Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Gigit aku


__ADS_3

Pasangan pengantin yang sangat mesra berjalan bersama kembali ke klinik Dokter Aisyah.Valentino dan Dokter Aisyah masih duduk di belakang klinik, mereka berdua terdiam.


Stevent dan Nisa segera mendekat, menatap heran kepada Dokter Aisyah dan Valentino.


" Dokter apakah kalian baru sampai?" Tanya Nisa dan Dokter Aisyah segera memeluk Nisa.


" Alhamdulillah Nisa, Allah masih melindungi kalian" wajah Dokter Aisyah terlihat khawatir.


" Ada apa Dokter?" Tanya Stevent.


" Nathan kemari" Ucap Valentino yang telah tahu siapa Nathan dari cerita Dokter Aisyah.


" Dimana Dia, aku akan membunuhnya" Stevent langsung emosi setiap mendengar nama Nathan.


Nisa menggenggam tangan suaminya untuk memberikan ketenangan.


" Mereka telah pergi" ucap Valentino.


" Dokter Aisyah apa kalian baik - baik saja?" Nisa tahu Nathan tidak akan menyakiti orang yang tidak bersalah dan kesalahan Stevent adalah menikahi Nisa sehingga Nathan tega menyakiti Stevent.


" Dia mencarimu Nisa" jelas Dokter Aisyah.


" Sebaiknya kita masuk ke dalam membersihkan diri " ucap Valentino, ia melirik Nisa dan berpikir, Nathan benar-benar terobsesi dengan Nisa, ia dapat melihat betapa depresinya Nathan ketika tidak bertemu dengan Nisa.


Mereka telah membersihkan diri, menggantikan pakaian, Sholat Zuhur dan makan siang bersama.


Valentino kembali ke rumah untuk mengambil mobil Stevent dan Nisa.


" Sayang ponsel kita dimana?" tanya Stevent manja seakan hanya ada mereka berdua di ruangan itu.


Stevent berbaring di atas tempat tidur untuk mendapatkan suntikan Ampul yang kedua.


" Di dalam Tas " Jawab Nisa tanpa melihat Stevent, ia memperhatikan Dokter Aisyah yang sedang menyuntikkan penawar racun.


" Tidurlah, Sore kamu akan mendapatkan Ampul yang terakhir dan sembuh" Nisa mencium kening Stevent.


" Sayang berikan ponsel, aku mau menghubungi Jhonny" Stevent memandang Nisa dengan mesra.


" Baiklah, pikirkan dulu sebelum bertindak" tegas Nisa berjalan menuju kamar mengambil tas punggung miliknya.


Nisa kembali dan memberikan ponsel kepada Stevent, yang segera mengaktifkannya.


Ada banyak pesan yang masuk, Stevent memperhatikan Nisa.


" Aku tidak melihat ponsel kamu?" Stevent memandang Nisa.


" Selama disini aku telah mematikan ponsel ku dan tidak menggunakannya" Nisa duduk di tempat tidur samping Stevent.


" Kemarilah, jangan jauh dari ku" Stevent menepuk bagian pinggir tempat tidurnya.


Nisa segera menuruti perintah Stevent dan berbaring menempel pada tubuh Stevent di tempat tidur yang sempit.


Lengan kanan Stevent menjadi bantal Nisa, tangan kirinya memegang ponsel segera menghubungi Jhonny.


Tidak menunggu waktu lama, Jhonny langsung menerima panggilan dari Stevent, hanya hitungan detik.


"*Selamat siang Tuan Stevent, bagaimana kabar anda dan nyonya Muda?" Jhonny sangat bahagia mendapat panggilan dari Stevent.


" Aku baik, bisakah kamu siapkan jet pribadi untuk membawa aku dan Nisa ke pulau yang telah aku beli?" tanya Stevent*.


Nisa memandang suaminya, Pria ini benar-benar penuh kejutan.


" Apakah Anda akan pergi ke pulau kembar?" tanya Jhonny,


ia sangat merindukan Stevent sudah tiga hari tidak bertemu.


"*Ya tengah malam nanti segera bawa jet pribadi dan surat-surat yang dibutuhkan " jelas Stevent


" Baik Tuan*"


Panggilan terputus.


" Kita akan kemana?" tanya Nisa


" Bulan Madu sayang, " Stevent mencium dahi istrinya.


Nisa tidur dalam pelukan hangat Stevent yang memberikan rasa nyaman dan aman.


**


Waktu terus berputar, mengantarkan mereka pada malam yang indah dengan taburan bintang di langit.


Nisa dan Stevent telah berkemas, mengucapkan banyak terimakasih kepada Dokter Aisyah dan Valentino.


" Dokter Aisyah, mobil ini untuk Anda sebagai ucapan terimakasih " ucap Stevent.

