
(😘Favorit, Like, Komentar, Vote n Bintang 5 😘)
Jhonny masih tertidur di dalam ruangan berwarna putih dengan dinding kaca bersih.
Tubuhnya di penuhi dengan peralatan medis, yang terhubung dengan layar monitor.
Matanya terpejam, ia hanya bisa mendengarkan, suara - suara yang ada di dekatnya.
Pria tampan dengan tubuh kekar menyimpan banyak rahasia kehidupannya sangat merindukan suara Aisyah.
Tubuh Jhonny kejang - kejang hingga layar monitor berbunyi nyaring memanggil para perawat.
Beberapa perawat dan Dokter berlari menuju ruangan Jhonny.
Pembekuan darah dalam otak yang terus bertambah, mulai mengganggu fungsi syaraf dan salah satu cara yang harus dilakukan adalah operasi bedah otak.
Memory Indah yang Jhonny rasakan pertama kalinya adalah bertemu dengan Aisyah, memaksa dirinya untuk bangun.
"Apa yang terjadi?" tanya Dokter Renata.
"Kondisi pasien tidak stabil Dok" Beberapa perawat kebingungan.
Seharusnya tubuh Jhonny tidak akan bergerak pengaruh dari Obat dan kerja syaraf otak yang mulai terganggu.
"Sepertinya pasien berusaha untuk menyadarkan dirinya" Dokter Renata segera memberikan suntikan pada selang infus Jhonny.
"Kita harus segera melakukan operasi, kumpulan tim Dokter bedah!" Perintah Dokter Renata.
Valentino melihat perawat yang berlari dari ruangan Jhonny.
"Apa yang terjadi?" Valentino menarik tangan seorang perawat wanita yang terpesona dengan ketampanan Valentino hingga Ia diam membisu.
"Suster, apa yang terjadi?" Valentino mengulangi pertanyaannya dan menggoyangkan pundak perawat.
"Pasien atas nama Jhonny dalam kondisi tidak stabil" jawab perawat gugup.
Pintu kamar ruangan Aisyah yang terbuka membuat mereka dapat mendengarkan percakapan Valentino dan perawat.
Stevent mengepalkan tangannya, ia berusaha menyembunyikan rasa khawatir pada Jhonny.
"Apa yang terjadi pada Jhonny?" tanya Aisyah khawatir.
"Dokter Aisyah istirahat saja, saya akan melihat Jhonny, percayalah kepada Allah" Nisa menggenggam tangan Aisyah.
Nisa memutar tubuhnya dan menyentuh lembut pipi Stevent.
"Sayang, aku harus menolong Jhonny, apakah kamu mengizinkan diriku?" Nisa menatap lembut mata Stevent.
Stevent hanya terdiam, ia benar-benar kebingungan.
"Berdoalah untuk Jhonny, Aku akan membantu tim Dokter, Boleh?" tanya Nisa lembut dan penuh harap.
Stevent memeluk Nisa, ia sangat menghawatirkan Jhonny dan Nisa.
Tidak ada jawaban yang bisa Stevent berikan pada pertanyaan Nisa.
"Dokter Aisyah, istirahat, pejamkan matamu dan berdoa untuk keberhasilan operasi Jhonny" tegas Nisa pada Dokter Aisyah yang telah memejamkan matanya bersamaan dengan mengalirnya butiran bening dari sudut matanya.
Nisa menarik tangan Stevent ke sudut ruangan yang tidak terlihat dan memberikan ciuman hangat di bibir Stevent.
"Aku pergi" Nisa memeluk Stevent memberikan keterangan pada keduanya.
"Sayang, kamu bisa menunggu di mushola dan berdoa, aku akan keruangan meeting" Nisa melepaskan pelukan dan meninggalkan Stevent berjalan menuju Dokter Aisyah.
"Aku pergi, jangan pernah berhenti berdoa" bisik Nisa di telinga Dokter Aisyah dan mencium dahinya.
