian.
" Leo dan Leon, oh makhluk Tuhan yang paling Indah" Viona berguling-guling di atas tempat tidur.
Pesan kembali masuk.
" Datanglah, siapa nama kamu agar aku bisa meminta sekretaris ku menunggu dirimu di lobby Perusahaan"
" Sekretaris, Apakah pria ini adalah Leon?, ya Tuhan Semua orang yang berhubungan dengan Nisa selalu beruntung" Viona meloncat di atas kasur.
" Aku harus segera membalas pesannya" Viona sangat bahagia, ia segera mengetik pesan.
" Viona Alexander"
" S**aya menunggu kedatangan Anda"
__ADS_1
" Ya Tuhan, semoga saja dia Leo atau Leon " Viona segera mengganti pakaian, celana jeans panjang dan kemeja biru tangan pendek.
Viona mengajak seorang sopir untuk mengantarnya ke Perusahaan L & L Entertainment. Dan tanpa sepengetahuan dirinya pengawal Stevent mengikuti Viona.
Mobil berhenti tepat di depan pintu lobby, Setelah Viona turun sopir memarkirkan mobil di tempat yang telah di sediakan.
Viona berjalan masuk lobby perusahaan, seorang sekretaris cantik dan seksi telah menunggu di depan pintu.
" Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" tanya sekretaris ia melihat Viona dari ujung kepala hingga kaki, bekerja di dunia hiburan membuat sang sekretaris tahu harga pakaian yang menempel di tubuh Viona, jutaan walau terlihat simpel dan sederhana.
" Saya, Viona Alexander" Viona tersenyum manis.
" Oh, saya sedang menunggu Anda, mari ikut saya" Sekretaris berjalan mendahului Viona.
Viona mengikuti sekretaris masuk ke dalam lift, pintu lift terbuka, Viona melihat sekeliling, ada banyak Ruangan, Viona melewati ruangan latihan para selebriti.
" Maaf Nona, Anda akan membawa saya kemana?" Viona mulai penasaran karena lift tadi membawa mereka ke lantai paling atas.
"Apa Anda tidak tahu bahwa Anda akan bertemu dengan Tuan Leon?" sekretaris menatap tidak percaya kepada Viona yang menggelengkan kepalanya.
Viona ingin Berteriak, namun tetap ia tahan Setelah mendengar nama Leon.
Leon dan Leo memiliki karakter dan daya tarik yang berbeda.
Viona terdiam, ia tidak percaya Ponsel Nisa akan mengantarkan ia bertemu dengan pengusaha muda pemilik L & L Entertainment.
Mereka berada di depan pintu ruangan Leon. Sekretaris mengetuk dan membuka pintu.
" Selamat Siang Tuan Leon, nona Viona telah datang " sekretaris mempersilahkan Viona masuk.
Leon tersenyum manis ke arah Viona, ia melihat Viona dari atas hingga bawah, sangat cantik dan sopan.
Viona hanya terdiam di depan pintu, ia tidak menyangka jika Leon terlihat lebih tampak dari Leo, aura mereka berbeda.
" Silahkan duduk Nona " sapa Leon lembut membuyarkan lamunan Viona.
" Ah iya, Terimakasih" Viona berjalan mendekati sofa dan duduk sopan.
Viona terlihat seperti anak SMA, dengan pakaian yang santai tanpa riasan.
" Apakah kamu seorang pelajar?" tanya Leon duduk di depan Viona.
" Ya Tuhan, dia sangat tampan" bisikan suara hati Viona.
" Saya seorang Mahasiswi" Jawab Viona tersenyum.
" Ah, kamu terlihat lebih muda dari usiamu" Leon tersenyum ramah.
" Apakah kamu adik Dokter Nisa?" tanya Leon.
" Ya, lebih tepatnya adik ipar" Viona tersenyum.
" Oh no, berarti dia adik Stevent" pikir Leon
" Apakah kamu diminta Nisa untuk mengambil ponselnya?" tanya Leon lagi.
" Tidak, Kakak ku tidak akan mencari barang yang tidak penting, dia pasti telah membeli ponsel baru untuk Kak Nisa" Viona tertawa ia selalu terbayang akan kesombongan kakaknya.
" Luar biasa, ia pasti mencintai Nisa" Leon menyelidiki.
" Bukan Cinta lagi tapi Bucin" Viona Kembali Tertawa ingat dengan larangan memeluk Nisa.
__ADS_1
" Pantas saja ia bisa memukul Leo sampai seperti itu, Untung saja tubuh Leo terlatih jika tidak, hmm " Leon berbicara di dalam hatinya.
" Apa aku boleh meminta ponsel kak Nisa?" tanya Viona, ia berpikir jika ponsel telah di serahkan maka ia tidak punya kesempatan lagi berbicara dengan Leon.
" Apakah kamu buru - buru ?" tanya Leon memandang wajah Viona.
" Tidak, hanya saja saya tidak mau mengganggu Anda" Viona tersenyum manis.
" Sebenarnya ponsel Nisa ada pada adikku Leo" Leon menampakkan wajah sedih.
" Apa, mm bagaimana bisa?" Viona bingung, tidak mungkin Nisa nonton konser.
" Apa kamu mau bertemu dengan adikku?" Leon memperhatikan Viona, ia tahu tidak akan ada wanita di Dunia ini yang menolak untuk bertemu dengan Leo.
" Apa Dimana?" tanya Viona refleks.
" Rumah Sakit " Leon menatap tajam kepada Viona yang tidak Viona sadari.
" Apa, apakah Leo cedera Selesai Konser?" tanya Viona khawatir.
" Seseorang memukulnya karena kesalahpahaman" Leon mengepalkan tangannya.
" Ya Tuhan" Viona menutup mulutnya, ia tidak tahu jika Stevent yang memukul Leo.
" Bagaimana, apa kamu mau bertemu dengan Leo dan mengambil ponsel Nisa di Rumah Sakit?" tanya Leon dengan wajah yang sedih.
" Tentu saja" Viona bersemangat.
" Apakah kamu membawa mobil sendiri?" tanya Leon.
" Tidak, aku di antar Sopir " ucap Viona.
" Ia pasti membawa bodyguard" pikir Leon.
" Kamu mau satu mobil dengan saya atau mengikuti di belakang?" tanya Leon, ia tidak mau mengambil resiko di tuduh menculik.
" Aku akan ikut di belakang" jawab Viona yang kesal diberi pilihan, ia berharap Leon mengajak ia satu mobil.
" Baiklah mari kita berangkat" Leon mengambil jas dan kunci mobilnya.
Mereka berjalan bersama menuju parkiran, Banyak yang menatap curiga kepada Viona yang membuat mereka berpikir.
" Apakah Leon berkencan dengan Pelajar SMA, pasti hanya untuk mainan tapi Leon bukan tipe pria pemain" ada banyak pertanyaan muncul di kepala mereka yang melihat.
Sopir mengikuti mobil Leon Menuju rumah sakit yang tidak jauh dari perusahaan.
Bodyguard telah melaporkan perjalanan Viona kepada Jhonny.
Jhonny hanya akan melaporkan kepada Stevent jika ia bertanya selebihnya, semua urusan Jhonny yang tangani.
****
***
**
*
*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*'*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*
**Thanks for Reading
__ADS_1
Terimakasih atas Like, komentar dan Vote yang banyaaak yaaa, supaya Author semangat. Crazy Up, ketika ranking Nisa naik ke puncak 10/20 besar dan bisa bertahan, Aamiin.
Love You Readers**