__ADS_1


Dokter Aisyah sangat terkejut, mobil yang Stevent berikan adalah barang mewah dan mahal hanya dimiliki kalangan atas.


Valentino ikut kaget.


" Orang kaya beneran, Aku harus mencari tahu siapa Stevent" pikir Valentino.


" Anak muda, Terimakasih" Stevent memeluk Valentino.


" Terimakasih tentang air terjun, kamu bisa mencoba bercinta di sana" Stevent berbisik di telinga Valentino dan melepaskan pelukannya.


Terdengar suara jet pribadi Stevent bersamaan dengan mobil sport hitam milik Stevent yang digunakan Jhonny.


Nisa berpelukan dengan Dokter Aisyah mengucapkan banyak terimakasih, Air mata mereka membasahi pipi masing-masing.


" Itu Jhonny, dia hampir setampan Stevent" Nisa berbisik di telinga Dokter Aisyah terdiam dan memandang kearah Jhonny yang terlihat sama dinginnya dengan Stevent.


" Jhonny kemarilah " perintah Stevent dan Jhonny segera mendekat.


" Ini adalah Dokter Aisyah yang telah menyelamatkan aku dan Nisa, mulai sekarang kamu juga harus melindungi Dokter Aisyah " Stevent menepuk pundak Jhonny yang melihat sekilas wajah cantik dan dewasa.


Mereka saling bertukar pandang, Jhonny berjalan mendekat.


" Terimakasih Dokter anda telah menyelamatkan Malaikat saya, dan saya akan menyerahkan nyawa saya untuk menjaga dan melindungi Anda" Jhonny memberi hormat dengan membungkukkan tubuhnya.


Dokter Aisyah sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Jhonny, ia kebingungan dan hanya terdiam.


" Baiklah kami berangkat" ucap Stevent ia memeluk Jhonny.


Dan Nisa kembali memeluk Dokter Aisyah, berjabat tangan dengan Valentino.


" Jhonny urus semua perusahaan bantu papa, aku akan menikmati Istriku " Stevent berteriak dan membantu Nisa masuk ke dalam jet.


Nisa melambaikan tangannya , Jet telah menghilang dalam kegelapan malam.


Valentino telah kembali ke rumahnya.


" Dokter Aisyah, apakah Anda ingin memilih mobil lain?" tanya Jhonny tanpa senyuman.


"Maksud Anda?" tanya Dokter Aisyah heran.


" Anda mendapatkan sebuah mobil dari Tuan Stevent, jika anda ingin mengganti dengan model dan merk yang lain, anda bisa memilihnya sendiri, saya akan menemani anda langsung " jelas Jhonny


" Apakah dia ini robot, tanpa ekspresi" pikir Dokter Aisyah.


Jhonny masih menatap Dokter Aisyah yang mulai gelisah.


" Apakah mobil ini tidak pantas untuk diriku?" tanya Dokter Aisyah.


" Tergantung keperluan anda, jika Anda ingin membawa banyak barang melakukan perjalanan jauh tentu mobil ini adalah solusi terbaik " jelas Jhonny yang masih memandang Dokter Aisyah.


" Baiklah, supaya tidak merepotkan Anda saya Anna menerima mobil ini saja" Dokter Aisyah memberikan minuman dingin dan cemilan untuk Jhonny.


" Dokter sebaiknya anda segera berkemas!" perintah Jhonny .


" Berkemas?" Dokter Aisyah bingung.


" Ya, anda harus ikut saya ke kota " Jhonny menatap Dokter Aisyah.


" Tidak Tuan, saya akan tetap di sini" tegas Dokter Aisyah dan tersenyum duduk di depan Jhonny.


" Dokter tolong jangan mempersulit saya" Jhonny menatap tajam kepada Dokter Aisyah.


" Maaf Tuan Jhonny, saya tidak mempersulit Anda" tegas Dokter Aisyah.


" Tolonglah Dokter Aisyah, saya harus mengurus perusahaan dan menjaga Anda" Jhonny menatap wajah Dokter Aisyah.


" Saya bukan anak kecil Farhat harus Anda jaga" Dokter Aisyah memijit batang hidungnya.


" Dokter, saya harus melaksanakan perintah Tuan Stevent " tegas Jhonny


" Nisa, suamimu menghadiahkan aku dengan satu buah mobil dan seorang robot patuh" Dokter Aisyah kembali memijit batang hidungnya.


" Tunggu, saya harus memenangkan diri dan berpikir" ucap Dokter Nisa


" Baiklah, Saya akan menunggu Anda di luar untuk melihat pemandangan Desa dan segeralah berkemas !" Ucap Jhonny berjalan ke luar meninggalkan Dokter Aisyah yang bingung.