Nisa meninggalkan ruangan Dokter Aisyah dan berjalan menuju ruangan miliknya untuk mengganti pakaiannya.
"Dokter Nisa" Dini berlari menuju Nisa yang baru keluar ruangnya.
Nisa tersenyum dan berjalan cepat menuju ruangan meeting bersama dengan Dini.
Di depan pintu ruangan meeting Nisa menghentikan langkahnya, memegang gagang pintu perlahan dan membukanya.
Semua mata tertuju pada Nisa, mereka tersenyum puas melihat kehadiran Nisa di ruangan meeting.
Malaikat penyelamat yang sangat diharapkan akhirnya datang di hadapan mereka.
Dokter Renata berlari dan memeluk Nisa.
"Terimakasih dan Maafkan kami" Dokter Renata berbisik di telinga Nisa.
"Ini adalah tugasku sebagai Dokter" Nisa tersenyum dan duduk di kursi miliknya.
"Assalamualaikum, selamat Siang semuanya" Nisa memberi salam.
Semua menjawab salam Nisa dengan senyuman, mereka sangat bahagia menerima kehadiran Nisa di ruangan meeting.
Komputer dan layar monitor telah dinyalakan, Dokter Renata menjelaskan keadaan Jhonny.
Kepala Jhonny sudah pernah cedera sejak lama.
Benturan di kepala Jhonny ketika ia masih remaja tidak mendapatkan penanganan serius sehingga terjadi pembekuan darah.
__ADS_1
Jhonny hanya menahan rasa sakit dengan meminum obat-obatan.
Kehidupan yang sangat berat dan sulit membuat Jhonny berusaha bertahan dalam kesakitan.
Nisa terkejut dengan kondisi Jhonny sangat memprihatikan, entah apa yang Jhonny alami di masa mudanya.
Luka Jhonny sekarang membuat luka lama semakin parah dan itu adalah salah satu kekhawatiran Tim bedah untuk melakukan operasi.
Kesalahan sedikit saja akan menyebabkan kematian, kebutaan atau kelumpuhan total pada organ tubuh Jhonny.
Mereka membutuhkan seorang ahli bedah yang cerdas dan memiliki banyak pengalaman seperti Nisa.
Nisa memperhatikan penjelasan Dokter Renata dengan konsentrasi.
Mata dan telinga mencerna semua yang ia tangkap dan mengantarkan informasi ke dalam otak cerdasnya.
Di dalam Otak yang luar biasa, ia memperhitungkan tindakan yang harus dilakukan dan resiko yang akan terjadi.
Dokter Renata telah selesai menjelaskan keadaan Jhonny kepada semua orang yang ada di dalam ruangan.
Semua terdiam dan melihat Nisa yang sedang berpikir keras.
Nisa memejamkan matanya dan butiran bening mengalir membasahi pipinya.
Melihat Nisa yang menangis membuat Tim Dokter semakin khawatir, tidak ada yang berani bertanya.
Nisa menarik nafas panjang dan membuangnya.
"Persiapkan perlengkapan operasi!" perintah Nisa.
Semua asisten Dokter segera keluar dari ruangan meeting dan tinggal Dokter bedah dan Dokter pembantu di ruangan operasi.
"Bolehkah saya menjelaskan sedikit tentang resiko Operasi ni?" ucap Nisa lembut dan tertekan.
"Silahkan Dokter" jawab Dokter senior sebagai kepala Tim Dokter bedah.
"Dokter Renata, bagaimana dengan stok darah?" tanya Nisa.
"Kami telah mempersiapkan semuanya, hanya menunggu Anda untuk memimpin operasi ini" jelas Dokter Renata pelan.
"Kenapa kalian tidak menghubungi diriku, aku sudah mengatakan jika ada yang membutuhkan bantuan diriku katakan saja" tegas Nisa.
"Maafkan kami Dokter Nisa, kamu khawatir akan menggangu Anda" ucap Dokter Renata lembut.
