Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Makan Malam


__ADS_3

(❤️ FAVORIT, LIKE, KOMENTAR, VOTE, BINTANG 5 😘) PENYEMANGAT UPDATE 💪


Viona telah lupa untuk memberitahukan Jhonny dan Stevent tentang rencana Papa Alexander.


Karena Mama yang sibuk dengan undangan makan malam keluarga Kim, orang tua dari Kim Min Jade.


Mama berada di ruang ganti untuk memilih pakaian yang akan ia gunakan pada acara makan malam keluarga.


"Sayang, Apa kamu sudah hubungi Stevent dan Nisa?" Mama bersemangat.


"Aku sudah hubungi Jhonny, tidak tahu mereka akan ikut atau tidak." ucap Papa yang sedang menggunakan jas hitam.


Viona memilih gaun panjang berwarna pink, sedikit mewah, ia padankan dengan Jilbab merah jambu lebih muda dari warna gaunnya.


"Apa kak Stevent dan kak Nisa akan ikut?" Viona menata dirinya di depan cermin raksasa.


"Aku harus mengatakan rencana papa secara langsung." bisik Viona dalam hati.


Viona sangat cantik dengan kulit putih dan berpadu dengan gaun berwarna pink, ia berjalan menuju ruang tamu, menunggu papa dan Mama.


Sebuah Mobil Sport hitam berhenti tepat di depan pintu.


Stevent sangat tampan dengan jasnya, ia membuka pintu untuk Nisa.


Nisa berjalan pelan dengan gaun malam yang tertutup, berwarna biru langit serasi dengan kemeja milik Stevent.


Jilbab merah muda sama dengan Viona yang dihiasi dengan bross bunga berwarna biru langit di pundak Nisa, riasan natural pada wajahnya, senyuman begitu cantik sempurna.


Stevent mengandeng tangan Nisa masuk kedalam rumah menuju ruang tamu.


Viona sangat bahagia, bisa melihat Nisa dan Stevent, ia ingin memberitahukan sesuatu yang telah ia dengar, tetapi ia butuh waktu yang tepat.


"Kak Nisa, apa kabar? Aku sangat merindukan Kakak." Viona memeluk Nisa sebentar, jika terlalu lama Stevent akan cemburu.


Papa dan Mama berjalan mendekat, Mama Veronika menggunakan gaun biru tua yang sangat terang dan berkilau.


"Nisa sayang, apa kabar?" Mama memeluk dan mencium dahi Nisa.


"Alhamdulilah Ma, Nisa sehat." Nisa tersenyum melihat Mama Veronika dan Viona.


"Kamu sangat cantik dengan gaun ini." ucapa Mama.


"Stevent yang memilih untuk ku." Nisa tersenyum dan melihat ke arah Stevent yang mengedipkan matanya membuat Nisa tertawa.


"Viona kamu sangat cantik." Nisa menyentuh pipi lembut Viona.


Makan malam kelas atas berbeda, bagaikan ingin menghadiri pesta.


Stevent bertatapan langsung dengan Papa Alexander.


"Acara makan malam ini untuk apa?" tanya Stevent dengan tatapan tajam pada Papa.


"Tuan Kim adalah sahabat Papa dan Viona berteman dengan putranya, kita hanya makan malam biasa." jelas Papa melirik Nisa yang sedang bersama Viona dan Mama.


"Hanya makan malam?" tanya Stevent lagi.


"Jika kamu mau, kamu bisa menawarkan kerjasama." ucap papa berjalan menuju mobilnya.

__ADS_1


"Keluarga Kim sangat bahagia karena putra sulung mereka akhirnya pulang kerumah." ucap papa sebelum masuk ke mobilnya.


Viona mengikuti Mama segera masuk ke dalam mobil Papa, karena mobil Stevent hanya bisa untuk dua orang saja.


"Sayang, jangan jauh-jauh dari ku." Stevent berbisik di telinga Nisa dan memasang sabuk pengaman.


"Apa kamu mengenali keluarga Tuan Kim?" tanya Nisa lembut.


"Mereka adalah pengusaha dari Korea yang menetap di negara ini, miliki dua orang putra, tetapi aku tidak mengenal mereka." ucap Stevent.


"Kenapa kamu terlalu khawatir sayang." Nisa mengusap pipi Stevent.


"Aku tidak mau Papa menjadikan Viona sebagai tumbal kerjasama." ucap Stevent mencium tangan Nisa.


"Bukankah perusahaan kamu tidak butuh itu." Nisa tersenyum melihat Stevent yang terus mencium jarinya.


"Aku tidak butuh tapi papa butuh." ucap Stevent melepaskan tangan Nisa dengan lembut.


"Kenapa Papa mau melakukan itu?" tanya Nisa heran.