****


Stevent menyenderkan kepalanya di pundak Nisa dan tertawa, mengagetkan Nisa.


" Kamu kenapa tertawa sendirian?" tanya Nisa menyentuh pipi Stevent.


" Jhonny akan mempersulit Dokter Aisyah" Stevent tertawa


" Kenapa?" tanya Nisa bingung, ia mengangkat kepala Stevent dan menatapnya.

__ADS_1


" Aku yakin Jhonny akan memaksa Dokter Aisyah ikut ke kota " Stevent tersenyum kembali merebahkan kepalanya di pindah Nisa dan melingkari tangannya di pinggang Nisa.


" Biarlah, semoga mereka bisa menjadi pasangan" ucap Nisa


" Jhonny belum pernah jatuh cinta, dia selalu mengikuti diriku, tidak punya waktu untuk bertemu dengan wanita" ucap Stevent.


" Bagaimana dengan dirimu?" tanya Nisa


" Kamu adalah cinta pertamaku, aku tidak pernah berpikir untuk menikah" ucap Stevent.


" Bukankah ada banyak wanita yang berharap menjadi istrimu?" Nisa menyelidiki.


" Tentu saja, tapi aku tidak suka pada mereka semua menjijikkan" tegas Stevent.


" Benarkah?" Nisa kembali mengangkat kepala Stevent.


" Dengarkan aku sayang, aku tidak pernah jatuh cinta dan aku tidak pernah dekat - dekat dengan wanita manapun" Stevent menyentuh pipi istrinya.


" Kenapa kamu jatuh cinta pada ku?" tanya Nisa lagi.


"Karena kamu datang bagaikan malaikat" tegas Stevent dan mencium bibir istrinya.


" Ih, dilihat orang" Nisa menutup mulutnya dengan tangan.


" Aku sangat mencintaimu, aku tergila-gila padamu" ucap Stevent dan mencium punggung tangan Nisa yang menutupi mulutnya.


Stevent memeluk Nisa dan meletakkan kepala Nisa di dada bidangnya.


" Ayo kita tidur," Stevent menarik tangan Nisa menuju kamar tidur mewah yang ada dalam jet pribadi.


" Sayang, bagaimana jika kita bercinta di dalam di atas awan?" Stevent berbisik di telinga Nisa.


" Maksud kamu?" Nisa berpikir pasti Stevent mau bercinta di dalam jet.


" Tapi sepertinya tidak akan nikmat " Stevent merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Nisa menahan tawa,


" Bagaimana kamu tahu tidak nikmat?" Nisa naik ke tempat tidur dan berbisik di telinga Stevent.


" Sayang apa kamu mau mencobanya?" Stevent menarik tubuh Nisa dan menindihnya mendekatkan wajahnya pada wajah Nisa melumat bibir seksi milik Nisa.


" Sabarlah" Nisa menggigit bibir Stevent.


" Oh No, kamu sangat menggoda" Stevent menggigit pundak Nisa.


" Aw, Sakit" Nisa membuka jilbab dan melihat bekas gigitan Stevent.


" Sayang, kamu pernah bilang aku adalah Drakula, jadi aku akan menggigit dan menghisap habis darahmu" Stevent tersenyum puas.


" Aku akan membalas dirimu" Nisa mengusap pundaknya yang sakit dan menggigit dada telanjang Stevent.


Bukannya kesakitan namun Stevent merasa gigitan Nisa memberikan kenikmatan baginya.


Terlihat bekas gigitan Nisa di data Stevent,


"Apakah sakit?" Nisa terlihat khawatir dan mengusap bekas gigitannya.


Stevent tersenyum,


" Tidak, bisakah kamu menggigit di seluruh tubuhku dari bibir hingga kebawah sini" Stevent menunjukkan jari pada bagian sensitif.


Nisa segera pindah ke samping Stevent dan berbaring dengan tenang.


" Sayang, kenapa kamu berhenti, ayolah gigit seluruh tubuhku" Stevent memeluk tubuh istrinya dan mencium leher Nisa dengan lembut.


" Aku sangat lelah dan mengantuk" jawab Nisa lembut.


" Nanti kamu harus menggigit aku lagi, aku suka" bisik Stevent di telinga Nisa dan menciumnya.


" Aneh" suara Nisa hampir tidak terdengar lagi karena telah menuju alam mimpi.


Tentu saja keduanya sangat lelah melakukan pendakian dan bermain air.


Stevent dan Nisa tertidur dalam pelukan penuh Cinta kasih dan sayang.


**


*



😘 Thanks for Reading 🤗


Jangan Lupa Like dan komentar pada setiap episodes 😍

__ADS_1


Terimakasih banyak untuk Vote yang telah di berikan ♥️


♥️Love You Readers 💓**


__ADS_2