"Kita harus segera melakukan operasi, berhasil atau gagal semuanya adalah kehendak Tuhan, sebagai manusia kita tetap harus berusaha dan berdoa" ucap Nisa.
"Dokter Renaldy silahkan memimpin doa" ucap Nisa.
Semua Tim Dokter khusus dan khidmat berdoa untuk keberhasilan operasi dan keselamatan pasien.
Stevent melihat Nisa dari kejauhan, memandang istirnya yang semakin cantik dengan seragam dokter sama ketika pertama kali Stevent bertemu dengan Nisa.
Tidak ada lagi wanita yang lemah lembut dan manja, wajah yang terlihat serius dengan pekerjaannya, ketegasan dan kecerdasan terpancar dari diri Nisa.
Valentino mendorong Aisyah dengan kursi roda menuju ruangan Jhonny.
"Izinkan aku berbicara dengan Jhonny" ucap Dokter Aisyah serak dengan air mata yang terus mengalir kepada perawat yang ada di depan pintu.
Nisa berjalan mendekati Dokter Aisyah dan menggantikan Valentino mendorong kursi roda ke dalam ruangan Jhonny.
"Berbisiklah di telinga Jhonny, katakan sesuatu yang Jhonny harapkan dari anda" Ucap Nisa lembut.
Aisyah beranjak dari kursi roda dan mendekatkan mulutnya ke telinga Jhonny.
"Berjuang dan bangunlah, Aku akan merawat dirimu dan menghabiskan waktu bersama" bisik Aisyah dengan air mata terus mengalir membasahi pipinya.
"Berdoalah" Nisa memeluk Dokter Aisyah dan mendorong kursi roda keluar dari ruangan.
Aisyah tidak mau lagi kehilangan orang yang berada di dekatnya.
"Valen, antarkan aku ke mushola" pinta Dokter Aisyah kepada Valentino.
Stevent duduk di kursi tunggu di depan ruangan Jhonny.
Semua Tim Dokter telah masuk ruangan Jhonny dan siap melakukan operasi.
Pintu dan gorden telah di tutup, perlengkapan medis dan peralatan operasi sudah lengkap.
Tim Dokter Kembali berdoa bersama sebelum melakukan operasi.
Nisa yang melakukan operasi utama, pembedahan otak dan pengangkatan darah beku.
Suasana ruangan sangat tegang, Nisa dan Tim Dokter melakukan dengan sangat hati-hati, Layar monitor menampilkan keadaan isi kepala Jhonny.
Kesulitan operasi adalah darah beku yang telah lama di kepala Jhonny.
Nisa terus melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an dan menyebut nama Allah di dalam hatinya tanpa putus.
Hanya keajaiban dan pertolongan Allah yang Nisa harapkan, memohon belas kasih Allah agar memberikan kesempatan kepada Jhonny.
Semua Dokter mendapatkan tugas pada posisi masing-masing, semua siap siaga pada pasien dan perintah Nisa.
Kesalahan sekecil apapun akan berakibat fatal pada Jhonny.
__ADS_1
Jantung Jhonny berhenti Jhonny berhenti tiba-tiba, membuat ketegangan dan kepanikan di antara Dokter yang bertanggung jawab atas kestabilan detak jantung.
"Pompa" Teriak Dokter Renata.
Seorang yang bertugas menjaga detak jantung segera bertindak, entah apa yang membuat dirinya melakukan kesalahan.
Beberapa orang terlihat panik, tetapi tidak dengan Nisa, ia tetap fokus dan konsentrasi dengan tugas berat yang ia pegang.
Menghentikan pendarahan dan membersihkan sisa - sisa pembekuan darah.
Dua orang Dokter yang berada di samping Nisa sebagai asisten berusaha untuk tetap tenang.
4 jam lebih telah berlalu tim Dokter Bedah masih dalam ruangan operasi berpacu dengan waktu dan mempertaruhkan sebuah kehidupan.