"Perusahaan papa sudah berdiri sendiri dan terpisah dari perusahaan diriku." jelas Stevent.


Nisa hanya diam, ia tidak ingin terlalu ikut campur urusan Stevent.


Stevent mulai menjalankan mobilnya mengikuti mobil papa menuju kediaman keluarga Kim.


Mobil telah masuk perkarangan mewah rumah Tuan Kim Tay Jun.


Tuan Kim bersama dengan istrinya Nyonya Wei Yun menunggu di depan pintu untuk menyambut kedatangan Alexander dan keluarga.


Papa Alexander dan Mama Veronika berjalan bersama menuju tuan rumah.


"Terimakasih." jawab Papa.


"Selamat malam Nyonya Veronika, Terimakasih telah menerima undangan makan malam ini." Nyonya Wei Yun berjabat tangan dengan Mama.


"Sama - sama Nyonya Wei." Mama tersenyum.


"Nyonya Veronika Putri Anda sangat cantik." Nyonya Wei Yun menyentuh dagu Viona.


"Terimakasih Nyonya." Veronika tersenyum.


"Silahkan masuk, saya akan menyambut Putra Anda yang luar biasa." ucap Tuan Kim.


"Tentu saja." papa Alexander tersenyum dan berjalan masuk bersama Mama Veronika dan Viona.


Jade tersenyum melihat Viona dari balik kaca.


"Dia terlihat berbeda." ucap Jade.


Stevent membuka pintu untuk Nisa dan menggandengnya mesra, senyuman Nisa begitu cantik.


"Oh, Tuan Stevent, Pengusaha muda paling sukses?" sapa Tuan Kim menyambut kedatangan Stevent dan Nisa dan mengulurkan tangannya.


"Anda terlalu memuji Tuan." Stevent berjabat tangan dengan Tuan Kim.


"Ah, apakah Nona cantik ini adalah istri Anda?" Nyonya Wei berjabat tangan dengan Nisa.

__ADS_1


"Ya." jawab Stevent tersenyum kepada Nisa.


"Istri Anda sangat cantik." puji Nyonya Wei Yun.


"Terimakasih Nyonya, anda berlebihan." jawab Nisa lembut.


"Wajah kamu sangat unik, jika kamu berada di Korea pasti banyak pria yang akan memperebutkan dirimu." ucap Nyonya Wei Yun tersenyum dan menyentuh hidung Nisa.


Stevent menatap tidak suka pada Nyonya Wei Yun.


"Tidak perlu ke Korea di sini saja aku sudah gila berhadapan dengan pengagum Istriku." gumam Stevent dalam hati.


"Mari kita masuk, kami tidak memiliki Putri." ucap Nyonya Wei Yun bersama Tuan Kim berjalan mendahului Nisa dan Stevent.


"Silahkan duduk." Nyonya Wei Yun.


Nisa dan Stevent duduk berdekatan dengan tangan terus berpegangan.


Viona duduk di samping Jade, Papa berdekatan dengan Mama.


Semua telah duduk di kursi masing-masing.


"Kami sangat senang dan mengucapkan terima kasih karena Tuan Alexander berserta keluarga bisa hadir di acara makan malam keluarga Kim." ucap Tuan Kim.


"Saya akan memperkenalkan putra sulung kami yang sudah lama tidak pulang." ucap Nyonya Wei Yun tersenyum bahagia.


"Sayang, kemarilah." sapa Nyonya Wei Yun.


Seorang pria tampan berjalan menuju ruang makan, wajah oppa Korea yang sangat tampan dan menggoda.


Pria tampan kakak dari Jade tersenyum dan matanya tertuju pada Nisa.


"Nisa." ucapnya lembut.


Semua terkejut bagaimana mungkin putra sulung mereka yang baru pertama kali datang setelah pindah dari Korea bisa mengenal Nisa, istri dari Stevent.


Stevent berdiri dan menatap penuh benci kepada pria yang pernah bertemu dengan dirinya di Kairo.


"Sayang." Nisa memegang tangan Stevent.


Viona ikut terkejut, ia tidak menyangka pria yang pernah berjumpa dengan dirinya satu kali dan tidak tahu nama pria berdiri di depan mereka.


Mata Stevent dan Kakak Jade saling bertatapan penuh kebencian.


"Sayang, siapa yang kamu panggil Nisa?" Nyonya Wei Yun menyentuh lengan Putra sulungnya.


"Annisa Salsabila, istri Stevent Lu Alexander." ucap pria yang terus menatap tajam ke arah Stevent.


Kilatan permusuhan yang pernah terjadi di antara mereka ketika kecemburuan Stevent berlebihan.


*************************************


Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih.


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊

__ADS_1


baca juga (Arsitek Cantik dan Nyanyian takdir Aisyah) Terimakasih 😘


__ADS_2