Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Kondisi Nisa


__ADS_3

Sebuah laboratorium baru milik Nathan, dengan banyak ahli kimia di dalamnya.


Seorang pria tampan yang sedang serius dengan pekerjaannya, melakukan penelitian tentang penyakit dan cara mengobatinya.


Nathan harus menciptakan sesuatu yang baru dan belum pernah ad di dunia sehingga memiliki harga jual yang tinggi.


Produk Nathan hanya mampu dipesan dan dibeli kalangan atas.


Nathan bagaikan dewa, dapat memberikan sesuai permintaan pelanggan.


Untuk saat ini, Nathan fokus pada obat yang bisa menolong Nisa.


Alarm ponsel Nathan berbunyi, menghentikan aktivitas Nathan untuk melihat peringatan yang tertera di layar ponsel.


"3 bulan kandungan Nisa" Nathan melepaskan pakaian laboratorium miliknya dan meletakkan pada tempatnya.


Nathan berjalan meninggalkan laboratorium dan menuju ruangannya.


Roy sedang sibuk dengan pekerjaannya di depan layar komputer.


"Roy, apakah Nisa telah melakukan pemeriksaan kandungan?" tanya Nathan khawatir.


"Sudah Tuan, Dokter Nada yang memeriksa kandungan Dokter Nisa" jawab Roy segera berdiri.


"Kamu tahu apa yang harus kita lakukan?" tanya Nathan.


"Tentu saja Tuan, setiap 3 bulan usia kandungan dan kelipatannya hingga melahirkan Dokter Nisa harus mendapatkan suntikan Vitamin penguat rahim" Roy menundukkan kepalanya.


"Kenapa kamu tidak melakukannya?" Nathan menatap tajam kepada Roy.


"Aku tidak mau kehilangan Nisa hanya karena mengandung dan melakukan anak Stevent" tegas Nathan.


"Dengar Roy, nyawa Nisa dalam bahaya sejak ia mengandung" Nathan menarik kerah baju Roy.


Roy hanya bisa terdiam, ia tidak mau mengganggu Nathan, tetapi Roy lupa Nisa adalah yang terpenting bagi Nathan.


"Hubungi Dokter Nada, kita akan bertemu hari ini" perintah Nathan.


"Baik Tuan" Roy segera menghubungi Dokter Nada, dan melakukan pertemuan di sebuah restoran tidak jauh dari perusahaan Nathan.


Mereka tidak mau Stevent atau Nisa mengetahui, kesehatan Nisa yang tidak cukup kuat untuk mengandung hingga melahirkan.


Nisa membutuhkan obat dan Vitamin khusus untuk membantu menguatkan rahim.


Rahim Nisa terlalu lemah, karena Nisa sering melakukan aktivitas yang berat ketika ia masih menjadi seorang pelajar dan Mahasiswi.


Status sebagai seorang atlet membuat Nisa harus melakukan pelatihan yang cukup keras.


"Tuan Nathan tidak pernah bisa melupakan Dokter Nisa" suara hati Roy.


Roy sangat kasihan kepada Nathan yang terus peduli dan perhatian kepada Nisa.


Nathan terus melakukan perbaikan vitamin dan berusaha menemukan obat untuk Nisa.


Kehamilan Nisa dapat merenggut nyawanya, sebelum atau setelah melahirkan.


***


Nathan dan Roy telah duduk di kursi sebuah restoran, menunggu kedatangan Dokter Nada.


Seorang wanita cantik berjilbab dengan warna kulit eksotis berjalan mendekati meja Nathan.


"Assalamualaikum" salam Dokter Nada pada Nathan dan Roy.


"Waalaikumsalam" jawab Nathan tersenyum.


Mereka saling berjabat tangan.


"Silahkan duduk, Dokter Nada" ucap Nathan.

__ADS_1


"Terimakasih" jawab Dokter Nada tersenyum dan duduk di kursi.


"Maafkan saya telah merepotkan Anda" ucap Nathan.


"Tidak apa Nathan, demi keselamatan Nisa, apapun akan saya lakukan" ucap Dokter Nada sedih.


"Bagaimana keadaan Nisa dan kandungnya?" tanya Nathan khawatir.


Roy terdiam memerhatikan Nathan, yang Roy lihat seakan Nathan adalah suami Nisa yang sangat peduli dengan anak dalam kandungan istrinya.


"Janin yang sehat dan kuat" jawab Dokter Nada.


"Bagaimana dengan Nisa?" tanya Nathan tidak sabar.


"Nisa hanya mengeluh ketika merasa ia akan tertidur dengan mudah dimanapun ia berada" jelas Dokter Nada.


Nathan menarik nafas panjang, ia merasakan sesak di dadanya.


"Itu adalah efek dari kandungan Nisa, ia bisa saja meninggal ketika sedang tidur" Nathan mengusap kasar wajahnya.


"Apa yang harus kita lakukan? kandungan Nisa benar-benar sangat rapuh dan membahayakan nyawanya" jelas Dokter Nada tertahan.


"Nisa pasti bersikeras mempertahankan kandungannya, ia tidak akan memperdulikan keselamatan dirinya sendiri" Dokter Nada merasa sedih.


"Jangan katakan apapun pada Nisa, suntikan saja vitamin ini setiap 3 bulan sekali" Nathan memberikan 2 Ampul berisi cairan bening dalam kotak kaca.


"Aku sedang berusaha mencari obat yang bisa menyembuhkan setidaknya menguatkan kembali rahim Nisa" ucap Nathan.