Stevent tidak tenang, ia mondar-mandir di depan ruangan Jhonny. Ada dua orang yang sangat ia khawatirkan berada di dalam ruangan.
Lampu ruangan telah berubah warna menandakan operasi telah selesai.
Tim Dokter menarik nafas lega dan mengucapkan Alhamdulillah, mereka saling berpelukan dan melakukan sujud syukur kepada Allah bagi yang beragama Islam.
Nisa berpelukan dengan Renata, air mata mereka tumpah membasahi wajah.
Senyum kebahagiaan atas keberhasilan operasi yang telah mereka lakukan.
Semua Tim Dokter keluar dari ruangan dan digantikan para perawat untuk melakukan pembersihan ruangan.
Nisa tersenyum kepada Stevent yang terlihat gugup ketika Nisa keluar.
Nisa dan tim Dokter menuju ruangan membersihkan diri dan mengganti pakaian.
Stevent masih menunggu Nisa di depan ruangan Jhonny, Nisa memeluk Stevent dari belakang.
Stevent memutar tubuhnya,
"Apa kamu lelah Sayang?" Stevent meletakkan tangannya di wajah Nisa yang menggelengkan kepalanya.
"Ketika selesai melakukan operasi yang harus kamu tanyakan adalah, bagiamana operasinya, berhasil? atau bagaimana kondisi pasien? bukan menanyakan Dokternya Sayang" Nisa mencubit pipi Stevent.
Stevent hanya terdiam, yang ada di kepalanya adalah menanyakan kabar istrinya.
"Apakah kamu sudah sholat?" tanya Nisa dan Stevent menggelengkan kepalanya.
Nisa menarik nafas, waktu sholat Zuhur telah habis dan telah memasuki waktu sholat ashar, ia menarik tangan Stevent menuju ruangannya untuk melaksanakan shalat Zuhur dan digabungkan dengan Ashar.
Nisa dan Stevent melaksanakan shalat bersama di ruangan Nisa.
"Bagaimana keadaan Jhonny?" tanya Stevent.
Nisa tersenyum.
"Operasi berjalan lancar, tetapi Jhonny tetap membutuhkan perawatan yang intensif" jelas Nisa.
"Jhonny akan mengalami kelumpuhan sementara pada bagian tubuhnya, pasca operasi, ia harus di rawat oleh orang yang dicintai dan mencintai agar dapat memberikan kekuatan dan kemauan untuk sembuh" Nisa merebahkan kepalanya di dada Stevent.
"Dokter Aisyah pasti mau merawat Jhonny" ucap Stevent.
"Tentu saja, tetapi sebelum Dokter Aisyah merawat Jhonny mereka harus di halalkan" ucap Nisa tersenyum.
"Kenapa?" tanya Stevent.
"Jika Mereka belum menikah, Dokter Aisyah tidak boleh menyentuh Jhonny, bagaimana ia bisa merawat Jhonny" jelas Nisa tersenyum.
"Aku akan menikahkan mereka" tegas Stevent.
"Aku akan menanyakan Dokter Aisyah, apakah ia rela menghabiskan waktunya bersama pria yang akan lumpuh sementara dan butuh perawatan" ucap Nisa.
Nisa mencium pipi Stevent dengan lembut dan tersenyum manis.
"Aku lapar" bisik Nisa di telinga Stevent.
Mereka telah melewati makan siang.
"Oh My God" Stevent segera beranjak dari kursi dan menarik tangan Nisa menuju kantin rumah sakit.
Berburu makanan, wanita hamil anak kembar, baru merasakan lapar selama melakukan operasi yang sangat lama.
Nisa telah mengirimkan pesan kepada Dokter Aisyah tentang keberhasilan operasi dan ia akan mengatakan langsung keadaan Jhonny pasca operasi.
***
**
*
Terimakasih telah membaca Karya Author
*
**
***
Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like, Komentar, Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih 😘
__ADS_1
Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