"Andai Nathan adalah suami Nisa, mungkin sebelum Nisa hamil ia telah lebih dulu mempersiapkan kesehatan Nisa" Dokter Nada berbicara dalam hatinya.


"Anda harus segera menyuntikkan vitamin ini pada Nisa, jika tidak, Nisa akan semakin sering tertidur tanpa sandar dan itu sangat berbahaya" jelas Nathan.


"Tentu saja, sekarang Nisa sering ke rumah sakit" Dokter Nada memasukkan kotak kaca ke dalam tasnya.


"Apa Nisa kembali bekerja? Ia harus banyak istirahat" tegas Nathan.


"Tidak, Jhonny Assisten Stevent mengalami kecelakaan dan Nisa melakukan operasi" jelas Dokter Nada.


"Nisa tidak boleh melakukan operasi selama kehamilan, itu berbahaya untuk kesehatannya" Mata Nathan memerah.


"Tidak ada yang berani melakukan operasi bedah Otak" jelas Dokter Nada sedikit gugup.


"Apa Samuel tidak memiliki Dokter ahli bedah selain Nisa?" Nathan emosi.


Dokter Nada hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku akan menghubungi Samuel dan menghukumnya" Nathan mengambil ponsel dari saku jasnya.


Dokter Nada menahan tangan Nathan dengan lembut.


"Jika kamu melakukan itu, sama saja memberitahukan Samuel dan orang lain tentang keadaan Nisa" ucap Dokter Nada lembut.


Nathan kembali duduk, ia sangat menghawatirkan Nisa.


Dokter Nada memperhatikan Nathan.


"Pria ini sangat mencintai Nisa, ia menghabiskan waktunya hanya untuk menemukan obat untuk Nisa yang buka miliknya" Dokter Nada merasa sangat sedih melihat pengorbanan Nathan untuk Nisa.


Stevent saja tidak tahu keadaan istrinya, karena tidak ada yang memberitahukan.


Stevent bukanlah seorang Ahli kesehatan, ia adalah seorang pengusaha sukses dalam bidangnya.


Nathan mengakhiri pertemuan rahasia dengan Dokter Nada, meraka segera berpisah setelah makan siang bersama.


Dokter Nada mengendarai mobilnya menuju rumah sakit, ia berharap bisa bertemu dengan Nisa.


Dokter Nada harus segera memberikan suntikan vitamin pada tubuh Nisa untuk menjaga kondisi tubuh Nisa uang lemah karena kehamilan.


Mobil Dokter Nada memasuki area khusus parkir Dokter.

__ADS_1


Dokter Nada berjalan menuju ruangan Jhonny, ia berharap dapat bertemu Nisa.


Mengetuk pintu dengan perlahan dan membukanya, ia melihat Nisa berbaring di Sofa bersama dengan Dokter Aisyah.


Jhonny tertidur pulas setelah mendapatkan suntikan Obat.


"Assalamualaikum" sapa Dokter Nada.


"Waalaikumsalam" Jawab Dokter Aisyah.


Nisa telah memejamkan matanya, ia tertidur di atas sofa.


Jika Stevent melihat istrinya tidur di Sofa, bisa dihancurkan rumah sakit.


"Nisa, bangunlah" Dokter Aisyah menyentuh lembut pipi Nisa.


Nisa membuka matanya perlahan, tubuhnya terasa lemas.


"Dokter Nada, maaf aku sangat lelah dan mengantuk" ucap Nisa berusaha duduk.


"Nisa, bisakah kamu ikut ke ruangan ku?" Dokter Nada menyentuh pipi Nisa dengan tatapan sedih.


"Tentu saja" Nisa tersenyum.


"Dokter Aisyah, aku tinggal sebentar, assalamualaikum" Nisa mengikuti Dokter Nada yang menggandeng tangan Nisa.


"Waalaikumsalam" Jawab Dokter Aisyah.


Dokter Aisyah, memerhatikan tatapan aneh dari Dokter Nada pada Nisa, seakan menyimpan sebuah rahasia yang menyedihkan.


"Dokter Nada sepertinya sangat menghawatirkan Nisa" gumam Aisyah merebahkan tubuhnya di atas sofa yang telah ia rubah menjadi tempat tidur empuk.


Nisa dan Dokter Nada telah sampai di ruangan Dokter Nada.


"Istirahatlah!" Ucap Dokter Nada membantu Nisa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Nisa kembali tidur dengan nyenyak, nafasnya terlihat teratur.


Dokter Nada segera mengambil vitamin yang telah di berikan Nathan dan menyuntikkan pada lengan Nisa.


"Semoga Allah selalu menjaga dirimu Nisa" Dokter Nada mengusap kepala Nisa yang tertutup jilbab.


Dokter Nada menatap wajah cantik Nisa yang tersenyum dalam tidurnya.


Malaikat penyelamat kini sedang membutuhkan pertolongan orang lain, ia tidak mengetahui bahaya yang menunggu dirinya.


Pikiran baik adalah semua manusia di dunia ini adalah orang baik.


Kebaikan yang diberikan kepada semua orang akan mendapatkan balasan yang Indah melebihi apa yang kita lakukan.


Percayalah Tuhan bersama orang-orang baik dan tidak akan membiarkan mereka terluka.


***


**


*


Terimakasih telah membaca Karya Author.


*


**


***


Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like, Komentar, Vote dan Bintang 5, Untuk karya Author yang berjudul " Arsitek Cantik" juga ya Terimakasih 😘


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇

__ADS_1


Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊


__ADS_2